Trending

Yang Katanya Peduli Bumi dan Lingkungan, Nih Ada Pertanyaan!

Kapan kamu terakhir menanam pohon? Mungkin saat masih duduk di bangku SD atau bahkan TK. Tanpa bermaksud untuk melabeli diri lebih peduli pada bumi, kamu mungkin sedang merasa tersindir karena memang sudah sejak lama tak pernah menanam pohon.

Hari ini sesuai dengan keputusan presiden RI Nomor 24 Tahun 2008 yang menetapkan, jika tanggal 28 November adalah peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI). Dengan kata lain, peringatan ini bak sebuah amanat yang sebenarnya jadi pengingat bahwa bumi kita memang sudah semakin tua.

Lalu apa saja yang sudah kita lakukan untuk menanggulanginya?

Kita Lebih Gemar Menyoroti Potret Kerusakan Lingkungan, Daripada Mencari Tahu Akar Masalahnya

Terjadinya bencana banjir dan longsor, perubahan iklim yang ekstrim, luas tutupan hutan yang terus berkurang, deforestasi dan degradasi lingkungan, kebakaran hutan dan lahan, hingga konflik manusia dengan satwa, dan berbagai masalah lainnya, kerap kita artikan sebagai bukti nyata bahwa pemerintah telah gagal menjaga kelestarian alam.

Padahal jika mau ditelesik lebih dalam lagi, hal ini tak melulu jadi tanggung jawab pemerintah saja, tapi juga kita sebagai manusia. Namun seolah tak merasa bersalah, kita hanya bisa berkata, “Bukannya itu tugas pemerintah?”.

Tanpa harus bersuara untuk gempar menyuarakan protes akan beberapa kegiatan yang memang jadi tugas pemerintah. Hal lain yang tak kalah pentingnya, cobalah untuk bertanya perihal sebab akibat yang mendatangkan bencana yang terjadi. Barangkali sebagian sumber masalahnya justru datang dari kita. Kebiasaan membuang sampah sembarangan bisa jadi salah satu pencetusnya.

Padahal Ada Beberapa Gerakan Penanaman Pohon yang Memungkinkan Kita untuk Ambil Bagian

Sumber : https://www.wwf.or.id

Untuk kamu yang mungkin masih bingung, akan memulai dari mana untuk bisa turut serta. Sebenarnya ada beberapa gerakan yang bisa kita ikuti dalam hal membenahi bumi. Mulai dari Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon, Gerakan Penanaman Satu Juta Pohon, One Man One Tree (OMOT), One Billion Indonesian Trees (OBIT) atau Gerakan Penanaman Satu Milyar Pohon, hingga yang terakhir ada Gerakan Tanam dan Pelihara 25 Pohon Selama Hidup (sesuai Instruksi Menteri LHK bulan Agustus tahun 2017). Mereka yang kontra memang menuding, jika hal ini hanyalah ajang pencitraan dari pemerintah. Padahal upaya ini jadi salah satu kegiatan yang bisa menjaga kelestarian alam dan lingkungan.

Gerakan lain yang juga lahir sebagai bentuk upaya untuk menghijaukan kembali Indonesia bernama MyBabyTree dari WWF Indonesia. Sesuai dengan semboyan mereka, kamu bisa turut serta dalam menghijaukan alam Indonesia dengan adopsi pohon secara virtual lewat donasi yang kamu kirimkan.

Dan Tak Perlu Terlalu Sibuk Mengkritik Pemerintah Untuk Upaya Penanganan Bencana, Jika Kita Sendiri Tak Pernah Turut Serta Membenahinya

Isu bencana dan penanaman pohon jadi topik pembahasan yang memang menarik untuk dibicarakan. Sebagian yang pro pada upaya pemerintah dalam beberapa gerakan, tentu akan berdiri pada barisan terdepan.

Tapi fakta lain yang tak bisa kita lupakan adalah sebagian orang yang justru hanya bersuara tanpa melakukan apa-apa. Gencar meminta orang lain untuk berhenti menebang pohon, tapi dirinya sendiri masih membuang sampah sembarangan.

Percaya atau tidak, satu atau dua orang dari kita bahkan mungkin tak pernah berpikir perihal penanaman pohon dan manfaatnya. Berharap agar bumi akan tetap terjaga, hutan dan lahan terbuka hijau yang rusak akan segera ditanami kembali. Dengan syarat, pemerintahlah yang akan mengurus semuanya.

Lantas apakah sikap tersebut jadi salah satu bukti dari perbuatan yang memang harus dilakukan? Tentu saja tidak kan! Mengutarakan suara tentu bukanlah sesuatu yang salah, namun akan percuma jika tak ada upaya dan bukti nyata.

Biar Bagaimana pun, Menanam Pohon Menjadi Investasi Masa Depan yang Akan Menyelamatkan Tempat Tinggal Kita

Untuk kamu yang mungkin tak ingin diribetkan dengan hal-hal yang tergolong susah, ikut gerakan dan semacamnya. Kamu bisa memulainya untuk menanam beberapa jenis pohon dengan memanfaatkan ruang terbuka yang ada di tempat sekitar kita tinggal. Mulai dari halaman rumah, hingga pekarangan kosong yang memang bisa ditanami.

Tanaman pisang, cempedak, sukun, mimba, kemiri, nangka, jambu mete, aren, damar, hingga bambu bisa dijadikan pilihan untuk ditanam di sekitar rumah kamu. Peranan akar dan daya serap terhadap air yang dimiliki pohon-pohon tersebut jadi penolong yang akan menyelamatkan lingkungan dikala banjir dan longsor.

Hari ini mungkin kita mungkin sedang susah payah, untuk menanam dan merawatnya. Namun percayalah pepohonan tersebut akan menjadi aset masa depan yang bisa menyelamatkan kita.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

9 Tahun Menikah, Rianti Cartwright-Cas Alfonso Sepakat Ikuti Program Bayi Tabung

Rianti Cartwright dan Cas Alfonso telah membina bahtera rumah tangga selama kurang lebih sembilan tahun. Kini mereka memutuskan untuk melakukan program bayi tabung demi mendapatkan momongan. Hal ini diketahui lewat Instagram Stories milik Rianti. Eks VJ MTV itu banyak bertanya ke Tya Ariestya untuk berani melakukan bayi tabung.

“Tya Ariestya, she is an #ivfsurvivor and was so generous with information from the very beginning. Aku bisa tanya2 sama Tya kapan aja. Terus kebetulan waktu aku shooting sinetron Cinta Yang Hilang aku juga dipertemukan dengan sahabat2 yang memberikan banyak informasi tentang IVF, Morula dan juga dokter2 di Morula Clinic. Kayak udah diatur aja semuanya dan akhirnya aku dan Cas memutuskan untuk menjalani program IVF,” kata Rianti

Sebelumnya, Rianti Cartwright belum berani program kehamilan. Dia dan Cas menjalaninya secara natural. Rianti mengatakan dalam melakukan program bayi tabung tidak mudah. Namun dia tetap masih bisa menikmati segala prosesnya.

“To be honest this process is not easy. Tapi menurut aku tetap bisa dinikmati selama kita optimis, positif, dan berserah,” tuturnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Demi Penuhi Keinginan Istri, Uus Tinggalkan Identitas Kepala Plontos

Komedian tunggal Rizky Firdaus Wijaksana (28) atau yang akrab disapa Uus kini tampil beda. Uus tak lagi berkepala plontos melainkan memilih untuk memanjangkan rambutnya dan mewarnainya dengan warna pirang. Hal ini dia lakukan lantaran permintaan istri.

“Kan udah dijelasin di panggung, istri minta pengin bisa jambak, ya sudah dipanjangin. Sudah tiga tahun bersama-sama. Dia cuman minta ke saya gondrongin rambut, ya sudah lah,” kata Uus seperti dikutip dari Kompas.com, Senin (18/03).

Awalnya, Uus merasa risih dengan rambutnya yang panjang karena tak pernah tampil dengan gaya yang demikian. Terkait pemilihan warna rambut, Uus mengatakan bahwa hal itu adalah pilihannya sendiri.

“Ide sendiri, karena pengin aja bingung mau warna apa, bosen kalau hitam, jadi ya kuning. Kan mau membuktikan kalau dicat warna-warni itu selalu identik dengan Atta,” gurau Uus.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Niat Hati Dapat Samsung Galaxy S10, yang Datang dari Bukalapak Malah Sendal Jepit

Selain memberi kemudahan untuk para pengguna bertransaksi jual dan beli, E-commerce yang satu ini juga kerap mengadakan promo seru dengan hadiah yang cukup tinggi. Yap, selain hadiah utama mini cooper yang beberapa waktu lalu dimenangkan oleh seorang driver ojol. Baru-baru ini, ajang promosi yang diberi nama ‘nyerbu’ tersebut, memberikan kesempatan untuk para pengguna untuk mendapatkan Samsung Galaxy S10 secara eksklusif cuma dengan 12 ribu.

Sudah berlangsung pada 13 Maret 2019 lalu, beberapa orang yang beruntung memang berhasil mendapatkan Samsung Galaxy S-10nya. Tapi sialnya, pengguna lain yang ikut serta justru ramai-ramai protes. Karena mereka yang belum berhasil justru dikirimi sendal jepit sebagai gantinya dari dana 12 yang telah mereka kirimkan, atau yang sudah terpotong otomatis dari dompet di aplikasi Bukalapak. 

View this post on Instagram

Ada yang nasibnya kayak aku?. Gegara kebiasaan ga baca2 s&k akhirnya zong dapet sandal jepit 🤣🤣. Ini ceritanya ikutan serbu seru Bukalapak, ngincer Samsung S10 seharga 12.000 rupiah. Kalo ga dapat uang 12ribu dibalikin utuh. Karena udah pede dan ga baca2 lagi s&k, esoknya kaget terima notif bahwa serbuanku meleset dan sandal jepit akan dikirim ke alamat. Hah?? Sandal jepit ?? Kapan aku belinya ?😒😒. Oalaahhh ternyata udah ketentuannya begitu. Dan ternyata ya ampuuun, sandalnya dikirim tanpa kardus, bener2 polos hanya kemasan plastik bening sandal itulah. Bungkus koran kek. Ato plastik item kek biar yg terima ga malu 😛😛. Pagi tadi bapak kurir jne yang anter paket sambil ketawa bilang "banyak bangeeeettt paket kiriman sandal kayak gini" 😂😂😂 #bukalapak #sandaljepit

A post shared by lies surya (@liessurya) on

Beberapa orang berkata jika Bukalapak mulai memanfaatkan promosi macam ini untuk memaksimalkan keuntungan. Sebab dalam hal ini dana yang sudah tertarik justru akan direfund dengan produk sendal jepit dari BukaMart. Dan yang lebih parah, warna dan ukurannya pun random, yang kemungkinan besar tak cocok hingga akhirnya tak terpakai pada penggunana.

“Mending warna nya netral… Gw cowo dikasi sendal Pink… ;)” Keluh pengguna @junanrizal di Twitter miliknya.

Tapi usut punya usut, ternyata refund dana 12 ribu rupiah dengan sendal jepit tersebut adalah salah satu ketentuan yang memang sudah ditetapkan oleh Bukalapak untuk promosi ‘nyerbu’ Samsung Galaxy S10 ini. Dan, Bukalapak juga memberi opsi untuk pengguna yang memang tak ingin dananya tersebut di ganti dengan sendal jepit, bisa membatalkan pesanan melalui aplikasi atau menghubungi customer service di Bukalapak.

Akan tetapi, daripada teliti untuk membaca syarat dan ketentuan, sebagian besar pengguna justru ramai-ramai mengungkapkap kekesalan di media sosial tanpa memeriksa, pihak manakah yang salah. Nah, pesan moralnya adalah, cobalah tingkatkan literasi, dimulai dengan teliti dalam membaca hal-hal yang menjadi ketentuan tentang apa yang ingin kita beli. Kan malu, udah marah-marah ternyata kitalah yang salah, karena tak membaca syarat dan ketentuannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top