Feature

Yang Hendak Menikah Tahun Depan, Tak Akan Lagi Dapat Buku Nikah Lho Kawan…

Bagi pasangan yang sudah resmi menikah, semula keberadaan buku nikah jadi dokumen yang paling esensial sekaligus valid karena fungsinya sebagai bukti status pernikahan. Data yang ada di buku nikah pun jauh lebih lengkap dibanding dalam KTP dan KK yang sudah diperbaharui. Karenanya, untuk pasangan yang sudah menikah, menjaga dan menyimpan buku nikah adalah salah satu hal wajib supaya bisa digunakan untuk keperluan tertentu yang membutuhkan data mengenai status pernikahan.

Tapi sepertinya untuk yang akan menikah di tahun depan, kamu tak akan lagi merasakan rasanya memegang buku nikah setelah ijab qabul nih kawan. Sebab faktanya baru-baru ini Kementerian Agama atau Kemenag tengah mencoba inovasi berupa penerbitan kartu nikah yang nantinya akan menggantikan buku nikah.  Jadi, nantinya, data lengkap mengenai pernikahan akan terekam dalam sebuah kartu yang ukurannya seperti KTP.

Ide Penggantian dari Buku Nikah ke Kartu Nikah Ini Sekaligus Memberikan Sosialisasi Mengenai Aplikasi SIMKAH Web

Untukmu yang sedang menyiapkan pernikahan, sudah dengar mengenai Simkah Web alias Sistem Informasi Manajemen Nikah? Kalau kamu baru mendengarnya sekarang, ya wajar. Sebab memang baru diluncurkan pada 8 November 2018 oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Seperti dikutip dari Tempo, SIMKAH Web ini merupakan direktori data nikah yang terintegrasi dengan Aplikasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Kementerian Dalam Negeri, dan Sistem Informasi PNBP Online (SIMPONI) Kementerian Keuangan.

Mulanya, SIMKAH WEB ini berbasis desktop, lalu dirancang basis aplikasinya demi mempermudah pengelolaan administrasi nikah dan rujuk pada KUA dengan dukungan validitas data yang terintegrasi dengan data Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).

Keberadaan SIMKAH Web Bertujuan Guna Mengakses Informasi Mengenai Pernikahan yang Bersangkutan Sekaligus Segala Keperluan Mengenai Pembuatan Dokumen Pernikahan

Hasil gambar untuk kartu nikah

Nah, alasan pemerintah mengenalkan SIMKAH Web ini karena punya banyak keunggulan. Diantaranya, mudah digunakan dan kamu cukup memasukan Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk  input data. Aplikasi ini juga menyediakan menu layanan publik untuk keperluan pendaftaran pernikahan. Dengan adanya aplikasi SIMKAH Web, pelaporan data mengenai pernikahan dan data lainnya yang sudah diinput bisa tampil dalam bentuk data statistik seperti data usia nikah, pendidikan, dan pekerjaan.

Kartu Nikah Sebagai Pengganti Buku Nikah Akan Muncul Lengkap Dengan Kode QR Untuk Mengakses Direktori Data Nikah

Kemenag melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Dirjen Bimas) berencana akan mendigitalisasi buku nikah menjadi kartu nikah yang dilengkapi dengan kode Quick Response (QR). Jadi, kode QR yang tercetak dalam kartu nikah itu nantinya bisa dibaca dengan barcode atau QR scanner yang langsung tersambung dengan SIMKAH Web lho kawan. Nantinya, segala informasi pernikahan meliputi nama, nomor akta nikah, nomor perforasi buku nikah, tempat dan tanggal nikah,pun akan tersimpan dalam satu kartu.

Menurut Menteri Agama, kartu nikah ini dibuat agar dokumen administrasi pernikahan bisa lebih simpel, mudah disimpan dan dibawa ke mana-mana, seperti halnya KTP atau kartu ATM. Jadi, sewaktu-waktu harus meregistrasi atau perlu catatan tentang status pernikahan, kartu nikah bisa langsung digunakan untuk memverifikasi, termasuk saat akan menginap di hotel syariah. Belum lagi kartu nikah ini bersinergi dengan data-data kependudukan seperti lain nama, alamat dan lain-lain. Dengan adanya kartu nikah, tindak pemalsuan buku nikah yang marak dipraktikkan juga akan terminimalisir.

Kamu perlu tahu, program tahap pertama pencetakan kartu nikah sudah mulai dilaksanakan sejak 12 November lalu di kota-kota besar. Sebanyak satu juta kartu nikah akan diprioritaskan untuk calon pengantin yang akan pada 2018, dan dibagikan secara gratis setelah prosesi akad nikah dilakukan.

Jika masih tersisa, jatah ini akan diberikan kepada pasangan suami istri yang membutuhkan atau ingin mencetak kartu nikah. Tapi sebelumnya harus mengakses SIMKAH Web, mengisi data lalu datang ke KUA dengan membawa persyaratan nikah, baru bisa cetak kartu nikah, secara gratis. Kelak, kartu nikah akan sepenuhnya menggantikan peran buku nikah pada 2020.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Demi Melacak Ratusan Penguntit, Taylor Swift Pakai Teknologi Pemindai Wajah Saat Konser

Taylor Swift ternyata menggunakan teknologi pendeteksi wajah saat menggelar California’s Rose Bowl pada Mei lalu demi mengawasi ratusan penguntit atau stalker yang kerap membuntutinya.

Dikutip dari The Verge, alat ini dipasang pada sebuah perangkat khusus. Para pengunjung pun tak sadar kalau sebenarnya keberadaan alat ini ditanam pada perangkat berupa papan elektronik yang menampilkan video proses latihan Taylor Swift. Baru kemudian saat para penonton memperhatikan video tersebut, secara diam-diam alat pendeteksi merekam dan memindai wajah masing-masing pengunjung.

Berdasarkan wawancara Rolling Stone dengan seorang petugas keamanan konser, wajah-wajah tersebut kemudian dikirimkan ke Nashville, Amerika Serikat, yang menjadi “command post”, untuk dicocokkan dengan muka-muka penguntit yang sebelumnya sudah diketahui.

Taylor Swift menjadi artis Amerika Serikat pertama yang diketahui menggunakan teknologi pendeteksi wajah di konsernya. Sayangnya, saat ini masih jadi perdebatan apakah penggunaan teknologi ini bisa dibenarkan secara hukum. Sebab, ada yang menilai konser menjadi ranah pribadi bagi penyelenggara. Dengan demikian, penyelenggara berhak memantau pengunjung yang datang. Namun, penggunaan teknologi ini terbilang tak lazim dan berlebihan, namun ternyata hal ini bukan yang pertama.

Sebelumnya, pada April 2018, polisi di China menangkap seorang pelaku kejahatan yanng bersembunyi di antara sekitar 60.000 penonton konser di Nanchang International Sports Center. Sistem pengawasan ini bisa mengawasi pergerakan orang di kerumunan karena menggunakan sistem pemantau “Xue Liang” atau “Sharp Eye”.

Di Amerika Serikat, teknologi pemindaian wajah nantinya akan dikembangkan untuk menggantikan sistem tiket. Jika berhasil, penonton film di bioskop tidak perlu lagi menggunakan tiket kertas, karena cukup dengan menggunakan wajah yang sudah dipindai sesuai dengan nomor bangku sesuai saat pembelian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pelaku Menyerahkan Diri, Ussy Tetap Ingin Proses Hukum Tetap Berjalan

Pembawa acara Ussy Sulistiawaty (37) akhirnya menerima permintaan maaf orang yang menghina anaknya di media sosial. Perempuan itu juga sudah menyerahkan diri ke Mapolda Metro Jaya. Namun, Ussy akan tetap melanjutkan proses hukum atas pelaku penghinaan itu.

“Itikad dia bagus untuk menyerahkan diri. Tapi, karena sudah masuk laporan, tetap diproses,” kata Ussy seperti dikutip Kompas.com, Kamis (13/12/2018).

Ussy mengatakan pula bahwa perempuan pelaku penghinaan tersebut mengakui perbuatannya. Pelaku sadar tidak akan bisa kabur ke mana-mana sehingga memilih menyerahkan diri ke polisi.

“Dia sadar, mau ganti IG (Instagram) apa pun, polisi juga akan menemukannya. Makanya, dia sadar, menyerahkan diri. Indonesia kan sekarang lagi melawan bullying dan cyber crime, kita harus dukung. Jangan sampai laporan saya ini dikatai lebai,” ujar istri artis peran dan pembawa acara Andhika Pratama ini. Diberitakan sebelumnya, Ussy Sulistiawaty melaporkan lebih dari 10 akun yang menghina anaknya lewat media sosial dengan kata-kata tidak pantas.

Ussy melaporkan mereka dengan pasal pencemaran nama baik, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Berkunjung ke Vatikan, Menteri Susi Penuhi Undangan dari Paus Fransiskus dan Bahas Isu Kelautan

Pada salah satu agenda kerja di Eropa baru-baru ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terlihat mengunjungi Vatikan untuk memenuhi undangan dari Paus Fransiskus. Yap, Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Vatikan Wanry Wabang mengungkapkan, Ibu Susi berkunjung ke Vatikan dalam rangka menghadiri audiensi dengan Paus bersama ribuan umat Katolik dan wisatawan non-Katolik.

Undangan tersebut beliau terima, tatkala menghadiri acara Our Ocean Conference di Bali 29-30 Oktober beberapa waktu lalu. Dalam acara yang berlangsung di Aula Paolo Sesto Vatikan, Rabu (12/12) lalu, pukul 09.00-11.00 waktu setempat tersebut. Menteri perempuan yang terkenal dengan kata “Tenggelamkan” itu, berkesempatan untuk bersalaman dengan Paus Fransiskus dan menyampaikan ucapan terima kasih atas surat Paus yang dikirimkan pada acara Our Ocean Conference 2018 serta mengundang Paus ke Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih secara langsung atas dukungan dan komitmen Vatikan yang disampaikan oleh H.E Archbishop Piero Pioppo…,” ucap bu Susi seperti dilansir dari Antara, Jumat (14/12)

Selain itu, Menteri Susi juga melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Vatikan Monsinyur Paul Richard Gallagher di Istana Apostolik Vatikan. Adapun tujuan pertemuan itu adalah untuk membahas pengertian antara Vatikan dan Indonesia mengenai upaya penanggulangan pencurian ikan dan “perbudakan” di sektor perikanan.

Kepada Susi, Paus menyatakan akan terus mendoakan dan memberikan dukungan bagi rakyat dan bangsa Indonesia. Dan Vatikan juga berjanji, untuk setuju membantu upaya Indonesia mengangkat isu hak-hak kelautan di forum PBB.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top