Feature

Ya Namanya Juga Film, Jangan Mudah Termakan Hal-hal Tak Masuk Akal ya

Pernahkah kamu menonton film dan merasa ada adegan yang janggal pada film tersebut? Kalau kamu kategori orang yang jeli, pasti kejanggalan sebuah adegan tak akan ditemukan sekali dua kali. Bukan, bukan hanya adegan yang ‘bocor’ semisal kru film yang tertangkap kamera atau perubahan warna kostum pemain secara tiba-tiba dalam sekian detik.

Tapi kali ini kejanggalan yang mau disorot yaitu masih banyak adegan dalam film yang sebenarnya tidak masuk akal dengan kejadian sehari-hari. Bisa dibilang, keanehan tersebut hanya bisa ditemukan di film saja yang akhirnya membuat kita berseloroh, “Ya namanya juga film…”

Padahal, sebuah film bukankah sebagai medium yang mewakili kehidupan sehari-hari? Kalau yang dicitrakan terlalu berlebihan, jatuhnya penonton pun akan jengah karena tertipu dengan apa yang disajikan dalam film tersebut.

Begini, kalau kamu masih bingung dengan kejanggalan yang dimaksudkan, coba lihat saja ilustrasi dari Bright Side betapa mereka menggambarkan mitos yang tersaji di film dengan kenyaataan yang sebenarnya. Kadang secara tak sadar pasti kamu akan terkekeh sendiri…

Jantung yang Sudah Berhenti, Bisa Berdetak Kembali Dengan Defibrillator ‘Ajaib’

Di Indonesia, fenomena semacam ini mungkin lebih sering ditemukan di adegan sinetron. Tiba-tiba seorang pasien yang kritis, lalu detak jantungnya sudah tak ada, asal sang dokter menempelkan defibrillator, maka jantung pasien pun akan kembali berdetak. Tapi sayangnya hal itu hanya terjadi di film, sinetron, dan semacamnya karena faktanya, sekalinya jantung berhenti, maka defibrillator tak akan bisa membuatnya berdetak kembali.

Pin Granat Bisa Dilepaskan dengan Satu Tarikan Gigi, Padahal…

Pernah nonton film-film bergenre action dimana banyak baku tembak dan lempar granat sana-sini? Pasti kamu akan menemukan adegan yang tak asing dimana ada tokoh yang hendak melempar granat, tiba-tiba membuka pin granat (agar granat tersebut aktif) dengan satu tarikan gigi.

Kita pun membatin, “Wah kuat sekali” Padahal kalau kamu mau mencoba, percayalah, seseorang justru berisiko kehilangan giginya kalau memaksa mengaktifkan granat dengan tarikan gigi. Bahkan sampai giginya lepas pun, pin granat belum pasti akan terbuka.

Mengobrol Selama Skydiving, Hmmm…

Aksi skydiving alias melompat dari atas pesawat yang tengah terbang dengan ketinggian beribu-ribu kaki membuat penonton terpukau. Bayangkan, para pemain itu tampak menikmati aksi mereka. Kalau yang dipertontonkan adalah dua orang atau sekelompok pemain  yang sedang skydiving, pasti ada dialog yang tersaji di dalam film tersebut.

Padahal, ketika kamu terjun bebas dari ketinggian, sejatinya telingamu tak akan mampu mendengar suara-suara di sekelilingmu kecuali kencangnya tiupan angin selama kamu melawan gravitasi.

Dua Tangan Memegang Dua Pistol, Yakin Tembakan Tepat Sasaran?

Keren rasanya melihat jagoan yang mampu menembak tepat sasaran. Apalagi kalau kedua tangannya memegang pistol sembari memasang ekspresi dingin dan tatapan tajam. Tanpa menunggu aba-aba, bunyi dor-dor-dor riuh dari dua tangan sang jagoan. Adegan semacam ini sudah dan sering dijumpai di film-film action, bukan? Dan tak bisa dipungkiri hal semacam ini bisa bisa membuat kekerenan sang jagoan jadi bertambah berkali-kali lipat.

Padahal faktanya, menembak dengan satu tangan saja sulit bukan main. Pistol itu berat, kamu akan membutuhkan kedua tanganmu untuk memastikan tembakanmu bisa tepat sasaran. Sementara kalau dua tanganmu memegang pistol, yang ada tembakanmu akan meleset dari sasaran.

Adegan di Film Selalu Memperlihatkan Jika Tenggelam ya Tinggal Teriak Saja…

 

“Tolong, tolong, saya tenggelam…”

Merasa tak asing dengan dialog itu? Ya, di dalam film umumnya orang akan berteriak ketika mereka menyadari dirinya akan tenggelam. Tak lama, sang jagoan akan datang membantu. Dengan uluran tangan, dan hap! korban pun tak jadi tenggelam karena berhasil ditolong oleh sang jagoan. Dalam realita, hal semacam ini akan sukar terjadi. Pasalnya, orang yang tenggelam sejatinya tak akan punya kesempatan untuk meminta pertolongan apalagi berteriak seperti dalam film-film.

Tak Semua Penyebab Kasus Kriminal Bisa Terkuak Lewat Proses Bedah Forensik, Kawan…

Di dunia nyata, ahli forensik sejatinya hanya bertugas mengumpulkan bukti. Kalau ada kasus kriminal yang terjadi di sekitarmu dan penyebabnya masih jadi misteri, sementara sudah ada korban dari insiden tersebut, maka itulah saatnya ahli forensik bekerja.

Tapi ingat, fungsi dan peran ahli forensik bukanlah pengungkap fakta. Mereka bekerja hanya demi mencari dan mengumpulkan bukti. Sementara dalam film, biasanya para ahli forensik bisa menjadi sumber jawaban atas setiap pertanyaan dan kerumitan yang belum terpecahkan.

Melacak Panggilan Telepon Kurang dari Satu Menit. Benarkah?

Faktanya, yang namanya melacak sebuah telepon butuh waktu berjam-jam lho. Kalau selama ini kamu mengira polisi bisa dengan cepat menemukan sebuah panggilan telepon hanya dalam waktu kurang dari satu menit, selamat! kamu sudah termakan adegan film…

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Sering Mengigau Saat Tidur, Bahaya Nggak Sih?

Disadari atau tidak, ada beberapa orang yang memang kerap mengingau setiap tidur. Fenomena ini memang adalah sesuatu yang lumrah terjadi saat kita sedang tidur. Hasil sebuah riset di Norwegia, pada 2010, hampir 66% dari populasi manusia berbicara dalam tidur mereka dalam berbagai bentuk, yang lain menyampaikan monolog yang menawan atau bahkan melakukan percakapan yang kompleks.

Meski begitu, dari beberapa penjelasan para ahli, kebiasaan ini bukanlah termaksud masalah kesehatan yang berarti. Akan tetapi, jika hal tersebut terjadi secara terus menerus sudah tentu kamu perlu ke dokter. Selain itu, inilah yang perlu kita ketahui dari kebiasaan mengingau yang sering terjadi. 

Sebenarnya Belum Banyak Penelitian tentang Bicara Saat Sedang Tidur

 

Sebelumnya fenomena ini dikenal sebagai parasomnia (sejenis gangguan tidur) dalam Klasifikasi Internasional tentang gangguan tidur. Akan tetapi, dari temuan terbaru gejala ini direklasifikasi dari gangguan menjadi hanya kejadian normal yang dapat terjadi selama tidur. 

Nah, menurut Rafael Pelayo, spesialis tidur dengan Sleep Medicine Center di Stanford Health. karena hal tersebut bukan gangguan yang dianggap serius, jadi tak ada permintaan untuk penelitian tentang tidur. Dengan kata lain berbicara saat sedang tidur merupakan perilaku yang sebagian besar tidak dipelajari dan tidak dipahami dengan baik. 

Lagipula, Apa yang Kita Ucapkan Saat Ngigau Sebagian Besar Adalah omong Kosong

Dari hasil klasifikasi temuan yang sama, kalimat atau kata-kata yang kita ucapkan selama mengigau bukan termaksud cerminan perilaku atau kenangan pada situasi sebelumnya. Jadi semua pertengkaran dengan pasangan atau drama pekerjaan yang baru saja kamu alami, kemungkinan besar tak akan kamu bicarakan selama tidur. 

Ini penting dipahami, karena mereka yang sering ngigau memang kadang mengatakan hal-hal yang sulit dipahami sepanjang liar. Bahkan beberapa katanya tergolong liar. Selain membuat orang yang mendengar menjadi kelabakan menebak maksud, kadang kala kita juga bertanya-tanya. 

Intinya, tidak ada arti nyata dari kata-kata yang keluar dari mulut seseorang yang sedang ngigau saat tidur. 

Dan Tak Ada Rentang Usia Tertentu, Semua Orang Bisa Mengalami Gejala Ini 

Beberapa orang berpikir, berbicara saat sedang tertidur hanya akan dialami oleh mereka yang sudah dewasa dan lansia. Padahal hal tersebut tak selalu benar. Masih dari kata Pelayo, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, jika kamu sudah berbicara saat tidur sejak kecil. Karena faktanya, berbicara saat tidur cenderung sangat umum terjadi pada anak-anak dan remaja – sekitar 50%, bahkan anak-anak antara usia 3 dan 10 mengoceh dalam tidur mereka.

“Jika Anda tidur sambil berbicara saat masih muda, jangan anggap penting,” kata Pelayo. Tidak perlu takut atau bergegas ke dokter.

Untuk orang dewasa, biasanya akan mulai menyadari jika ia sering mengingau saat tidur ketika memasuki usia 20 hingga 30-an. Dimana mereka sudah mulai berbagi kamar atau tempat tidur dengan orang lain. Sehingga orang lain atau pasangan yang tidur bersama merekalah yang kemudian tahu, jika mereka adalah seorang talk sleep.

Namun jika banyak bicara saat tidur terjadi pada mereka yang berusia sekitar 50 tahun atau lebih, hal tersebut bisa dikatakan sebagai penanda penyakit, seperti seperti penyakit Parkinson atau demensia.

Sialnya, Fenomena Ini Biasanya Sering Bercampur dengan Masalah Tidur Lainnya 

Bicara saat sedang tidur memang jelas berbeda dengan beberapa gangguan tidur yang lain. Mengigau hanyalah menceracau dengan kalimat-kalimat yang biasanya tak bermakna. Tak ada artinya dan tak jelas ke mana arahnya. Namun, jika bicaramu sudah lebih dari sekedar obrolan biasa, bisa jadi kamu sedang mengalami kondisi lain yang terkait dengan sleep apnea

Selain itu, James Rowley, kepala divisi pengobatan paru-paru, perawatan kritis dan tidur dengan Detroit Medical Center, berbicara melalui tidur juga dapat disebabkan oleh stres, kecemasan, dan depresi. Jika hal tersebut sudah terjadi berulang kali, cobalah bicarakan pada dokter ahli spesial tidur, karena sepertinya anda butuh perawatan. 

Demi Mengatasinya, Cobalah Lakukan Kebiasaan Baik dengan Tidur Terjadwal dan Dalam Waktu yang Cukup 

Kalau harus dilihat dari keseluruhan kebiasaan ini, momen mengigau kerap terjadi akibat kita terlalu lelah. Atau masih memikirkan sesuatu sesaat sebelum tidur. Untuk menguranginya, cobalah untuk tidur dengan terjadwal. Selain itu penuhilah kebutuhan tidurmu, jangan terlalu singkat atau terlalu lama. Hindari juga makan makanan yang mengganggu kualitas tidurmu, seperti makan makanan berat atau minuman beralkohol.

Walau tak disebut sebagai gejala yang berarti, kita perlu untuk tetap menjaga diri. Jangan terlalu dianggap sepele, apalagi jika  itu sudah menganggu tidurmu dan pasanganmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Penjelasan Ilmiah untuk 9 Fenomena Aneh yang Kerap Terjadi Saat Tidur

Tidur menjadi satu hal penting yang harus dilakukan oleh makhluk hidup. Untuk bisa melakukan aktivitas dengan baik, kamu perlu waktu tidur yang cukup. Sayangnya, tak semua orang bisa memiliki kualitas tidur yang cukup baik. Nah, berikut ini adalah penjelasan akan 9 fenomena aneh yang kerap terjadi pada orang yang tengah tertidur. Penasaran apa saja? Yuk langsung simak penjelasannya.

1. Sleep Paralysis

Fenomena ini merupakan fenomena di mana kamu akan terbangun tengah malam dengan perasaan takut yang terlalu besar sehingga tidak mampu menggerakkan anggota tubuh maupun berbicara. Fenomena ini sering dianggap sebagai fenomena ditindih setan oleh orang zaman dulu.

2. Berbicara Saat Tengah Tertidur

Fenomena yang satu ini mungkin jarang dialami oleh orang dewasa. Biasanya volume suara yang dikeluarkan seseorang saat tengah tertidur berbeda antara satu dengan yang lain, ada yang bersuara keras sampai sangat kecil seperti orang yang sedang berbisik. Fenomena ini biasanya terjadi selama kurang lebih 30 detik.

3. Kentut

Tanpa disadari biasanya ada orang yang kelepasan keluar angin saat tengah tidur. Fenomena ini tidak bisa digolongkan pada hal yang tidak sopan karena orang yang melakukannya bisa jadi tidak menyadari dan tidak sengaja saat hal tersebut terjadi. Jika kamu mengalaminya saat tidur, hal ini merupakan akibat dari relaksasi tubuh termasuk otot di dubur sehingga tanpa sengaja melepaskan satu hingga dua gas beracun.

4. Mendengkur

Ada hal yang kamu perlu ketahui dibalik adanya suara dengkuran ini. Suara ini menjadi suatu tanda bahwa ada hal yang tak beres dalam tubuhmu. Keberadaan suara dengkuran ini berasal dari adanya getaran pada jaringan pernapasan. Hal tersebut bisa saja muncul akibat pengaruh alkohol medikasi, posisi tidur sampai masalah medis lainnya.

5. Sindrom Kepala Meledak

Fenomena yang satu ini mungkin agak asing untuk sebagian besar orang. Sindrom kepala meledak ini biasa dikenal sebagai exploding head syndrome dimana kamu mengalami halusinasi seperti mendengar suara yang sangat keras, seperti barang jatuh, teriakan sampai suara ledakan. Biasanya fenomena ini dialami oleh orang yang sudah berumur di atas 50 tahun.

6. Seperti Hendak Jatuh

Fenomena ini mungkin menjadi fenomena yang kerap dialami oleh kebanyakan orang. Fenomena ini memiliki sebutan lain sebagai Hypnagonic Jerk di mana kamu akan tiba-tiba terbangun karena merasa kaget seperti perasaan akan jatuh. Fenomena ini bisa terjadi sebagai akibat kondisi tubuh yang terlalu lelah, kurang tidur dan tengah stres.

7. Gertakan Gigi

Fenomena ini merupakan fenomena di mana seseorang menggeser-geserkan gigi atau menggertakkan gigi saat tengah tertidur. Orang yang mendengarkannya biasanya akan merasa terganggu atau ngilu mendengar suara yang ditimbulkan. Fenomena ini dapat terjadi sebagai akibat stres, gigi yang tak teratur atau bisa juga karena kebiasaan tidur.

8. Tidur Berjalan

Tidur berjalan atau sleep walking merupakan fenomena dimana kamu biasanya bangun tidur namun otak masih belum bangun sepenuhnya sehingga bisa membuatmu bisa berjalan dalam kondisi masih tertidur. Kebiasaan ini bisa menimbulkan bahaya bagi penderitanya sehingga sangat dianjurkan bagi penderita untuk berkonsultasi pada dokter yang ahli di bidang tersebut.

9. Mimpi

Fenomena terakhir ini menjadi fenomena yang paling umum terjadi. Beberapa orang bahkan meyakini bahwa mimpi merupakan sebuah pertanda akan adanya suatu hal yang terjadi di masa depan. Namun ada juga yang percaya bahwa mimpi merupakan sebuah cara otak untuk memproses ingatan pemiliknya. Inilah yang menjadi penyebab seringnya mimpi yang muncul merupakan hal-hal yang pernah dilihat sebelumnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Asisten Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Ungkap Perbedaan Karakter Keduanya

Raffi Ahmad memiliki asisten yang bernama Merry, ia telah bekerja lama dengan Raffi sehingga tahu beragam karakter bosnya itu. Terbaru, dalam vlog milik Raffi Ahmad, Merry tak ragu mengungkapkan karakter dari Raffi dan Nagita yang mungkin belum banyak diketahui orang tentang keduanya.

“Kalau bos Raffi itu orangnya suka nyuruh, nyuruh mulu kerjaanya. Inilah itulah saya kan tangannya cuma dua,” papar Merry. Di lain sisi, Raffi ternyata bukan sosok yang gemar belanja.

“Bos Raffi jarang belanja. Orang dia nyuruh beli power bank aja nyuruh aku tapi nggak ngasih duit. Masa pakai duit asisten,” beber Merry.

Sebaliknya, ia justru menggambarkan Nagita sebagai sosok yang sangat kontras dengan Raffi.

“Kalau mbak Gigi tuh ya ampun lelet deh dia tuh. Leletnya itu loh nggak ketulungan. Kayak bos Raffi udah selesai nih nanti aku deh yang dipanggil-panggil. Sama dia tuh suka belanja deh. Belanja mulu ke mal, tapi nggak apa-apa sih aku juga dibelanjain,” cerita Merry.

Mendengar pengakuan itu, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina hanya tertawa.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top