Trending

WhatsApp Akan Punya 13 Fitur Baru, Salah Satunya Iklan

Giat melakukan pembaharuan, aplikasi kirim pesan instan WhatsApp dkabarkan akan melakukan pengembangan fitur baru. Memang sih, sejumlah fitur baru ini masih dalam tahap bocoran dan beberapa fitur lainnya sudah pasti akan diluncurkan. Mulai dari mode gelap hingga kehadiran iklan di bagian status.

Dilansir dari IndianExpress.com, berikut ini adalah fitur terbaru  yang akan diluncurkan oleh WhatsApp.

1. Iklan WhatsApp di Status

Untuk fitur yang satu ini, sebagaimana iklan di Instagram yang masuk pada bagian stories, Facebook sudah mengonfirmasi jika iklan juga bakal masuk WhatsApp pada 2020 mendatang, tepatnya di bagian WhatsApp stories. Seperti yang sudah dibayangkan, fitur ini akan jadi salah satu lumbung padi bagi whatsApp.

2. Dark Mode

Sebelumnya, whatsApp memang sedang menggodok mode gelap untuk Android dan iOS. Dan sejalan dengan itu, menurut laporan dari WABetaInfo, kemungkinan dark mode juga akan segera disebar buat para pengguna Android.

 

3. Browsing dalam aplikasi (in-app browsing)

Masih dari WABetaInfo, fitur ini nantinya akan memungkinkan tautan (link) yang ada dalam kolom chat WhatsApp, bisa langsung dibuka dalam aplikasi itu sendiri. Jadi para pengguna tak lagi dialihkan ke browser yang memang terpasang pada telepon genggam.

4. Penelusuran Gambar (Reverse Image search)

Melalui fitur ini, setiap pengguna yang nantinya akan menerima sebuah gambar. Bisa terlebih dahulu menelusuri keotentikan gambar-gambar yang diterimanya dengan meng-upload gambar tersebut ke Google (search by image). Kemudian browser dalam aplikasi WhatsApp, pada poin sebelumnya, secara otomatis akan terbuka memperlihatkan hasil pencarian gambarnya.

5. Sharing Status WhatsApp ke Facebook Story

Fitur yang satu ini memang sudah dilakukan pada Instagram ke Facebook. Nah, ada laporan jika WhatsApp sedang menguji kemungkinan ditambahkannya Status WhatsApp ke Facebook Story dalam update beta buat Android. Nantinya setiap kali pemakai whatsApp ingin mengunggah status, akan ada tombol baru ‘Add to Facebook Story’ agar status dari WhatsApp bisa terlihat Facebook Story juga.

6. Share Kontak Via Kode QR

Fitur ‘share contact via QR Code’ ini sudah terpantau masuk ke versi beta. Lewat fitur ini, pengguna WhatsApp dapat menghasilkan kode QR berisikan rincian kontaknya. Kode itu lalu dapat dibagi dalam bentuk terenkripsi, mirip fitur serupa di Instagram.

7. Pengaturan Privasi Grup

Selama ini, kamu mungkin kesal jika ada seorang kawan yang tiba-tiba menambahkan kita ke dalam sebuah grup tanpa memberi tahu terlebih dahulu. Nah, para pengguna WhatsApp nanti tak lagi bisa sembarangan diundang masuk grup karena ada pengaturan lebih jauh terkait undangan masuk grup.

Pilihan “nobody” akan membuat pengguna lebih dulu menerima link undangan dari siapa pun yang mau memasukkannya ke grup. Selanjutnya tergantung bagaimana si penerima link tersebut meresponnya.

8. Otentikasi Sidik Jari dan Blok Screenshot Pada Chat

Saat ini otentikasi sidik jari sudah disebar WhatsApp ke iOS dan kini tengah menguji fitur serupa pada Android. Secara bersamaan, WhatsApp juga menguji fitur lain yang bisa memblok pengguna melakukan tangkapan layar (screenshot) saat otentikasi sidik jari aktif.

9. Doodle UI dan Emoji Baru di Status

Untuk aktivitas berbagai media, WhatsApp akan memperkenalkan Doodle UI ke aplikasinya. Stiker akan dikelompokkan menurut “favorit” dan “kategori” sehingga kita bisa mencari stiker yang diinginkan dengan mudah. Dan tak lupa, ada pula fitur pencarian stiker. Fungsi lain, pengguna bisa menaruh stiker di atas foto, video, dan GIF. Selain itu, ada pula emoji yang sedang dipersiapkan untuk menggantikan emoji yang sudah ada saat ini.

10. Preview Stiker di Pemberitahuan

Melalui fitur “Sticker Notification Preview”, setiap user WhatsApp nantinya tak lagi mesti membuka layar chat untuk melihat kiriman stiker buat dirinya. Cukup dengan membuka kolom pemberitahuan, kita sudah bisa melihat stiker apa yang kita terima, seperti pesan teks dan emoji yang kita terima. Saat ini layar notifikasi akan memperlihatkan tulisan stiker di notifikasi saat mendapat kiriman stiker di chat maupun grup.

11. Informasi Chat yang Sering Dijadikan Pesan Terusan

Banyaknya berita bohong yang kerap disebarkan dari pesan berantai whatsApp. Nantinya, tak hanya label mengenai pesan terusan yang saat ini sudah ada. Demi membendung penyebaran Hoax, nantinya sebuah chat atau pesan yang memang terlihhat sering sekali di forward akan diberi label “frequently forwarded message”. Jadi setiap penerima bisa memahami makna dari pesan tersebut, dengan terlebih dahulu mengecek keabsahannya.

12. Admin Grup Akan Batasi Chat yang Sering Dijadikan Pesan Terusan

Menjadi seorang admin di sebuah grup whatsApp, nantinya kamu akan memiliki tugas yang lebih bertanggung jawab atas aktivitas di grup tersebut. Setiap admin sebuah grup nantinya dapat membatasi chat yang sudah kelewat sering di-forward. Menarik, karena sebagaimana yang disampaikan pihak whatsApp, fitur ini jadi salah satu upaya untuk memberantas penyebaran hoax dari aplikasi kirim pesan instan.

13. Katalog WhatsApp business

Di konferensi Facebook F8, diumumkan bahwa WhatsApp akan punya fitur katalog bisnis baru, yang dapat diakses lewat aplikasi WhatsApp business. Dalam acara Facebook Marketing Summit baru-baru ini, diumumkan pula bahwa katalog produk WhatsApp akan diintegrasikan dengan katalog Facebook Business Manager yang sudah ada saat ini.

Wah, dari semua fitur terbarunya. Mana nih yang udah buat kamu nggak sabar untuk menjajalnya?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Film Bebas : Kilas Balik Kenangan Manis Anak-anak ‘90-an

Dendang ‘Bebas’ milik Rapper kondang Iwa K, barangkali jadi salah satu lagu hits pada era 90-an yang masih banyak didengarkan hingga sekarang. Hal itu pulalah yang jadi inspirasi untuk Riri Riza dan Mira Lesmana, tatkala pasutri ini membesut film terbarunya yang diberi judul sama seperti lagu Iwa K, Bebas.

Yap, Bebas adalah sebuah film yang diadaptasi dari film box office hits Korea berjudul Sunny (2011). Selain jadi negara ke-4 yang sudah menerjemahkan film Sunny, CJ Entertainment sebagai production house dari film aslinya, konon memberi kebebasan pada Miles Films untuk memproduksi Bebas hingga jadi sebuah suguhan epik yang sangat relateable dengan kehidupan orang Indonesia sepanjang tahun 90-an. Mulai dari lagu-lagu asyik hingga polemik politik. 

Bercerita tentang seorang remaja perempuan asal Sumedang yang baru pindah ke Jakarta, bernama Vina yang diperankan oleh Maizura. Sebagaimana anak-anak SMA, di sekolah barunya, Vina bertemu dengan siswa-siswi yang tergabung ke dalam geng yang ditakuti di sana, yakni Kris (Sheryl Sheinafia), Jessica (Agatha Priscilla), Gina (Zulfa Maharani), Suci (Lutesha), dan Jojo (Baskara Mahendra).

Tak butuh waktu lama, kesan pertama atas nasib yang dirasa serupa, membuat Kris merasa akrab dengan Vina. Hingga akhirnya mereka menemukan satu nama untuk menamai gengnya, yakni ‘Geng Bebas’. Ada banyak cerita menarik yang kemudian mereka alami bersama. Menikmati waktu sepulang sekolah, belajar dance bersama, dan beberapa kenakalan lain yang membuat mereka justru kian berbahagia. Akan tetapi, kebersamaan atas kelompok yang mereka bentuk harus berakhir karena sebuah peristiwa tragis. 

Puluhan tahun kemudian, ketika Vina dewasa yang diperankan oleh Marsha Timothy sedang mengunjungi ibunya, secara tak sengaja ia bertemu dengan Sahabatnya Kris dewasa yang diperankan oleh Susan Bachtiar. Kris yang menderita sakit parah, divonis hanya akan hidup sebentar lagi. Dan sebagai permintaan terakhir sebelum ia pergi, Kris meminta Vina untuk mengumpulkan kemblai Geng Bebas untuk reuni.  

Tahu sahabatnya akan pergi, Vina berusaha untuk mengumpulkan satu persatu sahabat-sahabatnya. Pada proses pencariannya, Vina menemukan banyak hal yang sudah berubah. Jauh dari apa yang dulu mereka angan-angankan, hidup yang dijalani sekarang jadi sesuatu yang justru memperihatinkan. Mulai dari Jessica dewasa (Indy Barends) yang menjadi agen asuransi dan selalu tertekan oleh sang atasan sebab tak mencapai target penjualan, Jojo dewasa (Baim Wong) jadi seorang pengusaha sukses namun terlihat bimbang dan tak bahagia, hingga Gina dewasa (Widi Mulia) yang harus bersusah payah menjadi pekerja serabutan sembari merawat ibunya yang sudah sakit-sakitan. 

Untuk kalian yang kebetulan sudah menonton film aslinya ‘Sunny’, akan dengan cepat menyadari jika film adaptasi ini memang menuangkan semua yang ada di Sunny secara  keseluruhan. Mulai dari dialog, konflik, hingga alur cerita yang dipakainya. Walau beberapa poin terlihat dihilangkan atau diganti sesuai dengan sang penulis skenario Mira Lesmana, tapi film ini masih terlihat utuh sebagaimana film aslinya. 

Dibawa sesuai dengan kultur dan masa 90-annya Indonesia, setidaknya membuat penonton akan tertawa, terharu, dan bersedih dalam waktu yang berentetan. Selain latar belakang ceritanya, kalian juga akan menemukan beberapa tembang pilihan yang memang terkenal pada era 90-an. Mulai dari  lagu ‘Bidadari’ milik Andre Hehanusa pada babak pembuka cerita, ‘Cerita Cinta’ (Kahitna), ‘Cukup Siti Nurbaya’ (Dewa 19), ‘Kebebasan’ (Singiku), hingga ‘Aku Makin Cinta’ (Vina Panduwinata).

Tak hanya sekedar lagu saja, hal lain yang juga akan membuatmu merasa ada di zaman 90-an adalah, beberapa hal yang disebutkan pada dialog-dialog para pemainnya, Mulai dari penampakan gimbot, majalah GADIS, MTV, Nadya Huatagalung, radio tape, majalah GADIS, komik Candy-Candy, pager, sampai berita tentang majalah Tempo dan Detik yang diberedel pada era itu. 

Walau harus diakui pula, tak ada konflik yang terasa begitu berarti sebagaimana di Film ‘Sunny’, film ini terasa menghajar penonton dengan berbagai macam hal menyenangkan di 30 menit pertama, tapi terasa mengendur pada pertengahan, dan berhasil selamat pada babak akhir yang memang terasa mengharukan. 

Akan tetapi, film ini jadi salah satu tontonan yang cukup menjanjikan sajian drama komedia yang menyengarkan. Terlebih pada teknik pengambilan gambarnya, alur maju-mundur pada film tersebut disajikan dengan mantap dengan perpindahan gambar yang terasa sangat lembut. Dari masa sekarang ke masa lalu cerita, atau sebaliknya.

Tak hanya itu saja, kemampuan akting dari para pemerannya pun patut diapresiasi, mulai dari Maizura dan Sheryl yang memang banyak berinteraksi, dan Priscilla dan Baskara dengan tektokan dialog yang tergiang di kepala bahkan ketika mereka menjadi dewasa. Hingga deretan cameo yang juga turut serta menambah manisnya cerita, seperti Sarah Sechan dan Reza Rahardian, serta Tika Panggabean. 

Akan tayang serempak mulai 03 Oktober 2019 mendatang, film ini jadi wadah segar untuk kalian yang rindu masa SMA. Entah untuk reuni cerita-cerita cinta atau mengenang kembali pencarian jati diri saat masih remaja. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Gara-gara Polemik Revisi KUHP, Banyak Turis Australia yang Batal ke Bali

Proses regulasi Revisi Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (RKUHP) yang sedang digarap, ternyata jadi polemik bagi sebagian besar masyarakat. Beberapa pihak menilai sejumlah pasal dalam RKUHP tersebut memuat hal kontroversial. Salah satunya soal pasal perzinahan yang dinilai terlalu masuk dalam ranah privat masyarakat.

Dalam pasal ini diatur soal hukuman bagi pasangan yang tidak menikah namun ketahuan tinggal bersama. Nah, tindakan tersebut bisa dilaporkan ke polisi dan pelakunya bisa dikenai hukuman berupa denda hingga penjara.

Dan ternyata, pasal perzinahan dalam Revisi KUHP tersebut membuat beberapa turis asal Australia enggan untuk berkunjung ke Bali. Dilansir dari PerthNow, Minggu (22/9) para turis asal Australia merasa keberatan jika mereka harus menunjukkan surat nikah sebelum memesan kamar ketika liburan di Bali.

Dikutip dari laman kumparan.com, Elizabeth Travers, salah satu pemilik restoran dan villa di Bali mengaku pihaknya sudah menerima banyak pembatalan dari turis Australia karena adanya wacana RKUHP tersebut.

“Revisi tersebut bahkan belum disahkan tapi saya sudah menerima sejumlah pembatalan. Salah satu klien saya mengatakan mereka tidak lagi percaya untuk datang ke Bali karena mereka tidak menikah,” ujar Travers.

Menurut Travers, jika RKHUP lolos, maka aturan tersebut justru akan membunuh pariwisata di Bali. “Saya telah berkecimpung di dunia pariwisata, mengalami dua kali pengeboman, berbagai bencana alam dan menurut saya jika pemerintah pusat menegakkan hukum seperti itu, industri pariwisata akan hancur dan memicu akhir kehidupan di Bali seperti yang kita tahu,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kamu Akan Cenderung Dipandang Kurang Sukses, Kalau Terlalu Sering Unggah Foto Selfie

Dari pengamatan biasa, aktivitas selfie memang adalah kegiatan biasa yang bisa kita temukan dengan mudah di media sosial. Dilakukan untuk menunjukkan eksistensi, wajah yang cantik, hingga hal lain yang ingin ditonjolkan dari gambar diri.

Tapi, jika kamu adalah salah seorang dari banyaknya manusia yang gemar selfie, ada beberapa hal yang harus mulai kamu ketahui. Dan salah satunya adalah sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh Washington State University dan University of Southern Mississippi.

Dimana para peneliti tersebut menemukan, bahwa mengunggah foto selfie di media sosial Instagram berpengaruh buruk terhadap pandangan orang lain terhadap individu. Yaap, orang yang sering mengunggah selfie dianggap tidak percaya diri, juga dipandang sebagai individu yang kurang sukses, kurang disukai, dan kurang terbuka terhadap pengalaman baru.

Studi yang dipublikasikan di Journal of Research in Personality itu meneliti sejumlah pengguna asli Instagram, walau harus diakui pula jika sampelnya memang tergolong kecil. Pada tahap pertama, para peneliti meminta 30 mahasiswa dari universitas negeri di Amerika Serikat bagian selatan untuk mengisi kuisioner kepribadian.

Para peneliti juga memelajari unggahan Instagram para mahasiswa. Unggahan tersebut kemudian dibagi menjadi beberapa kategori. Kategori tersebut yaitu selfie, posies (jika foto diri diambil oleh orang lain), dan kategori foto lainnya. Materi konten juga dicatat oleh peneliti. 

Nah, Pada studi berikutnya, para peneliti meminta 119 mahasiswa dari Amerika Serikat bagian barat laut untuk menilai profil 30 orang tersebut. Penilaian mencakup sejumlah faktor, seperti tingkat kepercayaan diri, tingkat interaksi, tingkat kesuksesan, dan tingkat egoisme.

Hasilnya, orang-orang yang mengunggah “posies” cenderung dipandang sebagai figur petualang, lebih tidak kesepian, lebih dapat diandalkan, lebih sukses, lebih ramah, lebih percaya diri, dan dianggap sebagai teman yang lebih baik daripada orang-orang yang lebih sering mengunggah selfie.

“Bahkan ketika dua orang memiliki konten yang sama, seperti menggambarkan pencapaian mengunjungi tempat tertentu, kesan yang diberikan oleh orang-orang yang mengunggah selfie cenderung lebih negatif. Sementara kesan yang dibangun oleh orang-orang yang lebih banyak mengunggah posies cenderung lebih positif,” kata Profesor Psikologi dari Washington State University dan penulis utama studi, Chris Barry. 

Terlepas dari konteks, hal ini menunjukkan ada isyarat visual tertentu yang menggambarkan respons positif atau negatif pada media sosial.

Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa mengunggah selfie cenderung dilakukan untuk memamerkan diri. Misalnya, ketika menunjukkan otot lengan jika ia adalah seorang lelaki, atau menunjukkan detail riasan wajah jika ia perempuan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top