Feature

Wanita Perlu Sadar, Hamil di Usia 20-an dan 30-an Rasanya Jelas Berbeda

Ada sebuah tren baru di Instagram, dimana para ibu muda hingga selebriti Tanah Air berlomba-lomba memamerkan kelucuan anak mereka lewat foto dan video yang diunggah di media sosial tersebut. Memang jadi hiburan tersendiri, tapi dilain sisi, sekarang ini jadi banyak perempuan yang suka bergumam: “ah jadi ingin cepat-cepat menikah dan segera punya anak.”

Tak bisa dipungkiri, keberadaan media sosial berikut unggahan para selebriti mengenai masa-masa kehamilan hingga resmi menyandang status ibu muda membuat sejumlah wanita lajang semakin memikirkan masa depan dan kodrat mereka nantinya sebagai ibu. Tapi belum banyak yang memikirkan sejauh mana umur mempengaruhi kondisi dan kesiapan wanita untuk mengandung. Tak terkecuali soal kehamilan, segala hal memang perlu dipertimbangkan dan dipikirkan matang-matang bukan?

Usia 20-an Dianggap Momen yang Paling Tepat untuk Menikah dan Mempersiapkan Kehamilan Lantaran Kondisi Fisik Masih Prima

Berdasarkan penelitian dari Peter Bernstein, M. D, seorang ahli obgin dari Montefiore Medical Center, New York, secara fisik usia 20-an adalah usia yang ideal untuk kehamilan. Wanita di usia tersebut masih dikaruniai kondisi fisik yang prima yang siap untuk mengandung dan mengasuhnya kelak. Bahkan kalau wanita menikah di usia tersebut, peluang cepat hamil jauh lebih besar, serta risiko keguguran pun rendah sekitar 10 persen. Hamil di usia 20-an dianjurkan lantaran kemungkinan untuk mengalami komplikasi, melahirkan bayi dengan kondisi down syndrome, hingga melahirkan secara caesar pun terbilang kecil.

Sementara Untuk Wanita yang Sudah Memasuki Usia 30-an, Tingkat Kesuburan Mulai Berkurang Serta Risiko Komplikasi Kehamilan yang Jauh Lebih Tinggi

Kamu perlu tahu, berdasarkan data dari American Society for Reproductive Medicine, sepertiga wanita di usia 35 tahun sejatinya mengalami masalah kesuburan. Hal ini terjadi lantaran seiring bertambahnya usia, fungsi organ reproduksi seperti indung telur dan rahim jadi kurang optimal. Karenanya, wanita di usia 30-an ada yang kesulitan hamil dan lebih berpotensi mengalami keguguran dibanding mereka yang masih berumur 20-an. Hamil pada usia kepala tiga pun sering dikaitkan dengan beberapa masalah seperti preeclampsia, yaitu gejala tekanan darah, pembengkakan, serta tingginya jumlah protein pada urin. Belum lagi efek pada sang bayi, seperti kelahiran prematur ataupun berat badan rendah.

Karena Fisiknya Masih Prima, Wanita di Usia 20-an Lebih Berpeluang Melahirkan Bayi Secara Normal

Ya, wanita yang mengandung di usia 20-an masih dianugerahi fisik yang cukup baik untuk mengejan dan mendorong janin. Kondisi fisik seperti rongga panggul yang berfungsi sebagai jalan lahir bayi pun sudah berkembang lebih matang. Organ reproduksi seperti rahim dan vagina pun juga sudah cukup kuat untuk mendukung persalinan dan melahirkan bayi. Karenanya, potensi untuk melahirkan secara normal di usia ini sangatlah besar. Sementara usia 30-an sejatinya bukanlah waktu yang tepat untuk melahirkan anak pertama. Pasalnya, otot-otot yang terlibat dalam persalinan pun cenderung lebih lemah bagi ibu yang pertama kali melahirkan di usia tersebut. Kondisi ini jelas akan berdampak pada waktu persalinan, sehingga prosesnya pun akan berlangsung lebih lama.

Tapi dari Sisi Psikologis, Usia 20-an Cenderung Belum Punya Kesiapan Mental yang Matang untuk Hamil, Melahirkan, dan Memiliki Anak

Terlebih untuk wanita yang menetap di kota-kota besar, ada yang menganggap usia 20-an tergolong masih muda dan belum siap untuk hamil. Justru mereka sedang fokus membangun karier, hubungan dengan beberapa orang, melanjutkan studi, dan segala macam asa yang hendak dicapai. Di lain sisi, faktor finansial juga mempengaruhi sebagian wanita di usia 20-an agar menunda pernikahan dan kehamilan. Sebagian dari mereka merasa belum siap untuk membesarkan seorang anak disaat ada ambisi yang harus dikejar. Tak jarang, seringkali terjadi konflik batin dalam diri mereka.

Sementara Wanita yang Berusia 30-an Dianggap Memiliki Kesiapan Mental yang Matang untuk Mengusung Peran Baru Sebagai seorang Ibu

Banyak wanita berusia 30-an yang merasa lebih siap secara mental dan psikis untuk menjadi ibu karena didukung dengan kesiapan diri dan finansial yang sudah memadai. Di lain sisi, mereka juga sudah bisa menata diri dan mengelola waktu dengan baik untuk karier, keluarga, hingga kehidupan pribadi. Karena sudah banyak mendengar dan membaca, wanita di usia ini sudah memiliki cukup referensi terkait bagaimana menjalani peran sebagai seorang ibu. Kelebihan semacam ini tentu akan memberi ketenangan tersendiri, sehingga mereka lebih percaya diri untuk menghadapi kehamilan dan persalinan.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Cara Unik Ucapkan “Aku Cinta Kamu” dalam 10 Bahasa Daerah

Indonesia terkenal sebagai Negara dengan beranekaragam budaya di dalamnya. Sebenarnya, ada banyak bahasa daerah yang ada di Indonesia, namun adapula satu bahasa pemersatu yaitu bahasa Indonesia. Berikut adalah cara unik untuk mengucapkan “aku cinta kamu” dalam 12 bahasa daerah yang berbeda.

1. Bahasa Daerah Makasar

Jika kamu adalah orang asli Makassar, kamu pasti tahu ucapan cinta ini. Dalam bahasa Makassar, kamu bisa mengucapkan “aku cinta kamu” dengan ucapan “kuangaiq/ eroka’ ri kau/ ku suka’ ko / ku suka ki’.”

2. Bahasa Daerah Manado

Yang kedua adalah bahasa daerah Manado. Manado juga punya ucapan tersendiri untuk mengungkapkan ucapan “aku cinta kamu”, yaitu “Ta suka pa ngana”.

3. Bahasa Daerah Minang

Untuk bahasa daerah Minang, ternyata ucapan “aku cinta kamu” dari seorang pria dan wanita berbeda loh. Ucapan dari pria berbunyi “ Aden suko jo kau piak” dan ucapan dari wanita berbunyi “Adiak suko jo uda”.

4. Bahasa Daerah Nias

Selanjutnya adalah ucapan “aku cinta kamu” dengan bahasa daerah Nias. Dalam bahasa Nias, kamu bisa mengucapkannya dengan kalimat “Omasido khou”.

5. Bahasa Osing

Nah yang satu ini adalah ucapan “aku cinta kamu” dengan menggunakan bahasa Osing yang berasal dari Banyuwangi. Dalam bahasa osing sendiri, kamu bisa mengungkapkan cinta dengan ucapan “Isun demen nang riko”.

6. Bahasa Daerah Padang

Bagi kamu yang suka masakan Padang, nggak afdol jika kamu nggak tahu sedikit saja bahasa orang Padang. Nah ucapan cinta dalam bahasa Padang sendiri berbunyi “Ambo senang siko/ Aden suko jo waang”.

7. Bahasa Daerah Papua

Papua adalah bagian Indonesia yang terletak di daerah Timur. Kalau kamu sudah mengenyam pendidikan di Universitas ternama, biasanya kamu akan punya banyak teman dari banyak pulau yang berbeda. Salah satunya adalah Papua. Di papua sendiri, ungkapan cinta diungkapkan dalam kalimat “Sa cinta ko”.

8. Bahasa Daerah Palembang

Selanjutnya beralih ke daerah Palembang yang terkenal dengan kerupuk ikannya. Nah di Palembang sendiri juga memiliki bahasa daerah loh. Dalam bahasa daerah Palembang, ucapan “aku cinta kamu” bisa kamu ganti dengan “Aku cinto bedebek samo kau”.

9. Bahasa Daerah Pekalongan

Berbicara tentang Pekalongan, pasti identik dengan batiknya yang terkenal di kalangan banyak orang. Nah dalam bahasa Pekalongan, ungkapan cinta bisa kamu ucapkan dengan kalimat “Nyong demen koe”.

10. Bahasa Daerah Prabumulih

Yang terakhir adalah bahasa daerah Prabumulih. Dalam bahasa Prabumulih, kamu bisa mengganti ucapan “aku cinta kamu” dengan kalimat “Aku galak samo kau”.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Pemudik Melahirkan di KA Dalam Perjalanan Menuju Surabaya

Seorang pemudik bernama Nuzulul Hikmah (23) melahirkan di atas kereta dalam perjalanan dari Jakarta menuju Surabaya. Ia diketahui berasal dari Dusun Makalah, Kecamatan Kedundung, Sampang, Madura. Sementara itu, kereta yang ditumpanginya adalah ka 7028 Kertajaya Lebaran relasi Pasarsenen-Surabaya Pasarturi.

Nuzulul yang duduk di tempat duduk nomor 13B gerbong kereta Ekonomi 4 itu merasakan kontraksi saat di perjalanan sehingga sang suami, Jamil (32) segera lapor ke kondektur saat berada di Stasiun Kaliwungu.

Menerima laporan tersebut, kondektur segera melihat kondisi Nuzulul dan mengumumkan kepada penumpang lainnya guna menanyakan adakah yang berprofesi sebagai tenaga medis.

“Secara kebetulan di dalam kereta tersebut ada salah seorang penumpang yang berprofesi sebagai bidan sehingga yang bersangkutan segera membantu proses persalinan Bu Nuzulul Hikmah dengan dibantu kru KA Kertajaya Lebaran. Persalinan tersebut dilakukan dalam perjalanan di petak jalan antara Mangkang dan Jerakah,” kata Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 4 Semarang Suprapto , Minggu (18/6/2018) malam seperti dikutip dari Antara.

Ia mengatakan, proses persalinan tersebut berjalan dengan lancar dan bayi lahir dengan selamat pada pukul 15.27 WIB. Setibanya di Stasiun Semarangtawang, Nuzulul Hikmah beserta bayi perempuan yang lahir dengan berat badan 2,5 kilogram tersebut segera dirujuk ke Rumah Sakit Panti Wilasa, Semarang demi mendapatkan perawatan.

Ia mengatakan proses persalinan tersebut berjalan lancar dan bayi lahir dengan selamat pada pukul 15.27 WIB. Sesampainya di Stasiun Semarangtawang. kata dia, Nuzulul Hikmah beserta bayi perempuan yang baru dilahirkan dengan berat badan 2,5 kilogram tersebut segera dirujuk ke Rumah Sakit Panti Wilasa, Semarang, untuk menjalani perawatan.

Selanjutnya, Suprapto mengatakan PT KAI Daop 4 Semarang sudah menyiapkan tiket untuk keluarga Jamil yang akan melanjutkan perjalanan ke Surabaya. Terkait dengan pembiayaan, ia mengatakan secara aturan jika biaya perawatan bagi penumpang tersebut tidak ditanggung oleh asuransi Jasa Raharja.

Menurut dia, biaya perawatan bagi Nuzulul Hikmah beserta bayinya dibiayai oleh Direktur Utama PT KAI (Persero) Edi Sukmoro.

“Bayi tersebut selanjutnya diberi nama Faridatul Jamilah. Dia merupakan anak kedua dari pasangan Jamil dan Nuzulul Hikmah,” katanya.

Suprapto mengimbau seluruh penumpang khususnya ibu hamil yang menumpang KA jarak jauh agar mematuhi aturan mengenai ketentuan perjalanan bagi ibu hamil. Dalam hal ini, ibu hamil yang boleh naik KA jarak jauh jika usia kehamilannnya 14-28 minggu.

Apabila di luar usia kehamilan 14-28 minggu, wajib membawa surat keterangan dari dokter kandungan atau bidan yang menyatakan usia kehamilan pada saat pemeriksaan, kandungan dalam keadaan sehat, tidak ada kelainan dalam kandungan, dan wajib didampingi oleh minimal satu orang pendamping dewasa saat naik KA jarak jauh.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

10 Artis Ini Indonesia yang Rela Pindah Agama Demi Cinta

Terkadang cinta memang tak mengenal adanya logika. Banyak orang gila akan cinta. Demi cinta, banyak orang rela mengorbankan apapun, termasuk berpindah keyakinan. Agama memang menjadi persoalan yang sensitif.

Banyak kisah asmara yang berakhir di tengah jalan karena persoalan agama. Namun 10 artis cantik ini rela sampai pindah agama demi cinta.

1. Rianti Cartwright

Rianti adalah sosok artis cantik Indonesia yang menikah dengan penyayi asal Batak. Penyanyi bernama Cassanova Alfonso tersebut ternyata berkewarganegaraan Amerika Serikat. Dua minggu pasca pernikahannya dengan Cassanova, Rianti memutuskan untuk memeluk agama yang diyakini oleh suaminya, yaitu agama Khatolik.

2. Nafa Urbach

Ternyata artis cantik yang satu ini pernah menjadi seorang mualaf saat menjalin hubungan dengan Primus Yustito. Namun setelah hubungan itu berakhir, dan dia menjalin hubungan dnegan Zack Lee, dia kembali memeluk agama Kristen.

3. Tamara Bleszynski

Tamara adalah seorang yang memeluk agama Kristen sebelumnya. Namun setelah resmi menikah dengan Teuku Rafly Pasha, Tamara memilih untuk menjadi seorang mualaf. Namun sangat disayangkan, pernikahan keduanya harus berakhir dengan perceraian.

4. Bella Saphira

Bella terlahir di keluarga yang memiliki agama yang kuat. Dia lahir di lingkungan Kristen. Namun sebelum menikah dengan seorang perwira TNI, dia memutuskan untuk menjadi seorang mualaf.

5. Renata Kusmanto

Renata merupakan seorang artis yang juga berprofesi sebagai model. Awalnya, artis satu ini memeluk agama Kristen. Namun setelah menikah dengan Fachri Albar, akhirnya dia memutuskan untuk menjadi seorang mualaf.

6. Marsha Timothy

Artis cantik yang satu ini memiliki darah Batak-Jerman. Dia seringkali dipasangkan dalam sebuah film maupun FTV bersama Vino G Bastian. Tak disangka berawal dari adegan, kini Marsha sudah resmi menjadi istri Vino dan memilih berpindah agama mengikuti agama suami, yaitu Islam.

7. Bunga Zainal

Bunga Zainal memang kerap menjadi bintang dalam sinetron FTV. Dia adalah salah satu artis yang menutup rapat tentang kehidupan pribadinya. Namun tersiar kabar bahwa dia telah menikah dengan seorang produser yang bernama Sukdev Sing dan Bunga pun memilih berpindah agama dari agama Islam menjado agama Hindu mengikuti sang suami.

8. Happy Salma

Artis cantik yang satu ini diketahui memluk agama Hindu sebelum menikah dengan putra bangsawan Bali bernama Tjokorda Bagus. Pasca menikah, Happy Salma pun kemudian diberi nama Jero Happy Salma Wanasari.

9. Asmirandah

Asmirandah merupakan artis yang sempat menghebohkan publik. Artis cantik ini diketahui menjalin hubungan dengan seorang artis beragama Kristen sedangkan dia sendiri memeluk agama Islam. Awalnya tersiar kabar bahwa Jonas Rivano lah yang berpindah agama dari Kristen ke Islam. Namun setelah itu tersiar kabar bahwa ternyata Asmirandah lah yang berpindah keyakinan sebagai seorang Kristiani.

10. Lulu Tobing

Artis yang merupakan seorang dengan darah Batak ini diketahui telah menjadi seorang mualaf sebelum menikah dengan cucu mantan Presiden Soeharto. Setelah menikah, Lulu Tobing pun tak pernah tampil di dunia hiburan lagi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top