Feature

Walau Membuat Sakit Hati, Ada Perpisahan yang Patut Disyukuri

Tak hanya perkara putus dengan mantan pacar, perpisahan lain yang kita rasakan juga mungkin jadi luka yang membekas pada perasaan. Sebab istilah perpisahan, bisa pula berlaku pada sahabat, rekan kerja, atau hubungan lainnya. Kita mungkin bersedih tak lagi bisa berasama-sama merekaa. Tapi dibalik semua sedihmu, ada beberapa pelajaran yang patut disyukuri dari sebuah perpisahan. 

Berpisah dari Rekan Kerja yang Toxic

Kamu pasti setuju, jika kenyamanan atas situasi kerja jauh lebih penting dari gaji bulanan yang kita dapatkan. Karena rasanya percuma saja menerima gaji yang tinggi, jika nyatanya lingkungan kerja selalu membuat kita sakit hati. Dan gangguan itu mungkin datang dari beberapa teman di tempat kerja yang sekira tak suka pada kita.

Akan jadi faktor penganggu terhadap produktivitas kita dalam bekerja, orang-orang toxic memang sudah sebaiknya ditinggalkan saja. Mulailah atur jarak dari mereka, jangan sampai kamu terikut-ikut toxic seperti dirinya. Dan setelah berpisah, kamu akan merasakan sesuatu yang lebih baik daripada saat dekat dengannya. 

Berpisah dari Lingkungan yang Tidak Mendukungmu

Pada perjalanan kehidupan, akan selalu ada orang-orang yang tidak mendukung apa yang kita inginkan. Mematahkan cita-cita dan impian atau mendapat penolakan yang membuat hati sedih. Apa yang kita inginkan memang tak akan selalu terpenuhi, tapi jika sudah merasa berada pada lingkungan yang tak memberi dampak positif. Mulailah bergerak untuk memilah-milah, siapa mereka yang layak berada di dekat kita. 

Walaupun pada akhirnya akan berpisah dengan mereka yang selama ini sudah bersama. Itu akan terasa jauh lebih baik daripada harus terus berada pada lingkaran yang tak mau memberi dukungannya pada kita.

Berpisah dengan Pacar yang Sudah Tak Saling Sayang dan Punya Arah yang Sejalan

Sebuah hubungan cinta, tentulah harus dilandasi kasih sayang yang mumpuni. Saling mencintai tiada henti, dan terus berjalan beriringan untuk mendukung apa yang pasangan inginkan. Tapi, jika hubungan dan pasanganmu memang sudah kian hambar karena tak ada lagi rasa sayang. Ada baiknya disudahi dan berpisah saja. 

Yap, walau akan membuat hati terluka. Berpisah mungkin bisa jadi langkah yang lebih baik untuk ke depannya. Ini akan memberikan kita ruang untuk bergerak lebih bebas tanpa harus kepikiran pacar yang sudah tak lagi sayang dan tak memberi dampak positif apapun atas hidup yang kita jalankan. 

Tak selalu jadi luka, perpisahan dengan dirinya bisa jadi babak baru untuk hidup yang lebih baik. Lebih baik untukmu, lebih baik untuknya pula.

Berpisah dengan Segala Sesuatu yang Sudah Tak Sesuai dengan Kondisi Saat Ini 

Tak bisa dipungkiri memang, beberapa kebiasaan atau aturan yang telah lama sudah tak lagi bisa dijalankan dengan sama pada masa sekarang. Walau harus diakui pula, hal-hal yang lebih dulu mungkin lebih baik, tapi kemungkinan besar sudah tak lagi baik dilakukan untuk sekarang. Tindakan melakukan pekerjaan, kebiasaan dalam kehidupan, atau aturan serta norman lain yang sudah tak sesuia dengan masa kini. 

Selepas melepas segala kebiasaan lama, kamu akan mulai merasaka  hal baru yang lebih menyenangkan. Bertanggung jawab atas apa yang direncakan, dan berterimakasih atas perpisahan yang beberapa waktu lalu terasa berat.

Berpisah dari Sahabat yang Tak Sungguh-sungguh Ingin Bersahabat

Dia yang berniat jahat, kerap berubah menjadi sahabat untuk bisa menusuk kita dari dekat. Jadi kamu memang patut berhati-hati. Coba lihat, sejauh mana ketulusan mereka untuk berteman dengan kita. Jika ternyata, upaya pertemanan yang ia lakukan hanya untuk mendapat keuntungan. Tak salah jika mereka buru-buru kita tinggalkan. 

Tak punya teman untuk sementara jauh lebih baik daripada terus menerus berada dekat dengan orang-orang berwajah palsu yang niatnya tak sungguh-sungguh. Lepaskan semua yang membuatmu merasa tertekan dan dibohongi, sekalipun itu adalah sahabatmu sendiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Ternyata, Perempuan Gemuk Lebih Mampu Membuat Laki-laki Bahagia

Bertubuh kurus kadang kala jadi acuan untuk menjadi cantik yang dipercaya sebagian besar perempuan. Padahal, tolok ukur kecantikan tak selalu dari besar atau tidaknya tubuhmu. Nah, jika kau rasa usaha untuk menjadi kurus yang selama ini kamu lakukan sering gagal, tak perlu bersedih hati.

Karena ternyata menurut sebuah studi baru oleh departemen psikologi di Universitas Namibia (UNAM), lelaki yang menikah dengan (atau dalam hubungan dengan) perempuan bertubuh gempal sepuluh kali lebih bahagia daripada mereka yang menjalin hubungan dengan perempuan bertubuh kurus. Surat kabar Argentina, Nuevo Diario yang pertama kali melaporkan temuan dari penelitian yang dilakukan oleh Dr Filemón Alvarado dan Dr Edgardo Morales di departemen psikologi UNAM ini.

Fakta lainnya, menurut penelitian, laki-laki lebih banyak tersenyum ketika mereka bersama pasangan dengan tubuh melekuk atau berisi, para laki-laki tersebut juga lebih mudah dalam menyelesaikan masalah. Mengapa? Menurut Alvarado dan Morales, yang melakukan penelitian ini, Indeks Massa Tubuh yang lebih tinggi memiliki kemampuan yang lebih baik untuk mengantisipasi dan memenuhi kebutuhan lelaki.

Jadi meski tubuhmu tetap terlihat gemuk walau sudah melakukan olahraga dan diet ketat, jangan bersedih lagi ya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Pentingnya Berdamai dengan Masa Lalu

Kalau bisa memilih, kita semua tentu ingin kisah hidup yang selalu menyenangkan. Mulai dari masa lalu, masa sekarang hingga masa depan. Tapi hidup tak selalu ada dalam genggaman tangan, beberapa hal yang terjadi tak bisa kita rubah sesuai keinginan. Dan salah satunya adalah masa lalu yang mungkin tak menyenangka. Entah itu itu ketakutan, patah hati, atau hal-hal lain yang menyakiti diri. 

Namun semua itu sudah berlalu, kita perlu untuk melangkahkan kaki untuk maju. Menatap masa depan yang lebih cerah, dan berbuat hal-hal baik yang bisa mengubah hidup kita. Itulah mengapa kita perlu berdamai pada masa lalu yang tak selalu enak untuk dikenang. 

Lalu, manfaatnya apa sih?

Merubah Diri untuk Lebih Bersemangat dan Tak Gampang Menyerah Lagi

Menghilangkan rasa sakit dari masa lalu, memang kadang jadi ketakutan tersendiri untuk kita. Sulit untuk bisa menerima apa yang sudah terjadi, hingga akhirnya jadi bumerang untuk diri sendiri. Dari sini, kita terperankap untuk tak akan melakukan ha-hal yang mengingatkan diri pada masa silam, dan tentu jadi sesuatu yang merugikan.

Nah, jika kita berhasil untuk berdamai dengan semua yang terjadi di masa lalu. Akan ada hal-hal baik lain yang kelak bisa dilakukan. Terbuka untuk menjalani kehidupan di masa sekarang, tanpa harus was-was dengan semua perasaan sakit yang dulu pernah dirasakan. 

Setelah Berdamai, Kita Tak Akan Gampang Stres Lagi

Yap, pada kehidupan nyata beberapa kejadian memang tak bisa kita hindari untuk tak dialami. Selepas mengalami beberapa hal yang tak menyenangkan, ada rasa takut yang sering membuat hati lelah. Jadi beban untuk pikiran, dan berujung pada stress yang tak karuan. 

Padahal hal seperti ini adalah sesuatu yang sesungguhnya harus dilewati. Tak bisa kita hindari, semua yang sudah terjadi harus tetap dihadapi dengan segala kemampuan diri. Hasilnya? Rasa takut dan semua beban yang selama ini jadi pikiran, bisa dilalui dengan santai dan lebih sabar. 

Dan Lebih Berani untuk Mencoba Hal-Hal Baru yang Selama Ini Dihindari

Selama kita masih dalam bayang-bayang masa lalu, akan banyak pembatas yang mengekang ruang gerak. Belum berani untuk melakukan sesuatu yang sekiranya membuka ingatan di masa silam, hingga selalu menghindar untuk tak bertemu sesuatu yang bisa membuat kita kembali terbayang atas banyaknya hal tak mengenakkan yang dulu pernah kita lakukan. 

Itulah mengapa penting untuk berdamai, menerima semua hal yang sudah jadi kenangan dan memandang semua itu sebagai acuan untuk tak lagi mengulang kesalahan bukan jadi sesuatu yang justru mengurung ruang gerak langkah. 

Tak Akan Lagi Terjebak pada Berbagai Macam Nostalgia

Percayalah, ketakutan akan hal-hal yang sudah lewat hanya akan membuat kita terkurung pada sekap yang lebih berat. Membuat kita merasa takut, menghilangkan kepercayaan diri, dan berpikir tak lagi bisa berbahagia atas hidup sendiri. Padahal ada banyak pilihan yang bisa kita lakukan untuk kembali berbahagia atas semua hal. 

Lepaskan semua hal yang merebut kebahagian, buka diri untuk hal baru yang lebih membahagiakan. Dan selalu tekankan dalam diri, jika kita bisa lebih bahagia dari masa lalu yang pernah dijalani. 

Menikmati Hidup dengan Cara yang Memang Kita Suka

Bisa lepas dari semua ketakutan dan kekhawatiran masa lalu, memang bukanlah perkara gampang. Ada banyak hal yang perlu diterima secara perlahan. Membuka mata dan hati untuk semua pilihan baik yang bisa membahagiakan kehidupan. Dan lebih selektif untuk mempertimbangakna semua yang akan dijadikan pilihan. 

Jika semua ini bisa kita jalankan dengan benar, percayalah bahagia tak lagi jadi sesuatu yang mustahil kita dapatkan. Ingatlah selalu, jika apapun yang terjadi atas masa lalu kita selalu berhak untuk berbahagia di hari ini dan masa depan. Tinggal bagaimana kita melangkah setelah dibuat memangis dan kecewa di masa lalu kita.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Sutradara Joko Anwar, Minta KPI Dibubarkan

Setelah polemik tentang keingin KPI untuk turut serta mengawasi kontek Netflix dan Youtube, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kembali menjadi sorotan. Yap, baru-baru ini, lembaga yang mengawasi jalannya tayangan di pertelevisian Tanah Air itu dianggap mengeluarkan sejumlah sanksi dan keputusan yang sangat aneh.

Salah satu contoh misalnya, KPI melakukan teguran terhadap stasiun Global TV yang menayangkan tayangan kartun Spongebob Squarepants. Di mana dalam salah satu tokoh Spongebob melakukan pelemparan kue tart dan pemukulan.

Masyarakat pun tak diam, sebagian besar menilai keputusan KPI tersebut adalah pendapat yang amat keliru. Berita ini juga menarik perhatian salah satu sutadara kondang di tanah air, yakni Joko Anwar. Pada laman Twitter pribadinya, sutradara Gundala itu bahkan dengan tegas dan yakin menuliskan tagar Bubarkan KPI.

Sumber : https://twitter.com/jokoanwar

Tak hanya itu saja, lelaki kelahiran Medan, Sumatera Utara tersebut juga mengunggah foto ilustrasi sejumlah tayangan televisi yang mendapat teguran dan sanksi KPI. Tak hanya Spongebob, ada pula sejumlah tayangan seperti infotainment “Obsesi” Global TV, “Ragar Perkara” Tv One, “Rumpi” Trans TV dll.

“Promo Gundala kena sanksi @KPI_Pusat karena ada dialog bilang ‘Bangsat.’ Bangsat artinya, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia:,” twitt Joko Anwar, sambil menyematkan keterangan kata “bangsat” dari sebuah kamus bahasa Indonesia.

“Kalau ada lembaga yang anggap tontonan kayak SpongeBob melanggar norma kesopanan, lembaga itu nggak layak dipercaya menilai apapun di hidup ini. #BubarkanKPI @KPI_Pusat,” sambung Joko Anwar.

Menurutmu bagaimana?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top