Feature

Wahai Perempuan, Jangan Sampai Kamu Termakan Godaan Laki-laki Murahan!

Aku akan setia kepadamu, aku akan membahagiakanmu sampai maut memisahkan, seharusnya di era canggih seperti sekarang. Di mana banyak cowok yang memiliki selera diksi lebih baik, dan memiliki karakteristik. Tidak membuat kamu termakan dengan godaan murahan seperti dua kalimat barusan. Oleh karena itu kalau kamu sedang menempuh masa pendekatan, perhatikan baik-baik bagaimana sifat dan karakter gebetanmu, jangan sampai kamu kemakan godaan cowok murahan.

Apa yang kamu rasakan sekarang, lebih baik tahan dulu. Apalagi kalau kamu sudah mulai terfikirkan untuk menaruh perasaan kepadanya. Kamu harus tahu dulu apakah dia layak untuk dijadikan pasangan, atau dia orang yang mudah menyakitki perasaanmu. Semuanya itu bisa diperhatikan oleh perkataan dan gerak-geriknya, kamu harus peka, karena kalau tidak kamu dapat termakan godaan cowok murahan.

Kondisi Matanya Sulit Dikondisikan, Selalu Melihat Perempuan Lain Tanpa Memperdulikan Perasaan

Baginya sangat sulit untuk menjaga mata untuk tidak melihat setiap perempuan seksi yang lewat. Setiap ada yang lewat ia langsung melihat secara tajam. Meskipun ada kamu di sampingnya, ia tidak memperdulikan. Baginya kalau hanya melihat perempuan lain adalah hal yang wajar, biasanya laki-laki murahan selalu beralasan, cuma mata yang kemana-mana, tetapi hati mah hanya untuk kamu. Kata-kata tersebut hanya sebuah perlindungan lho, agar ia tidak disalahkan atas kesalahan yang ia lakukan. Kalau gebetan kamu berkata seperti itu, alangkah baiknya kamu tinggalkan.

Berbohong Sudah Menjadi Satu Keahlian yang Ia Lakukan

Apabila ia sering berkata plin-plan itu merupakan tanda kalau ia tipikal pembohong. Meskipun tidak semua, kamu bisa mengeceknya. Tetapi kalau ada laki-laki yang berkata detail tentang segala sesuatu, bisa jadi ia sudah lihai dalam merancanakan kebohongan. Misalnya gebetan kamu telat, terus ia bercerita kejadian di jalan kenapa telat sampai akhirnya bisa sampai. Kamu bisa melakukan salah satu trick, yakni dengan memutar alur cerita tersebut dari akhir ke awal, kalau ada satu atau dua bagian ia terbata-bata dan tak yakin menjawabnya berarti ia telah membohongimu.

Tidak Menghargaimu Sebagai Perempuan Seutuhnya, Kerap Berperilaku Seenaknya

Kamu selalu disuruh untuk berpakaian yang seksi dengan alasan,”aku bukan cowok munafik”, parahnya lagi ia selalu mencoba menyentuhmu di bagian yang tidak wajar. Hingga kamu pun berulang kali harus marah dan gelisah untuk berada di dekatmu. Cowok seperti itu merupakan seseorang yang hanya suka akan kepuasan duniawi. Karena sesungguhnya ia tidak benar-benar mencintaimu lho. Apabila kamu masih menjalin, lebih baik sudahilah dari pada kamu menyesal nantinya.

Tak Tahu Etika Hingga Mempulangkanmu Di Jam yang Seenaknya

Terkadang baru larut malam, kamu dipulangkan olehnya. Ini derita ketika kamu berkencan dengannya. Ia terkadang suka mempulangkanmu semaunya saja tanpa memahami jam malam. Cowok seperti ini tidak tahu akan aturan, dan tidak mengerti menjaga perempuan dengan baik. Kamu pun heran dengannya, ketika kamu tanya ia pun memiliki alasan klasik yang tak bisa kamu terima, aku ingin selalu berada didekatmu, tapi kalau kamu berani menantangnya untuk mengajak nikah, pasti ia akan membalas dengan seribu alasan yang intinya menolak.

Ia Tak Menginginkan Komitmen, Yang ia Mau Hanya Menjadi Pusat Perhatian Semua Perempuan

Sebenarnya ia tidak suka menjalin hubungan, ia bahkan sangat vokal untuk menjalin hubungan monogami. Cowok seperti tipikal yang sangat senang menjalin hubungan dengan semua perempuan, istilah sederhannya ia selalu dikelilingi para fans (para gebetan-nya). Sehingga ia kerap kali bermain perasaan dengen semua perempuan, dan alasan ia menyudahi hubungan pun sangatlah murahan, kamu terlalu baik untukku, padahal dibalikitu semua ia menyudahi karena mudah bosan.

Hati-hati kalau kamu ketemu cowok seperti ini, karena tak mungkin kamu terjebak akan godaan cowok murahan. Ia sudah terlatih dengan banyak perempuan sehingga ia memiliki cara tersendiri untuk mendapatkanmu. Kalau kamu sampai terperangkap sangatlah berbahaya, kamu bakal menjadi budak cinta baginya. Baiknya, sebelum kamu terjebak, tinggalkan dia.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Memangnya, Apa Susahnya Sih Bertoleransi?

Memasuki tahun pesta demokrasi yang akan kita gelar bersama pada 2019 mendatang. Kata “Toleransi” mungkin akan jadi santapan yang akan sering kita dengar. Bukan apa-apa, demokrasi yang tadinya bisa jadi selebrasi. Agaknya lebih mirip jadi ajang tonjokan-tonjokan tanpa ampunan. Tedeng, “Usungankulah yang paling benar” pun jadi acuan. Menilai rendah mereka yang tak sepikiran, hingga lupa kalau setiap orang berhak menentukan pilihan.

Agak mengerikan memang, kita yang dikenal sebagai bangsa ramah nan sopan. Sepertinya selalu diuji pada momen politik yang sebenarnya bisa dirayakan bersama-sama. Bayang-bayang demokrasi damai, terlihat kian jauh. Toleransi yang harusnya dipelihara justru berubah jadi fanatisme sempit yang sering berujung pada konflik.

Nah, Kalian tahu nggak, kalau hari ini 16 November, diperingati sebagai Hari Toleransi Internasional. Ditetapkan sejak tahun 1995 oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), dengan tujuan akan mengeratkan hubungan antar sesama. Tapi, ngomong-ngomong soal toleransi nih.

Pernah nggak sih kalian mikir “Kenapa (beberapa) orang sulit untuk bertoleransi?”. Membuat batasan pada kawan lain, getol untuk berkata pilihannya lah yang paling benar, sampai memutus pertemanan hanya karena beda usungan calon presiden, padahal sudah lama saling kenal.

Tapi Tunggu Dulu, Kita Bukan Tak Bisa Bertoleransi!

Mengingat kita adalah masyarakat penganut budaya gotong royong yang sudah jadi ciri khas. Jelas terasa aneh, kalau akhirnya kita bilang sudah tak ada toleransi. Yap, kuralat mungkin sebagian lupa bagaimana caranya bertoleransi. Kita yang dulu bisa merasa biasa duduk bersama dengan kawan yang berbeda agama, mendadak merasa ketakutan hanya karena penampilan mereka.

Buru-buru berpikiran negatif, tanpa mau mengenal mereka lebih dalam lagi. Kadang kala, keputusan seperti inilah, yang akhirnya menghilangkan toleransi dari diri kita. Perbedaan yang seharusnya bisa diterima sebagai keberegaman, berubah jadi aktivitas mengkotakkan diri dari lingkungan. Dengan kata lain, tanpa disadari keputusan kita yang seperti ini sudah membuat kita masuk dalam jejeran orang anti sosial.

Tak Punya Ruang untuk Melatih Toleransi, Mungkin Jadi Salah Satu Pemicunya

Selanjutnya, mari kita berpindah sebentar ke beberapa negara tetangga yang bisa kita ketahui aktvitas masyarakatnya. Katakanlah Jepang, sebuah negara yang terkenal dengan disiplin dan ketertiban yang aduhai ketat. Disana, bisa dipastikan kita hampir tak akan menemukan orang-orang yang suka ngerobot antrian di tempat umum dengan dalih buru-buru.

Selain didikan dari dalam rumah, beberapa negara yang terkenal dengan toleransi yang tinggi. Diketahui juga mempunya ruang dan wadah yang dipercaya bisa melahirkan toleransi yang tinggi. Mulai tempat bermain gratis yang memadai untuk anak-anak, fasilitas umum yang bisa membuat kita berbaur, sampai banyaknya ruang lain yang juga membuat setiap orang bertemu dan bercengkrama tanpa batas atas nama perbedaan.

Dan mari bayangkan dengan kita yang ada di Indonesia, Jelas jauh bedanya. Saya tak akan bilang bahwa belum banyak ruang-ruang terbuka yang dibangun untuk berkegiatan bersama. Karena sepertinya hal itu sedang dikerjakan pemerintah, walau beberapa tempat yang harusnya bisa dinikmati secara cuma-cuma masih dipungut biaya.

Tidak Adanya Aktivitas yang Mampu Melahirkan Ketoleran

Masih sejalan dengan beberapa hal yang bisa menumbuhkan sikap Toleran. Kalau kita coba ingat-ingat lagi, nampaknya beberapa kegiatan yang mungkin kita ikuti selama ini. Bisa dibilang tak selalu mampu melahirkan toleransi dalam diri. Atau jangan-jangan, beberapa dari kita malah tak pernah ikut berkegiatan?

Bertemu dengan bermacam-macam orang dari latar belakang yang berbeda, akan membantu kita membuka mata. Tentang bagaimana kehidupan orang lain yang tak se-suku dengan kita, bagaimana orang-orang berbeda agama beribadah, hingga akhirnya kita bisa menilai dan menganggap bahwa semua perbedaan ini bukanlah masalah.

Bukan sedang ingin memojokkkan pihak manapun, dia yang berteman dengan orang yang serupa dengannya, misalnya sesuku, seagama, sekompleks tempat tinggal, satu sekolah, satu tempat kerja, biasanya tidak lebih beruntung daripada mereka yang melebarkan sayap perteman pada siapa saja tanpa mengenal perbedaan.

Ya, walau pada beberapa kasus, ungkapan ini belum tentu benar.

Bahkan Sosial Media Pun Tak Selalu Jadi Jawaban

Konon platform yang lahir di ranah digital ini, diciptakan demi menjangkau lebih banyak orang. Membuat kita berteman, belajar tanpa ada batas, bertukar pendapat, hingga tak lupa juga bisa bertengkar. Memang sih, sosial media jadi sesuatu yang membuat kita merasa lebih dekat dengan mereka yang jauh dimata.

Tapi jangan lupa juga, alasan yang sama juga banyak memicu orang-orang memberi komentar seenak udelnya. Tak tahu orang itu siapa, asal statusnya menyinggung perasaan dan hal yang diyakini, kita bisa marah tanpa terlebih dahulu memastikan apa yang sedang ia sampaikan.

Maka dengan demikian, wadah yang diharapkan mampu membuat kita terhubung dengan banyak orang. Belum tentu mampu membuat kita menjadi manusia yang toleran.

Lalu, Apa yang Harus Kita Lakukan?

Sebenarnya, sebagai manusia dewasa yang sudah paham mana yang salah dan benar. Kita semua harusnya sudah paham, bagaimana harus merayakan perbedaan dalam toleransi. Peringatan ini dikampanyekan, bukan hanya untuk toleran terhadap ketidakadilan semata.

Untuk itu, saya mendadak teringat satu ucapan dari salah satu Mantan Prisiden kita Gus Dur, “Perbedaan Tanpa Keadilan adalah Ilusi”. Dengan kata lain, toleransi tak hanya menerima dan mengakui kenyataan bahwa ada perbedaan yang hidup diantara kita. Tapi juga memahami bahwa setiap manusia berhak untuk hidup sebagaimana pilihan mereka, tanpa penindasan, paksaan, diskriminasi, dan ketidakadilan.

Jika hal-hal demikian bisa kita pahami dengan benar, saya pikir Toleransi bukanlah sesuatu susah untuk kita wujudkan.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Meski Hidup Kadang Menyebalkan, Belajarlah untuk Selalu Bersyukur lewat Cara Ini!

Tak ada satu pun kehidupan yang selalu berjalan sesuai dengan keinginan. Kamu pun tak bisa mengatur kehidupanmu agar sesuai dengan apa yang kamu mau. Yang bisa kamu lakukan hanyalah bersyukur. Berikut adalah 7 cara agar kamu tetap bersyukur meski terkadang hidupmu dipenuhi dengan hal yang menyebalkan.

1. Berpikiran Positif Bahwa Setiap Hal Buruk yang Datang Sangat Berguna untuk Proses Pendewasaanmu

Tak perlu menyalahkan siapapun atas apa yang menimpa hidupmu. Kamu harus paham bahwa apapun hal yang terjadi dalam hidupmu, itu adalah cara terbaik Tuhan untuk mendewasakanmu.

2. Tetap Bersyukur untuk Hal Kecil

Cobalah untuk selalu bersyukur untuk hal-hal kecil di sekelilingmu. Jadikan rasa syukur sebagai rasa yang harus kamu terapkan dalam otak dan juga hatimu. Dengan begitu kamu akan menjalani kehidupanmu dengan baik.

3. Menjadikan Rasa Syukur Sebagai Kebiasaan

Layaknya saat kamu melakukan sebuah aktivitas yang sudah biasa kamu lakukan, pasti kamu akan terbiasa dan akan dengan otomatis melakukannya. Cobalah menempatkan “bersyukur” sebagai salah satu kebiasaan dalam hidupmu.

4. Adakalanya Kamu Perlu Mengabaikan Masalah yang Datang

Meski masalah harus dicari solusinya, namun adakalanya kamu juga perlu mengabaikan masalah yang datang menghampirimu. Jangan membuat setiap masalah menjadikanmu mudah stress dan risau. Tersenyumlah, dan buatlah harimu tetap menyenangkan.

5. Jangan Fokuskan Pikiranmu pada Masalah yang Tak Ada Habisnya

Fokus saja pada hal yang bisa kamu atasi. Pandanglah sebuah masalah sebagai alasan untukmu tetap bersyukur. Adakalanya kamu tak perlu terlalu fokus pada masalah yang tak ada habisnya.

6. Tulis Keberkahan Apa yang Kamu Dapatkan dalam Seharian

Apapun kebaikan yang kamu dapatkan dalam sehari ini, coba tuliskan semuanya. Mulai dari masih bisa bangun tidur, bernapas dengan bebas, melihat matahari dan masih banyak hal lainnya. Dengan melakukan hal ini, kamu akan tahu kenapa kamu harus merasa bersyukur atas apapun yang menimpa hidupmu. Karena dibalik semua masalah, selalu ada berkah di dalamnya.

7. Buat Sendiri Definisi Bersyukur Menurutmu

Rasa syukur perlu dihaturkan saat kamu mendapatkan hal baik saja, itu adalah pandangan yangs alah. Kamu harus tetap bersyukur dalam kondisi seburuk apapun. Kamu akan menemukan alasannya jika kamu tahu apa definisi bersyukur itu sendiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

5 Anime Jadul yang Banyak Digemari Perempuan Generai 90-an

Anak kecil jaman dulu cenderung lebih suka menonton kartun dibandingkan acara TV lainnya. Salah satu jenis kartun yang kerap ditonton adalah anime. Dulu di tahun 90-an anime menjadi salah satu genre tontonan kartun yang disukai baik oleh laki-laki maupun perempuan. Berikut ini adalah 5 anime zaman dulu yang jadi favorit perempuan generasi 90-an.

1. Sailormoon

Anime yang satu ini bercerita tentang sailormoon yang beranggotakan 5 orang siswi. Mereka bisa berubah dengan kostum yang berbeda, dimana setiap kostumnya memiliki kekuatan masing-masing. Jargon yang paling terkenal dari anime sailormoon ini adalah “Dengan kekuatan bulan akan menghukummu”.

2. Minky Momo

Anime yang satu ini bercerita tentang Minky Momo yang bisa berubah menjadi seorang perempuan dewasa dengan cepat. Dia awalnya adalah seorang dewi yang dikirim ke planet bumi dan bertransformasi dalam tubuh anak kecil. Namun setiap kali dia hendak menyelesaikan sebuah misi, dia akan berubah menjadi seorang perempuan dewasa.

3. Wedding Peach

Wedding peach adalah salah satu anime yang membuat banyak anak perempuan bermimpi menjadi seorang pengantin. Dalam wedding peach ini kostum perubahannya berbeda dengan sailormoon karena perubahan kostumnya adalah gaun pengantin.

4. Cardcaptor Sakura

Anime ini menceritakan tentang gadis berusia 10 tahun yang merupajan seorang penangkap kartu sihir. Dia membasmi seluruh kejahatan di muka bumi ini dengan bantuan Li Syaoran.

5. Tokyo Mew Mew

Anime Tokyo Mew Mew adalah salah satu anime favorit anak-anak perempuan generasi 90-an. Anime ini memiliki 5 tokoh perempuan dengan rambut dan kostum yang warni-warni. Mereka juga selalu memiliki karakteristik berupa ekor dan telinga kucing.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top