Feature

Untukmu yang Terbiasa Minum Kopi di Pagi Hari, Hati-hati…

Untuk memulai hari, secangkir kopi dianggap jadi teman yang paling tepat sebelum berkutat dengan segala rutinitas yang akan dikerjakan. Lihatlah, di rumahmu entah ayah, ibu, atau pun saudara, pasti ada yang terbiasa memulai hari dengan menikmati segelas kopi terlebih dahulu. Padahal, dalam penelitian yang dilakukan Robin Dando, seorang peneliti makanan, mengonsumsi kopi di pagi hari ternyata rentan membuat seseorang merasa gemuk.

Bahkan pada orang-orang tertentu, dengan mengonsumsi kopi setiap paginya, orang cenderung jadi memilih jenis makanan yang tidak sehat. Hal ini diketahui dari penelitian yang dilakukan bahwa seseorang yang minum kopi berkafein juga memilih makanan pendamping yang memiliki rasa manis.

Kalau sudah begini, secara tak sadar sejatinya kamu sudah menaikkan kadar gula dalam darahmu setiap pagi. Mengonsumsi kopi akhirnya punya tendensi memicu kegemukan karena pola makanmu bisa ikut terpengaruh.

Namun bukan berarti kondisi semacam ini tak bisa diatasi. Ada triknya yaitu dengan tidak memilih kopi yang rasanya terlalu manis. Bahkan justru lebih baik kalau kamu membiasakan diri untuk memilih kopi dengan rasa pahit. Kalau kamu melakukan kebiasaan ini, maka kadar gula dalam darah juga tidak akan naik secara berlebihan. Lalu, jika biasanya kamu memilih makanan pendamping dengan rasa yang manis, sebaiknya pilih makanan yang gurih atau pilih menu makanan sehat saja.

Sampai hari ini pun banyak penelitian yang menyarankan agar kamu lebih berhati-hati dengan kebiasaan mengonsumsi kopi di pagi hari. Jangan sampai juga mengonsumsi kopi secara berlebihan. Karenanya, ada tips-tips tertentu yang mungkin bisa membantumu agar tak ‘kecanduan’ minum kopi secara berlebihan.

Usahakan Jangan Mengonsumsi Kopi Sebelum Tidur

Mengonsumsi kopi memang bisa menstimulasi otak agar lebih semangat. Hal ini lantaran efek kafein yang terkandung dalam secangkir kopi. Namun di lain sisi, hindari mengonsumsi kopi ketika sudah masuk jam tidurmu. Karena efeknya justru bisa membuat kamu kehilangan rasa kantuk dan justru mengalami insomnia. Alhasil, pagi harinya kamu jadi kurang istirahat dan lebih banyak membutuhkan kafein agar tetap terjaga.

Hindari Memilih Camilan yang Manis-manis demi Menjaga Berat Badanmu

Agar konsumsi kafein tidak memicu berat badan berlebih, sebaiknya perbaiki pola makan dan gaya hidup. Hindari makan makanan manis jika sedang minum kopi. Justru yang harus kamu lakukan adalah sering-seringlah mengonsumsi buah serta sayur yang kaya serat dan vitamin yang jauh lebih menyehatkan. Semakin sering kamu mengonsumsi buah, maka kamu pun juga bisa mulai mengurangi konsumsi kopi.

Sebaiknya Ikuti Aturan Jam Tubuhmu. Kalau Sudah Saatnya Beristirahat di Malam Hari, Jangan Malah Minum Kopi dan Begadang

Biasanya karena tuntutan pekerjaan yang menumpuk, akhirnya kamu kompromi dengan waktu istirahatmu. Padahal kebiasaan semacam ini tak baik untuk kesehatan. Alih-alih tidur, kamu malah memilih untuk meminum kopi. Semakin sering, nanti yang ada kamu malah jadi terbiasa dan akhirnya kecanduan. Sebaiknya, jika memang saatnya istirahat, kamu mesti meluangkan waktu untuk tidur sejenak sebelum mulai bekerja. Minum kopi berlebihan bisa memicu asam lambung dan penyakit lainnya yang mungkin muncul.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Aku Siap Hidup Susah, Tapi Harusnya Lelakiku Tak Akan Membiarkannya

Fakta tentang menjalani hidup berdua dari titik terendah sampai mas-masa bahagia. Tentu terdengar begitu manis di telinga. Dipercaya jadi bukti nyata dari cinta, beberapa lelaki akhirnya berpikir bahwa perempuannya haruslah mau diajak susah. Kalau tidak, itu artinya dia tak benar-benar cinta.

Eits, tunggu dulu sayang. Aku rasa kamu perlu berpikir sebentar. Tentang bagaimana ayah dan ibuku susah payah membuatku bahagia. Lalu sekarang, tiba-tiba kamu datang untuk mengajak hidup susah. Ini bukan perkara cinta atau tak cinta. Tapi lebih ke bagaimana kesiapanmmu untuk hidup berdua. Karena jika memang benar-benar sayang, kamu tentu akan selalu membuatku bahagia, bukan malah mengajak hidup susah.

“Kita ngontrak dulu ya, sembari nyicil rumah” jauh lebih terdengar bertanggung jawab daripada “Mau beli rumah gimana, hidup juga masih gini-gini aja”. Kalau sama kemampuan diri sendiri saja kamu sudah tak percaya, bagaimana bisa bertanggung jawab atas hidup kita nanti? 

Disamping itu, aku pun tahu jika segala sesuatu butuh proses. Sebelum bisa duduk bersantai di akhir pekan, kita berdua mungkin akan kerja keras, walau di hari libur, demi kebutuhan lain yang sudah menunggu. Tak apa, kupikir ini memang akan jadi bagian dari proses yang harus kita jalani bersama. Tapi, berbeda cerita, jika ajakan hidup susah bersama kamu sampaikan karena kesalahan dalam membuat keputusan. Bukan tak cinta atau tak siap menderita, tapi diriku berhak untuk menolaknya.

Tak perlu terburu-buru, kita masih punya waktu untuk mengatur dan mempersiapkan semuanya terlebih dahulu. Lagipula, hidup berdua bukan perkara mudah. Sebab cerita kita bukan hanya tentang bahagia saja, ada sekelumit cerita sedih yang juga bisa menghampiri diri kapan saja. Untuk bisa siap menghadapinya, kita butuh kuda-kuda yang tak sekedar kata ‘pasrah’ dan ‘jalani saja’.

Tak ada yang mengejar kita. tak juga diminta oleh keluarga agar segera menikah. Lantas apa yang kau jadikan alasan untuk menikah dalam waktu dekat? Lupakan puluhan undangan yang sudah datang tiap akhir pekan. Tak semua pencapaian orang harus kita jadikan patokan. Membangun bahtera hidup berdua adalah perkara besar. Ada ribuan kesiapan yang harus direncanakan dengan cepat dan perlahan.

Serupa denganmu, aku pun percaya jika rejeki bisa datang kapan saja. Tapi disamping itu semua, kita juga perlu menjalankan logika. Berpikir rasional untuk segala kemungkinan. Sebab, sebuah persiapan matang saja masih bisa berjalan melenceng dari rencana, apalagi yang tak ada persiapan apa-apa?

Rasa sayang dan cintaku tak perlu kamu pertanyakan, tapi jika kamu datang untuk memintaku mengiyakan ajakan hidup susah. Kupikir aku punya hak untuk menolaknya!

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Di Film Chapter 3-nya, John Wick Makin Gila

Kalian yang sudah menonton 2 seri film sebelumnya, pastilah setuju jika sekuel ‘John Wick’ jadi salah satu film laga terbaik yang pernah ada. Tak banyak basa-basi, keseruan yang ditampilkan berjalan dengan euforia ketengangan yang cukup mengesankan. Baku hantam tanda ampunan, barangkali itu jadi sesuatu yang akan melekat di ingatan.

Keanu Reeves, seorang pembunuh bayaran kelas kakap yang sedang berusaha untuk pensiun. Jadi pesona yang akan membuat semua orang jatuh cinta pada John Wick. Setelah proses syuting yang sudah dirampungkan tahun lalu. Trailer film ketiganya, baru saja dirilis pada Kamis (17/1) lalu. Selain membuat diri makin tak sabar, cuplikan dari trailer ini memperlihatkan satu adegan yang cukup membuat orang penasaran. Yap, John Wick bakalan naik kuda untuk menghajar para pembunuh yang ingin mematikannya.

Mengusung judul John Wick: Chapter 3 – Parabellum, seri ini akan dimulai dari lanjutan film sebelumnya. Ketika John dikeluarkan dari organisasi pembunuh bayaran yang selama ini jadi tempat ia bekerja. Resikonya? Siapapun diperbolehkan untuk merenggut nyawanya. Bahkan ada imbalan 14 Juta Dollar, untuk yang berhasil membunuhnya.

Tapi bukan John Wick namanya, kalau tak bisa melawan semua pasukan yang menghadangnya, termaksud aktor laga tanah air yakni Cecep dan Yayan Ruhiyan. Ya, walaupun pasti ada beberapa adegan yang akan membuatnya berdarah-darah juga.

Masih disutradarai oleh Stahelski, bisa dipastikan John bakalan tetap hidup dan melawan semua orang. Lagipula, kali ini, John Wick akan dibantu oleh Sofia (Halle Berry), pembunuh bayaran yang ingin John tetap hidup. Nah, akan bagaimana aksi mereka. Silahkan saksikan sendiri tanggal 17 Mei 2019 nanti. Sekarang tonton trailernya aja dulu. 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

7 Alasan yang Membuat Anak Sulung Laki-laki Pantas Disebut Mantu Idaman

Anak sulung memiliki tanggung jawab yang cukup besar dalam keluarga. Tak jarang anak sulung juga harus rela berkorban demi adik-adiknya. Hal inilah yang membentuk karakter anak sulung laki-laki pantas disebut sebagai menantu idaman. Masih belum percaya? Berikut ini alasannya.

1. Pekerja Keras

Anak sulung merupakan penjaga utama saat orangtua sudah tidak ada. Mereka harus berjuang lebih untuk bisa melindungi dan bertanggung jawab atas adik-adiknya. Akhirnya mereka pun akan tumbuh menjadi sosok pekerja keras yang dapat diandalkan keluarga.

2. Memiliki Kedekatan Lebih dengan Orangtua

Biasanya anak sulung cenderung lebih dekat dengan orangtuanya. Jika seseorang sudah dekat dengan orangtuanya, bukan hal yang mustahil untuknya bisa dengan mudah dekat dengan mertuanya juga.

3. Dapat Diandalkan dalam Berbagai Bidang

Anak sulung harus menjadi sosok yang senantiasa siaga saat orangtua membutuhkan bantuan. Mereka harus siap membantu ayah membersihkan kebun atau membantu ibu memasak. Inilah yang membuat mereka tumbuh menjadi sosok yang bisa diandalkan saat berumah tangga kelak.

4. Memiliki Pola Pikir yang Dewasa

Menjadi anak sulung memaksa mereka untuk menjadi lebih dewasa. Mereka harus mampu menjadi contoh yang baik untuk adik-adiknya. Sikap dewasanya ini juga yang akan membuat mereka tak akan mudah emosi atau naik pitam saat ada masalah yang datang.

5. Memiliki Jiwa untuk Mengayomi

Anak sulung terbiasa mengalah dengan adik-adiknya baik dalam hal apapun. Hal ini membentuk mereka tumbuh menjadi sosok pengayom bagi saudara-saudaranya. Jika nanti mereka sudah berkeluarga, tentu saja mereka bakal mengayomi anak dan istrinya dengan baik.

6. Terbiasa untuk Bertanggung Jawab

Anak sulung laki-laki terbiasa menjadi sosok yang bertanggung jawab bagi adik-adiknya. Mereka sudah biasa membantu adik-adiknya dalam menyelesaikan berbagai masalah. Tak heran jika nantinya saat sudah berkeluarga mereka pun pasti mampu menjadi sosok pemimpin yang bertanggung jawab.

7. Pemimpin yang Baik

Anak sulung laki-laki sudah terbiasa menjadi pemimpin bagi adik-adiknya, Itulah yang membuat mereka mampu menjadi kepala keluarga yang baik. Tentu saja mereka adalah sosok mantu idaman juga dalam keluarga.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top