Feature

Untukmu yang Selalu Punya Alasan Mager Saat Diminta Olahraga, Mulailah Dari Gerakan yang Sederhana

Tak semua orang suka olahraga. Ada yang memilih tidur berlama-lama kemudian beranjak ke tempat kerja tanpa melakukan pemanasan atau peregangan sederhana. Padahal olahraga sejatinya dibutuhkan agar stamina tetap terjaga. Namun semakin kesini, orang-orang justru salah kaprah dan menganggap olahraga sebagai aktivitas yang terlalu berat serta melelahkan. Ujung-ujungnya, ungkapan semisal: “Ah mager, mending tidur saja,” jadi alat pamungkas untuk tidak melakukan olahraga. Padahal tak semua olahraga itu seberat yang dibayangkan.

Mulailah Rutin Berjalan Kaki Setidaknya 15-30 Menit Setiap Harinya

Mungkin kamu beralasan malas gerak untuk sekadar lari pagi. Tapi kalau begitu cukup imbangi saja dengan berjalan kaki. Sediakanlah waktu minimal 15 hingga 30 menit setiap harinya untukmu berjalan kaki. Kamu perlu tahu, aktivitas semacam ini akan memberi banyak manfaat demi kesehatan tubuh. Mulai dari mengurangi stres, ampuh menurunkan berat badan, bahkan mencegah diabetes dan osteoporosis. Kamu tak perlu repot-repot bangun pagi kalaupun merasa mager untuk jogging atau jalan kaki, sebab kamu bisa melakukannya saat berangkat ke tempat kerja, pulang ke rumah, atau saat mau beli makanan di jam istirahat.

Biasakan Naik Turun Tangga, Kalau Kantormu berada di Gedung Tinggi, Coba Naik Lift Hanya Sampai Dua Lantai Sebelum Ruangan Tempatmu Bekerja

Mungkin rasa mager akan mudah muncul apa lagi kalau tempat kerjamu berada di gedung tinggi. Tak perlu lelah berjalan kaki sebab akses untuk naik ke lantai tempat ruanganmu berada maupun turun saat jam pulang tiba sudah diakomodir dengan keberadaan lift. Padahal sejatinya situasi semacam ini bisa dimanfaatkan juga untuk olahraga sederhana.

Misalnya, kendati disediakan lift di tempat kerjakamu perlu mencoba naik turun dengan menggunakan tangga. Kalau lantai kerja kamu ada di angka puluhan, kamu bisa mengakalinya dengan keluar dari lift satu atau dua lantai sebelum ruangan kamu berada. Berdasarkan studi yang dilakukan di Universitas Oregon, kegiatan naik turun tangga baik untuk menjaga kestabilan tekanan darah, kolestrol, dan kadar gula darah. Selain itu, naik turun tangga juga dapat membentuk otot bagian bawah, meningkatkan stamina, menurunkan risiko diabetes, darah tinggi, osteoporosis, dan sakit jantung.

Urusan Peregangan Juga Penting Untuk Kamu Lakukan

Jangan sepelekan yang namanya stretching alias peregangan. Demi melatih fleksibilitas anggota badan, seperti punggung, kaki, dan tangan, rajin-rajinlah melakukan peregangan ya. Apa lagi kalau setiap harinya kamu bekerja hingga lebih dari delapan jam dan hanya duduk di depan monitor, yang namanya peregangan setiap beberapa jam sekali jelas perlu dilakukan. Cukup berada di ruang kerjamu dan lakukan beberapa gerakan peregangan badan, seperti memutarkan dada, menyentuh ibu jari, dan gerakan lainnya. Ringan namun penuh manfaat.

Bila Sedang Di Rumah, Jangan Malas Melakukan Planking

Mungkin ini jawaban untukmu yang selalu beralasan mager walaupun hanya untuk melangkahkan kaki ke luar rumah. Coba lihatlah tutorial planking agar kamu tahu cara melakukannya. Sejatinya memang cukup mudah, kamu hanya perlu meletakkan kedua sikumu di lantai dan menempatkan tubuh dalam posisi push up. Tetaplah pada posisi planking selama 10-20 detik, istirahat sejenak, lalu lanjut tahan posisi planking lagi, dan lakukan secara berulang hingga beberapa kali.

Kendati gerakannya cukup sederhana, bila dilakukan secara rutin, planking bisa menguatkan otot perut, meningkatkan fleksibilitas tubuh, memaksimalkan keseimbangan, dan performa tubuh.

Bahkan Bersih-bersih Rumah Pun Hitungannya Sudah Olahraga Loh

Kendati sepele, yang namanya bersih-bersih rumah juga termasuk aktivitas fisik yang bisa membakar kalori. Alasan mager olahraga pun bisa disiasati dengan melakukan aktivitas bersih-bersih rumah. Mulailah dengan mengepel, menyapu, cuci baju, sampai proses menjemur bahkan membersihkan sekat-sekat jendela pun bisa memberikan efek yang baik untuk tubuhmu serta meningkatkan fleksibilitas bagi otot tubuhmu.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Ternyata Laki-laki Bertubuh Pendek Lebih Sering Marah Dibanding Mereka yang Tinggi

Kalau harus diperhatikan, seorang lelaki yang bertubuh pendek ternyata lebih sering marah dan mudah terbakar cemburu dibanding mereka yang lebih tinggi. Tapi ini bukan sekedar perkiraan biasa. Karena dari hasil temuan para ilmuwan yang melakukan penelitian di Centres for Disease Control di Atlanta, ternyata lelaki bertubuh pendek lebih mudah terpancing emosi.

Menariknya lagi, penelitian yang dilakukan terhadap setidaknya 600 lelaki berusia 18 sampai 50 tahun ini, juga menemukan bahwa laki-laki bertubuh pendek juga lebih mudah emosi dan melakukan kekerasan dibanding mereka yang bertubuh  tinggi.

Hasil dari penelitian tersebut berkata, bahwa mereka yang pendek menganggap dirinya kurang maskulin yang kemudian bisa memicu tingkat ketakutan dan amarah dalam diri mereka.

Sumber : The Mirror

Disamping itu, penelitian lain yang dilakukan ilmuwan di Universitas Oxford juga mengungkapkan jika alasan seseorang bertubuh pendek lebih mudah marah sebenarnya sangat sederhana. Rasa percaya diri yang kurang, ditambah anggapan masyarakat tentang orang pendek kurang menarik, menjadikan mereka lebih mudah marah hingga berpikir negatif.

Namun tak selalu buruk, karena selain hasil temuan yang tadi sudah disebutkan. Peneliti tersebut juga menemukan fakta bahwa tak semua laki-laki bertubuh pendek lebih mudah marah. Karena, penelitian lain juga menemukan bahwa beberapa laki-laki pendek bahkan memiliki kesabaran yang lebih baik. Beberapa dari mereka juga memiliki rasa percaya diri tinggi, bahagia yang natural dan kemampuan menerima diri sendiri yang lebih baik.

Sumber : YouTube

Dengan kata lain, kita pun harus tahu jika faktor fisik bukanlah satu-satunya pemicu untuk seseorang, (khususnya laki-laki) kehilangan rasa percaya dirinya. Karena biasanya, ada beberapa hal lain yang juga mempengaruhinya. Mulai dari faktor ekonomi, lingkungan, keluarga, dan pekerjaan yang dimiliki.

Karena tinggi pendeknya seseorang kadang bukanlah sebuah jaminan bahwa ia mudah marah, cemburu atau tak percaya diri. Karena semuanya itu, kembali pada masing-masing pribadi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Melanie Putria dan Angga ‘Maliq & D’Essentials’, Resmi Bercerai!

Berbeda dengan Angga yang tak tampak dalam persidangan, Melanie Putria terlihat hadir dengan didampingi oleh kuasa hukumnya, pada sidang perceraiannya, yang digelar di Pengadilan Agama Jakarta Barat, kemarin Senin (21/1).

Dan atas kesepakatan bersama, keduanya akhirnya resmi bercerai sebagaimana hasil putusan yang dibacakan oleh hakim.

“Hari ini dikarenakan bukti sudah cukup, keterangan saksi juga sudah menguatkan alhamdulillah hari ini juga sekalian putusan. Sudah resmi bercerai,” ujar Indah Dewi Yani, kuasa hukum Melanie saat ditemui di Pengadilan Agama Jakarta Barat, dikutip dari laman detik.com.

Ternyata proses perceraian keduanya sudah sejak lama dilangsungkan dan sepakat berpisah dengan baik-baik. 

Sebelumnya, keduanya menikah pada 7 Maret 2010 lalu. Dari pernikahannya itu, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Sheemar Rahman Purariredja. Jarang terlihat dalam gosip miring, keduanya tampak mesra di sosial media. Namun, mendadak harus berpisah setelah 8 tahun berumah tangga.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Dihargai Rp. 1.500/Kg, Petani di Banyuwangi Buang Buah Naga ke Sungai

Dinilai tak mendapat harga yang cukup mempuni, beberapa petani buah Naga di Bayuwangi terlihat membuang hasil panen ke sungai. Hanya dihargai sekitar Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per kilogram (kg). Tindakan para petani yang membuang buah naga ke sungai ini jadi salah satu bentuk protes atas merosotnya harga buah tersebut.

Dikutip dari laman Detik.com, Hari candra setyawan (29), warga Dusun Silirbaru Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi mengaku, anjloknya buah naga di Banyuwangi membuat dirinya merugi.

“Terpaksa saya buang ke sungai karena memang tidak laku. Dijual pun juga tidak nutut dengan ongkos petani,” ujarnya kepada wartawan, Senin (21/1/2019).

Dan dari foto dan video yang beredar luas di dunia maya, konon kegiatan membuang buah naga tersebut adalah kali kedua. “Ini bentuk protes kami karena buah naga dari Banyuwangi tidak laku dipasarkan. Kemarin kita buang 100 kilo. Ini lebih banyak lagi. Hampir 200 kilogram,” tambahnya.

Dianggap tak bisa mengembalikan modal, beberapa petani buah naga di wilayah sekitaran Banyuwangi, yakni di Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, akhirnya mempersilahkan masyarakat untuk memetik sendiri buah naga di kebunnya.

“Silakan kalau mau ambil sendiri di kebun. Gratis. Harga tidak nutup dengan ongkos petik,” ujar Ukri, dikutip masih dari laman yang sama.

Situasi ini sudah berjalan sekitar 2 minggu lebih, padahal menurut Ukri para petani baru bisa dikatakan mendapat untung jika harga buah naga diatas Rp. 6.500/kg.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top