Trending

Untuk Urusan “Like” dan “Komen” Foto Paslon di Sosmed, Mulai Sekarang PNS Harus Hati-hati

Pilkada dan Pilpres sudah didepan mata, tak heran jika ada banyak pertunjukkan yang bisa kita saksikan. Wajar saja, ini akan jadi pesta demokrasi besar-besaran. Dimulai dari pemilihan kepala daerah secara serentak, dan dilanjutkan dengan pemilihan legislatif dan presiden di tahun 2019 mendatang.

Berbagai macam poster dan spanduk sudah terlihat di mana-mana, yang berarti tembakan tanda kampanye dijalankan sudah mulai melenggang. Uniknya, berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya, ada sedikit perubahan regulasi dari pola kampanye konvensional yang kini mulai merambah ranah digital.

Sumber : http://www.kpu.go.id

Itu pulalah yang menjadi salah satu hal menarik, sebab Pegawai Negeri Sipil (PNS) diminta untuk bersikap netral. Tak boleh jadi juru kampanye, atau tim sukses dari salah satu partai politik tertentu. Bahkan ketahuan memberi “like” dan “komen” di konten kampanye saja, sudah ada sanksi yang menanti.

Tak Sembarangan, Ada Aturan Resmi yang Memang Mengatur Persoalan Ini

Peralihan model kampanye yang lebih menyasar ranah digital, memang dinilai sebagai salah satu cara yang cukup epic. Karena media sosial bisa jadi jembatan penghubung yang akan memudahkan tim sukses dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mensosialisasikan calon dari setiap partai pengusung.

Akan tetapi kampanye digital yang semakin menggila, datang dengan peraturan baru yang membuat para PNS harus lebih berhati-hati menggunakan fitur media sosial. Sebab jika terbukti memberi like pada foto dan konten yang berbau Pilkada, diluar akun resmi KPU, maka bersiaplah untuk mendapat hukuman disiplin.

Sebagaimana Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 Pasal 4 Angka 14 dan Angka 15, ASN tidak boleh terlibat dalam kegiatan kampanye untuk mendukung calon kepala daerah maupun calon wakil kepala daerah. Dan hal ini juga telah tertuang pada Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor B/71/M.SM.00.00/2017 tanggal 27 Desember 2017 tentang hal Pelaksanaan Netralitas bagi ASN pada Penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2018, Pemilihan Legislatif Tahun 2019, dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019.

PNS Diminta Untuk Netral, Tak Boleh Mengedepankan Kepentingan Pribadi, Kelompok ataupun Golongan

Indonesia jelas negara demokrasi, siapa pun bebas mendukung siapa saja. Bahkan sebagian orang ada yang sampai mengorbankan waktu dan tenaga demi memenangkan calon kepala atau wakil daerah yang ia jagokannya. Meski ujungnya biasanya ada embel-embelnya.

Tapi tidak untuk para PNS kita, sebab konon mereka diminta untuk jadi gardu tengah yang tak boleh memihak siapa-siapa. Sekalipun sang calon kepala daerah adalah keluarga, tetangga, teman dekat atau siapa pun itu orangnya.

Seolah ingin menguatkan larangan, pada salah satu kesempatan Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kementerian Dalam Negeri, Sumarsono mengatakan bahwa proses pemberian sanksi terhadap ASN atau PNS yang terbukti tidak netral dipersingkat. PNS tersebut juga akan langsung diberhentikan sementara jika memenuhi kategori pelanggaran.

Banyak-banyak Menahan Diri, Para PNS Memang Lebih Baik Tak Buka Sosmed Selama Pilkada Berlangsung

Sebagai pesta demokrasi besar, pilkada serentak jelas jadi sesuatu yang ditunggu oleh siapa saja. Tak hanya mereka yang akan bertarung untuk memperebutkan kekuasaan saja, sebab biar bagaimana pun PNS atau ASN juga warga negara yang tentu memiliki pandangan sosok yang akan jadi pemimpin baik untuk daerah dan negara.

Akan tetapi, aturan tetaplah tak boleh dilanggar jika memang tidak ingin ada sanksi melayang. Jangankan untuk bertandang ke posko pemenang, ketahuan like atau komen foto dan konten yang berbau pilkada saja, itu termaksud pelanggaran. Ibarat sepak bola, sang PNS harus siap sedia diberi kartu kuning atau merah dari sang wasit yang punya mata di mana-mana.

Kalau begini, tiba-tiba Facebok dan segala sosial media lainnya terasa tak berguna.

Sebab Jika Terbukti Melanggar, Sudah Ada Sanksi Berat yang Menunggu

Segala bentuk gerakan dan keberpihakan pada satu calon kepada daerah tertentu jelas jadi sebuah pelanggaran. Apa lagi jika sampai berfoto bersama, dan diposting di laman Facebook pribadinya. Kecuali itu adalah foto lawas yang mungkin sudah puluhan tahun lamanya.

Sebagaimana yang telah dikatakan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa, di Kota Bandung, Selasa 31 Januari 2018, sejumlah ASN yang dilaporkan terlibat dalam kegiatan pasangan calon kepala daerah disebabkan oleh ketidaktahuan mereka. Pelanggaran pada aturan tersebut bisa dikenakan sanksi moral dan administratif.

“ASN dilarang mengunggah dan menanggapi, seperti like, komentar, dan sejenisnya, atau menyebarluaskan gambar atau foto bakal calon atau bakal pasangan calon kepala daerah, visi misi bakal calon atau bakal pasangan calon kepala daerah melalui media daring maupun media sosial.” ujarnya.

Bahkan Hingga Saat Ini, Mereka yang Terbukti Terlibat Sudah Dilaporkan dan Siap-siap Untuk Diberi Sanksi

Sejauh ini berdasarkan data yang berhasil kami temukan, untuk wilayah Jawa Barat saja, menurut Ketua Bawaslu Jawa Barat, Harminus Koto, sudah ada sekitar 18 orang PNS yang terlibat dalam kegiatan pilkada untuk pemilihan calon kepala daerah.

“Jadi yang 18 orang ini ada di Majalengka, Kota Banjar, dan Kabupaten Subang. Terakhir ada satu lagi dari Sumedang dan masih proses. Kasusnya ini mengunggah foto saat ikut deklarasi paslon, ada juga yang ikut serta mengantarkan paslon ke KPU saat pendaftaran. Ada PNS yang guru atau dari OPD,” kata Harminus.

Bahkan tak hanya mendapat hukum kode etik saja, ada denda dan pidana yang juga sedang menanti para PNS jika memang ketahuan melanggar aturan. 

Disatu sisi segala yang telah dijadikan peraturan jelas sudah melalui banyak pertimbangan, dan pasti sudah memiliki tujuan jelas, salah satunya untuk mencegah sesuatu keberpihakan dari para aparatur sipil negara. Akan tetapi ini jelas jadi polemik bagi para PNS yang barangkali ingin turut serta berekspresi dalam menyambut pesta demokrasi. Kan tak lucu, jika sang calon kepala daerah adalah keluarga, masa tak ikut serta kampanye dan mendukungnya?

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Nikah Muda, Yakin Bahagia?

“Capek kuliah, lelah bekerja, maunya nikah saja”

Kalau kau pikir, menikah bisa jadi solusi dari semua masalah dan lelahmu. Kamu salah kawan! Membangun pernikahan, berarti membagi kebahagian. Oleh sebab itu, jangan cari bahagia dalam pernikahan, karena ia karena ia tak ada di sana.

Coba bayangkan, beban yang tadinya hanya datang dari perkara hidup sendiri akan bertambah karena ada pasangan yang juga punya masalahnya sendiri. Benar memang, kamu juga akan merasa bahagia, tapi untuk bisa begitu tentu tak mudah. Tak berniat untuk menciutkan nyalimu yang sedang ingin menikah, tapi apa kamu yakin menikah muda bisa membuatmu bahagia?

Tak Hanya Bahagia yang Bertambah, Beban dan Tanggung Jawab Juga

Kamu dan pasangan memang akan saling membahagiakan, tapi bagaimana dengan beban? Apa kamu tega membiarkannya menanggung semuanya? Tentu tidak kan?.

Seorang teman yang memutuskan menikah di awal masuk kuliah, pernah bercerita. “Tadinya aku pikir, bakalan lebih tenang karena ada suami yang setiap hari bersama. Ternyata, bebanku justru bertambah, karena selain masalahku sendiri. Aku juga harus berbagi peran untuk menyelesaikan masalah suami”. 

Kewajiban baru sebagai suami atau istri, mau tak mau memaksa kita untuk berbagi beban. Berpikir menikah akan mengurangi kesusahan, nyatanya pilihan ini malah melipatgandakan kesusahan. Tak ada pernikahan yang salah, tapi jika kamu pikir itu bisa membuatmu lepas dari semua persoalan. Maka pola pikirmu lah yang salah.

Bahagia di Luar Belum Tentu Begitu di Dalam

Biar kutebak, kamu pasti sering terlena kan oleh postingan kawan-kawan di Instagram? Potret-potret manis dengan sang istri hingga wajah lucu dari bayi mungil yang baru saja mereka hasilkan. Tapi itu kan penampilan luar, apa yang terjadi di dalam kehidupan rumah tangga mereka. Bisa jadi berbeda, dengan apa yang mereka tampilkan.

Berbagai macam hal bisa jadi mereka pikirkan. Terikat dalam hubungan, tak bisa berbuat banyak hal tanpa seizin pasangan, hingga hal-hal lain yang kadang membuat hati sedih sendiri. Di usia yang serupa, teman lain masih bisa leluasa untuk pergi kemana saja untuk mewujudkan mimpinya. Di sisi lain, kamu yang menikah mungkin sedang menanggun beban. Pusing memikirkan banyaknya tagihan dan kebutuhan.

Berharap Bisa Menyelesaikan Masalah, Tekanan Justru Berdatangan Banyak dari Berbagai Arah

Yap, kamu mungkin memang tak lagi menerima tekanan dari keluarga. Tak lagi dicibir oleh tetangga, karena pacaran bertahun-tahun lamanya. Satu masalah selesai, dan berharap bahagia mulai datang untuk dirasakan. Meski sebenarnya apa yang kamu terima justru jauh dari dugaan.

Kamu mendadak harus bangun pagi untuk memasak untuk suami, bekerja keras untuk membantu biaya kuliah istri, mulai berhemat beli mesin cuci, hingga hal-hal lain yang akan jadi tuntutan kehidupan. Menikah memang bukan tentang bahagia, tapi jika kamu mau bersabar sedikit saja. Bukan tak mungkin kamu bisa selalu bahagia, karena sudah mempersiapkan semuanya dengan matang tanpa diburu-buru usia.

Kalau Tak Pintar Mengontrol Diri dan Emosi, Bisa Berdampak Buruk Pada Jiwa dan Hati

Emosi yang masi belum bisa stabil saat menikah muda, dinilai jadi alasan pertama yang kerap melahirkan masalah. Apalagi jika usiamu dan pasangan tak jauh berbeda, atau masih sama-sama muda. Tak ada yang berinisiatif untuk meredam amarah, tak mau mengalah dan tetap pada ego yang dipercaya. Fase seperti ini mungkin akan membuatmu paham, kesiapan emosional sangat penting untuk pernikahan. Tak bisa mengelolanya dengan baik, kamu bisa sedih sendiri hingga membuatmu deresi.

Memotong Masa Muda, Ada Penyesalan yang Bisa Saja Kau Rasa

Menerima ia sebagai suami atau istri, berarti kamu sudah siap untuk berbagai hampir separuh hidupmu untuknya. Kamu harus memasak untuknya, mengurus ia tiap kali lelah, atau bekerja keras untuk memberinya nafkah dan kehidupan yang layak. Sudah sibuk mengurus popok bayi, sedangkan teman lain masih bernafsu untuk mewujudkan mimpi.

Setiap orang memang memiliki jalan cerita yang berbeda, tapi jika kamu pikir ini adalah takdir yang memang harus kamu terima, jelas salah.Padahal, seharusnya kamu bisa merubah takdirmu. Menghindari menikah muda yang memutuskan untuk meneruskan pendidikan setinggi-tingginya, misalnya.

Untuk Bisa Santai Ketika Didesak untuk Menikah Memang Susah, Tapi Kamu Berhak Menentukan Apa Saja

Aku paham bagaimana beratnya tekanan yang mungkin kamu emban. Hingga desakan lain yang kadang membuat diri gelap mata. Hingga buru-buru memutuskan untuk menikah saja, agar diri lebih tenang dari semua persoalan yang ada. Walau fakta yang kau terima, persoalan hidup justru kian rumit saja.

Kamu mungkin tak enakan, sulit untuk menolak tawaran orangtua atau desakan keluarga. Tapi coba sekali saja, beranikan diri untuk bisa bersuara tentang apa yang ingin kamu jalani. Pikirkan lagi, apakah menikah muda memang jadi sesuatu yang kamu ingini? Jika ternyata tidak, cobalah untuk menolak. Sampaikan alasan yang kamu punya. Karena kamu selalu jadi pihak penentu tentang apa saja yang akan terjadi dalam hidupmu sendiri.

Jangan Sampai Menyesal, Cobalah Pikirkan Matang-matang!

Merasa masih bisa berpikir jika memang nanti tak cocok pada suami atau istri kita. Memang bukanlah pemikiran yang salah. Biar bagaimana pun kita selalu berhak untuk melakukan apa saja yang dirasa benar. Tapi bagaimana jika nanti penyesalan itu datang setelah kamu sudah punya anak? Memberikannya situasi yang berat jelas salah, walau katamu tak apa, pasti selalu ada rasa berdosa yang akan menghampirimu setiap harinya.

Tak ada yang perlu dikerja, tak pula harus buru-buru. Cobalah berpikir lebih tenang, agar tak menyesal.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Terimakasih Mantan, Karena Luka yang Kau Beri Aku Jadi Bersyukur atas 5 Hal Ini!

Untukmu yang dulu pernah mengisi hatiku, kuucapkan terima kasih banyak padamu. Tulisan ini kukhususkan untukmu yang pernah memberi arti dan luka di hati. Janji manis yang dulu pernah kau beri, nyatanya musnah sudah tanpa bukti.

Kuterima semua luka ini dengan berat di awal. Namun kini aku menjelma menjadi sosok yang berbeda. Kusadari, luka yang kau beri bukan untuk kuratapi, melainkan untuk kusyukuri. Terima kasih untukmu yang sudah membuat sakit hati ini, tanpamu aku tak akan pernah berlajar tentang 5 hal ini.

Tanpamu Aku Menjelma Jadi Sosok yang Lebih Dewasa

Luka yang kau beri membuatku belajar menjadi sosok yang lebih baik lagi. Kini tanpamu aku menjelma jadi seorang yang lebih dewasa dari sebelumnya. Aku belajar untuk memperbaiki segala kesalahanku di masa lalu yang mungkin jadi salah satu penyebab kau memberi luka di hatiku.

Berkatmu Aku Mengerti Bahwa Mengharapkan Sesuatu dari Orang Lain Adalah Sebuah Kesalahan

Kau tahu, sakitku muncul karena harapanku yang terlalu besar padamu. Kau tak sepenuhnya salah. Aku belajar dari luka ini. Aku belajar bahwa berharap sesuatu dari orang lain adalah sebuah kesalahan. Kini yang kutahu, diriku sendirilah tempat aku bisa berharap lebih untuk ke depannya.

Kini Aku Semakin Kokoh Menghadapi Rasa Sakit dalam Hidup

Aku pernah merasa hancur dan terpuruk atas kepergianmu. Saat itu aku merasa semua duniaku sudah berakhir. Namun seiring berjalannya waktu, aku belajar. Aku berusaha untuk kembali bangkit bagaimana pun caranya. Kini setelah aku mampu berdiri, aku jadi sosok yang lebih tangguh dari sebelumnya.

Ternyata Kepergianmu Membuatku Memiliki Lebih Banyak Teman

Mungkin hubungan kita dulu memang bukanlah hubungan yang sehat. Waktuku seolah habis hanya untukmu. Jangankan untuk berkumpul bersama teman, berkumpul bersama keluarga saja aku cukup jarang. Kini setelah kamu tak lagi denganku, aku jadi bisa memiliki lebih banyak teman dibandingkan dulu.

Beranjakmu Dariku Membuatku Bisa Mengenal Seseorang yang Lebih Baik Darimu

Jika kamu masih ada di sisiku, aku tak mungkin bisa menemukan seseorang yang lebih baik darimu. Aku tak mungkin membuka hatiku untuk seseorang yang baru. Kepergianmu nyatanya jadi gerbang untukku memasuki kebahagiaan yang baru.

Ya, kini aku sudah menjumpai seseorang yang bisa menerimaku lebih dari yang kau lakukan padaku. Sekali lagi, kuucapkan terima kasih banyak untukmu dan aku sangat bersyukur dulu kau pergi dan beri luka itu untukku.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Ternyata 5 Filter VSCO Cam Ini yang Kerap Dipakai oleh Para Selebgram

Selebgram memang kerap menjadi perhatian. Entah karena penampilan atau fotonya yang menarik, mereka bisa dengan mudah mendapatkan banyak like di akun instagramnya. Nah, buat kamu yang penasaran tentang bagaimana mereka mengedit foto sehingga bisa menghasilkan foto sekeren itu, kamu bisa langsung cek di sini. Berikut adalah 5 filter VSCO Cam yang kerap jadi langganan para selebgram.

1. Filter Setting Nuansa “Hangat” Senja

Filter ini digunakan untuk menjadikan foto memiliki nuansa “hangat” senja. Kamu bisa menggunakan preset C1 dengan level default. Kemudian atur level Exposure pada tingkat +2 dan level vignette pada tingkat +5.

2. Filter Setting Nuansa Blue Sea

Untuk mendapatkan foto dengan latar belakang pantai yang indah, kamu bisa gunakan filter jenis ini. Kamu hanya perlu mengatur preset pada tingkat C1 dan menurunkan levelnya pada tingkat +1. Atur exposure pada tingkat +3 dengan kontras +1 serta saturasi pada tingkat +2.

3. Filter Setting Nuansa White

Selanjutnya untuk mendapatkan foto bernuansa putih yang menarik kamu bisa menggunakan filter yang satu ini. Cukup gunakan preset HB2 dengan menurunkan tingkatnya pada angka +1. Setelah itu atur exposure pada tingkat +2, kontras +1 dan temperatur pada tingkat -1.

4. Filter Setting Nuansa Monokrom

Filter yang satu ini juga kerap dikenal sebagai filter hitam putih. Kamu bisa banget dapatkan foto keren bernuansa monokrom dengan mengatur preset pada X1. Kemudian gunakan exposure pada tingkat +1, kontras +3 dan Highlights pada tingkat +4.

5. Filter Setting Nuansa “Gelap” Senja

Foto dengan filter ini bisa menunjukkan sisi misterius loh. Kamu bisa menggunakan preset HB2. Setelah itu atur kontras pada tingkat +1, saturasi +1, Highlights +5 dan Fade pada tingkat +3.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top