Feature

Untuk Orang-orang yang Pernah Diselingkuhi; Mari Berbenah Diri dengan Beberapa Pelajaran Hidup yang Kamu Alami Ini

Biar kami tebak, bayang-bayang “Pelakor” mungkin jadi hal pertama yang sedang kamu pikirkan. Ya, tak apa, jelas itu adalah hal yang sangat wajar. Mengingat maraknya kasus perselingkuhan yang dibumbui peran pelakor. Isi kepala kita mungkin terlihat sedang diberi pola untuk terhubung ke sana, kala mendengar kata selingkuh di telinga.

Tapi tunggu dulu, mari menarik diri jika kita adalah seseorang yang jadi korban atas perselingkuhan yang sedang terjadi? Bukan apa-apa, ini adalah situasi yang cukup sulit tentunya. Bahkan beberapa orang memilih menghukum diri sendiri. Padahal sesakit-sakitnya hati ketika diselingkuhi, ini adalah celah bersyukur yang harusnya kita sadari. Sebab itu artinya, kita sudah dijauhkan dari seseorang yang memang tak pantas untuk dicintai.

Lebih dari itu, berhenti berpikir jika dirimu adalah pihak yang selalu salah. Memiliki banyak kekurangan, cobalah untuk memilah-milah hal baik yang sejatinya telah kamu dapat.

Kamu Tahu Sakitnya Diduakan, Untuk Itu Jangan Pernah Mau Dijadikan Orang Ketiga Dalam Sebuah Hubungan

Gambarannya begini, kamu pernah merasa sakit hati karena diselingkuhi pasanganmu. Alih-alih merasa sengsara, kamu pun merasa jika orang lain juga harus tahu bagaimana sakit yang kamu rasakan. Untuk kemudian merasa tak berdosa, jika akan mengiyakan ajakan berpacaran dari dia yang sudah punya pasangan.

Perlu kamu ingat, dengan berbagai alasan apa pun, selingkuh akan tetap jadi perbuatan yang tak dibenarkan. Tetaplah jadi pribadi terhormat yang tak akan menjajakan cinta pada sembarang tempat. Dan jangan pernah mau jadi orang ketiga dalam hubungan orang, sebab kamu sendiri tahu bagaimana sakitnya diselingkuhi.

Tak Ada Manusia yang Sama, Berhenti Untuk Mencari Sosok Mantan Pada Orang yang Jelas Berbeda

Nah, ini akan jadi sesuatu yang sering kita pahami dengan salah. Dia yang mungkin sedang ada di hadapanmu, memang tak setampan si dia, atau tak secantik perempuan yang kemarin kamu cinta.

Sebab sekeras apa pun kamu berusaha untuk mencari sosok yang dulu, kamu tak akan pernah bisa menemukannya. Bijaklah dalam memahami hal-hal yang sedang kamu hadapi. Terus-menerus membayangkan sosoknya hanya akan membuatmu lelap dalam bayang-bayang bersamanya. Kalau begitu, kapan kamu move on-nya?

Dirimu Memang Tak Sempurna, Tapi Ketika Ia Selingkuh Bukan Berarti Kamulah yang Salah

Selama menjalani hubungan yang kemarin, kamu mungkin memang bukanlah sosok yang mumpuni tuk dijadikan pasangan. Tapi bukan berarti hal tersebut lantas dijadikan alasan untuk menduakanmu dengan orang lain. Jangan berpikir kamu yang salah, karena sekalipun kamu bukanlah orang yang sempurna, bukan berarti kamulah yang salah.

Jikapun ada orang yang salah, sesungguhnya dialah yang patut untuk dipersalahkan. Membagi hatinya dengan yang lain, dan jelas itu tak bisa dibenarkan. Karena jika dia benar-benar mencintaimu, dia tak akan membagi hatinya dengan siapa pun dan dengan alasan apa pun. Sekalipun kamu bukanlah seseorang yang sempurna, bukan berarti ia berhak untuk mendua.

Jangan Merutuki Situasi, Kamu Tak Kehilangan Cinta Sebab Dialah yang Sesungguhnya Kehilangan Orang yang Mencintainya

Dalam beberapa rentan waktu, kamu boleh bersedih dan merutuki semua kekesalan yang kamu rasa. Ini akan jadi sesuatu yang wajar dan sah-sah saja. Lepaskan semua kekesalan yang ada, jika hal tersebut memang membuatmu sedikit  lega. Akan tetapi menangisi dirinya yang telah menyakiti bukanlah hal yang penting sekarang.

Sebab, mengetahui dirinya selingkuh dibelakang adalah sama dengan kehilangan seseorang yang memang tak pantas untuk diperjuangkan. Bukanlah matamu akan hal-hal baik yang sesungguhnya sedang semesta tunjukkan. Sebab sesungguhnya dia akan jadi orang yang merugi, karena kehilangan kamu yang tadinya menjaga hati untuk dia yang dicintai.

Atau Barangkali Ia Memang Tahu Jika Dirinya Memang Tak Pantas Untukmu

Nah, barangkali kalimat ini jadi alasan lain yang juga perlu kamu pahami. Tak memiliki kemampuan untuk bisa menyampaikan maksud hatinya, untuk itu dia memilih mendua. Ya, dia merasa bahwa sosok dan perannya tak cukup sepadan untuk kamu yang tadinya dijadikan pasangan. Tapi bukan perihal kamu yang kurang baik, tidak pula karena kamu tak pantas.

Hanya saja, ia mungkin berpikir bahwa kamu terlalu baik untuk menjadi pasangannya, terlalu lembut dijadikan pacar, yang jelas bertolak belakang dengan sikapnya yang mungkin kasar. Ini hanyalah satu kemungkinan yang mungkin benar, bisa dipercaya atau tidak. Tinggal bagaimana kamu melihat sikapnya yang sesungguhnya.

Mulailah Bangkit dan Menata Hati Kembali, Sebab Kamu Masih Punya Keluarga dan Teman-teman yang Menyayangimu

Saat ini kamu memang tidak lagi punya kekasih, sebab ia lebih memilih orang lain yang kini baru dicintai. Tapi bukan berarti kamu akan sendiri, toh masih banyak orang yang akan selalu menemani.

Entah itu keluarga, sahabat, rekan kerja, hingga orang-orang lain yang bisa dijadikan kawan untuk berbahagia. Mulailah memperbaiki situasi hatimu, rangkai kembali hati yang kemarin dibuat terluka oleh mantan kekasihmu. Dan selalu ingat, bahwa kehilangan orang yang tak mencintai kita bukanlah sebuah kekalahan. Sebab sebaliknya, kamu sedang menang dan berhasil lepas dari orang yang tak pernah menyayangimu.

Dan Selalulah Percaya Bahwa Akan Ada Orang yang Tulus dan Mencintaimu

Perjalanan cerita cinta memang tak selalu berujung bahagia. Satu kali kamu harus terluka berkali-kali, hingga nanti akan bertemu dia yang kan jadi pujaan hati. Tak apa, sakit hari ini namun esok akan diganti dengan yang lebih baik lagi.

Kamu hanya butuh percaya, dan tetap berpegang teguh pada semua keyakinan baik yang bisa kamu ambil hikmahnya. Diselingkuhi memang membuat goresan luka, namun bukan jadi akhir dari segalanya.

Disakiti tak membuatmu berubah jadi seorang pembenci, justru merubahmu jadi pribadi yang lebih kuat dan kian baik lagi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Jangan Cepat Menghakimi, Perempuan yang Terlihat Nakal Belum Tentu Seperti yang Kita Pikirkan

“Jangan menilai seseorang hanya dari tampilan luarnya saja”

Peribahasa itu memang sudah tidak asing di telinga kita, namun tetap saja masyarakat sangat sulit untuk menerapkannya dalam kehidupan nyata. Karena faktanya, apa yang kita lihat dari luar itulah yang akan kita simpulkan. Seperti halnya tentang perempuan nakal, hanya karena penampilan atau sifatnya yang sedikit berani dari perempuan lainnya maka di cap nakal sudah biasa baginya. Padahal, hati seseorang siapa yang tahu kan? Bagaimana jika hatinya memang baik, melebihi kita yang menghakiminya seenaknya.

Perempuan yang kelihatan nakal memang rentan mendapat pandangan negatif dari laki-laki, yah namanya juga laki-laki, jangankan perempuan yang kelihatan nakal yang tertutup saja masih ada saja yang menggoda. Padahal tidak semua perempuan yang kelihatannya nakal itu bisa diajak seenaknya. Sebenarnya bagaimana sih perempuan yang kelihatan nakal itu? Inilah beberapa uraian nya.

1. Perempuan Perokok Sudah Pasti Di Cap Nakal

Mungkin hal ini masih menimbulkan pro dan kontra, terutama di Indonesia. Tetapi kita tidak bisa menilai secara langsung perilaku perempuan merokok yang selalu disamakan dengan perempuan nakal kan? Memang sih kebanyakan perempuan yang ‘nakal’ itu merokok, tapi tidak semua perempuan yang merokok itu nakal.

Siapa tahu perempuan yang merokok itu memang sudah kecanduan seperti kalian laki-laki, jangan dulu menghakimi dia dengan menyebutnya nakal. Kepribadian seseorang tidak hanya dilihat dari sikap dan perilakunya, hati manusia cukup luas dan tidak bisa di simpulkan begitu saja. Stop nething ya!

2. Perempuan Dengan Rambut Di Cat Seringkali Dianggap Nakal


Gaya dandanan seseorang lebih banyak berhubungan dengan bagaimana seleranya merias diri. Tapi perempuan yang rambutnya dicat warna terang atau bahkan dicat blonde seringkali dicap sebagai perempuan yang ‘nakal’. Hal ini karena kita orang Indonesia umumnya punya rambut dengan warna hitam, sehingga dengan mengecat rambut maka penampilan perempuan jadi terlihat mencolok dan memancing perhatian banyak orang, terutama kaum laki-laki. Padahal tidak semuanya begitu, penampilan itu hak semua orang bukan?

Sekali lagi saya tekankan, menilai kepribadian itu tidak cukup dari penampilannya saja. Gaya seseorang itu berbeda-beda, cobalah untuk tetap menghargai tanpa menghakimi.

3. Perempuan Bertato Identik Dengan Kekerasan dan Kenakalan


Fenomena perempuan bertato memang seringkali mendapat pandangan negatif dari masyarakat, mereka menganggap dia sebagai perempuan yang bisa diajak seenaknya dan identik dengan kekerasan, padahal semua itu kembali pada cara pandang kita. Prinsip seseorang itu berbeda-beda.

Siapa tahu, perempuan yang kamu lihat punya tato di tangannya kemarin adalah seorang aktivis sosial yang menolong banyak orang. Siapa tahu juga, dia memang dulunya nakal tapi sekarang sudah nggak mau melakukan hal fana lagi. Mungkin juga seorang perempuan yang tatoan memang berperilaku hidup bebas, tapi dia memiliki prinsip dan komitmen yang ia pegang kuat, cobalah untuk memikirkan hal-hal baik tersebut sebelum menghakiminya.

4. Berpakaian Ketat dan Terbuka Seringkali Mendapat Cap Murahan


Cara berpakaian di negara kita memang sering menuai pro kontra, yang tertutup belum tentu baik dan yang terbuka juga belum tentu buruk. Mungkin saja dia berpenampilan terbuka karena tinggal di daerah yang bersuhu tinggi, atau mungkin juga dia menyukai kebebasan, selama masih batas wajar dan tidak mengganggu hidup kita kenapa kita harus menghakimi mereka?

Memang banyak perempuan yang mendapat pelecehan karena caranya berpakaian, bahkan laki-laki pun sering menyalahkan perempuan karena hal itu. Padahal saya yakin tidak ada perempuan yang ingin dilecehkan hanya karena caranya berpakaian. Cobalah untuk tetap berpikir positif jangan selalu memberikan komentar negatif pada sesuatu yang belum kita ketahui kebenarannya.

5. Pulang Malam Bukan Berarti Perempuan Malam Juga


Jangan dulu berpikiran negatif saat melihat perempuan pulang malam, mungkin saja dia baru pulang dari pekerjaan atau kuliahnya, zaman sekarang memang sudah banyak kegiatan yang menuntut untuk di selesaikan sampai malam. Tidak semua perempuan yang pulang malam itu kupu-kupu malam, tolong buang jauh-jauh pemikiran tersebut.

Bisa jadi mereka adalah perempuan-perempuan tangguh yang baru pulang bekerja keras. Bayangkan mereka sudah cape dengan kegiatannya lalu kamu memberikan cap negatif terhadapnya, semua itu hanya akan memberi rasa sakit dan sama sekali tidak ada untungnya untukmu sebenarnya.

Sekarang tahu kan, kenapa bahaya banget buat memberikan cap buruk kepada seseorang. Kalau kamu langsung ngecap perempuan nakal hanya berdasarkan apa yang kamu lihat, mendingan sih introspeksi lagi deh. Mulai sekarang belajarlah untuk tidak menilai seseorang hanya karena penampilan dan sikapnya saja, jangan mudah tertipu ya, kurangi dosa dengan berhenti menghakimi orang lain.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Bukan Untuk Membuatmu Lemah, Inilah Alasan Tuhan Memberikanmu Masalah

Hidup tanpa masalah bagaikan laut tanpa ombak, hambar. Setiap manusia pasti mempunyai masalahnya masing-masing. Setiap hari, setiap waktu, kapanpun dan dimanapun itu. Namun janganlah kamu merasa bahwa masalahmu lah yang paling berat, apalagi sampai membenci tuhan karena masalah yang dia berikan. Mungkin inilah beberapa alasan mengapa masalah selalu menghampiri kehidupan.

1. Allah Tahu, Kamu Kuat dan Mampu


Dalam setiap masalah yang Dia berikan, kamu akan menjadi sosok yang lebih kuat saat berhasil melewatinya. Kamu mungkin tidak pernah tahu apa alasan tuhan memberikanmu masalah, tapi yang harus kamu tahu selalu ada hikmah dari setiap masalah yang kamu alami. Masalah juga akan melatih mental dan cara berpikirmu. Allah tahu, kamu mampu.

2. Menyadarkanmu dari Kesalahan Di Masa Lalu


Terkadang manusia memang egois, mereka selalu merasa benar sendiri. Setiap dirinya terluka mereka langsung menyalahkan orang lain, padahal mungkin saja itu semua balasan dari perbuatannya di masa lalu. Begitupun dengan masalah yang kamu hadapi, jangan dulu mengutuk keadaan, siapa tahu Allah berniat menyadarkan.

Coba ingat-ingat lagi apakah kamu pernah menyakiti seseorang atau berbuat kesalahan di masa lalu? Mungkin dengan memberimu masalah Allah berharap kamu akan memperbaiki segalanya. Memohon ampunlah pada-Nya dan meminta maaf pada orang yang telah kamu sakiti.

3. Allah Rindu dan Ingin Kamu Kembali Mendekat Pada-Nya


Allah selalu mempunyai banyak cara agar hamba-Nya selalu ingat kepadanya. Mungkin salah satunya adalah dengan memberikanmu masalah. Ibadahmu mungkin kurang, juga kamu masih berharap kepada manusia yang jelas-jelas tidak pasti, maka dari itu Allah ingin membuatmu kembali pada-Nya. Saat sedang dilanda masalah, saat tidak ada seorangpun yang mengerti, maka kamu tidak mempunyai pilihan lain selain mengadu pada-Nya.

4. Allah Begitu Menyayangimu


Pernahkah kamu berpikir kalau bentuk kasih sayang itu tidak berupa kebahagiaan saja? Iya, saat kamu sedang dilanda masalahpun itu pertanda jika Allah sangat menyayangimu. Ada banyak tujuan baik dari masalah yang kamu hadapi, cobalah untuk belajar ikhlas dan menerimanya. Karena hidup bukan hanya tentang manisnya gula juga pahitnya kopi, Allah tahu mana yang lebih kamu butuhkan untuk kebaikanmu.

5. Akan Ada Sesuatu yang Indah Di Balik Setiap Masalah


Terkadang, saking beratnya masalah yang kamu hadapi menyerah adalah pilihan terbaik yang ada di pikiranmu. Namun perlu kamu ketahui bahwa lari dari masalah tidak akan menyelesaikan semuanya. Masalah akan terus menumpuk jika kamu lari begitu saja. Jangan karena satu masalah maka kamu kehilangan arah untuk meraih mimpi yang lainnya.

Mimpi yang telah kamu susun dan perjuangkan sedari dulu, cobalah buka mata hatimu dan mulai berdamai dengan keadaan. Satu hal yang perlu kamu yakini, akan ada sesuatu yang indah dibalik setiap masalah. Kamu hanya perlu sabar dan ikhlas dalam melewatinya.

Memang tidak ada yang ingin gagal dalam hidupnya, namun kita harus sadar bahwa manusia hanya bisa berencana. Ada takdir yang lebih berkuasa dari mimpi, ketika masalah datang cobalah untuk hadapi, jangan lari apalagi sampai mengutuk diri. Yakinkah bahwa kamu bisa melewatinya, Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya berjuang sendirian. Bangkit dan berjuang lagi untuk meraih mimpi!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Agar Tak Membahayakan Diri, Kita Perlu Bijak Mengelola Emosi

Kenyataan yang tak sesuai keinginan, teman yang menyebalkan, jalanan macet tak karuan, atau apa saja yang bisa memancing amarah untuk diluapkan. Serungkali jadi alasan, kita untuk emosi dan marah. Tapi tak semua bisa mengeluarkan uneg-unegnya. Beberapa orang justru diam, meski emosinya sudah ada diambang batas kemarahan.

Sialnya selepas emosi dan marah-marah, ada hal buruk yang bisa saja terjadi atas kita. Membuat lingkungan merasa risih atau tak suka. Namun, seolah tak ada habisnya. Memendam amarah justru bisa berbahaya pada diri kita. Lantas harus bagaimana?

Kenali Dulu Jenis-jenis Emosimu

Setiap emosi dalam hidup kita memiliki peran penting dalam segala hal yang kita lakukan. Berpikir, berperilaku, mengambil tindakan, berbicara, dan bisa terlihat pula pada raut wajah. Sayangnya, masih banyak kita yang belum paham. Bagaimana bisa mengenali emosi dan cara mengelolanya serta membeda-bedakannya. Agar tak lagi terjebak dalam pemahaman yang salah, ini 7 jenis emosi dasar manusia dengan fungsi yang berbeda yang perlu kamu kenali.

Bahkan Sering Merasa Sendiri, Adalah Bentuk Lain dari Emosi

Ya, meski sedang berada di tengah keramaian. Jiwa dan hatimu tetap saja merasa sendiri, manusia dan hal-hal lain yang ada seolah tak berarti. Tak pernah diminta, perasaan selalu merasa sendiri bisa datang kapan saja, yang belakangan diketahui. Ternyata perasaan ini adalah bentuk lain dari emosi.  

Sebab, Meskin Jarang Disadari Memendam Emosi Bisa Berbahaya Pada Diri

Menurut psychmechanics, memendam emosi adalah cara seseorang untuk tidak mengakui emosinya atau tidak mengekpresikan emosi dengan cara yang sehat. Padahal pada dasarnya, emosi tidak bisa ditekan dan tetap harus dikeluarkan dengan cara apapun, salah satunya adalah meditasi. Sebab, emosi yang dipendam justru akan menimbulkan banyak masalah. Bagaimana saja dampaknya bisa kamu baca disini.

Untuk Itu Kita Harus Lebih peka, Cari Tahu Apa yang Membuatmu Marah-marah

Karena suka marah-marah nggak jelas, hasilnya bisa merusak mood diri dan orang-orang di sekitar. Untuk itu kita perlu lebih peka, sebab yang namanya asap tentu pastilah ada sumber api. Untuk itu, cobalah kenali berbagai hal yang mungkin jadi penyebab, kenapa belakangan ini kamu mudah tersulut amarah untuk berbagai hal yang sebenarnya bukanlah masalah.

Dan Jika Sedang Emosi, Cobalah Lakukan Hal Ini

Ada hal-hal buruk yang bisa saja terjadi setelah emosi, mulai dari membuat orang lain terluka atau justru melukai diri kita. Bertumbuh jadi manusia dewasa memang banyak tantangannya, dan mengelola emosi jadi salah satunya. Maka untuk tak buru-buru marah, coba lakoni hal-hal ini saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top