Feature

Untuk Mempertahankan Hubungan, Cinta Saja Tak Cukup Sayang

Tak berniat menuntut apa-apa, aku hanya ingin kamu tahu bahwa kita berdua perlu realistis dalam menyikapinya. Ya, menyikapi hubungan kita sekarang, terlalu banyak disuntik oleh bualan mereka yang sering memberi saran. Sudah saatnya kita berdua tahu, bahwa cinta tak selalu jadi yang nomor satu.

Sebab faktanya kita butuh lebih dari sekedar rasa sayang dan cinta. Tak percaya? Cobalah dengarkan aku sebentar saja. Karena berdasarkan hasil sebuah penelitian yang dimuat di Journal of Marriage and Family, Tracey Cox, seorang pakar percintaan dan seks, mengatakan bahwa komitmenlah yang akan menjadi kunci sukses kebahagiaan setiap pasangan.

Lupakan dulu cerita romantis akan kisah di film-film Hollywood, karena biar bagaimana pun tak bisa dijadikan patokan. Untuk itu mari mulai berpikir realistis Sayang, karena cinta saja tak cukup untuk mempertahankan hubungan.

Pokok Utamanya Tentu Ada Pada Komitmen yang Sekaligus Menjadi Kunci Utama

Tapi nyatanya menjaga sebuah janji dan perasaan memang tak semudah saat kita bilang sayang. Meski sudah disumpah agar selalu bersama, beberapa pasangan yang telah menikah, kadang malah memilih berpisah. Dan perbedaan selalu menjadi alasannya.

Kita berdua mungkin mulai merasa bahwa cinta yang selama ini kita beri tak lagi cukup untuk menutupi semuanya. Merasa sedang dipecundangi perasaan sendiri, tanpa sadar kita sering pergi untuk menghindar. Ya, menghindar dari tanggung jawab menjaga komitmen untuk pasangan.

Cobalah pahami dan ingat kembali komitmen yang sudah kita ucapkan sebagai janji, niscaya setiap kali ada salah paham, bisa dengan cepat teratasi.

Tanpa Perlu Kujelaskan, Kita Berdua Harusnya Paham Apa yang Menjadi Tanggung Jawab Masing-masing

Kamu sebagai kepala keluarga, sedang aku akan jadi ibu yang mengurusi rumah. Tanpa merasa harus dibebani, sebagai pasangan kita berdua harusnya saling menguatkan. Menopang titik kelemahan masing-masing, sehingga tak perlu berkutat pada tanggung jawab yang barangkali terasa berat.

Keberhasilan menjalankan tanggung jawab ini, jadi salah satu bukti yang akan membantu kita untuk saling membuktikan rasa sayang. Tak hanya jadi bukti dari kata cinta, hal ini sekaligus akan jadi penentu kesejahteraan bahtera rumah tangga yang akan kita jalani.

Berhenti Menuntutku Menjaga Penampilan, Cobalah Mengerti Akan Situasi yang Kadang Tak Memungkinkan

Belajar dari mereka yang sudah mengarungi rumah tangga lebih dulu, dimana kaummu kerap menuntut kaumku agar terus tampil cantik dan menarik. Barangkali nanti jika kita sudah punya anak, ada waktu dimana diriku tak lagi secantik dulu. Lupa memoles bedak dan lipstik setiap waktu, dan saat itu pula kuharap kamu tak akan ragu.

Sebab inisiatifmu untuk membantuku, jauh lebih baik daripada terus mengkritisi penampilanku. Tak hanya meminta, aku pun juga akan selalu memahamimu. 

Memakai Bahasa yang Baik Dalam Segala Situasi Jadi Kebutuhan Lain yang Harus Kita Penuhi

Sehebat apa pun pertengkaran, tak boleh ada kata kasar yang terdengar. Kita berdua perlu tahu, bahwa kemampuan berbahasa yang baik adalah bentuk lain dari cinta. Tak hanya ketika awal memulai cerita saja, tapi juga setiap waktu.

Hari ini aku mungkin akan tetap bilang cinta. Tapi jika kamu malah selalu berbicara dengan nada yang tak enak didengar, jangan tanya mengapa, jika esok diriku tak lagi cinta.

Ketika Ada yang Salah, Kita Akan Saling Menegur dengan Cara yang Semestinya

Karena kalimat, “Ya sudah nggak apa-apa, nanti kita cari solusinya,” jauh lebih terdengar baik di telinga daripada harus saling menyudutkan dengan kalimat, “Kamu ini gimana sih!”.

Seperti kamu yang juga bisa salah, diriku juga punya kelemahan sama. Ya, tanpa bisa kupastikan, kita berdua memang akan kerap salah. Sebab cerita ini tak melulu tentang bagaimana bahagianya hidup berdua, tapi bagaimana kita akan terus belajar bersama. Memberi kritik pada tempatnya, hingga menopang ke ranah yang lebih terang.

Dan Tak Ada Sesuatu yang Mesti Ditutup-tutupi

Kita berdua bisa saja bilang saling cinta, tapi itu semua tidak akan berarti apa-apa jika tak saling terbuka. Karena ketidakjujuran bak penyakit bagi setiap hubungan. Merasukimu pelan-pelan, hingga membuat ketagihan. Merangkai satu kebohongan untuk menutupi kebohongan lain dan begitu seterusnya.

Jika memang tak paham akan bahayanya, kebohongan bisa saja merenggut kebahagiaan. Maka, cobalah untuk terbuka dengan pasangan. Entah itu masalah keuangan, perasaan, pekerjaan, bahkan aktivitas seks. Dan dengan senang hati aku akan mendengarkan keinginanmu.

Jangan Pula Terus Berusaha Untuk Merubahku Meski dengan Alasan Cinta

Hidup bersama, akan membuka mata kita berdua. Melihat aku duduk serampangan di sofa ruang tengah, atau aku akan mendengarmu tidur mendengkur dengan bunyi yang tak biasa. Hingga pada kebiasaan-kebiasaan lain yang kadang tak terduga.

Hingga suatu waktu kadang ada beberapa hal yang memang akan mengganggu, entah itu berasal dariku atau kamu. Lalu, pertanyaan lain yang mungkin akan memenuhi isi kepala. Mengapa aku bisa menikah dengan manusia seperti dia?

Berpikir jika memintaku berubah akan membuat situasinya jadi lebih baik, kamu dan aku mungkin akan berusaha untuk saling merubah. Tak perlu Sayang, ini hanya akan jadi sebuah penyesalan. Daripada terus menerus terfokus pada kekurangan, cobalah alihkan mata pada kelebihan yang bisa jauh lebih menenangkan.

Dan dari banyaknya hal tadi yang sudah kusebutkan, berkomitmen untuk melakukan hal-hal tersebut jadi sesuatu yang kita butuh. Sebab cinta saja tak akan terasa cukup untuk tetap hidup bersama.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Taylor Swift Kembali Berkarya dengan Merilis Single Baru “ME”

Penyanyi pop Taylor Swift baru saja merilis single baru bertajuk “ME” dibarengi dengan sebuah video musik pada Jumat (26/4) waktu AS. Saat menjadi bintang tamu acara NFL Draft di Nashvile, Kamis (25/4/2019) malam, Swift mengungkap bahwa single itu juga menampilkan Brendon Urie dari Panic! at the Disco.

“‘ME’ adalah lagu tentang menerima individualitas kita dan benar-benar merayakannya. Dengan lagu pop, kita bisa membuat sebuah melodi terekam di benak pendengar dan saya ingin menjadi orang yang membuat mereka merasa lebih baik tentang diri sendiri,” kata Swift.

Swift sendiri memuji penggemarnya karena telah membuatnya jauh lebih baik. Perhatian dan dukungan penggemar menginsipirasinya untuk bersenang-senang dengan musik. Pelantun “Blank Space” itu mengaku tidak menyangka bahwa penggemarnya sangat setia dan memberinya perhatian yang luar biasa.

“Rasanya sangat menyenangkan bisa berkarya untuk orang-orang yang memberi perhatian,” lanjut Swift.

Sebelumnya, Kamis pagi Swift datang ke kawasan Gulch di Nashville untuk berfoto di sebuah mural karya seniman Kelsey Montague berupa sayap kupu-kupu yang besar. Di antara kepak sayap itu tertulis kata “ME” dan Swift berfoto di bawahnya. Sejak awal para fans menduga mural itu ada hubungannya dengan Taylor Swift dan karya musik terbarunya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pasca Rutin Ikuti Kajian, Dinda Hauw Mantap Berhijrah

Pemain film Dinda Hauw kini mantap berhijrah. Dia sudah mengoleksi dari awal baju muslimahnya dan menyumbangkan setengah baju lamanya kepada orang lain. Meski belum mengenakan hijab syar’i, Dinda mengatakan dirinya masih dalam proses memakai baju muslim yang baik dan benar.

“Baju sendiri aku belum pakai kaus kaki ya, kalau orang-orang kan ‘tutup juga kakinya karena aurat,’ ya semua proses, aku pun pakai hijab enggak langsung syar’I. Aku pakai hijab pelan-pelan tadinya enggak pakai ciput sekarang pakai ciput, terus bajunya yang penting enggak ketat karena aku enggak suka kan, akhirnya ya sudah aku pakai baju longgar atau kemana-mana pakai outer,” lanjutnya saat berada di kawasan Kuningan, Kamis, 25 April 2019.

Dinda memberi tips bagi mereka yang ingin berhijrah. Dia mengatakan harus banyak mendatangi kajian-kajian keagamaan dan mendengarkan ceramah agar hati semakin kuat untuk berhijrah. Bukan hanya itu, Dinda juga menyemangati orang-orang yang ingin berhijrah agar terus maju menjalankan apa yang sudah diperintahkan Tuhan.

“Buat teman-teman yang baru hijrah sama kayak saya banyaklah kita kajian atau dengerin orang-orang ceramah atau berteman sama orang-orang yang bawa pengaruh positif untuk kalian, karena itu ngaruh banget terus semoga kita istiqomah selalu, pokoknya jangan nyerah, jangan balik lagi, enggak apa-apa sedikit demi sedikit yang penting tetap maju jangan mundur atau setop di situ,” ungkap Dinda.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Campur Tangan Orang Indonesia Dibalik Produksi Film Avengers: Endgame

Marvel Studios sangat menutup rapat urusan cerita terutama dalam dua film Avengers terakhir, Infinity War dan Endgame. Bukan hanya para pemain, banyak kru di balik layar juga tidak tahu apa-apa soal jalan cerita film ini. Menariknya, ternyata ada pemuda asal Indonesia yang terlibat dalam dapur tim efek visual Avengers: Endgame, yakni Denny Ertanto. Ini adalah kali kedua dia terlibat dalam proyek Marvel.

Sebelumnya, Denny juga ikut mengerjakan efek visual Infinity War, tepatnya di beberapa adegan Iron Man dan Doctor Strange di Planet Titan. Namun kali ini lebih spesial, karena Denny ternyata kebagian mengerjakan efek untuk adegan yang sangat krusial dalam film, yaitu bagian akhir pada pertarungan tim Avengers.

“Saya membantu bekerja di beberapa bagian awal dan akhir saat di final battle-nya,” kata Denny seperti dikutip dari Viva, Jumat (26/4). Lelaki ini mengaku beruntung bisa mendapat kesempatan terlibat di film Avengers, apalagi mengedit salah satu bagian paling penting dalam ceritanya.

Mengerjakan bagian yang disebutnya sebagai ‘super major spoiler,’ ternyata tak membuat Denny tahu jalan cerita film ini sebelum dirilis.

“Aku penasaran perjalanannya dari awal ke bagian aku,” katanya mengaku tak tahu apa-apa soal plot keseluruhan.

Butuh waktu setidaknya 1-2 minggu sampai empat bulan guna mengerjakan setiap adegan yang jadi bagiannya. Kendati ada kesulitan-kesulitan tertentu, Denny tetap senang dan menikmati proyek ini, sebab baginya, selalu ada hal baru yang bisa dipelajarinya. Sebagai seorang vfx artist yang sudah ikut terlibat di Hollywood sejak 2011, Denny mengatakan sangat antusias dengan reaksi penonton. Dia mengaku ingin tahu reaksi mereka saat melihat hasil kerja dirinya dan tim.

“Di bagian mana pun, seneng yah bisa dapet kerja di film Avengers. Tapi kali ini memang kebetulan dapet bagian di mana salah satu bagian paling penting dari film ini, khususnya di bagian terakhir saat final battle. Di luar senang dan bangga, saya sih juga penasaran aja apa reaksi penonton nantinya ke adegan-adegan yang saya tahu,” ujar Denny.

Sebelumnya, Denny pernah terlibat dalam tim efek film War of the Planet of the Apes, Fantastic Beasts and Where to Find Them, A Monster Call, The Martian, Into the Woods, Pan, Cinderella, Hugo, Maze Runner: The Death Cure, dan lain sebagainya. Terbaru, ia kini sedang membantu film Gemini Man yang disutradarai Ang Lee. Denny tak satu-satunya orang Indonesia yang masuk dalam tim di balik layar Avengers sebab ada dua orang Indonesia lain yang ikut terlibat di proyek ini yaitu Jefri Haryono sebagai Creature Technical Director dan Muhammad Ghifary dari departemen Research and Development.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top