Feature

Untuk Kamu yang Selalu Sibuk dan Tak Punya Waktu Luang, Cobalah Baca Ini Saat Kamu Sedang Senggang

Ditengah kesibukan dan pekerjaan segudang, waktu 24 jam akan selalu terasa kurang. Dan jika memang ini yang sedang dirasakan, berarti kamu tak cukup pintar untuk mengatur waktu luang. Tapi tak ada sibuk yang terlalu, selama kita bisa mengelola semua kegiatan yang ada. Hanya saja, kita kerap terlelap dalam kegiatan yang tak terstruktur dengan baik.

Sebenarnya kamu mungkin sudah sadar, jika banyak waktu yang hilang begitu saja. Namun karena tak punya cukup kemampuan untuk mengaturnya, kita terus-menerus lelap pada kebiasaan yang sama. Untuk itu cobalah contek 7 cara ini agar waktu 24 jam tak lagi terasa kurang.

Mulailah dengan Menentukan Kegiatan Mana yang Akan Menjadi Prioritasmu

Dari sekian banyak jenis kegiatan yang harus diselesaikan, tentulah ada satu hal yang menjadi fokus utama. Ini akan jadi titik awal yang akan membawa kita pada perubahan dalam hal mengelola waktu. Mulai tentukan, apa saja kegiatan yang akan dijadikan fokus utama. Mana hal yang penting dan tidak penting.

Walau terkesan ribet, karena harus memilah-milah kegiatan mana yang boleh dan tidak. Percayalah ini akan jadi sesuatu yang cukup membantu. Sehingga kita tahu, mana kegiatan yang harus dilakukan, dan yang bisa dilakukan nanti. Dengan begitu, kita bisa memiliki waktu utnuk melakukan hal-hal lain yang mungkin juga perlu.

Selalu Ingat Bahwa, Satu Kata “Jika” Akan Selalu Melahirkan Kata Lain yang Berarti “Maka”

Contoh kecilnya begini, setiap perbuatan pasti memiliki sebab akibat sebagai konsekuensinya. Jadi jika satu pekerjaan saja tertunda, maka akan ada akibat yang harus diterima. Semua ini jadi satu rangkaian yang saling berhubungan, jika diawal hari saja sudah gagal. Pasti akan serba salah pula pada kegiatan lain pada hari itu.

Bukannya tak yakin jika kamu bisa memperbaiki kesalahan ditengah jalan, namun biasanya sesuatu yang sudah dimulai dari kesalahan, juga akan berujung pada kekecewaan. Maka jika memang tak ingin kecewa, pastikan semua hal berjalan pada alurnya.

Tak Perlu Ditunda-tunda, Belajarlah Makan dan Istirahat di Waktu yang Tepat

Iya, aku paham jika kamu punya segudang kesibukan. Tapi kamu juga perlu sadar bahwa dirimu adalah manusia biasanya yang juga bisa lelah, bukan robot yang tak ada letihnya. Untuk itu walau sesibuk apa pun kamu, berhenti dan tinggalkan semua itu. Nikmati waktu istirahatmu.

Menunda jam makan dan istirahat hanya karena kamu terlelap dalam pekerjaan hanya akan membuat jiwamu terasa lebih lelah. Hal lain yang juga bisa jadi akibatnya, kamu bisa jatuh sakit hanya karena terlalu lelah. Dan selanjutnya, akan ada lebih banyak lagi pekerjaan yang tak bisa diselesaikan.

Jangan Pula Lupa Untuk Membuat List Kegiatan Harian yang Akan Dilakukan

Untuk hal yang satu ini, mungkin sudah banyak dilupakan atau bahkan kamu juga tak pernah melakukannya? Kalau begitu, mulai dari sekarang berjanjilah untuk mulai belajar melakoninya. Walau terkesan sebagai kebiasaan yang cukup jadul, membuat list pekerjaan jadi sesuatu yang membantu.

Dengan begitu, kamu akan punya pegangan untuk terus melaju memenuhi berbagai macam kegiatan yang harus diselesaikan dalam hari itu. Mulai dari daftar tugas, dimana rapat akan dilakukan, hingga berapa durasi waktu untuk setiap kegiatan.

Setidaknya ini akan jadi tolak ukur dan gambaran, berapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk melakukan semua kegiatan. Sebelum nanti pulang dan bertemu dengan orang-orang tersayang.

Untuk Kesan Waktu yang Lebih Panjang, Belajarlah Untuk Selalu Fokus Pada Produktifitas

Cobalah sebutkan, apa kira-kira yang kerap menganggumu ketika ingin memfokuskan diri untuk bekerja. Pemberitahuan di handphone? Teman kerja yang terlalu sibuk berbicara? Atau hal lain yang mungkin memang menganggu konsentrasi dalam bekerja. Jika memang iya, jauhkan dirimu untuk sementara. Sebab ini akan lebih membantumu untuk menyelesaikan pekerjaan lebih cepat.

Sisihkan hal-hal lain yang bukan bagian dari kerja, ketika jam kerja harusnya kamu bekerja. Karena memasukkan kegiatan lain pada jam kerja hanya akan membuat waktumu melebar dengan percuma. Sisa waktu yang seharusnya bisa dipakai untuk pulang lebih awal, lagi-lagi akan terpakai untuk menyelesaikan pekerjaan.

Tempatkan Waktu Untuk Bersosialisasi Sesuai dengan Porsi

Kita tak bisa hidup seorang diri, kita butuh keluarga untuk berbagi, sahabat buat bercerita hingga orang-orang lain diluar pekerjaan kita. Untuk itu mulailah tentukan waktu untuk pergi bersama dengan keluarga atau teman di luar jam kerja.

Buatlah jadwal waktu yang jelas, mulai dari tanggal, waktu, dan pastikan pula jika kamu harus memenuhinya. Jalani hidup sesuai takarannya, karena hidup tak melulu tentang materi dan kesibukan saja. Dengan tetap menempatkan semuanya sesuai porsinya. Tak berlebihan tak juga kurang.

Dan yang Terakhir Lakukan Hal-hal Diatas Setiap Hari, Tanpa ada Satu pun yang Ketinggalan

Skill bisa diasah, ketidakmampuan bisa dipelajari, dan uang bisa dicari. Namun untuk kebiasaan dan budaya disiplin, hanya akan datang dari dalam hati. Dengan kata lain, segala perilaku baik yang tadi sudah dijelaskan, perlu dijadikan kebiasaan.

Jangan sampai ada satu hal yang bolong dan terlewat, sebab ini akan mempengaruhi hasilnya. Karena kalau begitu, jangan heran jika sibukmu masih akan tampak seperti dulu. Belajarlah jadi pribadi yang baru, dengan menyeimbangkan kehidupan pribadi dan pekerjaan.

Hindari untuk menganggap enteng waktu dan selalu menunda pekerjan dengan berkata “Nanti dulu” sebab ini akan jadi sesuatu yang berpengaruh. Bagi hidupmu, juga bagi karirmu!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Cintamu Harus Lebih Besar dari Egomu, Tapi Tak Boleh Lebih Besar dari Harga Dirimu

Perjalan kisah antara dua orang insan, jadi cerita yang tak akan ada habisnya. Benar memang, ini adalah bagian yang tak bisa dipisahkan dari hidup manusia, sebab asmara juga turut membantu kita dalam berbagai macam perubah. Ya, setelah rentetan fase yang kadang membolak-balikkan hati. Kita akan sampai pada titik yang mungkin sulit untuk dimengerti. Bertahan atau memilih pergi?

Perkara cinta memang tak akan ada habisnya, namun untuk memelihara cinta dengan benar. Kamu perlu tahu, sejauh mana hak dan kewajiban yang kita punya dalam hubungan. Semua rasa, baiknya ditunjukkan dengan porsi yang secukupnya saja. Tak berlebihan tapi juga tak kurang.

Untuk Segala Perkara, Kamu Harus Bedakan Apa yang Menjadi Hak dan Kewajiban dalam Hubungan

Coba ingat berapa kali kamu dituntut atau menuntut pasangan dengan cara yang berlebihan? Memaksanya untuk menjemput selepas kerja, padahal ia sedang sibuk-sibuknya, atau tak saling terbuka untuk perkara-perkara yang menyangkut hubungan berdua.

Beberapa hal boleh menjadi hak seorang perempuan, tapi kamu juga perlu paham situasi dan keadaan. Mencinta tak melulu harus menuruti semua maumu, sebab biar bagaimanapun ia juga punya sisi lain dari kehidupan yang harus ia jalani.

Sejalan dengan itu, kamu pasti paham bahwa kepercayaan dan keterbukaan adalah kunci dari sebuah hubungan. Tapi jika hal ini saja belum bisa kamu jalankan, itu artinya masih ada ego yang berakar.

Redam semua hal-hal yang berpotensi merusak hubungan, dengan mempertimbangkan apa yang akan menjadi resiko pada masa yang akan datang.

Kamu Mungkin Salah, Tapi Berdiam Diri Saat Diperlakukan Kasar, Bukanlah Pilihan yang Benar

Tak hanya dalam biduk rumah tangga saja, kekerasan dalam hubungan sering terdengar dari mereka yang masih berpacaran. Benar memang, tak ada manusia yang sempurna. Setiap kita bisa saja khilaf dan terbawa emosi atas situasi yang ada di depan mata. Tapi untuk kesekian kalinya, kamu harus paham. Diperlakukan dengan kasar oleh pasangan dengan alasan kesalahan sendiri, bukanlah sesuatu yang layak kamu terima dengan berdiam diri.

Sebagaimana ia yang katanya emosi dan tak sadar sudah melayangkan tinju padamu, harusnya juga bisa tahu jika kesalahan yang kamu lakukan bukanlah sesuatu yang disengaja. Jangan biarkan cinta membuatmu bodoh, dengan tak berbuat apa-apa ketika harga dirimu sudah diinjak oleh dia yang mengaku cinta.

Lagi-lagi Untuk Alasan Cinta, Kamu Tetap Memilih Diam Meski Dia Sudah Mendua

Coba pikirkan kembali, hakikat dari jalinan cinta yang disepakati berdua pastilah tentang kamu dan si dia. Lalu jika ternyata ada orang lain yang tiba-tiba masuk dalam hubungan, itu artinya ada sesuatu yang sudah dilanggar. Tak perduli itu dilakukan laki-laki atau perempuan, mendua dari pasangan bukanlah sesuatu yang patut dibenarkan.

Sampaikan cintamu dengan rasa yang benar, bukan diam meski sudah diduakan. Katakan padanya, jika apa yang diperbuatnya adalah sesuatu yang salah dan tak boleh bisa diterima begitu saja. Beberapa kali kamu mungkin harus diam, untuk meredam pertengkaran. Tapi jika sudah diduakan, itu artinya kamu tak lagi berharga di matanya. Lalu masihkah kamu akan bertahan dengan alasan cinta?

Cinta Jelas Tak Salah, Tapi Cara Kita Memahaminya Sering Kali Tak Searah

Terlalu sering dihajar oleh pertengkaran yang hebat, bahkan kerap sulit untuk menemukan jalan keluar. Dengan embel-embel rasa sayang yang konon jadi alasan bertahan, sakit hati dan luka kerap kita kesampingkan. Tak ada yang bilang, jika hubungan yang kita jalani akan berjalan tanpa hambatan. Tapi teruse menerus diterus bertengkar hanya karena perbedaan pandangan. Itu artinya ada hal yang perlu dibicarakan.

Mengalah untuk menyelamatkan hubungan memang baik untuk dilakukan, tapi itu hanya berlaku untuk beberapa hal. Jika dirimua justru selalu jadi pihak yang mengalah, coba pikirkan lagi. Apa iya semua pertengkaran jadi salahmu? Tidak juga kan!

Ini bukan tentang cinta yang salah atau bukan, hanya saja kadang kita gelap mata dan dibutakan keinginan. Berpikir bahwa dia adalah orang yang layak disayang, padahal kita hanya dijadikan pelarian.

Suarakan Apa yang Kamu Tak Suka, Jangan Diam Hanya Karena Tak Mau Terluka

“Sabar dulu aja, nanti juga dia berubah”, jadi jargon yang acap kali kita pakai untuk menghibur diri sendiri. Bukan karena tak bisa melawan, atau menyuarakan bentuk tidak suka pada dia yang menjadi pasangan. Namun ketakutan untuk kehilangan, terasa lebih besar dari hak yang harusnya kita dapatkan.

Masa krisis seperti ini, memang membuat kita sulit untuk berpikir jernih. Keputusan-keputusan yang sudah diyakini, bisa saja kita urungkan hanya karena tak mau sendiri, tak mau sakit hati jika nanti ia memilih pergi. Menunda untuk menyampaikan isi hatimu, mungkin akan meredam suasana sebentar. Tapi bukan tak mungkin pula akan lahir luka lain yang juga menyakiti. Percayalah, cinta yang baik tak akan membuatmu bersedih, apalagi melukai hatimu.

Selalu Ingat, Bahwa Kamu Punya Hak yang Serupa dengan si Dia

Kenyataan bahwa tak ada cinta yang tak akan menuai kecewa, jadi fakta yang memang pastilah akan kita rasa. Dan sebagai dua orang yang saling cinta, saling menghargai jadi pondasi utama yang harus kalian jadikan patokan utama. Berusaha mempertahankan hubungan, jika memang masih ada titik terang. Memang baik untuk dilakukan, tapi jika ternyata itu justru mengobarkan hak dan harga dirimu. Kamu perlu untuk mempertimbangkannya lagi.

Bukan tentang siapa yang menjadi perempuan dan siapa yang menjadi laki-laki. Hubungan yang baik akan menempatkan kamu dan dia pada posisi yang setara. Tak ada yang berhak untuk melarang, dan tak ada yang hanya boleh mengikuti aturan tanpa bisa bersuara atas ketidaksukaan. Kamu dan dia sama, sama-sama jadi pihak yang sedang mencoba untuk saling memahami.

Lalu, Haruskah Terus Bertahan dengan Hati yang Terluka atau Memilih Pergi Untuk Hidup yang Lebih Bahagia?

Untuk bisa mencinta dengan benar, kamu memang perlu menurut sertakan logika dan perasaan. Kamu harus paham, siapa dia yang akan kamu cintai untuk bisa lebih memahami dia dengan logikamu sendiri. Mencintai dia dengan benar, sebagaimana perasaan yang ia telah tunjukkan.

Tapi sejalan dengan itu semua, ada pula hal lain yang perlu dipertimbangkan untuk dilakukan. Bertahan dalam hubungan jadi mimpi semua orang, tapi kamu juga harus jeli melihat bagaimana kejelasan yang akan diperoleh dari ini semua.

Pelihara rasa cintamu dengan skala yang lebih besar dari rasa egomu, tapi jangan sampai melebihi harga dirimu. Sebab cinta bukanlah alasan, untuk orang lain bisa berbuat sesuka hati padamu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Sudah Bekerja Lama Namun Gaji Belum Seberapa, Ada Beberapa Hal yang Bisa Memacu Semangatmu Kembali

Mungkin kamu sempat merasa bahwa apa yang kamu alami saat ini tak sesuai ekspektasimu saat dulu masih muda. Kamu sudah bekerja lama, namun gajimu masih saja belum seberapa. Ingatlah bahwa semua butuh proses. Kamu tak akan bisa dengan mudah mendapatkan apa yang kamu inginkan. Kamu butuh berjuang untuk menggenggam semua yang kamu inginkan.

Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Saja Kamu Pun Harus Berjuang Mati-matian kan?

Apa yang sudah kamu alami di masa silam adalah sebuah pelajaran yang bisa membuatmu lebih dewasa dan lebih kuat di hari sekarang. Begitu pun dengan apa yang terjadi di hari ini, merupakan sebuah bentuk pembelajaran untuk membuatmu menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan.

Kamu Terus Menerus Hidup dengan Dikerjar Target Kerjaan

Di luar sana masih banyak orang yang bingung mencari pekerjaan. Sedangkan kamu sudah mendapatkannya meski gajinya mungkin belumlah seberapa. Syukuri saja apa yang kini sudah kamu miliki. Dengan hal ini kamu akan tahu, bagaimana susahnya dulu orangtuamu mencari nafkah untuk memenuhi segala kebutuhanmu.

Lembur Pun Menjadi Hal Biasa Demi Memenuhi Segala Kebutuhanmu

Kamu harus mengorbankan waktu istirahatmu demi memenuhi target pekerjaanmu. Karena itulah lembur sudah akrab kaitannya dengan rutinitas kehidupanmu. Mungkin memang berat. Namun ingatlah kembali bahwa kamu lebih beruntung dibanding banyaknya orang yang masih hidup kekurangan di luar sana.

Terkadang Kamu Sampai Lupa untuk Mengunjungi Keluarga

Karena kesibukanmu selama ini, kamu pun jarang memiliki waktu untuk dirimu sendiri. Terlebih untuk mengunjungi keluarga besarmu. Rasanya hal itu sudah menjadi momen langka. Namun hal ini akan mengajarkanmu bahwa waktu adalah hal yang sangat berharga.

Harus Lebih Selektif dalam Membelanjakan Uang Untuk Pengeluaran

Kamu tahu seberapa keras kamu harus berusaha demi mendapatkan uang. Karena itulah kamu terbentuk menjadi pribadi yang menghargai nilai uang itu sendiri. Kamu pun akhirnya menjadi seorang yang selektif dalam membeli sebuah barang, apakah itu memang kebutuhan atau hanya keinginan yang tak memiliki faedah apapun nantinya.

Sedih Memang Saat Kamu Belum Mampu Memberikan Suatu yang Berharga untuk Orangtua

Meski kedua orangtuamu tak pernah meminta apapun kepadamu. Namun sebagai seorang anak tentu ada kalanya kamu ingin memberikan sesuatu yang bisa membuat kedua orangtuamu bahagia di hari tuanya. Hal inilah yang akhirnya akan membuatmu terpacu untuk terus bekerja keras agar mampu membanggakan dan membahagiakan kedua orangtuamu.

Mengeluh Bukanlah Sebuah Solusi yang Tepat untuk Menuntaskan Masalahmu

Kamu pun sadar bahwa sebanyak apapun kamu mengeluh, hal itu tak akan merubah apapun. Kamu hanya akan membuang energi dan tenagamu secara percuma. Bagaimana pun kamu harus tetap belajar bersyukur agar kamu lebih bahagia dalam menjalani apa adanya kondisimu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Cinta Memang Gila, Seolah Logika Tiada Gunanya

Kutuliskan ungkapan hatiku untukmu dalam tulisan ini. Entah apa saja yang sanggup kutulis tentangmu. Karena sebanyak apapun aku menulis, itu semua tak akan mampu menggambarkan perasaanku yang seutuhnya kepadamu.

Orang Bilang Cinta Itu Gila, dan Nyatanya Kini Aku Pun Merasakannya

Kini aku benar-benar gila karenamu. Rasanya segala logikaku tak berlaku saat aku berhadapan denganmu. Kamu tahu itu, meski awalnya aku sempat ragu kepadamu. Aku tak pernah menyangka, ternyata dari banyaknya orang di muka bumi, kamulah orangnya.

Kesakitan di Masa Lalu Menyatukan Kita dalam Kebahagiaan Saat Ini

Masih jelas diingatanku, berapa kali aku tersakiti oleh perasaanku sendiri. Dan aku tahu, kamu pun begitu. Namun segala tempaan di masa lalu itu rasanya tertebus lunas dengan apa yang sudah Tuhan rencanakan untukmu dan untukku.

Kuharap Memang Kamu akan Selamanya Mendampingi Hidupku

Aku tahu manusia hanya bisa merencanakan sesuatu, sedang yang menentukan segalanya adalah Tuhan. Namun apa salahnya jika aku berharap yang terbaik dari hubungan kita. Hubungan yang sudah sah di mata negara dan agama.

Meski Logikaku Kini Tak Berfungsi dengan Baik Karena Cintaku Padamu, Kuharap Kamu Tak Berniat untuk Membodohiku

Kamu tahu itu, bagaimana aku mencintaimu sebagai sosok imam dalam keluarga kecil kita. Kamu pun tahu bagaimana aku berusaha menjadi sosok yang tak membuatmu menyesal telah menyandingku. Untuk itu, kuharap kamu tak berniat emmbodohiku saat aku tak mampu dengan baik menggunakan logikaku saat bersamamu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top