Feature

Untuk Kamu yang Masih Awam Soal Rasa Kopi, Setidaknya Kenali 7 Jenis Kopi yang Biasa Dipesan Orang Ini

Jauh sebelum dijadikan gaya hidup urban, kebiasaan ngopi memang sudah ada sejak lama sekali. Kopi selalu jadi teman ngobrol yang asyik, baik sebatas obrolan di warung kopi atau pun di kedai kopi prestise yang bertebaran di pusat kota. Ya, kopi memang sudah jadi primadona karena rasa dan aromanya.

Bicara soal secangkir kopi, mungkin kamu sudah punya varian tersendiri yang jadi favoritmu. Tapi ada juga sejatinya yang sudah kenal rasa, tapi tak tahu nama. Alih-alih bertanya, kebanyakan orang justru biasanya asal tunjuk kopi yang tertera di buku menu. Akibatnya, jadi salah pesan karena harus meminum kopi yang mungkin terlalu pahit atau terlalu manis. Itulah sebabnya kamu perlu mengenal kembali beberapa jenis kopi.

Espresso, Si Super Pahit nan Beraroma

Buat kamu yang gemar dan sanggup berkompromi dengan rasa pahitnya kopi, berarti kamu sanggup menyeruput segelas Espresso. Ya, kopi yang satu ini merupakan basis kopi yang paling utama dan sering disajikan dalam takaran kecil yang disebut 2 shots atau istilahnya ‘dua tegukan’. Namun ada juga yang menyebut dua tegukan Espresso dengan istilah doppio. Kamu perlu tahu, rasa pahit dari Espresso merupakan cairan kopi murni hasil olahan dengan mesin khusus. Di beberapa negara di Amerika, Espresso juga disebut dengan short black. 

Americano, Si Hitam Pahit Namun Tetap Menggoda

Bisa dibilang Americano adalah turunan langsung dari espresso. Hanya saja, racikan Americano berasal dari campuran Espresso dan air. Dli lain sisi, rasa pahit Americano biasanya masih diterima oleh kebanyakan orang. Bahkan kalau kamu misalnya memang tak bisa kompromi dengan rasa pahitnya, kamu bisa menambahkan gula. Selain disebut Americano, kopi ini juga kerap disebut long black.

Cappuccino, Perpaduan Susu dan Espresso

Varian kopi yang satu ini sering dijumpai di dalam kopi kemasan. Tapi tahukah kamu campuran apa saja yang diperlukan untuk membuat segelas cappuccino? Ya, selain espresso, perlu susu dan buih susu untuk membuat varian kopi yang satu ini. Kamu perlu tahu, buih susu yang digunakan untuk secangkir cappuccino pun berbeda dengan susu yang biasa kita temui sehari-hari, lantaran ada prosesnya tersendiri.

Latte, untuk Penyuka Kopi Tapi Enggan Kompromi dengan Pahitnya Kopi

Latte atau Cafe Latte adalah komposisi yang ramah buat kamu yang benar-benar tak bisa kompromi dengan rasa pahit sehingga campuran susunya pun lumayan banyak. Ya, latte adalah campuran susu sapi dan kopi espresso. Namun biasanya komposisi susunya bisa menyamarkan pahitnya kopi. Kalau doyan yang manis, kamu bisa menambahkannya dengan gula.

Mocha Latte, Kopi Susu dengan Campuran Sirup Cokelat Demi Cita Rasa Nan Unik

Untuk cita rasa yang lebih unik, cobalah secangkir mocha latte. Kopi varian ini menambahkan sirup cokelat untuk menghadirkan rasa yang unik. Itulah sebabnya campuran antara rasa pahitnya kopi, manisnya coklat, dan gurihnya susu menghasilkan secangkir kopi yang disebut sebagai mocha. Seperti cappuccino, varian mocha juga cukup populer karena rasanya yang khas.

Macchiato, Bentuk Lain Café Latte dengan Campuran Foam

Kalau latte menggunakan susu sebagai penetral rasa pahit pada kopi, sementara macchiato menggunakan foam atau buih susu. Machiato biasanya dijadikan pilihan terutama untuk orang yang kurang menyukai bau amis atau rasa gurih pada susu.

Penyuka Es Krim dan Kopi Pasti Sudah Kenal dengan Affogato

Siapa bilang kopi tidak bisa membaur dengan eskrim? Justru ada alternatif penyajian kopi ketika panas dengan eskrim yaitu dengan affogato. Affogato memberikan sensasi dingin di atas gelas kopi espresso. Es krim yang cenderung manis juga mampu membuat rasa pahit di espresso jadi tidak terlalu kuat.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Simaksi Naik Rinjani Akan Pakai Registrasi Online

Sudah digodok sejak satu tahun belakangan, akhirnya prosedur pendakian Gunung Rinjani akan memakai sistem booking online per Juni 2019 mendatang. Untuk jalur pendakian, akan ada 4 jalur dibuka dengan kuota pendaki yang masih akan dibatasi.

Kepala BTNGR, Sudiyono pada Kamis (16/5/2019) kemarin menyatakan akan ada 4 jalur pendakian yang rencananya dibuka, yaitu melalui Senaru, Sembalun, Timbanuh dan Aik Berik. Dimana setiap jalur akan diberi batas kepasitas antara 100 hingga 150 orang pendaki setiap hari.

Selain itu, setiap pendaki juga akan diberi rentang waktu untuk menginap selama dua malam di areal camping yang sudah ditentukan. Namun untuk sistem pembayaran tiket simaksi kemungkinan masih menggunakan proses manual.

“Kami menggunakan booking online nanti. Jadi tetap pakai kuota begitu. Tapi bayar tiketnya kemungkinan masih manual, langsung. Sudah ada bookingnya baru bayar gitu,” jelas Sudiyono.

Sistem itu diterapkan demi efektivitas dan efisiensi pengelolaan Taman Nasional Gunung Rinjani. Di sisi lain, reservasi online ini juga jadi salah satu hal yang akan  menguntungkan para pendaki. Karena memberi akses kemudahan untuk mengecek kuota yang tersedia hingga pembayaran tiket yang juga akan terhubung dengan beberapa metode pembayaran. Nantinya, sistem reservasi online Gunung Rinjani dapat dilakukan via web eRinjani atau melalui aplikasi berbasis android yang bisa diunduh di PlayStore.  

Saat ini, keempat titik jalur menuju puncak Rinjani masih dalam proses perbaikan. Masih tetap dengan atauran sebelumnya, setiap pendaki tidak diperkenankan untuk mencapai puncak dan mendirikan tenda di areal Danau Segara Anak. Buat yang ingin segera ke sana, bisa segera melihat jadwal libur ya. Karena kordinasi perizinan dan persiapan sistem booking online yang akan diterapkan akan mulai beroperasi pada awal Juni mendatang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Lelaki Paruh Baya Tebas Kepala Temannya Hingga Tewas Karena Kesal Ditanya “Kapan Nikah?”

Sebenarnya pertanyaan kapan nikah adalah sebuah ungkapan biasa. Tapi akan berbeda jika ditanyakan pada mereka yang mungkin belum juga menikah pada usia yang terbilang sudah tua. Merasa tak nyaman, hingga menuai kesal seorang laki-laki bernisial AM alias Aswin (52) diberitakan menebas teman sekampungnya hanya karena ditanya “Kapan Nikah”.

Kejadian tersebut berlangsung pada Sabtu (18/5/2019) pukul 22.00 Wita, Aswin yang merasa kesal menebas temannya Ari Kongingi (47) dengan memakai parang. Peristiwa naas tersebut berawal ketika Aswin pergi ke rumah korban Ari untuk membeli minuman keras jenis cap tikus. Mulainya mereka sempat berbincang akrab, namun obrolan berubah menjadi tegang karena korban bertanya kepada tersangka perihal kapan menikah. Merasa kesal karena terlalu mencampuri apa yang sebenarnya bukan urusannya. Pelaku meminta korban untuk tak perlu ikut campur tentang statusnya.

“Jangan ikut campur, itu urusan keluarga saya,” jawab tersangka. Selapas obrolan tersebut, tersangka langsung kembali ke rumahnya. Namun ternyata diikuti oleh korban yang ternyata merasa tersinggung atas pernyataan Aswin.

Masuk ke dalam rumah Aswin, mereka berdua sempat berdebat di dalam rumah. Sempat dilerai oleh kepala lingkungan setempat, nyatanya pertengkaran tersebut tak bisa dilerai hingga akhirnya Aswin yang sudah mengambil parang dari dalam rumah menebas kepala korban bagian kiri.

Ari yang menjadi korban, sempat dilarikan ke Puskesmas Ratahan, namun nyawanya tak lagi bisa tertolong ketika dirujuk ke RSUD Noongan Langoan  karena mengalami luka robek dan pendarahan hebat di kepalanya. Kompol Ronny Tumalun, Kapolsek Ratahan mengatakan perisitiwa berdarah tersebut terjadi di  jalan raya Kelurahan Wawali, Kabupaten Minahasa Tenggara, pada Sabtu (18/5/2019) jam 22.00 Wita. 

“Tersangkanya AM alias Aswin (52), melakukan penganiayaan kepada korban dengan sebilah parang dengan cara sekali menebas korban kena bagian kepala sebelah kiri,” kata Kapolsek Ronny Minggu (19/05/2019).

“Korban meninggal dunia pada  Minggu (19/5/2019) pukul 01.30 Wita di rumah sakit,” kata Kompol Ronny

Sempat melarikan diri selepas menebas kepala korbannya, hingga akhirnya berhasil diringkus di rumahnya untuk selanjutnya sudah diamankan ke Mapolsek Ratahan.

“Kami langsung mendatangi rumah tersangka dan menangkapnya. Atas perbuatannya tersangka diancam dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, subsider pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan berat sehingga mengakibatkan orang mati,” jelasnya.

Dari hasil menyelidikan semenatar dari Polsek Ratahan, kasus penganiayaan yang menyebabkan korban tewas, disebabkan karena ketersinggungan atau sakit hati dirasakan tersangka atas ucapan korban. Dan ternyata saat ini, pacar dari tersangka sedang mengandung.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Tiga Hari Debut, John Wick Berhasil Geser Posisi Avengers: Endgame

Memasuki hari ketiga penayangannya sejak 17 Mei 2019 lalu, seri ketiga dari film laga John Wick diberitakan berhasil menyaingi pendapatan sensasional dari Avengers: Endgame di puncak box office. Sebagaimana dilansir dari Reuters, John Wick: Chapter 3-Parabellum berhasil mengantongi debut tiga pekan sebesar US$57 juta dari pemutaran di 3.850 lokasi Amerika Utara. Angka tersebut jadi kekuatan yang akhirnya berhasil menggeser posisi Avengers: Endgame yang hanya mengoleksi US$29,4 juta pada periode serupa.

Tak hanya itu saja, film seri ketiga yang diperankan aktor kawakan Keanu Reaves ini juga berhasil mengalahkan 2 seri sebelumnya. Film pertama John Wick (2014) mendapatkan US$14,4 juta dengan periode yang sama, Lalu John Wick: Chapter 2 (2017) mendapatkan US$30,4 juta.

John Wick: Chapter 3-Parabellum adalah lanjutan cerita perjalan John Wick yang berprofesi sebagai pembunuh bayaran yang tengah mempertahankan nyawa dari buronan semua orang setelah ia ketahuan membunuh salah seorang anggota High Table di wilayah netral, Hotel Continental di New York.

Untuk kamu yang beriat menonton, namun belum pernah melihat dua seri sebelumnya. Sebaiknya, sempatkan waktu untuk menontonnya terlebih dahulu, karena seri ketiga akan berlangsung sebagai lanjutan dari seri 2. Dimana, John Wick terlihat tergopoh-gopoh sambil berlari menuju beberapa tempat demi bertemu teman lama untuk dimintai pertolongan.

Jadi santapan baik untuk para pecinta film laga, penonton seolah tak diberi celah untuk bernafas lega atas rentetan adegan pemburuan yang dilakukan oleh John. Tapi tak melulu menyajikan kekerasan, adegan berdialog yang tersaji beberapa kali diselipi lelocon yang bisa melupakan tumpahan darah dari adegan sebelumnya.

Serangkaian aksi baku hantam dengan tangan kosong dan senjata yang berlangsung selama 130 menit tersebut dinilai lebih variatif dari seri sebelumnya. Menariknya lagi, ada aksi dua aktor laga kebanggaan yang juga turut serta untuk melawan John Wick. Siapa lagi kalau bukan Yayan Ruhiyan dan Cecep Arief Rahman. Selain memperlihatkan kebolehan baku hantam dengan pencak silatnya, mereka juga menggunakan Bahasa Indonesia dalam dialognya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top