Community

Untuk Ibu yang Kini Bahagia di Surga, Rinduku Padamu Sungguh Tak Terhingga

Jika waktu bisa kuulang kembali, ingin rasanya aku kembali ke masa dimana kau masih ada di sampingku, Ibu. Menemani hari-hariku tanpa ada sedikitpun keluhan keluar dari mulut manismu. Menciptakan lebih banyak momen indah bersama denganmu.

Sayangnya, waktu tak bisa kembali ke masa itu. Masa dimana kusebut itu sebagai masa yang penuh akan warna. Kau mendidikku, membesarkanku, menyayangiku, tanpa menuntut balasan apapun dariku. Meski sering kubuat hal yang menyakitimu, kau selalu menjadi ibu terbaik dalam hidupku.

Dulu kukira kau bawel saat melarangku melakukan hal yang memang tak baik untukku. Kukira kau tak menyayangiku saat tak mengabulkan segala keinginan nyelenehku. Dan kini aku baru menyadari bahwa segala yang kau lakukan adalah yang terbaik untuk kehidupanku mendatang.

Ibu, kau tahu, aku menuliskan rangkaian kata ini dengan airmata yang mengalir di pipiku. Jika dulu kaulah yang mengusapnya dan memelukku erat untuk menghentikan tangisku, kini tangisku semakin haru saat mengingat hal itu. Kasih sayang yang tak pernah lekang oleh waktu memang benar kau berikan untukku.

Hari tuamu penuh dengan suka dan juga luka. Aku yang berada jauh darimu untuk menuntut ilmu, terkadang hanya bisa menebas rindu dengan mendengar suaramu. Namun kini, saat aku tahu aku tengah merindumu, cukup kuambil air wudhu dan kupanjatkan doa khusus untukmu.

Terima kasih Ibu, jasamu tak mungkin terlupa olehku. Terima kasih atas segala senyummu, kasihmu, airmatamu juga doamu. Terima kasih sudah mengantarku menjadi pribadi yang saat ini. Aku merindukanmu, aku mencintaimu, selalu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Nikah Muda, Yakin Bahagia?

“Capek kuliah, lelah bekerja, maunya nikah saja”

Kalau kau pikir, menikah bisa jadi solusi dari semua masalah dan lelahmu. Kamu salah kawan! Membangun pernikahan, berarti membagi kebahagian. Oleh sebab itu, jangan cari bahagia dalam pernikahan, karena ia karena ia tak ada di sana.

Coba bayangkan, beban yang tadinya hanya datang dari perkara hidup sendiri akan bertambah karena ada pasangan yang juga punya masalahnya sendiri. Benar memang, kamu juga akan merasa bahagia, tapi untuk bisa begitu tentu tak mudah. Tak berniat untuk menciutkan nyalimu yang sedang ingin menikah, tapi apa kamu yakin menikah muda bisa membuatmu bahagia?

Tak Hanya Bahagia yang Bertambah, Beban dan Tanggung Jawab Juga

Kamu dan pasangan memang akan saling membahagiakan, tapi bagaimana dengan beban? Apa kamu tega membiarkannya menanggung semuanya? Tentu tidak kan?.

Seorang teman yang memutuskan menikah di awal masuk kuliah, pernah bercerita. “Tadinya aku pikir, bakalan lebih tenang karena ada suami yang setiap hari bersama. Ternyata, bebanku justru bertambah, karena selain masalahku sendiri. Aku juga harus berbagi peran untuk menyelesaikan masalah suami”. 

Kewajiban baru sebagai suami atau istri, mau tak mau memaksa kita untuk berbagi beban. Berpikir menikah akan mengurangi kesusahan, nyatanya pilihan ini malah melipatgandakan kesusahan. Tak ada pernikahan yang salah, tapi jika kamu pikir itu bisa membuatmu lepas dari semua persoalan. Maka pola pikirmu lah yang salah.

Bahagia di Luar Belum Tentu Begitu di Dalam

Biar kutebak, kamu pasti sering terlena kan oleh postingan kawan-kawan di Instagram? Potret-potret manis dengan sang istri hingga wajah lucu dari bayi mungil yang baru saja mereka hasilkan. Tapi itu kan penampilan luar, apa yang terjadi di dalam kehidupan rumah tangga mereka. Bisa jadi berbeda, dengan apa yang mereka tampilkan.

Berbagai macam hal bisa jadi mereka pikirkan. Terikat dalam hubungan, tak bisa berbuat banyak hal tanpa seizin pasangan, hingga hal-hal lain yang kadang membuat hati sedih sendiri. Di usia yang serupa, teman lain masih bisa leluasa untuk pergi kemana saja untuk mewujudkan mimpinya. Di sisi lain, kamu yang menikah mungkin sedang menanggun beban. Pusing memikirkan banyaknya tagihan dan kebutuhan.

Berharap Bisa Menyelesaikan Masalah, Tekanan Justru Berdatangan Banyak dari Berbagai Arah

Yap, kamu mungkin memang tak lagi menerima tekanan dari keluarga. Tak lagi dicibir oleh tetangga, karena pacaran bertahun-tahun lamanya. Satu masalah selesai, dan berharap bahagia mulai datang untuk dirasakan. Meski sebenarnya apa yang kamu terima justru jauh dari dugaan.

Kamu mendadak harus bangun pagi untuk memasak untuk suami, bekerja keras untuk membantu biaya kuliah istri, mulai berhemat beli mesin cuci, hingga hal-hal lain yang akan jadi tuntutan kehidupan. Menikah memang bukan tentang bahagia, tapi jika kamu mau bersabar sedikit saja. Bukan tak mungkin kamu bisa selalu bahagia, karena sudah mempersiapkan semuanya dengan matang tanpa diburu-buru usia.

Kalau Tak Pintar Mengontrol Diri dan Emosi, Bisa Berdampak Buruk Pada Jiwa dan Hati

Emosi yang masi belum bisa stabil saat menikah muda, dinilai jadi alasan pertama yang kerap melahirkan masalah. Apalagi jika usiamu dan pasangan tak jauh berbeda, atau masih sama-sama muda. Tak ada yang berinisiatif untuk meredam amarah, tak mau mengalah dan tetap pada ego yang dipercaya. Fase seperti ini mungkin akan membuatmu paham, kesiapan emosional sangat penting untuk pernikahan. Tak bisa mengelolanya dengan baik, kamu bisa sedih sendiri hingga membuatmu deresi.

Memotong Masa Muda, Ada Penyesalan yang Bisa Saja Kau Rasa

Menerima ia sebagai suami atau istri, berarti kamu sudah siap untuk berbagai hampir separuh hidupmu untuknya. Kamu harus memasak untuknya, mengurus ia tiap kali lelah, atau bekerja keras untuk memberinya nafkah dan kehidupan yang layak. Sudah sibuk mengurus popok bayi, sedangkan teman lain masih bernafsu untuk mewujudkan mimpi.

Setiap orang memang memiliki jalan cerita yang berbeda, tapi jika kamu pikir ini adalah takdir yang memang harus kamu terima, jelas salah.Padahal, seharusnya kamu bisa merubah takdirmu. Menghindari menikah muda yang memutuskan untuk meneruskan pendidikan setinggi-tingginya, misalnya.

Untuk Bisa Santai Ketika Didesak untuk Menikah Memang Susah, Tapi Kamu Berhak Menentukan Apa Saja

Aku paham bagaimana beratnya tekanan yang mungkin kamu emban. Hingga desakan lain yang kadang membuat diri gelap mata. Hingga buru-buru memutuskan untuk menikah saja, agar diri lebih tenang dari semua persoalan yang ada. Walau fakta yang kau terima, persoalan hidup justru kian rumit saja.

Kamu mungkin tak enakan, sulit untuk menolak tawaran orangtua atau desakan keluarga. Tapi coba sekali saja, beranikan diri untuk bisa bersuara tentang apa yang ingin kamu jalani. Pikirkan lagi, apakah menikah muda memang jadi sesuatu yang kamu ingini? Jika ternyata tidak, cobalah untuk menolak. Sampaikan alasan yang kamu punya. Karena kamu selalu jadi pihak penentu tentang apa saja yang akan terjadi dalam hidupmu sendiri.

Jangan Sampai Menyesal, Cobalah Pikirkan Matang-matang!

Merasa masih bisa berpikir jika memang nanti tak cocok pada suami atau istri kita. Memang bukanlah pemikiran yang salah. Biar bagaimana pun kita selalu berhak untuk melakukan apa saja yang dirasa benar. Tapi bagaimana jika nanti penyesalan itu datang setelah kamu sudah punya anak? Memberikannya situasi yang berat jelas salah, walau katamu tak apa, pasti selalu ada rasa berdosa yang akan menghampirimu setiap harinya.

Tak ada yang perlu dikerja, tak pula harus buru-buru. Cobalah berpikir lebih tenang, agar tak menyesal.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Terimakasih Mantan, Karena Luka yang Kau Beri Aku Jadi Bersyukur atas 5 Hal Ini!

Untukmu yang dulu pernah mengisi hatiku, kuucapkan terima kasih banyak padamu. Tulisan ini kukhususkan untukmu yang pernah memberi arti dan luka di hati. Janji manis yang dulu pernah kau beri, nyatanya musnah sudah tanpa bukti.

Kuterima semua luka ini dengan berat di awal. Namun kini aku menjelma menjadi sosok yang berbeda. Kusadari, luka yang kau beri bukan untuk kuratapi, melainkan untuk kusyukuri. Terima kasih untukmu yang sudah membuat sakit hati ini, tanpamu aku tak akan pernah berlajar tentang 5 hal ini.

Tanpamu Aku Menjelma Jadi Sosok yang Lebih Dewasa

Luka yang kau beri membuatku belajar menjadi sosok yang lebih baik lagi. Kini tanpamu aku menjelma jadi seorang yang lebih dewasa dari sebelumnya. Aku belajar untuk memperbaiki segala kesalahanku di masa lalu yang mungkin jadi salah satu penyebab kau memberi luka di hatiku.

Berkatmu Aku Mengerti Bahwa Mengharapkan Sesuatu dari Orang Lain Adalah Sebuah Kesalahan

Kau tahu, sakitku muncul karena harapanku yang terlalu besar padamu. Kau tak sepenuhnya salah. Aku belajar dari luka ini. Aku belajar bahwa berharap sesuatu dari orang lain adalah sebuah kesalahan. Kini yang kutahu, diriku sendirilah tempat aku bisa berharap lebih untuk ke depannya.

Kini Aku Semakin Kokoh Menghadapi Rasa Sakit dalam Hidup

Aku pernah merasa hancur dan terpuruk atas kepergianmu. Saat itu aku merasa semua duniaku sudah berakhir. Namun seiring berjalannya waktu, aku belajar. Aku berusaha untuk kembali bangkit bagaimana pun caranya. Kini setelah aku mampu berdiri, aku jadi sosok yang lebih tangguh dari sebelumnya.

Ternyata Kepergianmu Membuatku Memiliki Lebih Banyak Teman

Mungkin hubungan kita dulu memang bukanlah hubungan yang sehat. Waktuku seolah habis hanya untukmu. Jangankan untuk berkumpul bersama teman, berkumpul bersama keluarga saja aku cukup jarang. Kini setelah kamu tak lagi denganku, aku jadi bisa memiliki lebih banyak teman dibandingkan dulu.

Beranjakmu Dariku Membuatku Bisa Mengenal Seseorang yang Lebih Baik Darimu

Jika kamu masih ada di sisiku, aku tak mungkin bisa menemukan seseorang yang lebih baik darimu. Aku tak mungkin membuka hatiku untuk seseorang yang baru. Kepergianmu nyatanya jadi gerbang untukku memasuki kebahagiaan yang baru.

Ya, kini aku sudah menjumpai seseorang yang bisa menerimaku lebih dari yang kau lakukan padaku. Sekali lagi, kuucapkan terima kasih banyak untukmu dan aku sangat bersyukur dulu kau pergi dan beri luka itu untukku.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Konon, Ada 5 Zodiak yang Berpotensi Akan Menikah Muda

Mereka yang usianya memasuki 20-an, barangkali sedang dilanda kebingungan atas banyaknya pertanyaan perihal pasangan. Dan menikah jadi hal lain yang kian sering dijadikan pembahasan dalam berbagai macam obrolan.

Pertanyaan yang tadinya terkesan bercanda berubah jadi sesuatu yang serius. Usia yang masih belia, jadi pertimbangan yang sering dijadikan alasan untuk tak buru-buru mensakralkan hubungan. Mengikat diri pada seseorang untuk bisa bersama hingga tua, jelas tak semudah mengajaknya makan malam berdua. 

Nah, hal lain yang mungkin jarang terpikirkan. Ternyata jika dilihat dari rasi bintang seseorang. Ada 5 zodiak yang konon paling berpotensi untuk menikah muda. Kira-kira siapa saja kah mereka?

Jadi Sosok Perfeksionis yang Parah, Katanya ‘Virgo’ Akan Menikah Muda

Sering jadi sosok yang menyebalkan karena segala sesuatu harus terasa sempurna. Ternyata diam-diam, manusia yang berzodiak virgo memiliki kemampuan mencintai yang baik. Tak hanya itu saja, si virgo juga sangat pintar dalam hal memelihara hubungan. Ia tahu bagaimana menjaga kepercayaan, dan selalu berpikir lebih matang untuk semua keputusan.

Jadi kalau ternyata ia memilih menikah muda, itu artinya ia sudah yakin dengan apa yang akan dilakukannya. Dan biasanya, rentan usia mereka menikah adalah pertengahan 20-an.

Walau Berjiwa Bebas Seperti Angin, ‘Pisces’ Juga Akan Menikah Muda Loh

Pisces adalah pribadi yang punya semangat membara. Orang-orang ini bebas seperti angin, cenderung bergerak ke berbagai arah sesuka hati. Namun, memiliki hubungan atau tanggung jawab di usia muda akan membantu Pisces terfokus untuk menjadi pribadi yang lebih stabil dalam proses pendewasaan. Itulah kenapa, jika ia sudah merasa bahagia dengan hubungannnya saat ini. Ia tak segan-segan untuk buru-buru melamar sang kekasih.

Keinginan Hati ‘Capricorn’ Menikah Muda, Nampaknya Semantap Kemampuannya Mengambil Tindakan

Lambang kambing jantan pada Capricorn, barangkali jadi sesuatu yang menunjukkan betapa mantannya mereka kala bertindak. Demi rasa aman, ia akan berusaha untuk mencari jalan keluar tentang apa yang harus dilakukan.

Tapi tak buru-buru, biasanya untuk menentukan menikah ia butuh waktu berpikir dulu. Satu hal yang pasti, ia selalu merasa mantap dengan apa yang dipilih. Dan sudah barang pasti jika mereka memiliki pikiran terbuka dan siap untuk menikah muda.

Memiliki Sikap Keibuan yang Alami, Perempuan ‘Cancer’ Juga Siap Menikah Muda

Pemilik zodiak cancer dikenal dengan kemampuan mencintai tanpa syarat yang besar. Tak berharap balasan, apa yang diperbuatnya selalu tulus datang dari dalam hatinya. Mudah tersentuh dengan apapun yang terjadi atas hidupnya, dan perihal merawat seseorang dialah juaranya.

Jadi, buat kamu yang saat ini sedang berpacaran dengan perempuan cancer, percayalah ia adalah calon ibu yang baik untuk anak-anakmu kelak.

Punya Selera yang Tinggi, Tapi Kalau Sudah Bertemu The One ‘Taurus’ Mungkin Akan Menikah Muda

Taurus adalah orang yang akan berjuang untuk mendapatkan rasa aman batiniah dan jasmaniah. Dirinya juga memiliki selera yang tinggi terhadap banyak hal. Entah itu pakaian, makanan, urusan liburan, sampai perkara pasangan. Tapi berita baiknya nih, ketika ia sudah merasa menemukan seseorang yang pas sesuai kriteria. Tak perlu menunggu waktu yang lama, ia bisa saja tiba-tiba mengajak sang pacar untuk menikah muda.

Kalau zodiak pacarmu adalah salah satu dari zodiak yang sedari tadi sudah disebutkan, kamu sudah boleh bersiap-siap untuk menikah ya. Hehe, tapi hal ini tak selalu berlaku ya, bisa jadi benar atau tidak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top