Feature

Untuk Hidup yang Lebih Bahagia, Kamu Harus Egois!

“Duh, aku nggak enakan orangnya,” katamu hanya karena ingin mempertimbangkan perasaan orang, lalu lupa pada diri sendiri. Hasilnya, lagi-lagi kamu jadi pihak yang tersakiti.

Ya, kalimat barusan jadi gambaran, bahwa dia yang memikirkan perasaaan orang justru sering terabaikan. Bukannya mendapat upah baik dari yang diperbuat, kita justru jadi pihak yang kadang dirugikan. Nah, kalau sudah begini, masihkah kita harus nggak enakan? Kami rasa tidak!

Ingat, segala sesuatu yang berlebihan tak akan dapat hasil yang baik. Termaksud hidup dengan bersikap terlalu baik, dan selalu mengedapankan orang lain. Maka jika memang ingin hidup yang lebih bahagia, kamu harus egois! Yap, egois!

Tunggu dulu, kami tidak sedang ingin memintamu jadi manusia yang tak punya empati. Tapi ada konotasi lain dari egois yang sedang ingin kami jelaskan. Egois yang dimaksud adalah satu sikap yang harus kamu miliki, untuk tak membiarkan orang lain mengambil segala sesuatu yang sejatinya sudah menjadi bagianmu. Maka, dengan begitu ada beberapa hal baik yang akan kamu dapatkan.

Pelan-pelan Kamu Sadar, Bahwa Menjadi Egois Membuat Kita Memiliki Waktu untuk Melakukan Sesuatu

Pernah dengar tidak? Seorang kawan yang harus mengubur mimpinya dalam-dalam hanya karena memikirkan usulan orangtuanya. Atau kamu yang harus duduk diam, hanya karena tak boleh bepergian, padahal kamu sangat cinta bertualang.

Ya, begitu kira-kira situasi kala seseorang lebih mementingkan perasaan orang  lain, padahal ia sendiri tak suka dengan apa yang menjadi pilihannya. Padahal coba bayangkan, jika kamu bisa sedikit lebih egois? Tentu ada bahagia yang bisa kamu dapatkan. Memiliki lebih banyak waktu untuk melakoni hal-hal yang dicintai. Tak akan ada orang yang merugi, sebab kamu hanya pergi menunjukkan bahwa pilihanmu juga bisa membanggakan.

Merasa Hidup Lebih Seimbang dari yang Sudah-sudah

Begini, selama ini dengan berbagai alasan dan pertimbangan kamu mungkin kerap mengabaikan kepentingan diri. Nah, agar lebih bahagia cobalah untuk menghabiskan waktu untuk kepentingan diri sendiri dulu.

Kamu perlu menyeimbangkan dirimu, melakukan perawatan, membahagiakan diri dengan bepergian, hingga hal-hal lain yang akan membuatmu bahagia. Lakukan semuanya untuk kepentingan diri, tanpa harus melulu menghabiskan waktumu demi orang lain. Pelan-pelan kamu akan merasa bahwa hidup yang kamu punya, terasa lebih seimbang dari biasanya.

Bahkan Menjadi Egois Membuatmu Tak Lagi Perhitungan pada Beberapa Hal

Jangan terfokus atas apa yang bisa kamu perbuat pada orang, jika diri sendiri saja belum punya apa-apa. Yap, terlalu merasa terbebani dengan apa yang dibutuhkan orang lain, kamu sering lupa bahwa hal tersebut juga mungkin belum pernah kamu rasakan.

Gambarannya begini, ketika kamu sudah pernah merasakan banyak hal. Dihari berikutnya kamu mungkin bisa berbagi dengan orang lain tanpa harus merasa berat lagi. Tapi jika kamu sendiri belum pernah merasakan satu makanan enak, bagaimana kamu akan menjelaskan jika rasa dari makanan tersebut adalah enak. Nah, kira-kira begitu gambarannya.  

Tak Lagi Menyalahkan Orang Lain, untuk Sesuatu yang Nanti Dijadikan Pilihan

Dr. Margaret Rutherford, seorang psikolog dan pakar depresi mengatakan bahwa, “Mengorbankan orang lain dapat membangun kepercayaan dan kesadaran akan sukacita dalam melihat kebutuhan. Sedangkan, pengorbanan diri bisa butuh energi besar dari diri sendiri. Untuk kesuksesan sejati, kamu memerlukan kesadaran diri”, begitu tuturnya.

Dengan kata lain, ketika kamu mulai berani untuk bergerak mengambil satu tindakan nyata, dan tak lagi memikirkan kepentingan orang lain. Maka ketika nanti keinginanmu telah terpenuhi, entah itu berbuah baik atau tidak, kamu sudah bisa lebih luwes untuk melepaskan sesuatu, tanpa sibuk mencari celah tentang dan siapa yang salah.

Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Lebih Besar Lagi

Selama ini kamu mungkin berpikir bahwa dirimu tak mampu, padahal kamu hanya terlalu banyak bergantung pada pikiran orang. Sehingga, setiap hari hal yang sudah terbayang adalah sebuah ketidakmungkinan. Pertimbangan-pertimbangan akan kemungkinan yang selalu jadi penghalang. Tumbuh kuat dan berakar, hingga kemampuan dan potensi diri tak lagi bisa dikembangkan.

Padahal jika berani melepas sikap itu dan belajar untuk sedikit lebih memikirkan kepentingan diri sendiri, kamu bisa tumbuh dengan kepercayaan yang lebih besar lagi.

Juga Lebih Sehat dari Segi Mental dan Emosional

Coba bayangkan banyaknya deadline yang sudah menunggu tiap hari di meja kerja. Kemudian bayangkan lagi jika kamu harus menyelesaikan semuanya malam itu juga, tak peduli kamu akan pulang larut malam atau tidak. Lalu bandingkan, jika kamu justru memilih pulang dan berjalan ke tempat gym langganan.

Nah, ini adalah bentuk egois yang dimaksudkan. Dimana kamu bisa lebih mementingkan diri meski hanya sekedar untuk memutuskan pulang atau lembur di tempat kerja. Cobalah dahulukan bahagiamu, daripada perintilan lain yang kadang membebanimu.

Hingga Jadi Sesuatu yang Menaikkan Harga Diri

Nah, ketika kita berhasil untuk mementingkan keperluan diri sendiri, itu artinya kita telah menghargai diri sendiri. Entah itu karena lahir dari dalam diri atau memang didorong oleh perasaan dari luar.

Ini akan jadi salah satu pemicu pada kepercayaan, hingga membangun pemikiran yang baik akan diri sendiri. Karena kalau diri sendiri saja tak dihargai, bagaimana dengan orang lain nanti?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Berpisah Sebelum Menikah adalah Cara Agar Kita Tak Semakin Terluka 

Sebelum yakin untuk berani melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan, beberapa orang justru menyudahi hubungan meski sudah lama berpacaran. Perpisahan memang bisa terjadi kapan saja, tapi untuk kita yang bepisah sebelum menikah, sakit hati dan kecewa selalu jadi rasa yang sulit dihalau dari dada. Terpuruk karena terluka, menahan pilu karena dibuat kecewa. 

Tapi tak perlu sedih berlama-lama, semua yang sudah terjadi adalah bagian dari rencana Allah. Bagaimana kita akan bertemu seseorang, berpisah dan saling meninggalkan, hingga akhirnya bertemu lagi dengan dia yang jadi jodoh di masa depan.

Jadikan perpisahan ini sebagai pembelajaran, agar tak lagi terjebak dalam kubangan yang sama di kehidupan yang akan datang. 

Patah Hati Bukanlah Akhir dari Segalanya, Mari Berbenah Diri untuk Hati Baru yang Akan Datang Tanpa Diminta 

Sedih dan kecewa mungkin akan membuat hati terluka. Tapi terus tenggelam dalam patah hati bukanlah jalan keluar dari masalah. Walau harus diakui, perpisahan itu mungkin membuatmu terpuruk. Untuk itu lepaskan semua hal yang masih membuatmu marah, keluarkan semua kekesalan yang selama ini jadi beban dalam kepala. Tapi setelah itu, berjanjilah untuk bangkit dan berjalan lagi. 

Tata hatimu lagi, hilangkan semua kekesalan dan tanggalkan semua bayang-bayang akan mantan. Siapkan diri untuk bertemu orang baru lagi, setelah itu kamu bisa memilih, siapa dia yang layak kau jadikan kekasih. 

Dia Sudah Pergi dan Melupakan Janji, Kau Pun Harus Berani untuk Berjalan Sendiri 

Memang menyakitkan harus berpisah setalah lama berpacaran. Harus belajar untuk melupakan semua kenangan dan cerita yang pernah terjadi. Semua perlakuan baik yang selama ini kamu terima, kini tak lagi ada. Cobalah pikirkan lagi, dia yang sudah pergi tak perlu diharapkan atau dipikirkan lagi. 

Jika ia dengan tega memutuskan untuk pergi dan meninggalkan dirimu, kamu pun harus berani berjalan meski tanpa dia di sisimu. Tak ada yang perlu kamu takutkan, semua bayang-bayang bahagia itu akan hilang jika kamu berani untuk mulai melangkah lagi. 

Karena Setiap Cerita Selalu Punya Makna yang Berbeda-beda

Berpisah beberapa saat sebelum ingin menikah memang jadi sesuatu yang sulit dilupa. Tapi setiap persoalan dan kesedihan punya makna untuk kehidupan. Dari cerita cinta ini kamu akhirnya belajar bagaimana caranya berjuang, tak lagi meletakkan percaya pada sembarang orang, dan lebih teliti untuk melakukan segala hal. 

Awalnya mungkin sakit, bahkan terasa sulit. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, kamu akan belajar untuk memahami semua sakit hatimu. Mencari makna dibalik perpisahan dengan si dia, hingga akhirnya bisa melihat bahwa bisa jadi ini adalah jalan terbaik untuk hubungan. 

Hidupmu Bukan Hanya Tentang Dia, Banyak Hal Lain yang Lebih Bermakna

Hidup yang kau jalani bukan hanya tentang pasangan, ada banyak hal yang juga penting untuk kamu pikirkan. Melanjutkan kehidupan, mewujudkan mimpi yang belum kesampaian, dan berbahagia dengan orang-orang yang mencintaimu tanpa syarat.

Nah, daripada menghabiskan waktu untuk terus dilindung perkara sakit hati. Lebih baik maksimalkan waktu untuk hal-hal yang lebih penting lagi. Kekasih bisa dicari, tapi waktu tak bisa berhenti. 

Dan Perpisahan Ini Boleh Jadi Agar Kamu Tak Semakin Terluka

Walau sudah berharap untuk bisa bersama selamanya, takdir dari sang pencipta selalu jadi penentu untuk semuanya. Bermimpi untuk bisa menikah, tapi kita justru berpisah sebelum melangkah ke sana. 

Sedih memang, bahkan kadang kita berdoa agar tak sampai ke sana. Tapi semesta punya kuasa untuk membolak-bolakkan hati setiap manusia. Dan apa yang kita anggap baik, belum tentu baik untuk kehidupan kita. Maka perpisahan yang terjadi beberapa waktu sebelum menikah bisa jadi ajang untuk menyelamatkan kita dari luka yang lebih parah. 

Lapangkan hati untuk menerima semua yang sudah terjadi, biarlah perpisahan ini jadi pembelajaran untuk diri. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Jadi Ibu yang Sedang Menyusui, Aura Kasih Malah Terima Pelecehan Seksual

Setelah pernikahannya akhir tahun 2018 lalu, penyanyi Aura Kasih dan sang suami Eryck Amaral tengah berbahagia atas hadirnya bayi mungil yang mewarnai keluarganya sejak 16 Juni 2019 lalu. Diberi nama Arabella, bayi perempuan tersebut mendapatkan ASI eksklusif dari sang Mama. Yap, Aura Kasih kini sedang menjadi pejuang ASI bagi sang buah hati.

Akan tetapi, di tengah-tengah perjuangan yang tak ibu lain mungkin tak bisa lakukan, ia justru mendapat komentar tak senonoh dari seseorang lelaki paruh baya yang menyebut dirinya sebagai jurnalis dan kristikus film.

Sumber : Twitter

 

Hal tersebut bermula dari cuitan dari sang jurnalis yang menuliskan kalimat tak pantas sembari melampirkan capture unggah foto Aura Kasih di Instagram.

“Punya baby, Aura Kasih juga dikaruniai dua pabrik susu. Jadi harap maklum untuk sementara rehat main film dulu,” tulisnya pada akun @yan_widjaja pada Rabu (21/8/19).

Meliat cuitan tersebut, Aura Kasih jelas geram. Karena tak sepantasnnya seorang lelaki berkata demikian kepada seorang perempuan manapun, tak terkecuali dirinya. Tak berselang lama  dari cuitan yang dilaukan oleh Yan Widjaya, Aura Kasih langsung menanggapi unggahan tak pantas sang Junalis senior ini.

Sumber : Instagram

“Ada yang tau kontak orang ini? ngakunya kritikus film, mulut sampah! gw penjarain baru tau lo! udah tua mulut sampah,” ungkap Aura pada Instastorynya dengan latar belakang capture akun Twitter Yan Widjaya.

Tak hanya itu saja, istri dari Eryck Amaral ini juga membuat beberapa unggahan lain seputar peristiwa yang menimpa dirinya dalam postingan Instagram Story.

“Ada namanya Yan Widjaya. Katanya dia seorang kritikus film, senior, novelist juga! Tapi tidak punya edukasi! Dia sudah melecehkan saya sebagai seorang ibu pejuang ASI. Kalian sebagai wanita, sebagai ibu yang sedang menyusui dilecehka dengan kata-kata yang tidak sopan. Apa yang akan kalian lakukan? Laki-laki harus sopan santun kepada perempuan, kalian lahir dari mana? Setetes air susu ibu itu yang membuat kalian hidup,” tulisnya dalam Instastory Instagram pribadinya.

Bukan hanya Aura kasih, netizen pun ikut geram melihat cuitan yang dilakukan oleh Yan Widjaja tersebut. Setalah tahu Aura Kasih tak terima dengan cuitannya ia memang segera menghapus tweet tersebut, untuk selanjutnya membuat tweet lain yang berisi, “Mohon maaf pada Aura Kasih, atas desakan banyak pembaca yang menuduh joke pabrik susu tidak santun, maka twitt tersebut aku delete”. 

Namun, netizen menilai jika tweet tersebut tak mencerminkan rasa bersalah atau pengakuan maaf dari yang bersangkutan. Bahkan Sutradara dan juga seorang ibu, Upi Avianto ikut menjawab cuitan Yan Widjaya tersebut.

“Astaga, jadi menurut bapak itu santun dong? Dan minta maaf karena atas desakan? Bukan karena merasa salah? Mending ngaku khilaf tapi tulus deh, Pak. “ tulis Upi membalas cuitan Yan Widjaya tersebut.

Apa yang dilakukan oleh Yan Widjaya tersebut, seharusnya bisa jadi pelajaran untuk banyak orang agar tak sembarangan untuk melakukan postingan, apalagi yang nadanya melecehkan seseorang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Honne Ajak Gempi Nyanyi Bareng Pada Konser Mereka di Jakarta

Keceriaan dan kecerdasan Gempi anak Gading Marten memang selalu menyita perhatian publik. Begitu ppula dengan aksinya baru-baru ini yang direkam oleh sang mama tatkala menyanyikan lagu Honne yang berjudul ‘Location Unknown’ tengah viral di Indonesia.

Diunggah ke media sosial oleh orangtuanya, video Gempi tersebut menyebar dan menjadi viral hingga sampai pada pemilik lagu. Sadar lagu mereka tiba-tiba didengarkan banyak orang, duo James Hatcher dan Andy Clutterbuck kemudian me-repost video Gempi di akun Instagram mereka.

“Si malaikat kecil dan lagu kami yang berjudul ‘Location Unknown’ sedang viral di Indonesia saat ini. Kami melihat dan mencintai kalian semua #garagaragempi,” tulis Honne.

Nah menariknya, baru-baru ini, Gading Maretn mengunggah sebuah video dari Honne yang ditujukan untuk Gempi ke akun Instagram miliknya. Yap, dari video tersebut keduanya tampak mengatakan jika mereka ingin bertemu dengan Gempi di konser mereka di Jakarta yang akan digelar bulan November mendatang. 

“Halo teman-teman, kami ingin bilang kalau kami adalah fans terbesarmu, Gempi. Kami ingin melihatmu di Indonesia pada bulan November. Mungkin, kamu bergabung dengan kami di atas panggung untuk menyanyikan bagian chorus (lagu ‘Location Unknown’). Suaramu bagus,” ujar keduanya. 

Sang Ayah tentu senang bukan kepalang, bahkan Gading terlihat sangat bangga dan senang mendengar permintaan dari Honne dan menyebut jika ia dan Gempi sudah siap menyambut Honne bertandang ke Jakarta.

“Sebuah kejutan yang menyenangkan dari @hellohone! Terima kasih, kalian membuat hari kami menyenangkan! Kami sudah siap untuk menyambut kalian! Peluk dari Gempi!” tulis Gading pada keterangan fotonya.

Dan tak hanya Gading, netizen yang sedari awal juga ikut meramaikan video tersebut dengan Hastag #Garagaragempi terlihat senang dengan memberi komentar-komentar berupa pujian pada Gempita. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top