Feature

Untuk Fresh Graduates: Agar Tak Asal Mengambil Pekerjaan, Setidaknya 7 Hal Ini Wajib Kamu Pikirkan

Setelah menyelesaikan kuliah, tantangan selanjutnya adalah memilih pekerjaan yang berkenan di hati kita. Tapi, mengingat mencari kerja itu gampang-gampang-susah. Para kawula muda yang baru saja lulus bekerja, kerap asal dalam menerima tawaran. Padahal pilihan yang asal-asalan, bisa merusak langkahmu untuk membangun karir.

Nah, demi masa depan gemilang sebagaimana yang kau harapkan. Kamu pun berhak untuk menentukan, kira-kira perusahaan yang bagaimana yang bisa memberi kontribusi baik dalam upaya pembangunan karirmu.

Ya, kami tahu. Yang paling bingung pastilah kalangan fresh graduates yang baru saja menyelesaikan kuliah. Untuk itu, kami punya beberapa tips untuk kamu, yang bertujuan bisa menolongmu  dalam menentukan perusahaan seperti apa yang bisa mendukung karirmu.

Mulailah Cari Tahu Bagaimana Suasana di Tempat Kerja di Hari Wawancara

Dengar, suasana yang baik bekontribusi besar untuk kinerja setiap orang. Itulah kenapa, beberapa beberapa perusahan berlomba untuk menciptakan suasana kerja yang nyaman. Karena biar bagaimana pun, suasana tempat kerja yang tak nyaman akan melahirkan tekanan yang kemudian berpengaruh pada produktivitas pekerjaan.

Nah untuk mencari informasi ini, kamu bisa melayangkan pandangan seputar tempat kerja ketika hari wawancara. Cobalah tengok bagaimana aktivitas yang ada di perusahaan tersebut. Kamu juga bisa bertanya pada mereka yang pernah bekerja di sana atau yang juga masih bekerja di sana. Bagaimana mereka berinteraksi dan seperti apa pembagian kerjanya. Jadi kamu bisa lebih mudah untuk memilih.

Lalu Pastikan, Jam Kerja dan Waktu Istirahat Berjalan dengan Seimbang

Berdasarkan ketetapan yang ada dalam Undang-undang Tenaga Kerja, setiap pekerja biasanya akan mendapat beban waktu kerja selama kurang lebih 7-8 jam per hari. Jika lebih, kamu berhak untuk mendapat atau menerima upah lembur sesuai ketentuan. Itulah mengapa perlu untuk kamu mencari  tahu, bagaimana jam kerja dan waktu istirahat yang ada di perusahaan yang akan kamu masuki.

Karena meski sudah dijadikan ketetapan, beberapa perusahaan masih sering melanggar. Mempekerjakan karyawan lewat dari jam kerja, hingga upah lembur yang tak pernah dihitung. Maka, kalau kamu sudah tahu bagaimana situasinya. Setidaknya kamu bisa mempertimbangkan. Akan terus melaju atau memilih cari kerja yang lain saja.

Penghasilan Tetap Jadi yang Utama, Pastikan Nilainya Diatas Rata-rata

Selain kenyamanan, rupiah adalah bagian lain yang menjadi tujuan. Cari tahu berapa nominal gaji yang akan kamu peroleh setiap bulan. Bandingkan pada pengeluaran akan biaya hidup yang akan kamu butuhkan, dan berapa persen sisa uang yang bisa kamu masukkan dalam tabungan.

Berhasil menemukan fakta ini akan memberimu gambaran, sanggupkan kamu bekerja dengan upah yang akan perusahaan bayarkan. Tak perlu rendah diri, hanya karena baru lulus lantas mau-mau saja terima berapa upah yang akan dibayar tempat kerja. Biar bagaimana pun, kita butuh upah layak dari apa yang kita kerjakan.

Kalau Gaji Tak Bisa Langsung Melijit, Setidaknya Tempat Kerja Bisa Memberimu Banyak Pelajaran Berharga

Beberapa perusahaan, konon punya regulasi yang berbeda dalam hal mengatur upah karyawan. Tak bisa terima upah besar dalam waktu cepat, cobalah lihat hal lain yang bisa dijadikan manfaat. Ya, coba lihat. Apakah perusahaan tersebut bisa memberimu sumbangsih yang bernilai positif? Memberimu pelajaran-pelajaran berharaga untuk bisa jadi pribadi yang lebih kompeten dari sebelumnya. Jika ternyata gambaran ini terlihat, ya tak apa. Sabarlah dulu sebentar, nanti jika kamu sudah pintar kamu bisa melangkahkan kaki ke tempat yang lebih baik lagi.

Dirimu Masih Sangat Beliau, Pastikan Perusahan Ini Bisa Jadi Penghubung untuk Pekerjaan Lain yang Lebih ‘Wah’

Para fresh graduates umumnya adalah orang-orang muda, perjalananmu dalam bekerja masih sangat panjang. Itulah kenapa istilah “batu loncatan” sering dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk memilih pekerjaan. Mulai dari perkiraan nominal gaji, pengembangan karir hingga tekanan pekerjaan.

Sebelum bisa menentukan perusahaan mana yang layak untuk kau jadikan tempat kerja, kamu butuh kuda-kuda untuk bisa melangkah ke tempat lain yang lebih besar lagi. Sembari menunggu waktu itu, cobalah terus belajar dulu. Mantapkan semua kemampuan dan bangunlah relasi yang lebih besar.

Serta Tanyakan Lagi Hati, Apakah Kau Akan Bahagia Bekerja Disini?

Tak bisa dipungkuri, suasana hati diri sendiri jadi sesuatu yang penting untuk dijadikan bahan pertimbangan. Percuma saja gajimu besar, jika hatimu tak senang karena beberapa hal yang tak bekenan. Nah, untuk itu. Sebelum menentukan pilihan, tentang mana pekerjaan yang akan kamu ambil. Cobalah tanya hatimu, sudah kah kamu merasa menemukan apa yang kau cari?

Jika ternyata jawabannya adalah iya, maka tak ada lagi yang perlu ditunggu. Ambillah pekerjaan itu.

Dan Pastikan Lagi, Apa Saja yang Akan Jadi Beban Pekerjaan

Jangan sampai menyesal lalu misuh-misuh sendiri yaa. Pastikan pula, apa-apa saja yang nantinya akan dibebankan kepadamu. Jangan sampai, dengan gaji  standar minimum lantas kamu diminta untuk mengerjakan semua tugas divisi lain juga. Jelas ini tak adil dong!

Setelah tahu dan punya gambaran, apa saja pekerjaan yang nantinya akan kamu emban. Kamu pun bisa membuat berbagai macam pertimbangan. Kira-kira perusahaan mana saja nih yang akan kamu pilih dan jadikan rumah kedua untukmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Sejalan dengan Usia yang Bertambah, Bagimu Kriteria Pasangan Pun Ikut Berubah

Dulu, saat belum sedewasa sekarang. Kamu mungkin punya berbagai macam keinginan ajaib tentang bagaimana dia yang kelak jadi pasangan. Namun sejalan dengan pertambahan usia, banyak pandangan baru yang berubah. Begitu pula dengan caramu berpikir tentang cinta.

Pernah berpikir lelaki romantis adalah pasangan sempurna, kini kamu justru merasa jengah jika si dia hanya bisa mengumbar kata manis saja. Benar, kita sadar bahwa deretan kriteria dia yang jadi pasanngan tak lagi melulu tentang dia yang mampu berkata manis seperti lelaki di film romantis.

Sebelumnya, Sering Tak Ada Jeda untuk Memulai Cinta, Kini Punya Pertimbangan Panjang dalam Menerima Seseorang

Mari ingat kembali, perjalanan asmara yang kita miliki sejak dari kekasih pertama. Setiap kali putus cinta, rasanya tak pernah butuh lama untuk bisa kembali membuka hati untuk dia yang baru. Tapi, hal tersebut tak lagi berlaku untuk usia yang sedewasa kini. Biar banyak yang datang untuk menawarkan hati dan cintanya, rasanya selalu susah untuk mengiyakan ajakan untuk memulai hubungan.

Bukan perkara belum bisa melupakan mantan pacar terdahulu, walau kadang hal itu pun bisa jadi alasan. Tapi ini lebih kepada pertimbangan yang perlu dipikirkan matang-matang. Tak lagi mau sembarangan, ada banyak ketentuan yang kita jadikan standar untuk dia yang akan jadi pasangan.

Bukan Rasa yang Menggebu-gebu, Tapi Bagaimana si Dia dan Kamu Mengelola Emosi

Di usia remaja, apapun seolah terasa mudah. Berpikir bahwa kita akan bersama selamanya dengan dia yang dicinta. Jika diibaratkan sebuah bunga, rasa cinta yang ada  di hati kita sedang mekar-mekarnya. Harum ke semua penjuru, bahkan menutup bau dari si dia yang mungkin bisa menyakitimu.

Tapi ketika sudah dewasa, cinta dan rasa yang menggebu-gebu bukanlah jadi penentu. Tapi bagaimana kita dan pasangan bisa sama-sama belajar untuk selalu mampu mengelola emosi dalam segala hal. Untuk itu pulalah, kata putus tak lagi bisa diucapkan dengan mudah seperti kala remaja.

Kini Kamu Paham, Kalau Hubungan yang Baik Bukan yang Tanpa Pertengkaran

Jadi dua sejoli yang selalu akur, bertaburan kata romantis, hingga hal-hal manis lain yang akan menghiasi cerita. Pernah jadi mimpi yang diharapkan untuk selalu ada dalam hubungan cinta. Bayangan yang selalu ada di kepala, bagaimana kita dan si dia selalu tertawa tanpa adanya masalah.

Padahal pada kenyataannya, hal tersebut adalah sesuatu yang hampir mustahil. Sebab hubungan yang baik, tentu juga butuh perdebatan. Kamu pasti tak suka, jika lelakimu selalu mengiyakan kata-katamu seolah tak punya pendapatnya sendiri, dan begitupun sebaliknya.

Pertengkaran dan perdebatan bukanlah sesuatu yang harus dihindari, hal ini justru jadi tanda bahwa ada komunikasi yang berjalan antara kita berdua.

Tadinya Putus Cinta Selalu Buat Kecewa, Tapi Sekarang Kamu Sadar Ada Pelajaran dari Sana

Berbalik sebentar ke sikap kita dalam menghadapi putus cinta saat masih di bangku SMA. Menangis semalaman, mengutuki keadaan, atau membencinya dan menganggapnya musuh yang pantas dilenyapkan. Menariknya, kedewasaan turut serta membawa perubahan dalam diri kita dalam hal memahami masalah.

Tak lagi memandang patah hati jadi sebuah pilu yang patut ditangisi, kini kita sadar ada banyak pelajar yang bisa diambil dari setiap asmara, meski kadang berakhir dengan luka.

Dulu Kamu Meyakini Adanya Cinta Sejatinya, Kini Kamu Mengerti Rasa yang Abadi Harus Diciptakan Sendiri

Hidup kita bukanlah cerita romansa yang ada di film-film romantis milik Disney. Ini adalah kehidupan nyata yang butuh upaya. Yap, selain restu dari pemilik hidup, kita perlu berusahauntuk saling membahagiakan jika memang ingin cinta ini jadi sesuatu yang layak disebut keabadiaan.

Butuh mengerti dan dimengerti, mendengar dan didengar, memahami dan dipahami, hingga hal lain yang memang bisa membantu kita mempertahankan hubungan hingga menua bersama.

Kita mungkin pernah bermimpi tentang segala hal indah yang sekiranya terjadi atas hubungan, tapi kini kita sadar bahwa ada banyak hal yang berubah seiring usia yang terus berjalan. Dan ini adalah sesuatu yang wajar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Menjadi Dewasa Itu Menyebalkan, Tapi Ini Adalah Sebuah Keharusan

Sebelum sampai di usia yang sekarang, ada banyak sekali hal-hal yang bisa jadi sumber bahagia. Gebetan yang memberi senyum sebagai isyarat suku, aktivitas di sekolah yang selalu berhasil mengundang tawa, hingga kencan pertama yang membuat hati berbunga-bunga hingga esoknya.

Sialnya, selepas memasuki usia di angka 20. Segala macam tetek bengek untuk menjadi manusia dewasa terasa kian berbeda. Tak melulu tentang urusan cinta, pikiran kita berubah kian kompleks untuk mencerna hal apa saja yang memang layak untuk membuat bahagia. Dan untuk tetap menjalaninya, tentu tak mudah.

Setelah Dewasa, Hidup Tak Lagi Mudah Sebab Semuanya Berubah

Sebelum sampai di usia sekarang, kehidupan kita hanya diisi dengan aktivitas belajar. Hal terberat yang mungkin terasa paling susah adalah menunggu kiriman uang datang dari orangtua ketika masih sekolah atau kuliah. Kini, siklusnya telah berubah. Masuk di usia 20-an, sebisa mungkin kita berupaya untuk tak lagi menjadi tanggungan orangtua.

Kehidupan impian yang sebelumnya kita pikirkan, nyatanya masih hanya sebatas angan. Keinginan yang dulu ditulis dalam daftar panjang, terlihat jadi sesuatu yang fana dan mungkin tak akan bisa dinikmati semuanya. Kini, ada banyak kegalauan yang harus kita pikirkan. Dan bahagia kadang tak selalu jadi tujuan, ada uang yang kerap jadi nomor satu. Demi hidup yang harus tetap berjalan.

Jungkir Balik Kehidupan, Banyak Hal yang Baru yang Kini Jadi Pegangan

Orientasi dan pikiran atas masa depan dan kehidupan dewasa yang sedang dijalankan, mengalami banyak perubahan. Hal-hal yang dulu jarang diperhatikan, kini mungkin sudah mulai dipikirkan. Proses ini membantu kita membuka mata, bahwa ada banyak hal baru yang mungin belum kita tahu. Dari sini, kita kemudian belajar tentang hal apa saja yang perlu ditingkatkan.

Mata kian terbuuka lebar, tapi bukan berati hidup yang tak lagi punya tantangan. Justru sebaliknya, ketika kita semakin tahu banyak hal. Ada banyak pertimbangan yang juga mendadak perlu dipikirkan dalam setiap keputusan.

Tak Hanya Perkara Asmara, Dewasa Mewajibkan Kita Memikirkan Segala Aspek Kehidupan yang Ada

Percaya deh, proses untuk bisa menjadi dewasa ini menyebalkan. Apalagi ketika hidup mulai terasa membosankan. Tak cukup hanya pada satu sisi saja, semua hal yang kita jalani seolah berteriak meminta dipikirkan juga. Kuliah yang belum selesai juga, pekerjaan, cita-cita, pendidikan lanjutan, gaji hingga pada situasi sosial kita.

Untuk itu, mari belajar membelah diri. Melakukan semau hal berbarengan agar tak ada satu sisi yang merasa ketimpangan hingga menjadi dewasa bisa lebih tenang.

Jatuh Bangun Meraih Mimpi yang Tak Jauh Berbeda dengan Cerita Cinta yang Dimiliki

Sialnya, kisah cinta yang hobi naik turun demi menemukan seseorang yang layak dianggap “The one”. Kerap sejalan dengan perjalanan meraih mimpi yang terasa morat-marit. Susah payah untuk tetap mengalah agar terus bersama, ternyata si dia bukan jodoh kita. Sama halnya dengan passion yang selama ini diyakini akan membahagiakan diri, ternyata bukanlah jalan sukses untuk diri.

Berdiri sendiri lagi, berjalan lagi, lalu mencari apa yang sebenarnya menjadi tujuan. Perjalanannya mungkin masih panjang, untuk itu berkata ‘menyerah’ adalah sesuatu yang pantang. Tegakkan kepala, dan buatlah kuda-kuda. Menjadi dewasa memaksa kita untuk bisa melesat lebih tinggi dari yang sebelumnya.

Bahkan Teman-teman yang Dulu Dimiliki, Mulai Hilang dan Pura-pura Tak Mengenali

Percaya atau tidak, menjadi dewasa memang memang membawa kita pada banyak kehilangan. Dan teman adalah salah satu bagian yang perlahan akan hilang. Berganti dengan orang baru, atau tetap bertahan dengan mereka yang memang masih bisa sejalan. Ini bukan sebuah kutukan, atas ketidakmampuanmu merawat pertemanan. Tapi memang seperti itulah rules-nya.

Ada yang datang dan pergi, semua orang punya porsinya masing-masing untuk hadir dan berada dalam cerita hidup kita. Jadi jika saat ini kamu merasa banyak teman yang semakin jauh. Tak hanya dirimu, semua orang pun merasakan hal itu.

Sering Hampir Menyerah, Lalu Sadar Jika Bahagia Tak Datang untuk Orang-orang Lemah

Sebagai manusia biasa, nelangsa yang terjadi atas kehidupan jadi ujian berat yang selalu membuat diri hampir angkat tangan tanda kekalahan. Namun, dunia selalu punya cara yang berbeda-beda untuk menyampaikan pesan semangatnya pada kita. Tak sengaja mendengar cerita hidup orang lain yang lebih susah dari kita, misalnya.

Nah, fase ini akhirnya jadi pembelajaran. Betapa kita perlu untuk terus bersyukur atas segala hal dan tetap berjalan meski sesusah apapun tantangan.

Hingga Akhirnya Kita Sadar, Meski Menyebalkan Menjadi Dewasa Adalah Sebuah Keharusan  

Hidup terus berjalan, usia kian bertambah. Masalah dan kesusahan akan jadi cerita, jadi modal untuk bisa lebih dewasa, dan jadi pelajaran untuk tak lagi berbuat kesalahan serupa. Harus kita akui memang, pada kenyataannya, menjadi orang dewasa tak seenak yang dulu kita bayangkan. Tak segembira yang dulu kita angan-angankan. Tapi biar bagaimanapun, ini adalah sebauh keharusan yang tetap harus dijalankan.

Singsingkan lengan bajummu, dan teruslah melangkah untuk semua hal yang ingin kau lakoni. Selama mau mencoba dan berusaha, selalu ada buah baik yang kelak kita terima sebagai hasil dari perubahan menjadi orang dewasa yang tak lemah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Jangan Menyerah, Setiap Masalah Membuat Kita Lebih Dewasa!

Biar sebahagian apapun seseorang dihadapan banyak orang. Percaya atau tidak, pasti ia punya keresahan atau masalah dalam hidupnya. Selama ini, kita mungkin melihat masalah sebagai sesuatu yang menyedihkan. Padahal ini adalah cara semesta untuk menempah kita jadi seseorang yang lebih kuat dari biasanya. Dan salah satunya, adalah menjadi lebih kian bijak dan dewasa.

Kita mungkin merasa tak siap, tapi daripada lebih dulu pesimis atas masalah yang akan datang silih dan berganti. Mari kita pahami, bagaimana sebuah masalah bisa merubah kita jadi pribadi yang lebih baik lagi. Anggaplah ini sebagai upah, karena kita tetap bertahan untuk semua perkara.

Mendorongmu Kita untuk Mencari Jalan Keluar dari Sebuah Masalah

Demi menakar diri sendiri, kita bisa melirik lagi kemampuan kita tatkala masalah sedang datang. Bagaimana cara yang kita pakai untuk menghadapinya, baik masalah kecil atau besar, yang ringat atau yang berat.

Untuk itu, kedewasaan seseorang akan terlihat ketika ia berlari untuk mencari solusi, bukan malah mengeluh dan tetap berdiam diri dalam masalah yang sedang dihadapi. Tak selesai dengan cara ini, berjuang untuk cari cara lain yang mungkin bisa jadi jalan keluar. Terus mencoba sampai menemukan titik terangnya, adalah bukti dari kebijaksanaan yang lahir dari masalah. Dan itu adalah bukti dari dewasa.

Melatih Pikiran Agar Lebih Jeli dan Tajam dalam Menganalisa Segala Hal

Yap, kedewasaan seseorang juga tampak dari pola pikirnya yang kuat dan berjangka panjang. Apa yang kita putuskan, bukanlah hasil pertanyaan jangka pendek yang dibuat dengan cepat. Sebaliknya, kita jadi lebih tetili dalam bersikap, bertindak dan mengambil keputusan.

Sebab setiap hal yang kita jadikan keputusan, lahir dari pertimbangan matang yang berlandasan jelas. Dari masalah-masalah ini kita pun akhirnya belajar, bahkan pemikiran yang matang bisa didapatkan karena terbiasa menghadapi masalah yang tak biasa.

Kita Berubah, Jadi Seseorang yang Bermental Berani

Selian keberuntungan dan kedewasaan , hal lain yang juga berperan untuk membentuk kedewasaan seseorang adalah nyali yang ia miliki. Kita perlu berani untuk menantang diri, melawan rasa takut dan menggantinya dengan sebuah keberanian untuk melangkah.

Mematangkan kemampuan untuk selalu berani meredam takut, mental kita ditempah untuk jadi bijak dalam menentukan jalan yang benar. Itulah sebabnya, semakin banyak masalah yang kita hadapi, semakin mantap pula kita berdiri untuk berani menentukan arah jalan yang sebenarnya. Karena takut hanya akan membuatmu makin ciut, tapi berani akan membawamu terbang lebih tinggi.

Bahkan Fisik Kita Pun Ikut Menjadi Lebih Kebal dari Sebelumnya

Kemampuan bertahan dari semua rasa sakit, kecewa, bersalah, atau merasa tak berguna setiap kali ada masalah. Adalah kekebalan sejati yang tak semua orang punya. Beberapa orang bahkan bisa mendadak ciut nyali, ketika kecewa atas kenyataan yang ada. Sebaliknya, sosok yang dewasa akan terus berjuang meski hal yang terjadi kerap diluar harapan.

Tak lagi mudah menangis, atas semua sedih. Batin dan fisik kita, kini jadi sesuatu yang tak biasa. Karena tahan banting atas semua perkara. Jadi, meski itu adalah sesuatu yang sukar bagi orang lain. Untuk dia yang sudah dewasa, hal tersebut adalah sesuatu yang biasa.

Dan Mengeluarkan Kita dari Zona Nyaman yang Selama Ini Kita Tinggali

Kerap diartikan sebagai langkah awal untuk menuju kesuksesan. Sebenarnya, keluar dari zona nyaman bukan hanya perkara keberhasilan dalam hal materi atau yang lainnya. Sebab, hal ini juga meliputi kedewasaan diri. Bagiamana kita mampu melepas sesuatu yang mungkin selama ini memang jadi fase nyaman untuk kehidupan.

Keluar dari pekerjaan dan mengejar passion lain yang ingin dimaksimalkan, atau menunda bekerja untuk lebih dulu menyelesaikan kuliah, atau contoh lain dalam kehidupan yang sering membuat dilema. Selain membuat kita berhasil menemukan titik teranng, keluar dari zona nyaman akan mengajarkan kita betapa sebuah masalah bisa membuat kita lebih dewasa.

Jadi mulai saat ini, jangan pernah berpikir jika masalah yang datang hanya akan menyusahkan diri. Sebab ada banyak partikel baik yang juga dibawanya, dan salah satunya adalah membuat kita kian dewasa.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top