Trending

Untuk Dia yang Kadang Terasa Lebih Dekat dari Seorang Saudara

Bertemu dengan orang banyak mungkin sudah biasa, tapi dari sekian banyak orang tersebut. Pastilah ada satu nama yang kini melekat di kepala. Sering memberinya label ‘Sahabat’, hubungan yang kita jalin dengannya tentulah berbeda dari kawan lainnya.

Nah, dalam rangka menyambut Hari Persahabatan Sedunia, yang diperingati setiap tanggal 30 Juli. Ada beberapa hal menarik yang bisa kita jadikan pembahasan, dalam persahabatan.

Dikutip dari Indian Express, Tradisi ini awalnya dimulai dari Amerika Serikat yang terjadi sekitar tahun 1935. Meski jika harus dilihat lagi, sebenarnya perayaan tersebut sudah ada sejak tahun 1919. Menariknya lagi, setiap negara merayakan Hari Persahabatan di tanggal yang berbeda-beda.

Di Oberlin, Ohio misalnya, Hari Persahabatan dirayakan setiap tanggal 8 April setiap tahunnya, sedangkan di India dan beberapa negara bagian lain, dirayakan pada minggu pertama bulan Agustus. Akan tetapi pada tanggal 27 April 2011 Majelis Umum Perserikatan bangsa-Bangsa menyatakan 30 juli resmi Persahabatan Internasional.

Terlepas dari perayaan tersebut, yang Indonesia sendiri juga turut merayakannya pada tanggal 30 Juli setiap tahunnya. Ada baiknya, jika kita sejenak berhenti dan bertanya pada masing-masing diri kita. Sejauh mana sahabat memberi berkontribusi dalam hidup kita, dan sudahkah kita pernah berterimakasih padanya?

Menjadi Bagian dari Cerita Hidup, Ada Banyak Waktu yang Sudah Ia Korbankan Untuk Kita

Coba ingat lagi, berapa kali ia harus datang menemuimu meski hanya sekedar jadi pendengar setia untuk semua keluh? Berapa kali ia memelukmu, disetiap patah hati yang kamu alami. Dan berapa kali, ia jadi penyokong semangat setiap kali kamu hampir menyerah dan putus asa.

Tanpa berharap apa-apa, semua ia lakukan dengan cuma-cuma. Tak berharap balasan, apalagi imbalan. Semua waktu dan kesempatan yang ia berikan lahir dari sebuah ketulusan. Karena sebagaimana kita menganggapnya yang lebih dari sekedar teman, ia juga menempatkan kita dalam tingkatan orang penting dalam cerita hidupnya.

Selalu Jadi Komentator Atas Segala Hal yang Kita Lakukan, Tapi Semua Itu Adalah Bentuk Lain dari Ketulusan

Suatu kali kita mungkin merasa kesal, atas beberapa pilihan yang tak mendapat dukungan. Begitu pula dengan dia yang kita panggil sahabat. Bukannya mendukung kita dari belakang, ia  justru jadi pihak lain yang juga menyalahkan. Tapi dibalik semua itu, selalu alasan kuat yang ia pakai dari bentuk tak setujunya.

Dengan pelan dan telaten ia akan menjelaskan, dimana letak salah kita. Dan tak seharusnya kita melakukannya. Selanjutnya kita akan sadar, bahwa apa yang kita anggap benar tak selalu adalah sesuatu yang harus dijadikan pilihan. Pada titik inilah perannya sebagai sahabat terlihat.

Yap, dia tak hanya jadi pendukung yang baik untuk semua hal yang menjadi kesukaan. Tapi juga tukang tegur yang dengan tegas menentang pilihan yang memang adalah sebuah kesalahan.

Orang Lain Mungkin Akan Pergi Ketika Kita Melakukan Kesalahan, Tapi Ia Selalu Datang dengan Pintu Maaf yang Menenangkan

Diangap sebagai teman oleh banyak orang saat sedang senang, barangkali sudah jadi sesuatu yang biasa. Tapi jika perjalanan hidup membawa kita pada banyaknya kesusahan, apakah mereka akan tetap tinggal? Sayangnya tidak kan. Pada titik ini, kita akan benar-benar tahu. Siapa dia yang memang benar-benar sahabat dengan dia yang hanya sekedar teman.

Tanpa merasa malu, ia datang untuk tetap berada disamping kita. Memeluk kita meski sedang salah dan tak seorang pun yang mau mendengar kita. Selalu berada disamping kita sepanjang perjalanan cerita. Dan senantiasa jadi orang yang membuat kita kembali berani untuk berjalan.

Jadi Pihak yang Paling Mengerti, Untuk Itu Ia Paham Kapan Kita Butuh Waktu Sendiri

Tanpa harus dijelaskan, ia bisa memahami kita dengan sendirinya. Yap, seorang sahabat selalu paham apa yang dirasakan oleh sahabatnya. Untuk itu, ia tahu kapan kita sedang tak bisa diganggu dan kapan kita bisa diajak bercanda.

Kedekatan yang sudah terjalin lama, membuatnya mampu merasakan apa yang sedang kita derita. Maka tak salah, jika kadang kita memberinya julukan “seorang saudara dari ibu yang berbeda”. Karena semua cinta kasih dan ketulusan yang ia berikan pada kita, bisa jadi adalah sesuatu yang belum pernah kita terima dari saudara sedarah.

Bahkan Meski Berjuta Kata Terimakasih pun, Mungkin Tak Akan Sanggup Membalas Semua Kebaikannya Darinya

Seorang sahabat memang tak akan pernah meminta balas atas semua kebaikan yang ia berikan. Apalagi sampai menghitung-hitung segala yang ia berikan. Sebab apapun yang ia lakukan, selalu lahir dari sebuah ketulusan yang tak pernah berharap balasan. Tapi sebagai teman yang cukup tahu diri. Baiknya kita melakukan hal serupa untuknya.

Bergantian jadi pendengar untuk ceritanya, memeluknya saat sedang salah, dan selalu berupaya untuk melakuan hal yang sama baiknya. Sebagaimana ia telah berbuat baik kepada kita.

Nah, bertepatan dengan Hari Persahabatan Internasional yang jatuh pada hari ini. Kami ingin mengajak kamu untuk turut serta mengucapkan terimakasih kepada sahabatmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Karya Seniman Eko Nugroho Sedang Bertengger di Galeri Nasional Singapura

Cahayanya yang terang, jadi salah satu hal yang akan kita pikirkan setiap kali mendengar nama kunang-kunang. Dan ternyata, seniman Eko Nugroho juga punya kenangan indah akan binatang yang sering terlihat di malam hari tersebut. 

Ini bisa kita lihat, dari karya instalasi ‘Kenangan Kunang-Kunang’ atau ‘Memories of Fireflies’ miliknya, yang saat ini sedang turut serta dipajangkan dalam pagelaran ‘The Gallery Children’s Biennale: Embracing Wonder’ bersama seniman-seniman Asia lainnya. 

Setidaknya, Eko Nugroho menampilkan enam Damar Kurung yang merupakan lentera kertas tradisional. Lentera tersebut menggambarkan adegan kehidupan Jawa sehari-hari sampai nilai-nilai penting seperti rasa hormat, perdamaian, cinta, dan lain-lain. 

Sumber : Galeri Nasional Singapura

“Pengunjung juga diundang untuk menjelajahi lentera dengan melakukan berbagai aktivitas interaktif,” tulis keterangan yang media, Selasa (25/6/2019). 

Aktivitas interaktif, pengunjung akan mengubah karya dengan cahaya, bayangan, warna, dan bentuk. Perubahan tersebut berkontribusi pada ide-ide besar demokrasi yang ingin disampaikan sang seniman. 

Tak hanya itu saja, karyanya juga dimeriahkan oleh mural di dinding yang berjudul ‘Tightly Hugging Care, Love, Peace’. Muralnya menggambarkan pemandangan harapan yang penuh cinta, perhatian, dan perdamaian antar umat manusia. 

Lelaki asal Yogyakarta ini memang dikenal sebagai seniman yang bekerja dengan berbagai medium. Ada batik, topeng, wayang kulit, dan mural berskala besar. Menetap di Yogyakarta, sebagian besar karyanya terinspirasi dari budaya Jawa dan peristiwa yang terjadi di sekitarnya. 

Warna-warni cerah yang dihadirkan oleh Eko membuat karyanya diminati publik dunia, termasuk digaet Louis Vuitton untuk dijadikan scraf. Karya instalasi tersebut akan berlangsung pada 25 Mei hingga 29 Desember 2019 di Galeri Nasional Singapura.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Dua Kunci Kehidupan yang Harus Selalu Kita Pegang: Syukur dan Sabar

Atas segala perkara yang kadang terasa jadi beban, beberapa cobaan sering membuat kita merasa kesusahan. Sibuk mencari jalan keluar, lalu bingung karena semuanya kian terasa tak terlewatkan. Tunggu sebentar, tarik nafasmu dalam-dalam lalu mulailah untuk meresapi semua yang sedang kau alami. 

Tak butuh sesuatu yang besar, demi bahagia dan sedih yang datang lalu lalang. Kita hanya perlu bersyukur dan bersabar dalam segala keadaan. Jika dua hal ini sudah berhasil dijalankan, apapun sedih dan bahagia yang sedang kamu rasakan. Kehidupan akan selalu terasa baik dan menyenangkan.  

Meski Hidup Kadang Sulit, Sabar Akan Membantumu Mengurai Segala yang Rumit 

Ingat, perjalanan kehidupan yang akan kita lalui akan disertai dengan segala hal berat dan ringan, menyedihkan dan membahagiakan, dan segala titik baik dan buruk yang berjalan beriringan. Tak selalu sedih, tapi juga tak akan selalu bahagia. Berusahalah untuk tetap berdiri, bangkit dan mencari solusi.

Dan hal yang paling utama adalah mengontrol diri agar selalu sabar meski hidup kian berat saban hari. Kesedihan memang tak akan hilang dengan cepat, tapi sabar akan membantu kita menguraikan segala hal yang tadinya terasa berat. 

Bukan Tentang Besar dan Kecilnya Masalah, Selalu Bersyukur Akan Membut Hidup Terasa Mudah 

Banyak dan sedikitnya harta benda dan uang yang kita punya, digadang-gadang jadi patokan untuk hidup bahagia. Si kaya lebih bahagia, sedang dia yang tak punya dianggap sengsara dan nelangsa. Padahal kenyatannya tentu tak selalu seperti yang kita kira. Banyak atau tidaknya harta tak selalu jadi tolok ukur untuk bahagia.

Karena mereka yang tinggal di kolong jembatan bisa jadi lebih tertawa lepas dari dia yang duduk manis di dalam mobil mewah. Siapapun pun kita, dan berapa banyak pun harta yang kita punya, kesabaran selalu jadi kunci untuk membuat terasa mudah. 

Jadikan Syukur Sebagai Penguat, Agar Tak Ada Waktu untuk Mengeluh dan Berdebat

Pada masa-masa terberat, menyesali semua yang sudah dilakukan kita anggap jadi jalan keluar. Bukannya menemukan jawaban, kita justru lelap dalam liang sesal hingga akhirnya tak kunjung menemukan kesenangan. Nah, daripada sibuk menyalahkan situasi dan keadaan. Cobalah cari celah untuk bersyukur atas segala hal yang sedang menghadang.

Haturkan terimakasih pada diri sendiri karena sudah gagal, sebab dengan itu kita belajar untuk tak lagi sembarangan dalam membuat keputusan. Yap, bersyukur membuat kita lebih bijak, hingga akhirnya sadar bahwa segala hal yang terjadi datang membawa makna yang akan menghiasi kehidupan sekarang dan masa depan nanti. 

Tak Lagi Merasa Berhak Menuntut Tuhan Jika Ada yang Tak Sesuai Keinginan, Sabar Membuat Kita Banyak Belajar

Jadi jalan keluar termudah yang bisa kita lakukan, mengeluh memang kadang membuat kita bisa bernafas lebih lega. Merasa semua pertanyaan bisa tertuangkan, tapi sialnya, kita sering bersikap bak Tuhan yang berhak memprotes segala yang sudah ditakdirkan. 

Kita lupa, jika kita hanyalah manusia biasa. Bisa benar, bisa pula salah. Bisa bahagia, bisa pula  bersedih meski entah karena apa. Latihlah diri untuk lebih banyak bersabar, dengan begitu kita akan memperoleh banyak pelajaran dari setiap kegagalan. 

Sebab Hidup Akan Selalu Baik-baik Saja, Jika Syukur dan Sabar Selalu Melekat dari Ingatan

Tak peduli kamu akan percaya atau tidak, tapi menjadi manusia yang penuh rasa syukur dan sabar akan mengubahmu lebih baik dari yang sebelumnya.

Dengan syukur kamu lebih memaknai segala hal, tak lagi bersikap sembarangan, dan paham batas-batas mana yang harus tetap dijaga dan yang sekiranya boleh dilanggar. Sebaliknya, bersabar membuatmu jadi manusia yang berbeda. Mengerti arti dari menunggu dan berserah, serta tak akan gusar atas segala sesuatu yang masih jadi misteri dari semesta. 

Jika dua hal ini bisa berhasil kamu jalankan, percayalah jika hidupmu akan selalu dipenuhi kesangan dan segala keberuntungan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Via Vallen Disomasi Lantaran Dianggap Melecehkan Simbol Agama Hindu

Pedangdut Via Vallen kembali menghebohkan publik. Kali ini bukan karena prestasinya, melainkan ia tersandung masalah lantaran panitia penyelenggara acara, Diana Ria Enterprise yang memajang posternya.

Dalam poster yang memuat potret Via yang berdiri di atas Sri Kresna mengendarai kereta perang bersama Harjuna ini dinilai telah melecehkan simbol agama. Somasi pun dilayangkan DPP Amukti Palapa Nusantara (APN).

Kami atas nama Keluarga Besar DPP Amukti Palapa Nusantara atas seijin Bapak Ketua Umum melakukan dan menyampaikan somasi terhadap pihak panitia acara yaitu Diana Ria Enterprise,” tulis Anom Windu mewakili APN dalam akun Facebook-nya.

Dalam peringatan tersebut Anom sebagai wakil umat Hindu menyampaikan empat poin somasi terkait hal tersebut.

“Kami meminta ini pelajaran bagi semua pihak untuk STOP dalam melecehkan simbol-simbol agama apapun yang ada di NKRI,” tulis dalam somasi tersebut.

Tapi sampai hari ini, belum ada tanggapan dari pihak Via maupun panitia acara konser tersebut. Umat Hindu menanti konfirmasi dari pihak Via Vallen.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top