Feature

Untuk Apa Menangisi Gebetan yang Pergi Tanpa Alasan? Kamu Berhak Move On

Rasanya kesal memang, saat sedang dekat dengan seseorang, ternyata dia memilih pergi begitu saja tanpa alasan yang jelas. Untukmu yang pernah, atau bahkan sedang mengalami hal semacam ini, tak perlu dibawa dalam kesedihan yang berlarut-larut. Jalanmu masih panjang. Kamu jelas-jelas berhak move on. Aku tahu, perkara ditinggal pergi memang selalu menyisakan pedih dan lara. Tapi, dia yang pergi dengan penuh misteri sejatinya menuntutmu untuk mengerti dengan situasi.

Kalau dia secara jelas sudah melangkah pergi, sebaiknya kamu tak perlu berlama-lama mengharapkan balasan yang tak pasti. Daripada hatimu lelah, lebih baik kamu introspeksi atau setidaknya cari tahu alasannya pergi begitu saja. Bukan untuk menuntut agar dia kembali, tapi agar kamu tahu kalau dia memang bukanlah sosok yang patut diperjuangkan.

Ada yang Terbiasa ‘Cek Ombak’, Kalau Menurutnya Dirimu Tak Lagi Menarik, Dia Akan Begitu Saja Meninggalkanmu

Memang selalu ada tipikal orang yang begini adanya. Secara harfiah, cek ombak maksudnya berarti dia suka tebar pesona, dan kalau ada yang berhasil tertarik padanya, berarti itu dianggap sebuah ‘bonus’. Tapi dia tak akan berhenti untuk meneruskan hobinya yang suka tebar pesona itu. Terutama jika di matanya kamu dianggap tak menarik lagi. Terdengar jahat memang, tapi kamu selama ini hanya bagian dari jalur pencariannya saja.

Kalau Dari Kamunya yang Terlalu Cepat atau Mudah Baper, Gebetan Justru Jadi Enggan Mendekatimu Lagi

Bisa jadi karena dia mengira kamu terlalu cepat serius untuk menanggapi alias rentan baper, makanya dia memilih pergi. Kedekatannya denganmu, dari sisimu mungkin terasa spesial, tapi tidak dengannya. Hal itulah yang membuatnya mengira kamu pasti menyalahartikan kedekatan kalian selama ini. Untukmu, tak perlu patah hati apa lagi dendam dengannya. Daripada bapermu bertambah, lebih baik lupakan gebetan semacam ini dan segeralah berpaling pada yang baru.

Bisa Jadi Alasannya Tiba-tiba Menghilang Lantaran Dia Anti dengan Komitmen yang Menurutnya Sangat Mengekang

Kamu mungkin perlu mencari tahu orang semacam apakah dirinya. Terlebih kalau dia tipikal orang yang tak suka dengan komitmen alias lebih suka berhubungan tanpa status, lalu pergi begitu saja tanpa kejelasan. Percayalah, apa pun alasannya, orang yang semacam ini sukar diandalkan. Karenanya, daripada menantikan kejelasan darinya, lebih baik pikirkan lagi apakah kamu mau digantung seterusnya tanpa status yang jelas? Bukankah lebih baik mencari orang baru yang lebih menghargai hubungan?

Atau Karena Dirimu yang Terlalu Posesif Padanya Padahal Belum Ada Kejelasan Status Apa-apa

Faktanya, banyak orang yang suka dengan kebebasan. Berangkat dari hal itulah makanya mereka seperti tak suka kalau memiliki seseorang yang posesif terhadap dirinya. Terutama untukmu, cobalah introspeksi sejenak. Apakah selama ini kamu terlalu posesif? Ketahuilah, bukan tak mungkin dia sewaktu-waktu akan meninggalkanmu lantaran alasan itu. Belum lagi kalau kamu selalu ingin ada di dekatnya hingga tak kenal waktu. Sebentar, bukankah kamu dan dia belum ada hubungan apa-apa? Dengan sikapmu yang begini, bukan tak mungkin dia justru jadi semakin jengah dan ingin meninggalkanmu.

Meski Sudah Dekat dalam Waktu yang Cukup Lama, Bosan Seringkali Jadi Alasan untuk Pergi Begitu Saja

Alasan yang satu ini memang terdengar jahat, tapi faktanya selalu ada yang mengalami hal ini. Misalnya, kamu dan dia sudah dekat dalam waktu yang relatif lama, bahkan lebih dari setahun. Tapi lantaran dirasa bosan dengan hubungan yang begitu-begitu saja, bisa saja dia pergi tanpa memberi kejelasan. Sebab kalau sudah bosan, apa pun selalu terlihat salah dan buruk. Faktanya, daripada hubungan terasa tak sehat, mungkin dia pun akhirnya memutuskan untuk pergi begitu saja.

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Agar Tak Membahayakan Diri, Kita Perlu Bijak Mengelola Emosi

Kenyataan yang tak sesuai keinginan, teman yang menyebalkan, jalanan macet tak karuan, atau apa saja yang bisa memancing amarah untuk diluapkan. Serungkali jadi alasan, kita untuk emosi dan marah. Tapi tak semua bisa mengeluarkan uneg-unegnya. Beberapa orang justru diam, meski emosinya sudah ada diambang batas kemarahan.

Sialnya selepas emosi dan marah-marah, ada hal buruk yang bisa saja terjadi atas kita. Membuat lingkungan merasa risih atau tak suka. Namun, seolah tak ada habisnya. Memendam amarah justru bisa berbahaya pada diri kita. Lantas harus bagaimana?

Kenali Dulu Jenis-jenis Emosimu

Setiap emosi dalam hidup kita memiliki peran penting dalam segala hal yang kita lakukan. Berpikir, berperilaku, mengambil tindakan, berbicara, dan bisa terlihat pula pada raut wajah. Sayangnya, masih banyak kita yang belum paham. Bagaimana bisa mengenali emosi dan cara mengelolanya serta membeda-bedakannya. Agar tak lagi terjebak dalam pemahaman yang salah, ini 7 jenis emosi dasar manusia dengan fungsi yang berbeda yang perlu kamu kenali.

Bahkan Sering Merasa Sendiri, Adalah Bentuk Lain dari Emosi

Ya, meski sedang berada di tengah keramaian. Jiwa dan hatimu tetap saja merasa sendiri, manusia dan hal-hal lain yang ada seolah tak berarti. Tak pernah diminta, perasaan selalu merasa sendiri bisa datang kapan saja, yang belakangan diketahui. Ternyata perasaan ini adalah bentuk lain dari emosi.  

Sebab, Meskin Jarang Disadari Memendam Emosi Bisa Berbahaya Pada Diri

Menurut psychmechanics, memendam emosi adalah cara seseorang untuk tidak mengakui emosinya atau tidak mengekpresikan emosi dengan cara yang sehat. Padahal pada dasarnya, emosi tidak bisa ditekan dan tetap harus dikeluarkan dengan cara apapun, salah satunya adalah meditasi. Sebab, emosi yang dipendam justru akan menimbulkan banyak masalah. Bagaimana saja dampaknya bisa kamu baca disini.

Untuk Itu Kita Harus Lebih peka, Cari Tahu Apa yang Membuatmu Marah-marah

Karena suka marah-marah nggak jelas, hasilnya bisa merusak mood diri dan orang-orang di sekitar. Untuk itu kita perlu lebih peka, sebab yang namanya asap tentu pastilah ada sumber api. Untuk itu, cobalah kenali berbagai hal yang mungkin jadi penyebab, kenapa belakangan ini kamu mudah tersulut amarah untuk berbagai hal yang sebenarnya bukanlah masalah.

Dan Jika Sedang Emosi, Cobalah Lakukan Hal Ini

Ada hal-hal buruk yang bisa saja terjadi setelah emosi, mulai dari membuat orang lain terluka atau justru melukai diri kita. Bertumbuh jadi manusia dewasa memang banyak tantangannya, dan mengelola emosi jadi salah satunya. Maka untuk tak buru-buru marah, coba lakoni hal-hal ini saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Agar Hidupmu Tidak Hancur Begitu Saja, Sertakan Logika Dalam Cinta

Galau, sebuah kata yang tak asing lagi di telinga kita. Hampir di setiap negara kata ini ada meskipun berbeda dalam penyebutannya. Galau disini menggambarkan perasaan seseorang yang sakit hati, gelisah dan tak karuan. Penyebabnya bisa jadi karena putus cinta, hubungan keluarga, atau ekspektasi yang bertolak belakang dengan realita.

Entah siapa yang pertama kali memproklamirkan kata galau ini, namun sepertinya kata ini sudah begitu fenomenal di Indonesia. Semua kalangan bisa saja merasakannya, namun kebanyakan memang orang dewasa yang sering mengaku dan merasakan galau. Dan alasan yang paling banyak di utarakan adalah karena putus cinta.

Hmm, pernah berpikir nggak sih apa untungnya dari galau? Dengan galau kita bisa merusak diri kita bahkan aktifitas kita. Galau bisa membuat kita kehilangan semangat melakukan sesuatu, bahkan sampai nafsu makan pun menurun. Memang sih, saat galau logika kita entah pergi kemana. Semuanya terasa hampa, dunia rasanya tak berpihak lagi pada kita.

Galau juga tidak hanya berpengaruh terhadap diri sendiri, tapi akan berpengaruh terhadap orang-orang di sekitar kita. Bagaimana tidak? Yang biasanya kita adalah orang periang, ketika galau tiba-tiba diam seribu bahasa. Tidak ada lagi senyuman di wajah kita, tentu saja orang lain akan merasa aneh dengan kita. Mungkin banyak yang empati, namun tidak sedikit juga yang memang tidak perduli.

Ada yang sampai galau bertahun-tahun karena putus cinta, memang ya jika sudah berkaitan dengan cinta logika kita entah kemana. Padahal, jika seseorang itu pergi meninggalkan kita sudah jelas dia bukan yang terbaik untuk kita. Sakit memang sakit, namun bangkit tetap harus bangkit. Hidup bukan hanya tentang meratapi luka, semuanya hanya tentang waktu. Perlahan luka akan sembuh dengan sendirinya, selama ia masih menganga cobalah untuk menata hati kembali. Merapikan yang sudah dia hancurkan, memeluk puing-puing harapan yang ia tinggalkan. Jangan melulu terpuruk dengan keadaan.

Kebanyakan yang merasakan galau ini adalah perempuan. Karena apa? Karena saat jatuh cinta perempuan hampir menggunakan seluruh perasaannya daripada logika, berbanding terbalik dengan laki-laki. Perempuan mencinta tanpa memikirkan logika, sedangkan laki-laki lebih mengutamakn logika daripada rasa. Maka dari itu saat ada yang terluka, laki-laki lebih memiliki peluang cepat sembuh karena logikanya berjalan. Sedangkan perempuan, ia hanya mengikuti perasaannya sampai suatu hari nanti logikanya terbuka dengan sendirinya, butuh waktu yang lama.

Galau ini sebenarnya belum ada obatnya, namun mendekat kepada sang pencipta bisa menjadi pereda. Ketika kesetiaan dibalas dengan pengkhianatan, ketika ketulusan dibalas dengan kebohongan, bersyukurlah karena Allah telah memperlihatkan siapa diri mereka sesungguhnya. Kata-kata motivasi dan hiburan dari teman-teman memang sedikit menguatkan, namun tetap saja bangkit dan kembali seperti semula butuh waktu yang lama.

Teruntuk kalian yang sedang merasakan, mari jemput logika agar luka kalian tidak berlangsung sama. Percayakan segala hal kepada yang maha kuasa, termasuk cinta. Yang terbaik akan dipersatukan dengan yang baik juga, lalu jika kamu masih berharap dengan seseorang yang telah menyakitimu apakah kamu tidak akan merasa rugi jika dipersatukan dengan seseorang yang tidak baik untukmu? Segera Move On dan perbaiki kehidupanmu sekarang, sebelum galau benar-benar membawamu dalam penderitaan. Semangat !

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Belajarlah Dari Kecewa, Agar Kamu Percaya Ada Bahagia yang Nyata Dari Hasil Menata Luka

Kenapa kamu kecewa? Karena Tuhan menciptakan air mata sebagai salah satu pereda dari sedihnya dikecewakan.

Hidup bagaikan roda yang berputar, siang berganti malam, panas berganti hujan, dan kekecewaan yang berganti menjadi kebahagiaan. Susah dan senang selalu berdampingan mengiringi perjalanan kehidupan, jangan harap kamu akan selalu merasakan bahagia, tanpa pernah merasakan luka. Hidup terlalu monoton jika dihabiskan dengan bahagia.

Lalu, setelah yang ku sampaikan barusan kamu masih bertanya mengapa Tuhan memberikanmu kekecewaan? Sini, mendekatlah. Biar aku jelaskan sekali lagi, coba ceritakan hal apa saja sebenarnya yang membuatmu kecewa? Kamu terluka karena cinta? Harapanmu tentang cita-cita kandas? Keluarga yang tak utuh, pendidikan yang tak bisa diraih, dan karier yang hanya jalan ditempat tanpa kemajuan, semua itu yang membuatmu kecewa? Tolong, coba berpikir dan mencoba bersyukur sekali saja.

Jangan selalu memikirkan hal-hal yang tak dapat kamu capai, karena semua itu diluar kendalimu. Ada takdir yang lebih berkuasa dari kekuatan otak, otot dan mental. Cobalah untuk lebih fokus dengan apa yang sedang kamu genggam, kamu miliki. Merasa cukup bukan berarti harus berhenti berjuang, hanya saja itu bisa dijadikan obat kekecewaan.

Pernah kah kamu membaca kisah-kisah orang yang sukses diluar sana? Apakah kesuksesan mereka raih dengan cara instan? Apakah dengan sekali berjuang mereka langsung ber-uang? Dan apakah mereka tidak pernah merasakan kecewa dalam hidupnya. Tentu saja mereka pernah jatuh, sebelum bangkit dan menikmati hasil dari perjuangannya.

Jatuh, bangkit. Gagal, bangkit. Kecewa, menata luka. Tidak ada kata menyerah dalam kamus orang-orang sukses. Seperti halnya mereka, mengapa tak kamu coba untuk mengambil sisi positif dari kecewa? Menjadi lebih dewasa misalnya. Setelah luka yang kamu dapat, dari situ kamu belajar lebih dalam tentang kehidupan. Belajar menerima bahwa ada beberapa hal yang memang diluar kendali makhluk bernyawa.

Semuanya hanya tentang proses, orang-orang sukses diluar sana mengalami jatuh bangun atas usahanya, lalu apa yang mereka lakukan setelah itu? Apakah mereka terpuruk sepertimu? Apakah mereka menyalahkan dunia atas takdir-Nya? Dan apakah mereka sepertimu yang hanya bisa menyalahkan tuhan lalu mengutuk keadaan. Mengaku menjadi orang yang paling terpuruk, sakit hati terhadap dunia.

Kini, masih mau kah kamu menyalahkan Tuhan atas kekecewaan yang kamu rasakan? Apa yang akan kamu dapatkan dari semua itu? Kebahagiaan? Tidak, semua itu hanya akan memperburuk keadaan. Tuhan diam saja bukan berarti dia ingin melihatmu terpuruk, sekarang apa yang akan tuhan ubah sedangkan dirimu sendiripun tak mau berubah. Jika kau bangkit dan mampu mengobati kecewamu dengan hal positif maka tuhan juga akan menggantikan tangisan dengan senyuman.

Kamu hanya perlu yakin atas takdirNya, nikmatilah prosesmu sendiri meskipun panjang. Jangan banyak mengeluh, lebih baik kamu keluarkan lebih banyak peluh agar kebahagiaanmu terbayar utuh. Tuhan memberimu kecewa bukan berarti dia ingin melihatmu terluka, justru dia ingin membuatmu bangkit dan menatanya. Hey, kamu yang sedang dilanda kecewa, aku yakin kamu kuat, bangkitlah segera, ya!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top