Tips

Udah Jomblo, Anak Kost Pula, Terus Siapa yang Bangunin Sahur?

Udah Jomblo, anak kost pula. Itu mungkin ya disebut jomblo ngenes atau Jones. Pacar gak ada. Orangtua dan sadara jauh. Terus nanti siapa yang bangunin Kamu nanti sahur?

Tapi jangan risau. Kamu yang Jomblo dan anak kost tetap bisa bangun buat sahur. Kamu bisa gunakan cara ini:

Sebelum tidur berdoa dulu, minta dibangunkan ketika waktu sahur tiba

Berdoa bangun sahur

Udah pake baju tidur terus berdoa sebelum bobo | Gambar dari http://nuraizzul.blogspot.com

Jangan lupa, sebelum tidur Kamu berdoa dan niat untuk bangun sahur. Kamu meminta agar Kamu dibangunkan ketika sahur. Kamu bangun sahur selain karena itu ibadah sunah, juga agar Kamu kuat menjalani puasa besok.

Sebelum tidur jangan lupa Wudhu dulu aja, biar tidurnya tenang dan bangun ketika waktu sahur tiba

wudhu sebelum tidur

Coba Berwudhu dulu, bila perlu ke Mushola terdekat | Gambar dari kerinci.kemenag.go.id

Sebelum tidur jangan lupa wudhu dulu. Ini agar Kamu dalam keadaan suci dan tidur kamu tenang. Biasanya ketika tenang Kamu bisa bangun sesuai dengan keinginan Kamu.

Sebelum tidur, coba minum air yang banyak ya

minum air putih sebelum tidur

Jangan lupa sebelum tidur minum air putih ya

Sebelum Tidur, ya minum air putih aja yang banyak. Biasanya kalau minumnya banyak, Kamu terbangun karena ingin buang air kecil. Nah berharap saja ketika bangun itu waktu yang pas untuk sahur atau minimal mendekati waktu sahur.

Jangan lupa, pasang alarmnya.  Bila perlu pasang Alarm dari Jam Weker dan smartphone Kamu

alarm untuk sahur

bila perlu alrmnya gede

Berhubung pacar tidak punya, keluarga juga jauh. Alarm bisa jadi penolong Kamu untuk membangunkan sahur. Jangan lupa seting alarm sebelum Kamu tidur.  Bila perlu pasang Alarm dari Jam Weker dan smartphone Kamu dan diulang perlima menit sekali berbunyi.

Anak Kost umumnya rajin begadang. Selama ramadan ini jangan begadanglah, Kamu Harus tidur cukup

bergadang sahur

apalagi bergadangnya ngumpul gini | gambar dari https://deathox.wordpress.com

Bila biasanya Kamu rajin begadang, kurangilah. Maksimalkan waktumu untuk ibadah dan tidurlah yang cukup. Agar Kamu bisa bangun di waktu sahur, Ya kurangilah begadang untuk hal-hal yang tidak perlu. Seperti lagu bang haji Rhoma Irama. Begadang kalau ada perlunya saja.

Update Status aja di Sosmed, Minta dibangunkan kawan. Siapa tahu ada teman sosmed Kamu yang perhatian

sahur di sosmed

ya coba aja sebelum tidur kayak gini

Ini era digital dimana gak keren kalau kamu gak gunakan social media. Sebagai anak digital yang sudah akrab dengan social media. Kamu bisa update status di social media Kamu untuk minta dibangunkan waktu sahur.

Jika update status secara langsung seperti itu membuat Kamu malu karena takut kamu ketahuan kalau Kamu jomblo ngenes. Kamu bisa membuat status terselubung. Misalkan update statsu dengan berdoa “ Ya allah bangunkan aku diwaktu sahur”.

Minta bangunin ke Ibu atau Bapak Kost kalau berani dan gak sungkan

sahur di kos

tapi jangan sampe bapak kost bawa pihak keamanan buat bangunin kamu ya | Gambar dari http://poskotanews.com

Ini agak sungkan sebenarnya. Minta dibangunin ibu atau bapak kost itu rada sungkan dan malu atau bahkan tidak berani sebenarnya. Tapi kalau Kamu berani, bisa mencoba cara ini sih.

Minta bangunin ke tetangga Kost kalau sungkan minta bantuan ke pemilik Kostan

sahur sama tetangga

Tentangga kamu juga masih ngantuk ternyata

Kalau tidak berani ya minta temen kost untuk minta dibangunkan waktu sahur. Jika ke Pemilik kost sungkan, maka ke tetangga kost mungkin kamu berani. bisa di coba sih.

Jangan di matiin TVnya, Kali aja Kamu kebangun

tidur di depan tv

Sebelum tidur ya nonton TV aja, biar ketiduran

Di Indonesia banyak acara TV saat sahur. Sebelum tidur coba aja nyalain TV, Kamu berharap ketika waktu sahur kamu terbangun karena berisik acara Sahur di TV. Ya namanya usaha.

Kalau gak bangun juga. Yudah sih jangan sahur, masa gak kuat. Palingan agak lemes doang pas siangnya.

Seandainya beberapa cara diatas gagal juga. Yasudahlah jangan sahur. Masa sih  Kamu enggak kuat puasa seharian tanpa sahur. Tanpa pacar aja hidup Kamu selama ini kaut, masa puasa gak sahur aja gak kuat.

1 Comment

1 Comment

  1. uwien

    June 25, 2015 at 8:22 am

    Ahahaha… Temenku yg jomblo juga suka minta dibangunin pas waktunya sahur. Kadang di miskol kadang pake ping!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Kenapa yah, Gaji Bulanan Selalu Terasa Kurang?

Tak perlu banyak ngeles, semua dari kita tentu selalu berpikir akan hal yang sama. Tentang kurang banyaknya nominal rupiah yang masuk ke tabungan untuk setiap bulannya. Bisa makan tanpa merasa kelaparan setiap hari, tapi masih saja berpikir bahwa gaji kurang dari kata mumpuni.

Alih-alih menabung, hal yang lebih sering terjadi. Kita lebih banyak mengeluh kala hari sudah tiba di penghujung bulan. Anehnya, orang lain yang gajinya masih dibawah rata-rata justru bisa terlihat bahagia dan tak pernah mengeluh akan situasi keuangannya. Lantas ada apa dengan kita, yang gajinya sudah cukup tapi saja merasa kurang setiap bulan?

Iya, kita memang tak pernah tahu apa yang dikerjakan oleh mereka. Mungkin saja ia punya penghasilan sampingan, atau aset lain yang juga menguntungkan. Tapi daripada terus menerus mengutuki hidup dengan merasa gaji kurang banyak. Cobalah pahami beberapa hal yang mungkin sedang kamu jalani ini.

Tak Akan Ada Bahagia Ketika Kamu Masih Membandingkan Hidupmu dengan Orang Lain di Luar Sana

Ini jadi hal pertama yang perlu kita pikirkan. Sebab begini kawan, setiap orang punya jalan cerita yang berbeda-beda. Kamu mungkin senang jika punya banyak uang, tapi orang lain belum tentu punya pandangan yang serupa kan? Dan pilihan kita untuk membandingkan kehidupan dengan orang lain, jelas jadi pemicu rasa nelangsa yang semakin menjadi-jadi.

Dengan kata lain, kadang kala bukan gaji yang terasa kurang. Hanya saja kita masih belum bisa paham, bagaimana caranya untuk menikmati apa yang sudah didapatkan. Lagipula membandingkan pencapaian orang lain dengan apa yang kita miliki, toh tak akan merubah apapun dalam diri. Yang ada kita makin merasa sedih dan kekurangan.

Lupa dengan Hal yang Sudah Dimiliki, Dan Terjerat Untuk Memenuhi Sesuatu yang Diingini

Tak ada yang salah dalam memenuhi keinginan hati, biar bagaimanapun sesekali kita pantas utnuk menghadiahi diri dengan apa yang mungkin sedang disukai. Yap, kamu boleh beli arloji mahal jika memang sedang ingin, begitu pula dengan kamu yang mungkin ingin memanjakan diri di salon kecantikan seharian. Semuanya sah-sah saja untuk dilakukan, dengan catatan hal itu bukanlah sesuatu yang dipaksakan.

Gaji mu bisa saja terasa cukup, jika hanya untuk digunakan pada hal-hal yang memang dibutuhkan. Bukan demi gaya dan dijadikan ajang pamer semata. Bahkan keinginanmu untuk bisa terlihat “wah” didepan orang bisa menjeratmu dalam kesusahan jika terlalu dipaksakan.

Gaya Hidup Meningkat, Seiring dengan Naiknya Pendapatan Bulanan

Coba ingat lagi, dulu sewaktu baru bekerja dengan gaji yang masih tak seberapa. Kita bisa memenuhi semua kebutuhan dengan baik, bahkan beberapa kali masih ada sisa gaji yang bisa disisihkan untuk tabungan. Namun anehnya, sekarang ketika gaji sudah jauh lebih besar. Gaji yang kita peroleh masih saja terasa kurang.

Tenang saja, uangmu tak hilang ataupun bergerak ke luar saku. Hanya saja, seiring dengan bertambahnya gaji dan pendapatan, gaya hidup dan kebutuhan pun turut serta meningkat. Kamu yang dulunya bisa makan di warteg, dengan posisi dan pendapatan sekarang sudah merasa sanggup untuk makan di warung yang lebih mahal. Begitupula pada kebutuhan lain yang juga berubah serta berkembang. Entah karena memang ingin, atau hanya karena gengsi saja.

Tolong Bedakan, Mana Hal yang Kamu Butuhkan dengan yang Hanya Sekedar Ingin Saja

Jika harus dipikirkan kembali, sebenarnya tak ada gaji yang kurang banyak atau yang telalu sedikit. Semuanya hanya masalah, kemampuan kita untuk mengalokasikan uang tersebut pada kebutuhan. Dan sialnya, kita sering kali terjebak dalam hal membedakan kebutuhan dengan yang bukan kebutuhan.

Merasa bahwa seseuatu benda atau hal apa saja yang terlihat di depan mata, sedang dibutuhkan diri. Kemudian tanpa sadar melenggang untuk membelinya, meski saat sudah sampai di rumah. Kadang benda tersebut tak akan dipakai, atau dibiarkan begitu saja. Begitu kira-kira gambarannya.

Karena sekecil dan sebesar apapun gaji kita akan selalu terasa kurang, jika akan dipakai untuk memenuhi gaya hidup. Tapi akan selalu cukup, untuk kebutuhan hidup.

Kalau Masih Tetap Terasa Kurang, Cobalah Cari Alternatif Lain Untuk Menolong Keuangan

Untuk urusan pendapatan dan kebutuhan hidup, memang jadi dua hal yang sulit diselaraskan. Tapi bukan berarti tak bisa ya. Hanya saja, kadang kita tak menemukan jalannya saja. Agar tak semua hal jadi pemicu pengeluaran, pelan-pelan kita boleh berbenah akan hal-hal yang bisa membantu saku untuk urusan uang keluar.

Dan demi menekan beberapa pengeluaran, kamu bisa memilih kendaraan bijak yang irit untuk kawan berkendara harian, apalagi kalau bukan, Suzuki Nex II. Skuter matic keluaran terbaru dari perusahaan otomotif berlogo ‘S’ ini, hadir untuk menawarkan seri roda dua terbarunya yang juga dikenal irit bahan bakar.

5 Varian design terbarunya jadi pilihan lain yang juga bisa kita sesuaikan berdasarkan karakter masing-masing. Mulai dari Sporty Runner, Fancy Dynamic, Elegant Premium, Elegant dan Standart. Hadir dengan bentuk dan panjang yang lebih berbeda dari generasi sebelumnya, Suzuki Nex II kini hadir dengan floorboarding atau sandaran kaki yang lebih luas, serta Lead Headlight denga lampu LED yang lebih terang. Dilengkapi pula dengan visor, untuk kesan yang lebih sporty.

Dengan kapasitas tangki penuh 3,6 Liter, konon bahan bakar tersebut bisa dipakai untuk jarak tempuh sejauh 176 km. Dengan kata lain, tak hanya usungan tagline #KerenCaraBaru yang memang membuatmua terlihat berbeda saja, mengendarai Suzuki Nex II akan membantumu menekan pengeluaran bulanan, sehingga gaji tak selalu terasa kurang. Karena selain nyaman, kuda besi ini juga terkenal irit bahan bakar.

 

 

 

 

 

 

 

1 Comment

1 Comment

  1. uwien

    June 25, 2015 at 8:22 am

    Ahahaha… Temenku yg jomblo juga suka minta dibangunin pas waktunya sahur. Kadang di miskol kadang pake ping!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bertemu Sesekali Tapi Berkualitas Jauh Lebih Baik, Daripada Setiap Hari Berjumpa Tapi Sibuk dengan Ponsel dan Sosial Media

“Percayalah kawan, hidupmu bukan untuk menyenangkan semua orang. Kamu hanya perlu bertahan bersama mereka yang memang menyenangkan, bukan yang hanya ingin disenangkan”

Perihal hubungan dengan seseorang, pertemuan sering disebut-sebut jadi kunci untuk bertahan. Namun apakah benar demikian? Sayangnya tidak kan? Toh, banyak yang berteman dan nongkrong bersama setiap malam. Tapi masih bisa saling tuduh dan menjelek-jelekkan. Sedangkan, dia yang hanya sesekali bertemu justru lebih memaknai hubungan pertemanan. Lalu manakah yang sebenarnya kita butuh?

Nah, jika kamu akan bertanya padaku. Jelas saja aku lebih memilih, bertemu sesekali dengan obrolan dan waktu berkualitas daripada harus berteman dengan orang yang lebih mementingkan gadget daripada teman.

Sosok yang Ditemui Mungkin Memang Itu-Itu Saja, Tapi yang Jadi Penentu Adalah Apa yang Terjadi di Pertemuan Kita

Benar memang, kita hidup di era dimana telepon genggam jadi sesuatu yang dekat dalam diri. Dibawa kemana saja kita pergi, sampai kadang lupa jika tujuan bertemu adalah berbincang-bincang dengan teman. Bukan berpindah tempat hanya untuk sibuk bermain gadget di tangan.

Dia yang akan kamu temui, memang hanya si itu-itu saja. Tapi apa yang terjadi di pertemuan akan jadi makna ya berbeda. Jika kamu dan temanmu lebih memilih sibuk pada handphone, mungkin pertemuannya memang tak bermakna. Padahal obrolan dan perbincangan yang bermakna bisa jadi penguat dalam tali pertemanan kita.

Obrolan yang Mengalir Begitu Saja, Jauh Lebih Bermakna daripada Sibuk Stalking Orang yang Tak Disuka Bersama-sama

Gambarannya begini, membicarakan orang lain di satu forum pertemuan memang sering terasa menyenangkan. Tapi apa iya, hal-hal seperti ini bermakna untuk kita? Jika ternyata tak memberi dampak apa-apa untuk kehidupan, untuk apa dilakukan?

Lebih dari itu, memulai obrolan dengan pembahasan yang mungkin menyenangkan. Bisa jadi salah satu hal yang akan melahirkan atau membuka wawasan. Tak hanya sibuk untuk bersuara kontra pada pemerintah, kita dan teman mungkin bisa belajar bersama untuk lebih memahami negara kita. Begini misalnya.

Maknai Setiap Pertemuan dengan Membuat Kesan yang Tak Terlupakan

Demi kesan yang berbeda, dan menghindari kebosanan atas hubungan pertamanan yang begitu-begitu saja. Kita dan beberapa orang yang memang jadi kawan dekat bisa mencoba beberapa hal baru. Misalnya, menjajaki tempat-tempat wisata seputar kota, pergi mencicipi kuliner di beberapa tempat yang belum pernah didatangi sebelumnya, sampai melakukan perjalanan bersama ke luar kota yang mungkin tidak terlalu jauh jaraknya.

Untuk kesan perjalanan yang berbeda. Menyambangi tempat-tempat tadi dengan sepeda motor, barangkali jadi sesuatu yang layak dicoba. Selain menghemat waktu, berkendara dengan roda dua bersama teman konon akan menumbuhkan rasa kekerabatan yang lebih dekat. Tak ada yang perlu dipusingkan, sebab Suzuki Nex II bisa dijadikan pilihan untuk perjalanan yang akan kita lakukan.

Lain dari seri sebelumnya, kita bisa berboncengan dengan leluasa tanpa merasa kesempitan. Karena kendaraan roda dua ini, kini hadir degan panjang dan lebar yang lebih mumpuni. Fitur lain yang juga jadi salah satu perubahan signifikan dari generasi terdahulunya ada pada bagian Floorboarding atau sandaran kaki yang lebih luas. Jadi kita akan tetap merasa nyaman selama berkendara.

Bahkan pada varian tertentu dalam kompartemen ini ada juga yang memiliki tempat charger untuk handphone. Jika di generasi pertamanya, cuma ada satu varian Suzuki Nex II terbaru hadir dengan 5 varian yang berbeda. Mulai dari Sporty Runner, Fancy Dynamic, Elegant Premium, Elegant dan Standart. Dimana setiap variannya ini dibedakan dari pilihan kelengkapan fitur dan aksesoris yang dimiliki.

Karena Hal-hal Sederhana Kadang Memberi Makan yang Jauh Lebih Berharga

Kita mungkin hanya pergi ramai-ramai ke salah satu tempat makan, menikmati hidangan bersamaan atau memasuki beberapa tempat wisata di tengah-tengah kota. Bukan sesuatu yang mewah. Tapi interaksi yang berlangsung jadi sesuatu yang melahirkan kehangatan berbeda.

Dulu, kamu mungkin tak tahu jika temanmu tak suka makan ikan, tapi setelah makan bersama kamu jadi tahu jika ia lebih suka ayam. Begitupun pada hal-hal lain yang akan menambah wawasan dari hasil obrolan. Perjalanan-perjalanan yang akan kita lakoni mungkin terbilang sederhana, tapi kebersamaan yang ada akan selalu bermakna.

Tak Semua Teman Membuatmu Lebih Baik, Maka Jaga Jarak dengan Mereka yang Memberi Dampak Negatif

Memilah-milah dan membedakan teman, konon jadi perbuatan yang kurang menyenangkan. Itu pulalah yang menjadi alasan, mengapa akhirnya kamu akan berteman pada semua orang. Dengan catatan bisa membedakkan, mana dia yang memang benar-benar teman dengan dia  yang hanya sekedar saling kenal.

Kita tak dapat merubah teman kita jadi seperti yang kita ingini, namun membatasi diri dalam bergaul dengan mereka yang dinilai tak baik adalah sesuatu yang bisa kita putuskan sendiri. Kesan pribadi yang supel, mungkin bisa kita emban jika selalu terlihat bersama dengan banyak orang. Tapi, kalau pertemuan-pertemuan yang ada hanya sekedar sibuk dengan ponsel ditangan, untuk apa? Sebaiknya, sisihkan waktu yang berkualitas untuk mereka yang memang paham, bagaimana menikmati waktu bersama dengan teman.

 

 

 

 

 

1 Comment

1 Comment

  1. uwien

    June 25, 2015 at 8:22 am

    Ahahaha… Temenku yg jomblo juga suka minta dibangunin pas waktunya sahur. Kadang di miskol kadang pake ping!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kawanku, Hanya Lelah yang Kamu Dapat Kalau Punya Pasangan yang Hobinya Play Victim

Menjalin relasi kalau hanya membuatmu lelah dengan karakter dan kepribadiannya, ya buat apa diteruskan? Pada dasarnya, seseorang butuh pasangan yang benar-benar jujur dan mau menerima adanya kita, bukan? Sekalipun mungkin ada waktunya kita berbuat salah, maka akuilah salahmu itu, bukan justru menyalahkan orang lain dan seolah-olah kamu yang selalu jadi korban.

Kamu perlu tahu, tindakan semacam itu kerap dikenali sebagai ciri-ciri orang yang gemar play victim. Dan menjalin relasi dengan orang yang suka berlaku demikian tak akan membawa dampak positif apa pun untukmu dan justru bisa menganggu kesehatan mentalmu, lho!

Pasangan yang Suka Play Victim, Hobinya  Hanya Akan Selalu Mengumbar Kemalangan Hidupnya di Depanmu Dan Tak Ragu Menyalahkanmu

Baginya, apa pun yang terjadi padanya, itu semua salahmu. Dia kelaparan dan kamu tak bisa menemani makan di tempat yang dia mau, berarti itu salahmu. Padahal apa susahnya ya coba datang ke tempat itu seorang diri atau kalau memang sibuk, ya pesan antar saja. Intinya, dia tipikal yang tak ragu untuk mengarahkan segala kemalangannya itu akibat ulahmu.

Bukan hanya soal sepele, menurutnya, segala hal salah yang ada di dalam hubungan kalian adalah perbuatanmu. Kalau sudah begini, sebenarnya tak baik untuk hubunganmu, karena bisa jadi dia justru merasa tak punya  tanggung jawab untuk hubungan kalian.

Masalah Kecil Tak Bisa Asal Berlalu Saja, Pasti Ada Drama yang Dia Ciptakan Terlebih Dahulu

Ya, pasangan seperti ini hobi sekali membesarkan masalah. Kamu tak balas chatnya karena tertidur, bisa-bisa dalam kurun waktu satu jam, dia bisa terus-terusan missed call sampai kamu mengangkatnya. Tak peduli sampai berapa kali. Setelahnya, belum tentu dia langsung memaklumi keletihanmu. Yang ada, dia pasti marah-marah dulu saat kamu sudah bisa memberinya kabar. Drama pun berlanjut, setelah tak percaya kalau kamu hanya sebatas tertidur, dia jadi membesar-besarkan masalah dan menuduhmu dengan tuduhan macam-macam.

Meski Dia Selalu Mengandalkan Rasa Iba dan Simpati Orang Lain, Tapi Giliran Berbuat Salah, Dia Tak Akan Mau Minta Maaf Duluan

Begini, dalam sebuah hubungan, kamu dan dia itu punya tanggung jawab yang sama besarnya. Baik dalam susah dan senang, kamu sama-sama punya andil dalam keadaan tersebut. Intinya, tak ada yang benar tapi tidak ada yang perlu juga disalahkan. Karena jika kamu berdua bisa bekerja sama, sepatutnya kesalahan serupa tak akan kejadian lagi di masa depan. Tapi prinsip ini tak berlaku bagi mereka yang suka play victim. Ucapan maaf sebagai bentuk empati tak akan meluncur dari mulut mereka. Untuk alasan apa pun mereka enggan meminta maaf.

Bahkan Dia Terus-terusan Mencoba Menyudutkanmu Setiap Kali Kamu Berusaha Mengungkapkan Sesuatu

Setiap kali kamu mengungkapkan sesuatu perihal kondisi hubunganmu dan dia, pacar yang play victim hanya akan menganggapnya sebagai bentuk konfrontasimu terhadapnya. Dia enggan sekali sadar kalau dia selalu bersikap demikian, itu namanya dia sedang menyudutkanmu. Apa iya kamu mau terus-terusan bertahan dengan orang yang memiliki sikap semacam ini? Selain melelahkan, dia pun lebih membesarkan egonya dibanding mencoba memahamimu.

Saat Ada Masalah, Dia Tak Mau Mengulas Masalah Sampai Selesai

Hubunganmu bisa terancam jadi toxic relationship kalau kamu dan dia terbiasa tak menuntaskan masalah sampai selesai. Setiap ada masalah, baik kamu dan pasanganmu memilih untuk tidak mendiskusikannya karena kamu merasa dia lagi-lagi akan berlaku play victim atau dia memang yang enggan disalahkan. Karenanya, coba pikirkan baik-baik, benarkah kamu mau seterusnya bertahan pada sebuah hubungan dimana partnermu susah sekali diajak untuk memiliki kedewasaan perilaku dan mental didalamnya?

 

 

1 Comment

1 Comment

  1. uwien

    June 25, 2015 at 8:22 am

    Ahahaha… Temenku yg jomblo juga suka minta dibangunin pas waktunya sahur. Kadang di miskol kadang pake ping!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top