Community

Tips Menabung Ala Mahasiswa Untuk Beli HP Dalam Waktu 6 Bulan Saja

Yap, gadget merupakan benda yang seakan wajib untuk kita miliki, khususnya anak muda apalagi mahasiswa. Kebutuhan teknologi seperti searching dan komunikasi dengan teman kampus bisa membuat kita menyamakan kebutuhan membeli makan dengan membeli pulsa atau kuota.

Namun kamu pasti paham kan, yang namanya mahasiswa masih minta uang ke orangtua. Kadang kala ada rasa tak enak jika harus meminta mereka untuk membelikan handphone juga. Untuk itu, demi mangakalinya. Kamu harus punya siasat, dan salah satu caranya adalah dengan menabung dulu. Nah, berikut adalah langkah-langkah yang bisa kamu ikuti untuk handphone baru jang jadi keinginanmu.

1. Pilihlah Gadget Sesuai Kebutuhan, Tak Perlu Mahal dan Bermerek

Langkah pertama adalah kamu harus menentukan gadget yang seperti apa yang akan kamu beli, tak usah muluk-muluk sesuaikan saja dengan kebutuhanmu. Ingat ya, kebutuhan dan keinginan itu berbeda. Coba tanyakan pada teman-temanmu atau review di sosial media tentang gadget incaranmu.

2. Cari Harga Termurah Dengan Membandingkan Banyak Toko

Setelah menetapkan gadget incaran kamu, sekarang coba cari tahu harga nya lalu bandingkan di beberapa pusat ponsel di sekitarmu atau bisa juga kamu cek di sosial media. Jangan malas mencari tahu, hal ini bisa menyesuaikan isi dompetmu.

3. Simpan Kata Penyemangat Dalam Toples Tabunganmu


Selanjutnya mulailah menabung dan menetapkan target tabunganmu. Simpan uangmu di tempat yang berbeda, jangan simpan di dompet karena suatu saat kamu akan tergoda untuk mengambilnya. Toples mungkin adalah salah satu solusinya, jangan lupa tempelkan kata penyemangat dalam toplesmu, agar setiap melihatnya kamu semakin bersemangat untuk menabung.

4. Tekadkan Pada Diri 70 Ribu Dalam Seminggu Adalah Keharusan

Target minimalmu adalah 10 ribu dalam sehari atau jika di akumulasikan 70 ribu dalam seminggu. Simulasinya adalah :

Sebulan : 70 ribu × 4 = Rp. 280.000

6 bulan : Rp. 280.000 × 6 = Rp. 1.680.000

Dengan budget minimal segitu kamu akan bisa membeli gadget android yang kamu inginkan.

5. Uang 10 ribu Adalah Milik Toplesmu

Kamu juga harus menetapkan pecahan uang yang harus di masukkan ke dalam toples, jadi jika kamu memiliki pecahan uang tersebut kamu akan langsung memasukkannya ke dalam toples. Semakin cepat dan sering menabung maka semakin banyak pula uang yang akan terkumpul.

6. Meminimalisir Kebutuhan yang Tak Begitu Perlu, Seperti Dana Hiburan dan Jajan Camilan

Butuh perjuangan untuk mendapatkan sesuatu yang kamu inginkan, mulailah meminimalisir kebutuhan yang dianggap tak begitu perlu. Seperti nongkrong bareng teman, nonton bioskop atau jalan-jalan ke mall. Kurangi atau cari pengganti sementara kegiatan tersebut selama kamu masih menabung agar tujuanmu segera kamu capai.

7. Menerima Tawaran Kredit Ponsel Dari Provider

 

Kredit bisa jadi salah satu cara supaya kamu memiliki ponsel baru. Meski kamu sudah sangat ingin, tapi kamu perlu selektif juga. Daripada kredit ke toko ponsel yang tentunya bakal memberikan bunga yang lumayan besar, kamu bisa mencoba kredit di provider tertentu.

Cara kreditnya pun terbilang aman. Kamu hanya harus membayarkan uang pulsa sebesar Rp 200-500 ribu tiap bulan selama 6 bulan atau 12 bulan. Selain untuk mengangsur hp, uang yang kamu bayarkan juga merupakan nominal pulsa yang bakal kamu dapatkan. Asik kan?

Bagaimana, sudah siap menabung?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Hati-hati! Curhat Pada Sembarangan Teman, Bisa Jadi Rahasiamu Terbongkar

Mengira dia bisa menyimpan rahasia, sering kali kita menceritakan semua hal pada seorang teman. Bukannya menutup rapat mulutnya, ia malah jadi pihak yang kerap membeberkan cerita. Tak bermaksud membuatmu menaruh curiga, tapi beberapa orang bersedia mendengar hanya karena tahu ada informasi yang bsia dijadikan bahan gibah.

Uneg-uneg yang kita keluarkan, mendadak jadi bahan gosip dengan tambahan beberapa kalimat yang sejatinya tak kita sebutkan. Alih-alih membuat diri lebih tenang, curhat ke sembarangan orang malah membuat hati kian gusar. Curhat memang membuat tenang, memberi jawaban atas masalah yang kita sampaikan. Tapi perlu diingat pula, teman curhat yang kita pikir kawan bisa mendadak berubah jadi lawan.

Jangan Langsung Menyerah, Sebelum Curhat Berusahalah Sendiri dalam Menyelesaikan Masalah

Pada dasarnya, setiap manusia memiliki kemampuan untuk menghadapi dan menyelesaikan masalahnya seorang diri. Hanya saja, kadang kala kita butuh teman untuk mendengarkan apa yang sedang kita rasakan. Inilah yang mungkin jadi penyebab, mengapa kita memilih curhat dengan teman. Berharap mereka bisa memberi saran yang tak kita pikirkan atau hal lain yang bisa membantu jalannya pikiran.

Namun sebelum memutuskan untuk bercerita pada temanmu, cobalah untuk berusaha sekuat tenaga mencari jalan keluar dari semua masalah. Uraikan semuanya pelan-pelan, cari titik mana yang jadi sumber persoalan, hingga nanti akan ada jalan keluar yang jadi jawaban.

Lagipula Daripada Curhat ke Teman, Bercerita ke Pasangan atau Keluarga Justru Lebih Aman

Yap, meski katamu teman bisa seperti saudara, pada waktu tertentu mereka bisa saja berubah secara tiba-tiba. Berbeda dengan pasangan atau saudara dan keluarga yang akan tetap menjaga rahasia yang kamu bagikan pada mereka. Tapi, lain hal jika kamu memang lebih percaya teman daripada pasangan atau keluargamu.

Semuanya kembali pada kita sebagai si pencerita. Apakah yakin sudah memilih teman curhat yang benar, atau memilih bicara pada pasangan saja, setiap kali ada masalah. Tapi ingat, sebaik-baiknya teman, keluargalah yang akan selalu menerima kita untuk pulang dalam segala keadaan.

Tapi Jika Memang Terpaksa Butuh Didengar Orang Lain, Pilihlah Teman yang Bisa Menyimpan Semua Cerita

Sejalan dengan yang tadi sudah dijelaskan diatas, kadang kala kita memang butuh didengar. Tapi persoalan yang sedang mendera mungkin adalah masalah kelaurga, sehingga kita merasa akan lebih baik jika yang mendengar adalah teman saja. Harapannya cuma satu, didengar atau diberi saran dan semua cerita tak akan bocor keluar.

Maka untuk berjaga-jaga, cobalah cari teman yang bisa dipercaya. Bisa menyimpan rahasia, dan tahu batasan tentang menjaga semua isi pembicaraan. Meski tak bisa memastikan jika ia tak akan bercerita kepada orang lain. Kesediannya untuk mau mendengarkan adalah sesuatu yang patut diapresiasi. Dan akan berbeda jika ternyata dirinyalah yang kemudian membeberkan semua rahasia kita.

Minta Ia Menutup Rapat Mulutnya, Jangan Ember dan Mengobral Semua Masalah

Demi mengingatkan seorang kawan, tak ada salahnya jika kita kembali menngingatkan dirinya tentang semau cerita yang baru saja kita bagikan bersamanya. Sampaikan padanya, jika kita tak ingin kabar ini diketahui banyak orang atau terdengar sampai keluar. Memilihnya menjadi teman bercerita karena kita percaya, jadi sebisa mungkin mintalah ia tetap menjaga kepercayaan yang sudah kita sematkan padanya.   

Namun Jika Tak Ingin Menambah Masalah, Cobalah Curhat Kepada Allah

Nah, alternatif paling baik setiap kali ada beban yang mendera, tentu saja curhat kepada Alla. pasangan bisa saja berubah tak mau mendengarkan, sahabat atau kawan bisa saja membeberkan semua rahasia dan cerita yang kamu sampaikan, tapi Tuhan sang pemiliki semesta akan selalu siap untuk mendengarkanmu bercerita, dimana dan kapan saja.

Jangan takut ceritamu dijadikan bahan gosip, karena yang sesungguhnya akan kau dapat bisa jadi jalan keluar dari persoalan yang kau sampaikan. Dekatkan diri untuk berbagai semua hal, datang padanya setiap kali kamu lemah dan bahagia. Dengan begitu, Allah tahu jalan seperti apa yang sedang kamu butuh.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Dan Kamu Belum Punya Uang untuk Jaminan Hari Tua?

Sebelum kelak menyesal, ada hal yang perlu kamu tanyakan pada diri sendiri. Sudahkah kamu punya cukup uang untuk tabungan masa depan? Nah, jika ternyata jawabannya adalah “belum”, itu artinya kamu perlu bergerak dari sekarang. Tak perlu risau dan berpikir jika kamu sudah terlambat, sebab perkara menyisihkan uang tak pernah ada kata terlambat untuk memulai.

Konon, dibandingkan laki-laki, perempuan akan hidup lebih lama. Jadi mereka membutuhkan uang yang lebih banyak pula untuk hari tuanya. Namun di waktu yang bersamaan, beberapa perempuan kerap memiliki persoalan dengan pekerjaan, yang bisa berdampak pada keputusan untuk berhenti bekerja. Padahal bisa jadi ia belum punya tabungan untuk hari tuanya. Jadi tak heran jika perempuan memang sering ketinggalan dalam hal menabung untuk masa depan.

“Mereka membutuhkan lebih banyak uang, tetapi mereka berada dalam situasi di mana mereka akan menabung lebih sedikit,” kata Cindy Hounsell, presiden dari Women’s Institute For A Secure Retirement, sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada kesehatan keuangan jangka panjang para perempuan.

Nah, jika kamu adalah salah satu orang yang tertinggal dalam hal menabung untuk hari tua, cobalah lakukan beberapa hal ini sebagai langkah untuk mempersiapkan masa depan.

Jangan Tunggu Nanti, Mulailah Hari Ini

Sebagian besar perempuan sering merasa jika menabung untuk hari tua adalah sesuatu yang menyiksa mereka. Untuk selanjutnya merasa akan menabung jika keuangannya sudah membaik. Padahal ini adalah pemikirann yang salah, dan yang seharusnya kamu lakukan adalah mulailah menabung segera.

Lebih lanjut, Hounsell berkata jika tak ada hari yang sempurna untuk menisihkan sebagian penghasilan untuk pensiun dalam setiap bulan. “Jika kamu menunggu hari itu, itu tidak akan terjadi,” katanya.

Pilihan lain yang bisa kamu lakukan, ikut serta menabung dana pensiun yang ditawarkan perusahaan tempat kerja. Biasanya, tabungan ini dipotong langsung dari gaji yang kita miliki. Tapi menabung pada beberapa flatform keuangan yang menawarrkan bunga yang cukup lumayan, juga bisa jadi salah satu pilihan. Pangkas semua biaya yang sekiranya tak penting, demi tabungan yang diinginkan.  

Mulailah Realistis dan Bergerak Membuat Perubahan

Jika kamu baru mulai menabung dana pensiun atau jaminan hari tua pada usia 40-an atau 50-an, itu artinya kamu butuh usaha yang ekstra disiplin.

“Selalu ada kesempatan untuk mulai menabung” kata Hounsell, “Tapi itu berarti, kammu harus memotong drastis semua pengeluaran”.

Perbandingannya begini, jika kamu ingin mulai menabung dana jaminan hari tua di usia 20-an, itu berarti kamu harus menyisihkan 10 hingga 15 persen dari jumlah kesuluran gaji untuk masa tua yang nyaman. Namun jika kamu ingin mulai menabung pada usia 40-an, itu artinya kamu butuh menarik 25 hingga 40 persen gaji, dan jika usiamu sudah diatas 45 tahun itu artinya kamu harus menabung 40 hingga 60 persen dari gaji.

Langkah lain yang bisa kamu lakukan, mulailah beralih ke transportasi umum untuk bekerja, serta berhenti untuk makan di luar setiap akhir pekan.

Utamakan Diri Sendiri, Serta Coba Evaluasi Kembali Semua Pengeluaran Kita Selama Ini

Beberapa kali, kita lebih terfokus pada masalah keuangan orang lain, lalu lupa pada perkara keuangan sendiri. Apalagi jika kita memiliki tanggung jawab untuk membayar beberapa kebutuhan orangtua. Perlu untuk memilah-milah kebutuhan dan kewajiban yang harus dijalankan.

“Anda harus selalu fokus pada diri sendiri terlebih dahulu,” kata Joanna Leng, penasihat keuangan di Singapura yang baru-baru ini meninggalkan posisinya sebagai Senior Estate Planner di Rockwills untuk memulai praktiknya sendiri bekerja secara khusus dengan orang tua tunggal.

Masih melanjuti hal yang tadi dijelaskan, jika memang sudah punya pasangan. Perlu juga untuk membicarakan masalah keuangan pribadimu dengannya. Selain itu, coba cek lagi berapa banyak pengeluaran yang sebenarnya tak kita butuhkan. Dengan begitu, kita bisa menyisihkan dan tersebut untuk masuk ke tabungan.

“Kamu masih punya waktu,” katanya, “Kamu lebih baik memutuskan untuk menabung dan menaatinya.” tutup Hounsell

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Sahabatmu Naksir Pasanganmu? Tenang, Coba Hadapi Dengan 6 Langkah Ini

Cinta adalah perasaan yang mutlak yang ada pada setiap diri seseorang. Kita bisa memilih untuk menikah dengan siapa, namun kita tidak pernah bisa memilih untuk jatuh cinta pada siapa. Perasaan cinta tidak bisa di kendalikan oleh siapapun dan tidak ada siapapun yang bisa menyalahkan cinta, karena hadirnya memang tidak di duga dan di minta.

Termasuk jika sahabatmu memiliki perasaan terhadap pasanganmu, jangan salahkan cintanya namun cobalah untuk mengerti dan membuat semua keadaan tetap baik-baik saja. Bagaimana caranya? Mari simak beberapa langkah berikut ini.

1. Bersikap Sewajarnya dan Jangan Dulu Mencela

Masalah ada untuk dihadapi, jadi jangan pernah sekali-kali kamu lari. Jangan dulu menjauh atau mencela saat kamu tahu sahabatmu memiliki rasa terhadap pasanganmu, bersikaplah sewajarnya saja, namun waspada untuk mengamatinya. Sekali lagi, jangan pernah menyalahkan cintanya, selama ia masih bersikap wajar cobalah untuk menghadapinya dengan cerdas.

2. Jangan Memperburuk Keadaan dengan Memusuhinya

Memusuhinya dan membicarakannya di belakang tidak akan mengubah apapun, justru hal itu akan membuat hubungan kalian rusak. Ingat, sahabatmu itu lebih dulu selalu ada untukmu di saat susah maupun senang sebelum muncul sosok pasanganmu. Dia yang selalu ada saat pasanganmu tiada, percayalah dia juga manusia yang tidak ingin menyakitimu hanya karena perasaannya.

3. Tunjukkan Kepada Pasanganmu Bahwa Kamu Lebih Mampu

Buat hubunganmu dan pasanganmu menjadi lebih harmonis, tunjukan perhatian lebih dan buat ia semakin mencintaimu agar ia tidak pernah berpaling darimu. Ini adalah cara yang paling efektif tanpa harus membenci sahabatmu, karena jika pasanganmu sangat mencintaimu maka ia tidak akan pernah berpaling sekuat apapun wanita lain menggoda nya.

4. Terbukalah Pada Pasanganmu Tentang Perasaan Sahabatmu

Akan lebih baik jika kamu memberi tahu pasanganmu tentang perasaan sahabatmu, karena jika pasanganmu tahu maka ia akan lebih menjaga jarak dengan sahabatmu agar ia tidak terlanjur jatuh hati lagi. Ketika sahabatmu tidak mendapat respon dari pasanganmu maka perasaan ia pun tidak akan melangkah lebih jauh. Ini bisa jadi cara jitu untuk membunuh perasaan sahabatmu secara perlahan-lahan tanpa merusak hubungan kalian.

5. Hindari Pergi atau Meluangkan Waktu Bertiga

Sebaiknya ajak teman-teman yang lain ketika kalian akan pergi bersama. Selain untuk menghindari rasa cemburu, ini juga bisa meminimalisir kecanggungan diantara kalian. Semakin sering kalian pergi bertiga maka semakin berpeluang juga kamu akan merasakan resah.

6. Jika Sikapnya Sudah Melebihi Batas Wajar, Ajak Ia Bicara Baik-baik

Jika perasaan sahabatmu sudah membuat ia bersikap berlebihan dan tidak bisa ditoleransi, maka ini saatnya untuk kamu mengajak dia berbicara dari hati ke hati. Tapi ingat, kamu harus dalam keadaan tenang saat mengajaknya berbicara, jangan membawa emosimu. Semoga dengan cara ini kalian bisa mencari solusi untuk masalah yang sedang dihadapi.

Jangan dulu menghakimi dan memutuskan sesuatu karena emosi ya, hubungan percintaan dan persahabatan sama pentingnya, hadapi setiap masalah dengan cara cerdas dan cari solusi yang pantas!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top