Feature

Tinggal di Indonesia Tak Usah Paranoid dengan Gempa, yang Penting Kamu Selalu Waspada!

Juli lalu, gempa 6,4 skala Richter mengguncang Lombok. Kendati lebih dari dua bulan berlalu, Lombok masih berduka. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih terus memperbaharui jumlah korban gempa Lombok yang mencapai 564 orang. Masih dalam suasana duka untuk Lombok, daerah lainnya yaitu Donggala dan Palu diguncang gempa berkekuatan 7,7 SR pada akhir September.

Bahkan gempa tersebut menyebabkan tsunami setinggi 1.5 hingga 2 meter di beberapa daerah pesisir. Korban gempa di Donggala dan Palu masih terus diperbaharui, apalagi masih banyak jenazah yang disinyalir tertimbun sisa-sisa  bangunan runtuh.

 

Dua kali gempa ini setidaknya kembali mengingatkan kalau kita tinggal di Indonesia yang memang dikenal rawan gempa. Tak perlu takut atau paranoid, toh yang namanya bencana, tak ada manusia yang tahu. Tapi sebagai kontemplasi, edukasi dalam menghadapi gempa di Indonesia terbilang sangat kurang. Untuk itu, yang penting adalah waspada. Selanjutnya, cobalah perbanyak baca literasi soal antisipasi gempa.

1. Jangan Terlalu Panik Saat Gempa Terjadi

Beberapa waktu lalu warga yang beraktivitas di Jakarta bahkan sempat merasakan gempa. Hal ini membuat orang-orang panik karena gempa terasa di siang hari saat sedang sibuk-sibuknya berkutat dengan pekerjaan. Nah, karena gempa memang tak bisa diprediksi, langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah jangan panik.

Saat panik, tubuh akan mulai berkeringat karena otak memicu timbulnya hormon stres. Napas dan detak jantung akan semakin cepat. Kalau kamu panik, kamu biasanya jadi tak tenang saat menghadapi situasi bahkan jadi bingung karena tak tahu harus melakukan apa.

2. Lindungi Kepala dan Leher dengan Lengan

Jika gempa terjadi saat kamu sedang berada di dalam ruangan, cobalah untuk melindungi kepala dan leher dengan menggunakan lengan. Langkah ini perlu dilakukan untuk menghindari jatuhnya puing puing bangunan atau benda-benda di sekitar kalian.

3. Segera Berlutut Dan Berpegangan Pada Benda Yang Kokoh

Metode perlindungan yang dapat kamu lakukan saat gempa adalah dengan teknik berlutut, berlindung, dan berpegangan. Yup! Metode ini sangat dianjurkan oleh Federal Emergency Management Agency (FEMA) dan Palang Merah Amerika.

Saat merasakan getaran gempa, kamu harus segera merunduk dan merendahkan badan. Baru kemudian cari tempat perlindungan dan merangkak. Terpenting, jangan lari ke tempat lain karena ke ruangan lain, karena kemungkinan terluka akan lebih besar.

4. Cari Tempat Perlindungan Sesegera Mungkin

Kalau kamu tak bisa menemukan meja, pakailah tips “segitiga kehidupan”. Metode ini dilakukan dengan berlindung di sebelah perabotan kokoh yang tak begitu tinggi misalnya. Secara teori, bangunan yang runtuh akan jatuh menimpa sofa atau meja dan meremukkannya sedikit, namun meninggalkan sejumlah celah kosong di dekatnya.

5. Menjauhlah dari Benda-Benda Yang Mudah Roboh Atau Pecah

Studi menunjukkan kalau sebagian besar korban gempa yang meninggal dunia lantaran tertimpa puing-puing atau reruntuhan bangunan. Karenanya, saat gempa, lakukan langkah-langkah sebelumnya seperti berlutut dan merangkak untuk berpindah tempat. Kemudian cari tempat perlindungan yang jauh dari benda seperti lampu, kaca, pintu dan semua benda yang beresiko mudah jatuh.

6. Lindungi Diri Dengan Bantal Jika Sedang Berada Di Kasur

Gempa bisa terjadi sangat tiba-tiba, bahkan kemungkinan tengah malam saat setiap orang sedang tertidur. Kalau hal itu terjadi, segera lindungi dirimu dengan memakai bantal. Terpenting, carilah bagian yang kokoh dan berpegangan serta jangan berpindah tempat. Sebab berpindah tempat justru akan membuat kemungkinan cedera semakin besar. Karena bisa saja ketika meninggalkan ranjang, kamu menginjak pecahan kaca atau benda-benda secara tidak sadar.

7. Segera Berhenti Jika Kalian Sedang Dalam Posisi Menyetir

Saat sedang menggunakan kendaraan, sebaiknya kamu segera berhenti ketika gempa terjadi. Pastikan kalian berhenti di lokasi yang aman, jauh dari pepohonan, bangunan, tiang listrik dan lainnya yang mudah roboh. Hindari tempat berbahaya seperti jalan layang dan jembatan. Jika gempa bumi sudah mereda, lanjutkan perjalanan dan cari tempat yang paling aman untuk berjaga-jaga dari gempa susulan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Jika Sudah Pergi, Jangan Kembali Lagi 

“Setelah perpisahan kita, hatiku memang remuk. Dihantam dengan keras oleh perpisahan, hingga sulit untuk melupakan”

Kita pernah bersepakat, agar terus jadi dua orangyang sepaket. Bersama dalam suka dan duka, beriringan meski dihadang cobaan, dan akan tetap saling mengenggap apapun hal yang akan terjadi di depan. Sampai akhirnya, hari perayaan patah hati itu tiba tanpa diduga. Hubungan yang sudah sekian lama dibina, selesai begitu saja.

Sampai kini, aku masih bisa mengingat setiap janji yang pernah kamu sampaikan. Diucapkan dengan penuh keyakinan, dan memintaku percaya atas semua yang kamu bilang. Walau kini aku harus banyak-banyak menyadarkan diri sendiri. Meminta hatiku melupakan agar tak lagi terbayang atas kisah cinta yang pernah kita jalankan. Karena nyatanya, perpisahan itu sudah berlangsung lama, walau sampai kini masih menyisahkan luka.

Belajar melepaskan tentu bukanlah upaya yang mudah. Ada ribuan rasa sayang yang susah payah aku lupakan, jutaan kenangan yang juga harus kuhilangkan dari ingatan. Hidup tanpa dirimu, aku berjuang melepaskan semua cintaku. Pelan-pelan semuanya mulai membaik. Hidupku berjalan dengan alur yang hampir sempurna. Tak lagi berharap bersama, aku mulai berdamai dengan hidup yang kini aku punya.

“Lalu, kau datang lagi. Menawarkanku hati untuk kembali dicintai…”

Kamu mungkin tak tahu, bagaimana kerasnya upayaku. Belajar melupakan semua kenangan, menata hati yang kemarin kau porak-porandakan. Lalu  dengan mudah kau hancurkan. Tanpa rasa bersalah, kau haturkan maaf atas kepergian pertama, lalu mengajakku untuk kembali memulai semuanya dari awal seperti pertama kali kita jumpa. Dirimu bisa saja menjadi manis dalam berkata-kata, tapi sikap dan perilaku bisa jadi masih serupa.

Harus kuakui memang, perasaan sayang dan cinta yang kumiliki masih serupa, ada untukmu sesuai porsinya. Tapi patah hati pertama, jadi alasan logis yang membuatku tak harus menerimau kembali sebagai yang tercinta. Tak bisa mencegahmu datang kembali, tapi kuharap dirimu akan mengerti jika sudah tak ada ruang untuk kembali saling mengasihi.

Bawalah cinta dan keinginanan yang kini kembali kamu sampaikan. Aku akan tetap melanjutkan hidup tanpa berharap bisa kembali bersama denganmu lagi. Tak lagi pernah berharap untuk bisa bergandengan, aku belajar jika sebagian cerita yang kuanggap menyenangkan tak selalu jadi sesuatu yang layak diperjuangakan. Mari sama-sama melupakan dengan tak lagi saling mengusik kebahagian. Sebagaimana aku yang sudah sejak lama menjauh darimu, kuharap kau pun bisa melakukan hal serupa atas diriku.

“Jika sudah pergi, tak perlu datang lagi”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Seorang Selebgram Laporkan Lucinta Luna Karena Telah Menginjak Fotonya 

Lucinta Luna memang tak pernah luput dari pemberitaan. Baru-baru ini, ia dilaporkan oleh seorang selebgram bernama Rivelino Wardhana ke kepolisian, karena sikapnya dalam sebuah tayangan konten talkshow di salah satu channel Youtube.  

Pada tayangan tersebut, terlihat sesorang memperlihatkan foto Rivelino Wardhana, Lucinta Luna yang melihatnya terlihat tampak geram hingga kemudian menginjak foto tersebut di lantai. Lantaran tak terima dengan sikap dari Biduan tersebut, selebgram tersebut memilih jalur hukum untuk menyelesaikan permasalahan mereka.

Dikutip dari Kapanlagi.com, pelantun lagu Bobo Dimana tersebut mengaku belum menerima kabar dari lawyer atau manajernya mengenai kabar tersebut.

“Oh aku sih belum tahu ya ada laporan kayak gitu dari lawyer aku, manajer aku juga enggak tahu. Di situ kita belum terima laporannya karena Lucinta ini baik terhadap siapa pun,” ujar Lucinta Luna, saat saat ditemui di gedung Trans TV, Jakarta Selatan, Senin (22/7/2019).

Mantan personil Dua Bunga itu, akan dilaporkan karena ada dugaan pencemaran, penghinaan, dengan menyerang kehormatan. Akan tetapi, disinggung perihal sikapnya tersebut, dirinya merasa tak merasa bersalah kepada pria yang digosipkan pernah menjalin hubungan dengannya itu.

“Aku nggak tahu apa-apa ya, enggak ngerti. Intinya aku enggak menerima laporan tertentu karena aku baik-baik saja kok,” jelasnya.

Dan dari pengakuannya, Lucinta Luna menyebut kalau aksi menginjak foto itu adalah ide dari tim kreatif acara yang diisinya. Saat ini ia sendiri tidak mau berkomentar lebih banyak terkait kasus itu.

“Oh nggak ada (motifnya) kok. Itu yang inisiatif orang kreatifnya saja,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Ardina Rasti dan Suami Sepakat Atur Batasan dalam Menerima Tawaran Iklan untuk Anaknya

Pasangan Ardina Rasti dan Arie Dwi Andika masih menikmati tumbuh kembang buah hati mereka, Anara Langit Adria. Anara yang masih berusia sekitar 7 bulan, kata Rasti, sudah dapat beberapa tawaran iklan.

“Ada, sih, sebenarnya ada. Cuma kami mikirnya, produknya yang berhubungan dengan baby,” kata Rasti seperti dikutip dari Kumparan.com. Ia mengatakan, dirinya tak menolak tawaran iklan untuk putranya yang lahir pada 8 Desember 2018 lalu. Namun ia cukup selektif dalam memilih tawaran iklan agar sesuai dengan Anara. Bahkan keduanya memiliki batasan khusus.

“Kalau misal memang cocok dan enggak mengganggu waktu dia, ya. Pokoknya, kami fleksibel saja. Kami batesin, sih, yang penting enggak terbuka, jangan sampai enggak pakai baju. ‘Kan ada yang posting bayi berenang, sebaiknya jangan,” ucap Rasti.

Saat ini, keduanya masih sibuk berbagi tugas mengurus Anara. Sebab, mereka memilih untuk tidak menggunakan jasa baby sitter untuk merawat Anara.

“Kalau masih guling-gulingan, masih bisa ditinggal, sekarang ganti-gantian sama Arie. Karena, kami ngasuh baby tanpa baby sitter. Jadi, kami lagi menikmati seru-serunya, deg-degan momong anak,” ucapnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top