Trending

Kenalkan, Mereka Pejuang Muda Bidang Kesehatan. Sebut Mereka Tim Nusantara Sehat!

Coba bayangkan kalau untuk mengupdate twitter, kamu harus terlebih dahulu menempuh perjalanan selama 21 jam, sekedar guna mendapatkan sinyal! Jangan pulak membayangkan perjalanan 21 jam itu, di atas pesawat first class berpendingin ruangan. Ini perjalanan menggunakan perahu kayu tingting yang lebarnya tak lebih dari satu meter, melewati sungai dengan jeram yang begitu menantang, melalui hutan dengan jalan-jalan setapaknya.

Sanggup hidup seperti itu? Pernah terpikir apa jadinya kalau kita harus seperti itu? Berapa hari sanggup bertahan menerima tantangan itu? Mungkin kita sudah bergidik sekedar membayangkan. Namun ada sekelompok anak muda yang tanpa pikir panjang, berani mengarungi tantangan itu.

Mereka adalah tim Nusantara Sehat yang digagas Kementrian Kesehatan. Tak cuma bersenang-senang traveling ke pelosok Indonesia, mereka mengemban tanggung jawab yang tak ringan. Menyehatkan rakyat Indonesia yang hidup di pinggir Indonesia. Penasaran? Yuk kita berkenalan!

Ini Membangun Tim Yang Kuat, Bukan Cuma Individu Yang Berani

tim ns

source: twitter @puthe_PINS

Mungkin kita sudah sering mendengar pribadi berani yang penuh dedikasi mengabdikan dirinya untuk masyarakat. Itu istimewa, namun mereka yang tergabung di Nusantara Sehat dibawa melangkah lebih jauh. Anggotanya dibentuk ke dalam tim-tim kecil yang berisi 8 orang.

Tim ini terdiri dari, anak-anak muda bidang kesehatan mulai dari dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga ahli teknologi laboratorium medik, tenaga gizi, hingga tenaga kefarmasian. Jadi bisa dibayangkan betapa istimewanya tim yang dibentuk ini.

Tugasnya Apa? Menyehatkan Rakyat Indonesia Dari Pinggir

senam

source: twitter @puthe_PINS

Ketika Pusing Kepala? Mungkin mudah buat kita beranjak ke toko sebelah untuk sekedar membeli obat sakit kepala. Mau makan harus cuci tangan pakai sabun? Tak sulit membeli sabun di minimarket terdekat.

Tapi sadarkah kamu, begitu banyak rakyat Indonesia yang tak punya akses macam ini? Apotik terdekat bisa 8 jam perjalanan. Penjual sabun mungkin hanya bisa ditemui setelah berjalan menembus hutan. Ke sanalah anak-anak muda Nusantara Sehat ini dikirim.

Dengan telaten mereka mengajarkan pola hidup sehat bagi saudara-saudara kita di pinggiran Indonesia. Mengubah kebiasaan yang sudah mengakar bertahun-tahun. Misalnya cara menggunakan toilet, pemberantasan jentik nyamuk, pemeriksaan kehamilan, hingga ke pemeriksaan bagi yang sakit.

Seberapa Pinggir?

peta

Coba perhatikan gambar peta di atas. Itu adalah lokasi penempatan salah satu tim Nusantara Sehat. Puskesmas Makalehi, Kec. Siao Barat, Kab. Siao Tagulandang Biaro (Sitaro) Sulawesi Barat. Niscaya kita kesulitan melihat letaknya tanpa memperbesar peta dan menaruh pin merah di peta tersebut.

Masih tak tergambar? Simak salah satu perbincangan dengan Putri Indah Nirmala salah satu anggota Tim Nusantara Sehat yang ditempatkan di Long Pahangai, Kutai Barat, Kalimantan Timur. Dari samarinda harus ke kutai barat menempuh perjalanan darat 9 jam. Kemudian dilanjut menggunakan speedboat kurang lebih 6 jam. Sudah sampai? Belum, itu baru di ibu kota Kabupaten. Dari situ Putri dan kawan-kawan harus melanjutkan perjalanan lagi naik perahu 6 jam lagi lamanya.

Setelah tiba, mereka pun tak Cuma diam di tempat. Dalam satu bulan mereka melakukan puskesmas dan posyandu keliling sekurangnya 8 kali. Paling dekat? Harus naik perahu 30 menit. Sementara paling jauh menggunakan speedboat 3 jam, melalui jeram ekstrem yang sudah memakan 10 korban jiwa dalam tahun ini saja.

Di tempat-tempat semacam inilah tim Nusantara Sehat diturunkan. Sedikitnya 120 titik lokasi paling terpencil di Indonesia disambangi oleh tim ini.

Mungkin Kalau Cuma Satu Dua Hari Kamu pun Sanggup, Tapi Mereka Mengabdi 2 Tahun

pengabdian

source: twitter @puthe_PINS

Yup, mereka diterjunkan di lapangan tidak untuk satu dua hari. Pengabdian mereka berjalan selama dua tahun. Kenapa harus dua tahun? Karena tak mudah mengubah kebiasaan yang sudah turun temurun. Dibutuhkan sekurangnya setahun untuk sekedar mendekatkan diri. Kemudian dari sejumlah penelitian disebutkan dibutuhakan kekonsistenan selama sekurangnya dua tahun untuk mengubah kebiasaan seseorang.

Karena Itu Butuh Pribadi Terpilih

perahu tim NS

source: twitter @puthe_PINS

Dalam sebuah wawancara, salah satu anggota Tim Nusantara Sehat diminta menyebutkan momen-momen menyenangkan selama mereka di tempatkan yang sudah berjalan 6 bulan.

“Pernah satu kali perahu kecil yang kami tumpangi mesinnya mati di tengah sungai besar jam 8 malam. Di tengah gelap gulita kami harus mendayung perahu itu sampai di tempat kami menginap jam 11 malam” ujar salah satu dari mereka sambil tertawa riang.

Diah Saminarsih, penanggung jawab program Nusantara Sehat yang juga seorang psikolog menggaris bawahi, bahwa inilah contoh keistimewaan anak-anak muda yang dikirimkan dalam tugas mulia tersebut.

“Manusia normal baru bisa mentertawai sebuah tragedi ketika mereka sudah kembali ke rumahnya masing-masing, ketika sudah tak lagi bertugas. Tapi anak-anak ini, bisa mentertawai peristiwa menegangkan seperti itu hanya sesaat setelah mereka mengalaminya. Diminta menyebut momen menyenangkan, hal seperti itu yang disebut. Mereka memang luar biasa” tutur Diah serius.

Ya, rumusan umum yang berlaku adalah Tragedi + Waktu = Komedi. Butuh jeda waktu sekian lama untuk bisa memahami sebuah tragedi sebagai hal penghibur jiwa. Tapi tidak dengan tim Nusantara Sehat. Hari ke hari mereka dihadapkan dengan tantangan, dan dapat menerimanya dengan hati riang saat itu juga.

Mereka Dipilih Dengan Seleksi Yang Ketat

tim nusantara sehat

Untuk menemukan karakter macam itu, memang tak mudah. Pada angkatan pertama terdaftar sekurangnya 6000 calon peserta yang punya lisensi di bidang kesehatan. Dari sekian banyak hanya 144 orang yang dinyatakan lolos.
Kemenkes sudah membuat sistem perekrutan yang dapat menyaring individu tangguh. Secara online pendaftaran dibuka. Kemudian dirancang sebuah essay yang bisa menunjukan bagaimana karakter seseorang. Apakah mereka termasuk orang yang pantang menyerah atau tidak.

Tak Cuma berhenti disitu. Setiap anggota digembleng dalam pelatihan lima minggu. Mulai dari latihan kedisiplinan, fisik, bahasa daerah setempat. sampai personal komunikasi. Maklum saja salah satu tugas mereka adalah menjalin komunikasi dengan tenaga kesehatan lokal macam dukun, dokter setempat, dan sejenisnya. Belum lagi mereka harus memahami adat dimana mereka bertugas.

Jumlah Mereka Sedikit, Bantu Mereka!

vitamin-A

source: twitter @puthe_PINS

Dengan 144 orang jelas bukanlah jumlah yang cukup. Karena itu Kemenkes kembali membuka pendaftaran gelombang ke dua. Kamu punya setifikasi tenaga kesehatan? Inilah saatnya menerima tantangan tersebut. Kesempatan macam ini tidak akan datang dua kali. Pengalaman berharga yang bisa diteruskan ke anak cucumu nanti.

Apalagi jumlah dokter saat ini belumlah mencukupi. Dari 12 ribu orang yang mendaftar di gelombang ke dua, saat ini baru terdapat 13 orang dokter saja. Padahal gelombang ke dua ini diharapkan bisa menelurkan sedikitnya 900 lagi tenaga kesehatan yang akan bertugas 2 tahun kedepan.

Sementara tim dalam Nusantara Sehat jelas membutuhkan kehadiran seorang dokter. Jadi kamu, para dokter muda nan pemberani, siap menerima tantangan ini? Nusantara Sehat masih akan berlanjut hingga 2019 nanti, jangan mau ketinggalan untuk ikut seleksi gelombang berikutnya.

Tak Punya Latar Belakang Kesehatan, Apa yang Bisa Aku Bantu?

informasi

Jumlah mereka tidak lah banyak. Meski prekrutan gelombang ke dua rampung sekalipun, hanya akan terdapat 1000 anggota tim nusantara sehat di tahun ini. Bandingkan dengan 250 juta penduduk Indonesia. Bandingkan dengan luasnya wilayah Indonesia. Jelas perbandingan ini sangat kecil.

Tapi mereka inilah para pionir. Contoh baku, penjuang kesehatan. Orang perlu kenal mereka, perlu paham yang mereka kerjakan. Biarlah kegiatan mereka jadi pemicu lahirnya gerakan yang lainnya. Untuk itu mereka perlu di dengar.

Kita sama-sama paham informasi positif macam ini kadang tenggelam oleh hingar bingar dan hiruk pikuk sosial politik kita. Bantu mereka, sebarkan informasinya, biarkan orang tahu ada anak-anak muda yang perduli kehidupan di pinggir Indonesia. Sebut mereka, Tim Nusantara Sehat!

1 Comment

1 Comment

  1. Aireni Biroe

    December 11, 2015 at 4:31 am

    Salut buat tim nusantara sehat…2 tahun bukan waktu yang singkat untuk menjalani tantangan yang tidak semua orang sanggup menjalani (y)(y)(y)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Tak Perlu Tunggu Tahun Baru, Kamu Bisa Berubah dari Sekarang Kalau Kau Mau

Resolusi atau perubahan baru dalam hidup, kerap kali dihubungkan dengan tahun baru. Biasa kita akan membuat sederet list target yang akan dilakukan. Meski akhirnya hanyalah jadi sebuah angan-angan, yang kemudian terlupakan.

Bicara soal perubahan dan sesuatu yang mengarah pada kebaikan. Sebenarnya ada banyak hal sederhana namun sarat makna yang bisa kita lakukan dengan mudah. Tak perlu menunggu tahun baru, kalau memang ingin jadi pribadi yang lebih baru kamu bisa memulainya sekarang kalau mau.

Mulailah dari Diri Sendiri Diri, Belajar Lebih Tenang untuk Melihat Sebuah Masalah dari Dua Sisi

Selama ini, kamu mungkin sering gegabah dalam mengambil keputusan. Untuk kemudian menyesal atas pilihan yang kamu lakukan. Tak apa, semua itu adalah bagian dari proses pembelajaran diri. Jatuh bangun kita dalam perjalanan menuju kedewasaan, mungkin akan kita jalani dengan berbagai macam cara.

Sebaliknya, mulai dari sekarang cobalah untuk belajar melihat sebuah masalah dari sudut pandang yang berbeda. Tak hanya dari satu sisi saja, tapi juga pahami dari sisi lainnya. Ini akan membantumu melihat celah yang selama ini mungkin bisa jadi adalah sesuatu yang harusnya kau pilih. Menyesal tak akan berguna, tapi belajar dari kesalah jadi pondasi kuat untuk perubahan selanjutnya.

Kenali dan Pahami Dirimu Lebih Dalam Lagi

Sibuk untuk mengerti diri orang lain, tapi diri sendiri tak pernah dipahami dengan baik. Terlalu memikirkan nasib orang, memang bukanlah pilihan yang benar. Karena biar bagaimana pun, kita tak akan bisa sampai pada hal-hal besar. Kalau pada diri sendiri saja tak kenal.

Titik ini akan membawa kita untuk tahu lebih dalam lagi. Potensi apa sebenarnya yang kita miliki untuk bisa berupaya lebih keras lagi. Mampukah kita meraih apa yang selama ini diingini, hingga kekuatan apa yang perlu ditambah untuk bisa mewujudkan mimpi yang kita punya.

Dengan begitu, kita paham ancang-ancang seperti apa yang akan dibutuhkan. Untuk mimpi yang diinginkan.

Selanjutnya, Cobalah untuk Mencintai Diri Sendiri Lebih dari Hari Sebelumnya

Setelah proses mengenali diri sendiri yang kau lakukan berjalan dengan baik. Maka tak ada salahnya untuk mencintai diri sendiri juga. Berikan beberapa hal yang akan menyenangkan hati. Menghadiahi diri dengan sesuatu yang sudah lama ingin dibeli, pergi liburan sendiri, hingga menikmati waktu cuti sejenak tanpa terdistraksi.

Walau katanya ini adalah sesuatu yang biasa, tapi akan memberi kelegaan dan ketenangan dalam jiwa. Lagipula, ini bukanlah sesuatu yang salah. Tak juga merugikan diri kita. Lalu apa salahnya jika harus dicoba?

Jangan Disesali, Belajarlah Berdamai untuk Menerima Semua Kekurangan Diri

Kamu mungkin belum juga lulus dan menyelesaikan skripsi, belum menemukan pekerjaan impian, belum merasa cocook dengan pacar yang sekarang, hingga kegagalan dan ketidaksempurnaan lain yang masih jadi kekurangan. Setiap orang hidup dengan segala macam kelebihan dan kekurangannya. Termaksud mereka yang kau lihat bahagia-bahagia saja.

Untuk itu belajar berdamai dengan semua yang kita miliki jadi salah satu cara yang kan membantu kita lebih bijaksana. Berterimakasih untuk selama yang sudah ada, dan terus berusaha untuk sesuatu yang masih ingin dicari keberadaannya. Selalu ingat bahwa tak ada manusia yang sempurna. Tapi bagaimana cara kita menemukan titik baik dari kelemahan, akan membuat kita menjadi manusia yang mampu sempurna. Ya, setidaknya kita sudah mencoba.

Kemudian, Mulai Tentukan Apa yang Memang Kamu Inginkan

Ketika semua proses tadi berjalan sesuai rencana yang kita ingin. Langkah selanjutnya adalah menentukan mimpi mana saja yang akan menjadi tujuan. Kapan target skripsi kita harus diselesaikan, pekerjaan seperti apa yang harus kita dapatkan, hingga deretan mimpi lain apa yang harus kita wujudkan.

Fokuskan diri pada tujuan, dan tanggalkan semua hal lain yang akan menganggu pikiran. Langkah ini mungkin sederhana, tapi percayalah akan memberi makna dan dampak yang luar biasa. Selamat mencoba!

1 Comment

1 Comment

  1. Aireni Biroe

    December 11, 2015 at 4:31 am

    Salut buat tim nusantara sehat…2 tahun bukan waktu yang singkat untuk menjalani tantangan yang tidak semua orang sanggup menjalani (y)(y)(y)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kenali Tanda Rekan Kantormu Menyebalkan, Tak Usah Buang-buang Waktu untuk Mengajaknya Berteman

Hampir semua orang memiliki sisi yang menyebalkan. Coba saja tanya ke teman-temanmu. Pun tak menutup kemungkinan kalau kamu bisa bertemu orang yang menyebalkan di mana pun. Ketika ada seseorang yang memiliki sisi menyebalkan, tak masalah kalau kamu mau menghindari berurusan dengan orang yang seperti itu.

Ini mungkin kamu akan tahu kalau kamu tak akan tahan dengan sifatnya. Kawan, sesekali menjaga jarak dengan orang yang memiliki hal-hal negatif itu baik lho. Kalau kamu memiliki teman dan dia memunculkan tanda-tanda seperti ini, kamu harus berhat-hati ya!

Senang Di Atas Penderitaan Orang Lain

Hal ini mungkin jarang ditunjukkan oleh beberapa orang. Tapi kalau kamu punya teman yang menunjukkan kebahagiaannya padahal ada temannya yang sedang tertimpa musibah, sebaiknya kamu jaga jarak saja dengan teman tipikal semacam ini. Ia mungkin tak terlihat tertawa.

Tapi selentingan atau nyinyiran yang keluar dari mulutnya jadi pertanda kalau dia ini punya karakter senang kalau ada temannya yang menderita. Bukankah jauh lebih baik bertemu dengan teman yang mampu bersimpati dan berempati?

Ia tak Kelihatan punya Rasa Tanggung Jawab Terhadap Pekerjaannya

Saat seseorang mendapatkan suatu tanggung jawab untuk melakukan sesuatu, pasti setidaknya dia akan memiliki rasa tanggang jawab itu. Tapi ada lho,  beberapa orang yang tak punya rasa tanggung jawab tinggi. Mereka cuek saja dengan tanggung jawab yang sejatinya dibebankan padanya.

Kalau orang semacam ini ada di lingkup kerja atau di kantormu, bukankah yang ada hanya merugikanmu? Bisa saja, kalau kamu meminta tolong sesuatu dan dia mengiyakan di awal, tapi pada akhirnya dia tak melakukannya, jadinya menyebalkan, kan?

Kamu Merasa Tak Nyaman Saat Berada di Dekatnya

Saat kamu menghabiskan waktu bersama seseorang atau berada dekat dengan orang semacam ini, kamu akan merasakan energi atau aura yang muncul dari orang itu. Saat kamu berkumpul dengan teman-temanmu, tiba-tiba ada salah satu temanmu yang membuatmu merasa tak nyaman. Bisa karena perilakunya, atau hal-hal kecil yang ditunjukkan, lho. Ini juga menjadi sebuah tanda bagi kamu untuk mempertimbangkan apakah dia adalah teman yang baik atau kurang baik.

Faktanya, Banyak Teman yang Mulai Mengingatkanmu

Saat kamu mengenal sosok yang menurut orang-orang menyebalkan, maka saat berurusan dengannya kamu juga harus berhati-hati. Kamu butuh pendapat orang-orang terdekat kamu atau setidaknya caritahu tahu orang seperti apa dia. Ini tindakan antisipasi yang kamu lakukan untuk berhati-hati untuk berteman dengan orang lain lho.

Dia Tak Pernah Merasa Bersalah

Kesalahan bisa dilakukan secara sengaja atau tak sengaja. Saat orang merasa melakukan sesuatu yang salah, normalnya dia akan merasa tak enak atau merasa ganjal. Namun, kalau kamu bertemu orang yang melakukan kesalahan dan dia justru tak menunjukkan rasa bersalah atau semacamnya, kamu harus merasa janggal dengan hal ini. Dia malah menunjukkan sikap santai-santai saja. Kamu patut curiga dengan karakter dia yang sebenarnya.

Setidaknya kamu berhati-hati dengan karakter orang yang malah akan memberikan efek nagatif untuk kamu, ya. Kamu harus bisa memilih mana yang bisa menjadi teman dekatmu.

 

1 Comment

1 Comment

  1. Aireni Biroe

    December 11, 2015 at 4:31 am

    Salut buat tim nusantara sehat…2 tahun bukan waktu yang singkat untuk menjalani tantangan yang tidak semua orang sanggup menjalani (y)(y)(y)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Jangan Paksa Seseorang Kembali Ceria Jika Sedihlah yang Ia Rasa

Tak selalu bahagia, beberapa kejadian mengerikan bisa datang begitu saja. Mendapati pacar yang selingkuh dengan sahabatmu, rekan kerja yang mendadak pindah tak lagi bisa bertemu, hingga kabar dari ibu yang minggu ini harus masuk rumah sakit lagi.

Silih berganti, kesedihan bisa saja menyelimuti hati. Menganggu saraf bahagia dan menggantinya dengan satu ketakutan yang luar biasa pada diri kita. Situasi ini jelas diluar ekspektasi, karena kalau bisa memilih pastilah kita ingin bahagia sampai mati. Dipandang jadi sesuatu yang menakutan, kesedihan selalu kita jadikan momok yang harus segera dihilangkan.

Dikubur secepatnya, dan harus berganti dengan bahagia seperti kata-kata orang bijak di sosia media. Jika bahagia bisa dirayakan dengan begitu baiknya, mengapa kesedihan selalu kita anak tirikan?

Tak Seharusnya Dibedakan, Bahagia dan Sedih Memang Haruslah Ada dalam Kehidupan

“Sudahkah anda bahagia hari ini?” atau “Jangan lupa bahagia”, barangkali jadi jargon yang bertebaran di media sosial. Dibuat dengan dasar kepedulian, kita semua berlomba-lomba untuk mencari bahagia sampai pada celah paling sempit yang ada.

Seolah lupa pada teka-teki yang ada, sedih dan bahagia memang sudah ditakdirkan akan datang kapan saja pada hidup kita. Karena memang begitulah, hidup yang sesungguhnya. Perjalanan ini adalah misteri, banyak hal tak terduga yang mungkin menghampiri. Jika bahagia bisa membuatmu tertawa, maka kesedihan harusnya bisa diterima dengan serupa.

“Akui – nikmati – dan tak perlu ditutup-tutupi”

Meminta Orang Lain Segera Bahagia Memang Elok Didengar Telinga, Padahal Kau Tak Tahu Sebesar Apa Dukanya

“Sudahlah, lupain aja. Masih banyak yang bisa buat kamu bahagia” jadi kalimat lazim yang mungkin sudah kita gunakan ratusan kali pada beberapa teman. Berperan sebagai malaikat yang akan memberi penghiburan. Kita berusaha mengumpulkan petuah-petuah ajaib yang nadanya serupa. “Kamu harus bahagia”.

Padahal, tak hanya bahagia. Menangis setiap kali bersedih pun dipercaya mampu membuat seseorang menenangkan pikirkannya. Tak tahu seberapa dalam lobang menganga di hatinya, daripada sibuk memintanya melepaskan semua sedihnya. Bersedia memberikan telinga untuk mendengar keluh kesahnya jadi sesuatu yang lebih ia perlu.

Pelan-pelan Mulai Membandingkan Sedihnya dengan Orang Lain yang Lebih Nelangsa

Antara ingin terlihat bijak dan berwawasan luas atau memang berniat untuk menghibur seorang kawan. Menyuruhnya membuka mata, tentang kehidupan menyedihkan lain yang lebih parah dari pengalamannya. Seolah terlihat wajib untuk disampaikan pada mereka.

Mendorongnya untuk segera bahagia dengan membandingkan kesedihannya dengan orang lain jelas tak jadi jalan keluar. Karena semakin mencoba untuk menghilangkan semua kesedihan, akan selalu ada celah yang membuatnya justru kian muncul ke permukaan. Diharapkan akan hilang dari ingatan, luka yang diminta hilang justru kian terasa dalam pikiran.

Terlalu Takut Pada Sesuatu yang Terasa Berat, Kita Lupa Bahwa Hidup Takkan Sempurna Jika Hanya Ada Bahagia

Coba bayangkan sebentar, kamu hidup dengan segala kelimpahan dan bisa mendapatkan apa saja yang kamu inginkan tanpa usaha yang perlu keras. Lalu ingat kembali, tawa dengan air mata dari ibu kala melihatmu diwisuda. Bagaimana ayah memelukmu sambil bercurah air mata, ketika kamu berhasil naik jabatan tanpa butuh waktu yang lama.

Sejatinya, manusia bisa merasakan berbagai macam emosi dengan cara bersamaan. Tertawa sampai menangis, bahagia sampai terharu. Semua itu terjadi begitu saja, menandakan bahwa hidup kita memanglah sempurna. Tak perlu takut berlebihan dengan kesedihan, biarkan mereka menangis jika memang sedang berduka. Dan berhenti memintanya tertawa jika ia memang sedang ingin diam saja.

Sebab Setiap Orang Punya Tingkat Ketakutan dan Kesedihan yang Berbeda, Kita Tak Punya Hak untuk Memintanya Menyudahi Sedihnya

Beberapa orang hidup dengan dirundung masalah yang tak terbanyak banyaknya. Kawanmu mungkin pernah dipukuli oleh kekasihnya, anak yang jadi korban perceraian orangtuanya, hingga seseorang yang mungkin pernah hampir diperkosa oleh kerabat dekatnya. Lalu masihkah kita merasa berhak untuk memintanya segera bangkit dari sedihnya?

Membiarkan dia diam dalam sedihnya bukan berarti kita tak peduli kepadanya. Tapi, ada hal lain yang sedang kita sadari. Bahwa saat ini, bersedih mungkin memang jadi sesuatu yang ia butuhkan. Mengambil langkah untuk memaksanya berbahagia saat hatinya sedang berkabung, bukanlah sesuatu yang membantu. Sebaliknya, berusahalah untuk bisa mendengarnya dan membantu sebisanya. Bukan memaksanya untuk bahagia.

 

1 Comment

1 Comment

  1. Aireni Biroe

    December 11, 2015 at 4:31 am

    Salut buat tim nusantara sehat…2 tahun bukan waktu yang singkat untuk menjalani tantangan yang tidak semua orang sanggup menjalani (y)(y)(y)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top