Trending

Tiga Agenda Tasya Kamila Pasca Pulang ke Indonesia

Usai menyelesaikan pendidikan S-2 dan meraih gelar master di Columbia University, Amerika Serikat, penyanyi Tasya Kamila memiliki tiga agenda utama yang siap dilakukannya dalam waktu dekat. Mengutip Kompas.com, pertama, Tasya ingin beristirahat. Pasalnya, ia baru saja kembali ke Tanah Air setelah kurang lebih dua tahun menetap di Negeri Paman Sam.

“Setelah lulus, sekarang sih masih mau napas dulu ya. Baru sampai juga kan,” ujarnya. Dara berusia 25 tahun ini langsung buru-buru pulang ke Indonesia seminggu pasca kelulusannya lantaran ingin menghabiskan bulan puasa bersama keluarga.

Kedua, Tasya mengaku siap belajar tentang politik lebih dalam lagi. Meski namanya besar di dunia hiburan, Tasya tak menampik memiliki ketertarikan dengan dunia politik.

“Dunia entertainment pastinya akan selalu menjadi rumah untuk aku. Aku dari kecil berkegiatan di dunia entertainment dan pastinya akan aku lanjutkan ke depannya. Tapi memang porsinya akan diatur bagaimana aku akan melangkah, ingin juga lebih banyak belajar lagi tentang politik di Indonesia,” lanjut Tasya.

Langkah terakhir, Tasya akan mengembangkan sebuah proyek energi di Sumba, NTT lewat Green Movement Indonesia, sebuah yayasan yang bergerak di sektor lingkungan hidup. Ia berharap dapat memberikan kontribusi bagi negeri ini.

“Aku juga punya yayasan, ingin juga berkontribusi buat Indonesia melalui yayasan aku, melalui kegiatan-kegiatan proyek yang aku lakukan,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

5 Bantahan Terhadap Argumentasi Konyol Penolak Vaksin MR

Kamu termasuk yang mana, pendukung vaksin MR atau mereka yang menolak? Yup, dalam satu bulan terakhir dunia maya dibuat berisik soal urusan Vaksin MR ini. Tak percaya? Google bahkan menangkap kenaikan hingga lebih 1000 persen perbicangan soal ini. Penyebabnya apa? Tak lain karena menguatnya debat antara para pendukung vaksin dan mereka yang anti vaksin tadi.

Masing-masing punya argumen. Tapi ini soal kesehatan yang sudah selayaknya tak dijadikan bahan debat apalagi cuma jadi penghias gadget dan linimasa semata. Karena Vaksin MR itu diperlukan untuk menghindari penyakit Rubella yang bisa menyebabkan cacat bisu, tuli, kebutaan, kelainan jantung dan komplikasi lainnya.

Sementara Campak pada anak-anak gejalanya kesannya ringan tapi komplikasinya yang berbahaya bisa diare berat, menyerang sistem syaraf, kejang-kejang dan mungkin kebutaan dan kematian.

Mengerikan bukan? Lantas kenapa masih saja ada yang menolak vaksin MR ini? Karena mereka punya alasan yang sesungguhnya sudah bantahannya.

Rubella Dibilang Bisa Disembuhkan Menggunakan Obat Alami Dan Herbal, Faktanya?

Sebetulnya mereka yang anti vaksin itu bukan berarti gagah berani dan merasa tak mungkin anaknya terkena penyakit rubella dan campak. Tapi mereka berani tidak ikut vaksin karena merasa bahwa anaknya tidak akan terkena penyakit itu selama kesehatannya dijaga. Dan kalaupun terkena bisa disembuhkan dengan menggunakan obat-obatan herbal macam madu atau jintan hitam

Padahal faktanya penyakit Rubella itu disebabkan oleh virus yang bisa menular jika korban dalam kondisi seperti apa pun. Dan fatalnya mereka yang sudah terkena penyakit ini tidak ada obatnya. Pernyataan ini bukan asal comot karena dokter dan mereka yang fokus dibidang medislah yang menyatakan ini.

Bahkan Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek juga menegaskan hal ini bahwa penyakit campak (measels) dan rubella bila sudah terkena anak-anak akan mematikan. Menggunakan vaksin adalah satu-satunya cara untuk menghindari kedua penyakit tersebut. Kalau sekelas Menteri kesehatan saja sudah menyatakan seperti ini lantas kenapa kita yang tak punya pendidikan kesehatan masih berani mengambil kesimpulan sendiri?

“Saya mengingatkan kalau terkena penyakit ini tidak ada pengobatannya. Kita hanya mencoba meningkatkan supaya gejala berkurang,” ujar Nila.

Belum Bersertifikat Halal, Bukan Berarti Lantas Haram

Nah ini yang bikin ramai kemarin. Vaksin MR dikabarkan haram dan tidak boleh digunakan oleh mereka yang muslim. Padahal informasi tepatnya, vaksin MR ini sertifikasinya sedang dalam proses pengurusan.

Analogi sederhananya begini. Ketika kita membeli mie ayam atau ketoprak yang lewat di depan rumah, pernahkah kita mencap makanan tersebut haram karena tidak ada sertifikat halalnya? Kenapa kita bisa tenang saja dan tak mempermasalahkan makanan tersebut? Kalau untuk perkara yang lebih ringan saja kita bisa melihatnya secara jernih, kenapa pulak untuk urusan mendesak macam vaksin MR kita begitu ngotot?

Apalagi urusan vaksin MR ini sebetulnya sudah tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 33 Tahun 2018 yang memutuskan bahwa Vaksin MR produksi Serum Institute of India (SII) diperbolehkan untuk imunisasi. Kalau sudah ada fatwa berhukum Mubah dari para ulama macam ini, kenapa masih harus ragu lagi?

Paling Konyol Adalah Tuduhan Vaksin MR Dibuat Dari Darah Pelacur

Mungkin ini tuduhan paling gila dan brutal. Disebarkan isu bahwa vaksin MR ini dibuat dari campuran darah pelacur dan darah para penjahat. Jelas ini tuduhan yang begitu sesat. Karena vaksin MR ini merupakan produk kesehatan yang harus melalui uji yang ketat. Proses berisiko seperti menggunakan darah apalagi darah pelacur dan penjahat jelas tidak mungkin dilakukan.

Vaksin MR yang digunakan di Indonesia sudah mendapat rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan izin edar dari Badan POM. Jadi, vaksinasi MR aman dilakukan. Vaksin ini pun nyatanya telah digunakan di lebih dari 141 negara dunia. Apa iya 141 negara itu akan diam saja kalau vaksin MR dibuat asal-asalan seperti tuduhan itu?

Efek Samping Vaksin MR Hanya Minor Dan Nyaris Tidak Dirasakan

Salah satu alasan orang tua menolak anaknya di vaksin MR adalah karena adanya isu bahwa vaksin ini bisa menyebabkan autisme pada anak. Padahal hingga saat ini tidak ada studi yang membenarkan isu tersebut.

Sementara yang benar, umumnya vaksin MR tidak memiliki efek samping yang berarti. Sekalipun ada, efek samping yang ditimbulkan cenderung umum dan ringan, seperti demam, ruam kulit, atau nyeri di bagian kulit bekas suntikan. Ini merupakan reaksi yang normal dan akan menghilang dalam waktu 2-3 hari.

Tak Bisa Egois Soal Vaksin MR, Karena Mereka Yang Tak Divaksin Bisa Menularkan

Seringnya mereka yang menolak vaksin beralasan bahwa ikut tidaknya vaksinasi adalah urusan ranah pribadi. Masalahnya untuk urusan penyakit macam campak dan rubella ini, pencegahannya hanya bisa dilakukan secara bersamaan.

Ambil contoh misalnya jika anak kita sudah divaksin, maka dia tidak akan terkena penyakit tersebut. Masalahnya jika sekelilingnya tidak divaksin, jika nanti anak kita memiliki keturunan bisa jadi tertular di dalam kandungan oleh orang lain yang tidak divaksin.

Jadi kalau masih ngotot tak mau ikut vaksinasi rasanya tepat idiom yang tersebar selama ini. Tak masalah kamu tidak mau ikut vaksin, tapi silahkan mengasingkan diri jauh-jauh dan jangan tinggal dekat kami yang memilih untuk ikut vaksinasi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Urutan Memakai Make Up yang Kerap Diabaikan oleh Para Perempuan

Saat ini, make up layaknya sebuah hal yang tak terpisahkan dari kehidupan perempuan. Bagi kamu yang masih pemula dalam hal berdandan, mungkin kamu sedikit bingung tentang urutan memakai make up yang benar. Sesungguhnya, hal ini tak hanya terjadi pada para pemula, mereka yang sudah sering berdandan pun kerap mengabaikan urutan ini. Nah, agar kamu tak keliru ada beberapa tahap dalam make-up yang perlu kamu lakukan agar tak salah.

1. Mengoleskan Foundation Secara Merata pada Wajah

Make up dasar yang harus kamu gunakan pertama kali adalah alas bedak atau foundation. Jika kamu sudah jadi seorang yang handal, kamu bisa menggunakan primer terlebih dahulu sebelum menggunakan foundation dan menyempurnakannya dengan concealer untuk menutup noda di wajahmu.

2. Menaburkan Bedak pada Wajah

Bedak akan menghilangkan kesan kusam di wajahmu. Ada baiknya kamu menggunakan bedak tabur jika kamu memiliki kulit wajah yang berjerawat. Ini akan jadi salah satu yang berpengaruh untuk penampilan. Sebab jika ada beberapa jerawat yang masih terlihat, wajahmu kan terlihat kurang enak di pandang.

3. Menggunakan Pensil Alis

Selanjutnya kamu bisa menggunakan pensil alis untuk membentuk alis sesuai dengan yang kamu inginkan. Terlebih untuk kamu yang memiliki alis tipis, kamu bisa mempertegasnya dengan menggunakan pensil alis. Bentuk alis sesuai dengan garis yang kamu suka. Tak perlu terlalu tebar ya..

4. Menggunakan Eyeshadow

Sebelum kamu menggunakan eyeshadow, kamu bisa menggunakan primer terlebih dahulu agar make up mu tak mudah luntur. Setelah itu kamu bisa mulai memoleskan eyeshadow dengan warna yang kamu inginkan. Sesuaikan dengan warna baju atau aoutfitmu. Jangan sampai eyeshadowmu lebih cetar daripada dia yang menikah.

5. Menggunakan Eyeliner, Usahakan Memilih yang Berbentuk Pensil Bukan Cair

Jika kamu adalah pemula , kamu bisa memilih eyeliner pensil agar kamu bisa lebih mudah dalam mengaplikasikannya. Hal ini karena eyeliner cair cenderung lebih sulit digunakan jika kamu belum termasuk orang yang ahli dalam memakai eyeliner.

6. Mengunakan Maskara pada Bulu Mata

Setelah kamu memakai eyeliner, kamu bisa memperindah matamu dengan maskara. Maskara berfungsi untuk membuat bulu matamu lebih lentik, lebih panjang dan lebih lebat.

7. Menggunakan Blush On

Sumber : yooutube

Untuk membuat tampilan pipi yang merah merona dan segar dilihat, kamu bisa menambahkan blush on di pipimu. Cukup menggunakannya secara tipis-tipis saja untuk membuat kesan natural.

8. Menggunakan Lipstik

Yang terakhir adalah menggunakan lipstik. Usahakan untuk memilih lipstik yang warnanya cocok dengan jenis kulitmu. Hal ini agar tampilan riasanmu terlihat lebih menyatu dengan jati dirimu sendiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

4 Zodiak yang Dikenal Paling Pekerja Keras dan Fokus dalam Bekerja

Pekerjaan adalah sebuah cara untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup. Bahkan pekerjaan sudah mulai identik dengan sebuah kewajiban bagi setiap manusia. Sayangnya, saat ini lowongan pekerjaan sangatlah minim dan tak bisa mengimbangi jumlah individu yang ada di setiap negara. Nah, bicara perihal pekerjaan, berikut adalah empat zodiak yang dikenal sebagai pekerja keras dan sangat fokus dalam bekerja. Dari sini, kamu bisa melihat apakah kamua memang pekerja keras atau tidak?

1. Zodiak Capricorn

Capricorn adalah zodiak yang sangat teliti. Mereka mampu mengerjakan suatu pekerjaan secara mendetail. Hal inilah yang terkadang membuat mereka membutuhkan waktu yang lebih lama sehingga lembur atau membawa pekerjaan pulang ke rumah menjadi solusi yang tepat. Bukan karena memang dipaksakan, kadang pekerjaan yang ia bawa pulang karena ia memang paham apa yang menjadi tanggung jawabnnya.

2. Zodiak Cancer

Cancer adalah zodiak yang sangat fokus dalam bekerja. Saat mereka bekerja, mereka hanya akan memikirkan bagaimana caranya pekerjaannya bisa selesai dengan target yang diinginkan dan dengan tepat waktu. Bagi mereka, pekerjaan adalah hal yang utama dan tak mudah terkecoh untuk hal-hal yang ada diluar tanggung jawab ini. Ia tahu, bahwa mengerjakan semua pekerjaan adalah hal yang memang wajib.

3. Zodiak Aries

Aries adalah zodiak yang sebenarnya tidak bisa diganggu saat sedang bekerja. Namun dia selalu nampak santai dan tenang. Mereka juga terkenal memiliki ekspektasi yang tinggi dan sangat totalitas dalam mewujudkan apa yang mereka ekspektasikan. Jadi, meski dimata orang lain mimpinya itu kadang tak mungkin tercapai, ia selalu punya cara untuk bisa membuktikannya. Bekerja keras untuk apa yang diimpikan.

4. Zodiak Pisces

Pisces adalah zodiak yang tak bisa tenang dan santai saat bekerja. Mereka selalu menghadapi pekerjaan yang rumit dengan kepanikan sehingga mereka akan sangat mudah marah jika terganggu oleh orang lain yang tidak berkepentingan. Inilah yang menjadikan mereka lebih menyukai suasana yang tenang untuk bekerja agar bisa lebih fokus.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Istriku, Setiap Kali Aku Pulang Kerja Tolong Jangan Sibuk dengan Handphonemu Saja!

Biarpun kubilang aku kan buatmu bahagia, pertengkaran dalam rumah tangga, kadang tak bisa dielakkan. Lelah sehabis bekerja, lalu mendapatimu dalam keadaan yang tak bersahabat. Menjawab ketus segala pertanyaan, hingga terlihat tak acuh pada aku yang baru saja pulang. Lalu memilih sibuk dengan telepon genggam. Siapa yang suka dibegitukan?

Benar katamu, berada di rumah memang tak kalah lelah. Tapi, daripada senyum-senyum sendiri dengan ponsel ditangan kananmu. Membuatkan teh atau kopi untuk suamimu, jauh lebih baik untuk hubungan kita berdua. 

Sudah Tak Berjumpa 8 Jam, Pulang ke Rumah Kamu Malah Sibuk Bercengkrama dengan Dunia Maya

Barangkali benar katamu, bermain ponsel jadi salah satu penghilang penat setelah berberes rumah dan mengurus anak seharian. Tapi, baiknya kamu juga bisa mengatur waktu untuk itu. Demi kesehatanmu, bukankah jauh lebih baik jika kamu istirahat lebih cepat. Daripada harus sibuk menatap layar handphone yang membuat perih mata.

Walau tak berniat untuk membandingkanmu dengan istri orang, yang lain justru lebih memilih menyambut suaminya dengan sapaan basa-basi untuk membuka obrolan. Bertanya bagaimana hariku ditempat kerja, hingga apakah jalanan hari ini masih macet seperti biasa. Kalaupun, dirimu akan bertanya hal serupa untuk setiap hari. Dengan senang hati akan selalu kujawab. Sebab aku sadar, bahwa percakapan-percakapan kecil seperti ini jadi upaya untuk tetap membangun kedekatan.

Tak Mau Membatasi Gerakmu Sampai Ke Telepon Genggam, Harusnya Tahu Caranya Menghargai Pasangan

Mempercayaimu sebagai seorang istri, sekaligus ibu dari anak-anakku. Rasanya tak mungkin jika aku tak percaya padamu. Untuk itulah aku tak pernah  merasa perlu untuk melihat, apa saja yang kau kerjakan pada ponsel milikmu. Karena, kupikir meski sudah menikah. Kita berhak untuk melakukan apa saja pada ponsel tersebut. Selama itu tak jadi sumber masalah, kupikir sah-sah saja.

Terlihat tak sejalan dengan apa yang kupikirkan. Kamu justru terlihat lebih memilih untuk tetap memfokuskan pikiran, meski aku sudah pulang. Jangankan untuk sekedar menghadiahiku ciuman kecil dalam rangka menyambut suamimu pulang. Beberapa kamu bahkan tak membalas salam, hanya karena sedang asik telponan dengan seorang kawan. Salahkah jika aku mulai merasa tak dihargai?

Bukan Ingin Diperlakukan Seperti Raja, Kupikir Mengobrol Berdua Bisa Jadi Penghilang Lelah

Saling kenal sekian lama, kamu pasti paham bagaimana karakter lelaki yang kau nikahi ini. Tak terlalu muluk-muluk dan memintamu untuk berbuat yang macam-macam. Toh, selama ini banyak hal yang kulakukan sendiri tanpa meminta bantuan.

Berbagi pekerjaan sesuai dengan kemampuan, bahkan untuk mengurus si kecil saja aku tak pernah absen untuk ambil bagian. Satu hal yang mungkin belum kau pahami. Apa yang kuingin setiap kali bertemu denganmu setiap kali pulang kerja di rumah. Bukan berharap akan disuguhkan berbagai jenis makanan enak, tapi bagaimana kita berdua bisa buru-buru membangun obrolan sebelum nanti akan beringsuk masuk ke tempat tidur dan diam sampai esok paginya.

Kalaupun Hanya Akan Mendengarmu Bercerita, Aku Takkan Keberatan Melakoninya

Tak perlu merasa takut tak akan kudengar, atau berpikir hanya akan menambah beban dari lelahnya pekerjaan. Silahkan bagikan apa saja hal yang ingin kamu ceritakan, sampaikan semua hal yang terjadi selama aku tak ada. Dengan begitu, aku bisa tahu apa saja yang kamu lakukan, dan hal lain apa yang perlu kuperbuat.

Lelah bekerja mungkin tak bisa hilang dengan mendengarmu bicara, tapi setidaknya itu jauh lebih baik daaripada harus menyaksikanmu sibuk dengan dunia yang sebenarnya hanyalah ilusi semata.

Merasa Diduakan, Menjadi Ponselmu Nampaknya Lebih Menyenangkan

Barangkali benar apa kata orang-orang, ponsel datanng tak melulu untuk mendekatkan yang jauh. Tapi juga menjauhkan yang dekat. Karena meski tinggal dalam satu atap yang serupa, kadang kala obrolan kita hanya sebatas kalimat izini ingin pergi bekerja dan salam sepulang kerja.

Walau yang mengalihkan perhatianmu adalah sebuah benda, kupikir ia memang sudah benar-benar merebutmu. Membuatmu tak lagi memperdulikan kepulanganku, dan memilih untuk tertawa dengan apa yang kau baca dan saksikan dilayar ponsel yang selalu kau pegang. Beberapa kali dalam hatiku, menjadi gadget barangkali lebih dirasa pelu oleh dirimu.

Silahkan Bilang Ini Berlebihan, Aku Hanya Ingin Menyuarakan Apa yang Kurasa Hilang

Tak merasa jadi yang paling benar, tapi setidaknya apa yang ingin kusampaikan adalah bentuk lain dari keinginan yang selama ini terpendam. Tak bisa banyak berkata-kata untuk segera menegur setiap kali aku pulang bekerja. Semoga ini menyadarkanmu yang mungkin nanti akan membaca.

Lebih dari sekedar sibuk bermain handphone seperti yang kau lakoni. Marilah mulai untuk saling berbagi lewat cerita-cerita ajaib di rumah, nanti akan kutukar dengan hal-hal menakjubkan yang aku alami di kantor hingga bagaimana buasanya jalanan hampir membunuhku setiap malam sebelum sampai di ruamh.

Aku Belajar Memahami, Tapi Kamu Kerap Mengabaikanku dengan Segala Aktivitas di Dalam Telepon Genggam

“Ini satu-satunya hiburan untukmu” katamu tiap kali kutanya, kenapa ponsel kelihatannya jauh lebih berharga ketimbang suami yang sudah di rumah. Harus kuakui memang, apa yang kamu sampaikan barangkali benar. Karena ada banyak hal yang bisa kau jadikan sumber hiburan dari ponsel di tangan.

Beberapa kali aku memahami itu, tapi apakah aku harus tetap diam meski yang kau kerjakan tak lagi untuk mencari hiburan. Cobalah duduk sebentar, ceritakan apa yang kau anggap perlu disampaikan. Bukan memilih untuk bercumbu dengan ponsel yang selalu ada di tangan.

Jika aku bisa memahami dengan tak perlu mencampuri hal-hal yang kamu kerjakan di ponsel milikmu. Harusnya kau pun bisa mengerti bahwa setiap kali pulang bekerja, suami akan lebih bahagia melihatmu tersenyum menyambutnya. Bukan malah duduk diam, sembari asyik facebook-an.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top