Feature

Sudah Tahu Informasi Ini Tapi Masih Dilakukan, Tidur Di Sebelah Handphone Menyala Itu Berbahaya!

Keberadaan handphone merupakan sesuatu yang tak lagi bisa dipisahkan dari gaya hidup masa kini. Handphone memang membawa banyak kemudahan bagi manusia. Namun dibalik semua kemudahan itu, bila tidak digunakan secara tepat keberadaan handphone bisa mendatangkan bahaya bagi kesehatanmu.

Menurut data yang bersumber dari WHO, radiasi yang berasal dari handphone dapat mempengaruhi susunan saraf pada manusia, radiasi ini dapat menyebabkan timbulnya kanker atau tumor. Wah, ini jelas bukan ancaman yang bisa dianggap remeh! Kini sudah bukan hal yang aneh lagi, banyak diantara kita yang masih saja tidur dengan handphone masih menyala, malah kadang ada beberapa  orang yang menyimpannya di bawah bantal. Bermain handphone sebelum tidur kini menjadi kebiasaan rutin yang sukar untuk dihilangkan. Padahal hal ini jelas bukan kebiasaan yang baik. Kerap tidur di dekat handphone yang masih menyala hanya akan membuatmu mendapat 8 bahaya ini.

Tidur di dekat handphone yang masih menyala itu artinya resikomu untuk sakit kepala kian besar!

Radiasi handphone mengandung gelombang RF. Jika kamu salah satu orang yang sensitif terhadap gelombang ini, maka bersiaplah untuk merasakan sakit kepala setiap saat kamu tidur dengan handphone-mu. Tidak hanya sakit kepala yang bisa kamu rasakan, tapi juga gangguan kesehatan lainnya seperti mual hingga muntah.

Radiasi handphone akan membuatmu merasa gelisah dan sulit tidur nyenyak

Secara tidak sadar, radiasi handphone akan membuatmu cepat merasa cemas, tegang, dan gelisah. Hal ini dikarenakan, saat tidur tubuhmu tidak benar-benar terlelap dan tidur dengan nyaman. Saat mau tidur, kamu tidak benar-benar tidur sepenuhnya karena terlalu sibuk bermain handphone, sibuk membalas pesan, dan sebagainya.

Buntutnya tubuh yang mudah lelah saat mau melakukan aktivitas sehari-hari. Ini bisa jadi disebabkan karena tubuhmu tidak merasakan tidur yang benar-benar berkualitas. Tidur yang tidak berkualitas disebabkan karena tubuh terpapar radiasi handphone yang terlalu banyak. Jika tidurmu tidak nyenyak, jangan heran ketika bangun d ipagi hari kamu malah merasa kelelahan.

Bahkan ini bisa menghambat metabolisme, kalau sudah begini kamu akan jadi lebih mudah sakit!

Bila seseorang terpapar radiasi handphone saat tertidur, proses pembentukan metabolisme berjalan sangat lambat atau terhambat. Hal ini karena pada saat tidur, metabolisme sedang bekerja secara aktif. Metabolisme yang lambat berpengaruh pada proses pencernaan makanan dan proses detoksifikasi racun dalam tubuh yang terganggu. Jika metabolisme tubuh menjadi kacau, tubuhmu akan mudah terserang berbagai penyakit berbahaya.

Tak cuma urusan radiasi, dering handphone ditengah malam bisa menyebabkan serangan jantung. sekalian. Cara ini untuk menghindari, kamu kaget di tengah malam karena handphone yang tiba-tiba berbunyi. Pada beberapa kasus, orang yang meninggal karena serangan jantung diakibatkan kaget saat tengah malam karena handphone-nya berbunyi.

Tak mau kan terkena penyakit  alzheimer diusia produktif? Untuk itu stop kebiasaan tidur di dekat handphone yang masih menyala!

Penyakit alzheimer adalah kondisi dimana otak mengalami penurunan daya ingat, penurunan kemampuan berbicara serta berpikir. Alzheimer biasanya menyerang orang tua yang sudah lanjut usia. Tetapi kini, tidak mustahil bagi orang-orang dewasa usia produktif untuk terserang alzheimer. Hal ini disebabkan kebiasaan tidur dengan handphone, sehingga mempercepat terkena penyakit ini.

Diam-diam radiasi yang berasal dari handphone bisa menimbulkan tumor di otak loh!

memantau

Saat ini, tumor tidak hanya menyerang orang dewasa pada usia produktif saja, tetapi juga dapat menyerang anak-anak. Hal ini dikarenakan radiasi yang berasal dari ponsel mempengaruhi terbentuknya neoplasma dari regenerasi sel yang tidak wajar. Jika dibiarkan terus-menerus, kondisi otak pun akan terus memburuk hingga akhirnya muncul tumor yang berbahaya.

Tumor pada otak umumnya mematikan dan sulit untuk disembuhkan, maka dari itu mulailah untuk mengurangi kebiasaan memakai ponsel terlalu sering. Toh kesehatanmu jauh lebih penting dari apa pun.

Radiasi handphone juga dapat berisiko  menyebabkan tumbuhnya sel-sel kanker. Radiasi dari handphone membuat proses pembelahan sel dalam tubuh jadi tidak terkendali. Sel yang tidak normal ini lalu menyerang jaringan terdekat yang secara rutin terkena paparan radiasi handphone, seperti kulit dan telinga. Sel-sel kanker akan tumbuh pada area tubuh yang sering berdekatan dengan handphone. Sel kanker juga bisa menyerang area perut, hal ini disebabkan pada saat tidur, si pemilik secara tidak sadar menindih handphone dengan perutnya.

Kamu yang sering tidur dengan handphone-mu pasti juga sering melakukan hal yang sama bukan?

Pertanyaannya, mau sampai kapan kita terus melakukan kebiasaan-kebiasaan yang memperburuk kesehatan kita? Apakah setelah timbul penyakit-penyakit mematikan seperti tumor dan kanker? Yuk, mulai sekarang, berhenti melakukan kebiasaan tidur dekat dengan handphone-mu!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Sering Mengigau Saat Tidur, Bahaya Nggak Sih?

Disadari atau tidak, ada beberapa orang yang memang kerap mengingau setiap tidur. Fenomena ini memang adalah sesuatu yang lumrah terjadi saat kita sedang tidur. Hasil sebuah riset di Norwegia, pada 2010, hampir 66% dari populasi manusia berbicara dalam tidur mereka dalam berbagai bentuk, yang lain menyampaikan monolog yang menawan atau bahkan melakukan percakapan yang kompleks.

Meski begitu, dari beberapa penjelasan para ahli, kebiasaan ini bukanlah termaksud masalah kesehatan yang berarti. Akan tetapi, jika hal tersebut terjadi secara terus menerus sudah tentu kamu perlu ke dokter. Selain itu, inilah yang perlu kita ketahui dari kebiasaan mengingau yang sering terjadi. 

Sebenarnya Belum Banyak Penelitian tentang Bicara Saat Sedang Tidur

 

Sebelumnya fenomena ini dikenal sebagai parasomnia (sejenis gangguan tidur) dalam Klasifikasi Internasional tentang gangguan tidur. Akan tetapi, dari temuan terbaru gejala ini direklasifikasi dari gangguan menjadi hanya kejadian normal yang dapat terjadi selama tidur. 

Nah, menurut Rafael Pelayo, spesialis tidur dengan Sleep Medicine Center di Stanford Health. karena hal tersebut bukan gangguan yang dianggap serius, jadi tak ada permintaan untuk penelitian tentang tidur. Dengan kata lain berbicara saat sedang tidur merupakan perilaku yang sebagian besar tidak dipelajari dan tidak dipahami dengan baik. 

Lagipula, Apa yang Kita Ucapkan Saat Ngigau Sebagian Besar Adalah omong Kosong

Dari hasil klasifikasi temuan yang sama, kalimat atau kata-kata yang kita ucapkan selama mengigau bukan termaksud cerminan perilaku atau kenangan pada situasi sebelumnya. Jadi semua pertengkaran dengan pasangan atau drama pekerjaan yang baru saja kamu alami, kemungkinan besar tak akan kamu bicarakan selama tidur. 

Ini penting dipahami, karena mereka yang sering ngigau memang kadang mengatakan hal-hal yang sulit dipahami sepanjang liar. Bahkan beberapa katanya tergolong liar. Selain membuat orang yang mendengar menjadi kelabakan menebak maksud, kadang kala kita juga bertanya-tanya. 

Intinya, tidak ada arti nyata dari kata-kata yang keluar dari mulut seseorang yang sedang ngigau saat tidur. 

Dan Tak Ada Rentang Usia Tertentu, Semua Orang Bisa Mengalami Gejala Ini 

Beberapa orang berpikir, berbicara saat sedang tertidur hanya akan dialami oleh mereka yang sudah dewasa dan lansia. Padahal hal tersebut tak selalu benar. Masih dari kata Pelayo, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, jika kamu sudah berbicara saat tidur sejak kecil. Karena faktanya, berbicara saat tidur cenderung sangat umum terjadi pada anak-anak dan remaja – sekitar 50%, bahkan anak-anak antara usia 3 dan 10 mengoceh dalam tidur mereka.

“Jika Anda tidur sambil berbicara saat masih muda, jangan anggap penting,” kata Pelayo. Tidak perlu takut atau bergegas ke dokter.

Untuk orang dewasa, biasanya akan mulai menyadari jika ia sering mengingau saat tidur ketika memasuki usia 20 hingga 30-an. Dimana mereka sudah mulai berbagi kamar atau tempat tidur dengan orang lain. Sehingga orang lain atau pasangan yang tidur bersama merekalah yang kemudian tahu, jika mereka adalah seorang talk sleep.

Namun jika banyak bicara saat tidur terjadi pada mereka yang berusia sekitar 50 tahun atau lebih, hal tersebut bisa dikatakan sebagai penanda penyakit, seperti seperti penyakit Parkinson atau demensia.

Sialnya, Fenomena Ini Biasanya Sering Bercampur dengan Masalah Tidur Lainnya 

Bicara saat sedang tidur memang jelas berbeda dengan beberapa gangguan tidur yang lain. Mengigau hanyalah menceracau dengan kalimat-kalimat yang biasanya tak bermakna. Tak ada artinya dan tak jelas ke mana arahnya. Namun, jika bicaramu sudah lebih dari sekedar obrolan biasa, bisa jadi kamu sedang mengalami kondisi lain yang terkait dengan sleep apnea

Selain itu, James Rowley, kepala divisi pengobatan paru-paru, perawatan kritis dan tidur dengan Detroit Medical Center, berbicara melalui tidur juga dapat disebabkan oleh stres, kecemasan, dan depresi. Jika hal tersebut sudah terjadi berulang kali, cobalah bicarakan pada dokter ahli spesial tidur, karena sepertinya anda butuh perawatan. 

Demi Mengatasinya, Cobalah Lakukan Kebiasaan Baik dengan Tidur Terjadwal dan Dalam Waktu yang Cukup 

Kalau harus dilihat dari keseluruhan kebiasaan ini, momen mengigau kerap terjadi akibat kita terlalu lelah. Atau masih memikirkan sesuatu sesaat sebelum tidur. Untuk menguranginya, cobalah untuk tidur dengan terjadwal. Selain itu penuhilah kebutuhan tidurmu, jangan terlalu singkat atau terlalu lama. Hindari juga makan makanan yang mengganggu kualitas tidurmu, seperti makan makanan berat atau minuman beralkohol.

Walau tak disebut sebagai gejala yang berarti, kita perlu untuk tetap menjaga diri. Jangan terlalu dianggap sepele, apalagi jika  itu sudah menganggu tidurmu dan pasanganmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Tak Perlu Ikut-ikutan, Penderita Gejala Ini Dilarang Plester Mulut Saat Tidur

Penyanyi Andien baru-baru ini memperkenalakan kebiasaan tidur dengan mulut diplester yang sudah beberapa bulan belakangan dilakukannya. Dibagikan pada fitur Instastory, Andien mengaku jka ada banyak manfaat yang sudah dirasakan oleh ia dan suami serta anaknya Kawa, sejak melakukan kebiasaan ini. 

Mengutip dari laman CNN Indonesia, Profesor Faisal Yunus, pengajar bagian Pulmonologi dan Kedokteran Respiratori FKUI mengatakan bernapas memang harus melalui hidung, bukan napas mulut.

“Diusahakan membiasakan bernapas lewat hidung. Kalau dengan hidung, udara akan disaring, diproteksi dari bahan berbahaya,” kata Faisal melalui sambungan telepon, Kamis (11/7). 

Memang sih, praktik plester mulut saat tidur baik untuk dipraktikkan tetapi dengan catatan khusus. Sebagaimana saran dari Faisal, hal ini sebaiknya tidak dilakukan oleh mereka yang sulit bernapas karena penyakit tertentu, yakni Influenza, Polip hidung, Sinusitis, Rinitis alergi, Deviasi septum nasal.

Dimana jenis gejala atau kondisi kesehatan tersebut adalah sesuatu yang berhubungan dengan gangguan pernafasan. Maka, jika sedang mengalami kondisi tersebut, sebaiknya urungkan niatmu untuk ikut-ikutan seperti Andien yang memplester mulutnya setiap malam. 

“[Plester mulut] boleh saja, tapi yang belum terbiasa mungkin agak kesulitan. Kecuali orang yang agak susah bernapas lewat hidung sebaiknya enggak dulu,” katanya.  

Lebih lanjut, Faisal mengatakan jika cara atau kebiasaan ini terbilang cukup ekstrem untuk melatih pernapasan hidung.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Memeluk adalah Cara Terbaik untuk Menenangkan Hati Seseorang

Memberi sebuah pelukan pada seseorang adalah salah satu hal mudah yang memiliki manfaat segudang. Jadi sebuah bentuk terapi, dia yang menerima pelukan akan lebih merasa nyaman, merasa diperhatikan, dicintai, dan berbagai macam energi positif lain yang sulit untuk digambarkan. 

Tak hanya sebatas gerakan, dekapan yang kita terima atau berikan, mengandung sebuah makna yang dalam. Dan dilansir dari mindbodygreen.com berikut ini adalah hal-hal baik yang bisa kita terima dan salurkan dari sebuah pelukan ke seseorang. 

Menyeimbangkan Sistem Saraf Karena Memberikan Rasa Aman

Hanya memberikan seseorang pelukan, kamu sudah membantunya menyeimbangkan sistem saraf mereka. Sensor tekanan berbentuk telur kecil yang ada di sel darah pada kulit saling terhubungan hingga memberikan sinyal baik kepada otak kita. Itulah mengapa seseorang akan merasa lebih aman jika sedang berada dalam pelukan. 

Hal ini dikarenakan sentuhan yang terjadi atas kulit si pemeluk dengan yang dipeluk. Tak hanya boleh dilakukan pada pasangan saja, pelukan bisa kamu berikan kepada siapa saja yang mungkin sedang membutuhkan rasa aman. Baik itu orangtua, anak, saudara, atau sahabat kita. Ini akan mendorongnya lebih terbuka untuk bercerita, karena merasa sedang berada dalam situasi yang aman. 

Lebih Percaya Diri Karena Merasa Kian Bahagia

Tumbuh besar dalam lingkungan yang menjadikan pelukan sebagai sebuah kebiasaan, adalah sesuatu yang menyenangkan. Ini menujukkan rasa cinta mereka, sikap menghargai, dan selalu menganggap kita spesial. Hal inilah yang kemudian melahirkan rasa percaya diri, merasa dihargai dan dicintai. Bahkan akan selalu berguna pada siapa saja. Karena kita jauh lebih bisa memilih dengan bijak bagaimana caranya menghargai dan mencintai diri sendiri, dan semakin percaya diri. 

Menurunkan Denyut Jantung, Sehingga Penerima Pelukan Merasa Lebih Sehat

Sebuah studi yang dilakukan oleh University of North Carolina-Chapel Hill, mengemukakan dari hasil penelitian pada beberapa orang yang sehari-hari tidak bertatap mata dengan istri atau suaminya, mereka memiliki detak jantung yang bergerak lebih cepat yakni 10 kali berdetak setiap menit. Sedangkan mereka yang menerima pelukan, jantungnya hanya akan berdetak 5 kali dalam setiap menit. 

Padahal, pada dasarnya semakin rendah detak jantung kita, semakin sedikit pula masalah jantung yang akan menyerang kita. Itulah mengapa, kita perlu berpelukan setiap hari dan setiap saat demi kesehatan jantung kita. 

Pikiran Jauh Lebih Rileks, Karena Suasana Hati Berubah Jadi Lebih Baik

Tak hanya dia yang menerima pelukan, kita sebagai pemberi pelukan juga akan mengalami rileksasi terbaik pada bagian otot tubuh. Karena pelukan dapat menyeimbangkan sistem tubuh saat kita merasa tegang. Respon yang mengalir dari rangsangan antar kulit saat menerima dan memberikan pelukan dapat mengantarkan ketenangan dan suasa yang lebih santai. 

Reaksi ini akhirnya membuat kondisi mental menjadi lebih seimbang. Maka wajar jika akhirnya kamu juga akan merasa lebih rileks dan lebih tenang. Karena suasana hati yang mungkin sudah berubah. 

Dan Mengurangi Tingkat Stress dari Dalam Diri 

Coba ingat, sudahkah kamu mendapat pelukan atas segala beban yang seharian ini kamu pikirkan? Atau sudahkah kamu memeluk dia yang kini terlihat sedang butuh pelukanmu agar lebih tenang lagi? Jika belum, segera peluklah. 

Sebuah gerakan lambat yang akan berakhir dengan pose saling merapatkan tubuh ini akan merigankan beban stress dalam diri mereka dengan sangat efektif. Sebab ketika sedang dipeluk tingkat kortisol yang beredar di seluruh tubuh kita berkurang secara drastis. Dengan begitu, pikiran kita akan mampu tenang dan berpikir tanpa stres.  

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top