Feature

Tidak Semua Karakter Manusia Sama, Cobalah Memahami Ia yang Keras Kepala

Setiap orang hidup dengan karakternya masing-masing, baik yang menyenangkan atau malah mengjengkelkan. Karakter dan pola pikir seseorang yang berbeda sering juga jadi pemicu kesalah pahaman, bahkan bertambah parah jika kita dipertemukan dengan dia yang memiliki watak kepas kepala.

Seringnya orang-orang yang berwatak keras kepala akan tetap pada pendirian walau hal tersebut salah sekalipun. Salah dalam memahaminya, bisa jadi dia tersinggung atau marah kepada kita. Emosinya yang meledak-ledak, kadang membawa mereka kepada sikap egois yang terlihat lebih mementingkan diri sendiri.

Mungkin terdengar sedikit rumit jika kita harus menghadapi mereka dengan tipikal seperti ini, tapi pemahaman yang baik dan sikap yang tenang jadi hal penting yang bisa kita upayakan. Dan untuk menghindari salah paham atau keliru yang bisa memicu pertengkaran. Cobalah lakukan ini demi menghadapinya.

Jangan Berupaya Untuk Merubahnya Sebaliknya Cobalah Untuk Mendengarkan

Percaya atau tidak karakter yang dimiliki setiap orang memberikan keberanekaragaman sikap masing-masing manusia. Maka jika memang sedang berhadapan dengan orang yang memang berwatak keras, jangan sesekali berpikir untuk merubah wataknya.

Karena hal lain yang lebih baik untuk kita lakukan adalah memberikannya pendekatan secara perlajan. Pendekatan yang pas dengan tekanan suara yang baik, serta mood yang bagus mungkin bisa membantunya untuk bisa lebih lunak.

Setelah itu kita mungkin bisa memberikan hal yang sama kepadanya, cobalah untuk jadi pendengar yang baik. Karena watak yang dimilikinya kumungkinan disebabkan oleh perlakuan tidak adil yang sering dirasakannya.

Dan Cobalah Memahami Mereka Dengan Menghargai Setiap Pendapat Yang Diutarakannya

Sama hal-nya dengan orang dengan karakter yang mungkin berbeda, mereka juga ingin keberadaanya diakui dan dilihat oleh orang-orang sekitarnya. Salah satu cara untuk bisa dekat dengannya, adalah dengan membangun hubungan hangat dengan mereka.

Buatlah mereka merasa nyaman, agar mau membuka diri untuk menerima hal-hal baru yang selama ini mungkin belum pernah ditemukannya. Tunjukkan sikap yang mengakui keberadaanya dengan menghargai setiap pendapat yang ia sampaikan.

Kalau memang dirasa mungkin, berikan apresiasi yang akan membangkitkan semangatnya dengan demikian ia akan lebih terbuka dalam menerima saran atau kritikan yang memang bertujuan untuk lebih baik.

Hindari Untuk Langsung Menyalahkan Dan Bangunlah Kompromi yang Baik Dengannya

Inilah yang menjadi sifat dasarnya, wataknya memang tidak baik sebab ia memang kerap menghindar untuk tidak disalahkan. Mungkin kita berpikir menyampaikan maksud secara langsung akan membantu, padahal ini adalah tindakan yang malah menciptakan masalah baru.

Watak keras yang dimiliki oleh mereka kadang membuat mereka tak mampu memahami hal yang memang bertujuan baik, fatalnya justru ini akan membuat mereka marah atau berdiam diri tak mau menerima masukan.

Sebaliknya hal yang memang bisa kita lakukan untuk mencoba mengahadapi mereka adalah dengan membangun hubungan kompromi yang baik untuk bisa bernegosiasi akan sesuatu yang ingin disampaikannya. Kemudian gabungan dengan apa yang juga ingin kita sampaikan kepadanya. Dengan begitu kompromi untuk maksud masing-masing bisa dikompromikan dengan mudah.

Upaya Lain yang Bisa Kita Lakukan adalah Berempati Sembari Mencoba Mencari Kesamaan yang Mungkin Kita Miliki

Cobalah untuk mencari apa yang sedang dirasakan oleh mereka di balik sikap keras kepala yang dimilikinya. Sebab tak semua watak keras itu beerarti buruk. Akan selalu ada alasan yang menyebabkan mereka begitu, bisa jadi ada luka yang sedang disembunyikannya. Hingga rasa sepi yang kadang sulit untuk di ekspresikan.

Mampu memahami mereka dengan cara yang lembut untuk mencari tau akar masalahnya adalah solusi yang bisa kita lakukan. Cobalah tanyakan apa buku atau makanan kesukaannya, barangkali kita memiliki kesukaan yang sama. Hal ini bisa kita gunakan sebagai media yang akan menghubungkan kita dengan mereka lebih dekat.

Pandanglah Hal Tersebut dari Sisi Positif, Serta Bersikaplah Tegas Untuk Menghadapinya

Meski kelihatannya buruk bukan berarti kita bisa memandang mereka hanya dari satu sisi saja,  cobalah lihat mereka dari sisi yang lain. Meski kadang sikap baik lainnya tertutup oleh watak keras yang lebih mendominasi, jangan melihatnya hanya dari satu sisi untuk menyimpulkan sesuatu yang bisa saja keliru atasnya.

Terbuka untuk menyimpulkan sesuatu tidak hanya berdasarkan sisi buruk yang terlihat juga akan membantu kita untuk lebih tegas lagi. Begitu pula untuk menghadapi watak mereka yang keras. Watak itu terpelihara karena mereka sering mendapati banyak orang yang lebih memilih mengalah untuk menghindari sesuatu yang mungkin terjadi, dan akhirnya hal tersebut pun dipelihara olehnya.

Berikan mereka alasan logis dan rasional yang menjadi alasan mengapa ia harus membuang sikapnya tersebut, dan belajar untuk menerima pandangan dari orang lain.

Namun Jika Semua Hal Tersebut Masih Tidak Berhasil, Biarkan Ia Menenangkan Diri

Dan dari semua hal yang mungkin sudah kita lakukan, ia masih tak berubah menjadi lebih baik. Nampaknya, hal yang sebaiknya kita lakukan adalah menenangkan diri untuk dan berusaha untuk mengabaikan mereka saja.

Sebab segala upaya akan sia-sia, jika tak ada kemauan untuk berubah dari dia. Daripada harus membuang-buang waktu, sebaiknya tinggalkan saja. Cobalah menunggu waktu yang mungkin akan merubah mereka perlahan. Hingga akhirnya mereka akan menyadari bahwa dirinya memang benar-benar keras kepala.

Karena kita tidak akan bisa memilih dengan siapa kita akan berhadapan dalam hidup, termaksud bertemu dan berhadapan dengan orang-orang yang memiliki watak keras kepala.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Ternyata Laki-laki Bertubuh Pendek Lebih Sering Marah Dibanding Mereka yang Tinggi

Kalau harus diperhatikan, seorang lelaki yang bertubuh pendek ternyata lebih sering marah dan mudah terbakar cemburu dibanding mereka yang lebih tinggi. Tapi ini bukan sekedar perkiraan biasa. Karena dari hasil temuan para ilmuwan yang melakukan penelitian di Centres for Disease Control di Atlanta, ternyata lelaki bertubuh pendek lebih mudah terpancing emosi.

Menariknya lagi, penelitian yang dilakukan terhadap setidaknya 600 lelaki berusia 18 sampai 50 tahun ini, juga menemukan bahwa laki-laki bertubuh pendek juga lebih mudah emosi dan melakukan kekerasan dibanding mereka yang bertubuh  tinggi.

Hasil dari penelitian tersebut berkata, bahwa mereka yang pendek menganggap dirinya kurang maskulin yang kemudian bisa memicu tingkat ketakutan dan amarah dalam diri mereka.

Sumber : The Mirror

Disamping itu, penelitian lain yang dilakukan ilmuwan di Universitas Oxford juga mengungkapkan jika alasan seseorang bertubuh pendek lebih mudah marah sebenarnya sangat sederhana. Rasa percaya diri yang kurang, ditambah anggapan masyarakat tentang orang pendek kurang menarik, menjadikan mereka lebih mudah marah hingga berpikir negatif.

Namun tak selalu buruk, karena selain hasil temuan yang tadi sudah disebutkan. Peneliti tersebut juga menemukan fakta bahwa tak semua laki-laki bertubuh pendek lebih mudah marah. Karena, penelitian lain juga menemukan bahwa beberapa laki-laki pendek bahkan memiliki kesabaran yang lebih baik. Beberapa dari mereka juga memiliki rasa percaya diri tinggi, bahagia yang natural dan kemampuan menerima diri sendiri yang lebih baik.

Sumber : YouTube

Dengan kata lain, kita pun harus tahu jika faktor fisik bukanlah satu-satunya pemicu untuk seseorang, (khususnya laki-laki) kehilangan rasa percaya dirinya. Karena biasanya, ada beberapa hal lain yang juga mempengaruhinya. Mulai dari faktor ekonomi, lingkungan, keluarga, dan pekerjaan yang dimiliki.

Karena tinggi pendeknya seseorang kadang bukanlah sebuah jaminan bahwa ia mudah marah, cemburu atau tak percaya diri. Karena semuanya itu, kembali pada masing-masing pribadi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Melanie Putria dan Angga ‘Maliq & D’Essentials’, Resmi Bercerai!

Berbeda dengan Angga yang tak tampak dalam persidangan, Melanie Putria terlihat hadir dengan didampingi oleh kuasa hukumnya, pada sidang perceraiannya, yang digelar di Pengadilan Agama Jakarta Barat, kemarin Senin (21/1).

Dan atas kesepakatan bersama, keduanya akhirnya resmi bercerai sebagaimana hasil putusan yang dibacakan oleh hakim.

“Hari ini dikarenakan bukti sudah cukup, keterangan saksi juga sudah menguatkan alhamdulillah hari ini juga sekalian putusan. Sudah resmi bercerai,” ujar Indah Dewi Yani, kuasa hukum Melanie saat ditemui di Pengadilan Agama Jakarta Barat, dikutip dari laman detik.com.

Ternyata proses perceraian keduanya sudah sejak lama dilangsungkan dan sepakat berpisah dengan baik-baik. 

Sebelumnya, keduanya menikah pada 7 Maret 2010 lalu. Dari pernikahannya itu, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Sheemar Rahman Purariredja. Jarang terlihat dalam gosip miring, keduanya tampak mesra di sosial media. Namun, mendadak harus berpisah setelah 8 tahun berumah tangga.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Dihargai Rp. 1.500/Kg, Petani di Banyuwangi Buang Buah Naga ke Sungai

Dinilai tak mendapat harga yang cukup mempuni, beberapa petani buah Naga di Bayuwangi terlihat membuang hasil panen ke sungai. Hanya dihargai sekitar Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per kilogram (kg). Tindakan para petani yang membuang buah naga ke sungai ini jadi salah satu bentuk protes atas merosotnya harga buah tersebut.

Dikutip dari laman Detik.com, Hari candra setyawan (29), warga Dusun Silirbaru Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi mengaku, anjloknya buah naga di Banyuwangi membuat dirinya merugi.

“Terpaksa saya buang ke sungai karena memang tidak laku. Dijual pun juga tidak nutut dengan ongkos petani,” ujarnya kepada wartawan, Senin (21/1/2019).

Dan dari foto dan video yang beredar luas di dunia maya, konon kegiatan membuang buah naga tersebut adalah kali kedua. “Ini bentuk protes kami karena buah naga dari Banyuwangi tidak laku dipasarkan. Kemarin kita buang 100 kilo. Ini lebih banyak lagi. Hampir 200 kilogram,” tambahnya.

Dianggap tak bisa mengembalikan modal, beberapa petani buah naga di wilayah sekitaran Banyuwangi, yakni di Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, akhirnya mempersilahkan masyarakat untuk memetik sendiri buah naga di kebunnya.

“Silakan kalau mau ambil sendiri di kebun. Gratis. Harga tidak nutup dengan ongkos petik,” ujar Ukri, dikutip masih dari laman yang sama.

Situasi ini sudah berjalan sekitar 2 minggu lebih, padahal menurut Ukri para petani baru bisa dikatakan mendapat untung jika harga buah naga diatas Rp. 6.500/kg.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top