Community

Tidak Perlu Dia yang Sempurna, Jika Sidia Selalu Ada, Itu Sudah Lebih Dari Cukup!

Jika kamu masih melajang atau belum menikah, jangan melulu menyalahkan Tuhan atau keadaan. Bisa jadi yang menyebabkan jodohmu tak kunjung datang adalah dirimu sendiri. Kamu yang terlalu menuntut kesempurnaan calon pasangan atau kamu yang tidak mau menerima apa yang ada dalam diri pasanganmu.

Di dunia ini tidak ada hal yang sempurna. kenapa kamu terus-terusan menuntut orang yang sempurna sedangkan kamu sendiri tidak menyempurnakan dirimu di matanya. Cobalah menerima orang yang juga mau menerimamu. Berikut hal yang perlu kamu tanamkan di pikiranmu.
Berusaha mendapat yang terbaik, bukan mengharap yang terlalu baik

Telalu berharap yang sempurna memang tidak baik. Tapi mencari yang terbaik adalah kewajiban. Ingat, terbaik bukan yang terlalu baik. Jangan terlalu dalam memilih, tapi juga jangan sembarangan dalam memilih. Apalagi ini persoalan memilih pasangan untuk tahap yang serius yaitu pernikahan.

Kamu perlu melihat segala sisi baiknya tanpa mengabaikan sisi negatifnya. Pilihlah yang baik akhlak dan agamanya. Jika dengan Tuhannya dia patuh, tidak akan mungkin dia lalai dalam menjagamu sebagai sosok pendampingnya. Jangan hanya mementingkan paras, kekayaan, juga status sosialnya.

Jangan Terlalu Banyak Pertimbangan yang Kurang Penting, Segeralah Mengambil Keputusan

Menikah adalah perihal keputusan juga keyakinan. Setelah sekian lamanya kamu melalui proses pencarian, kamu harus memutuskan jalan yang terbaik untuk masa depanmu. Kamu tidak akan berjalan bersama selamanya tanpa status yang pasti bukan? Jika kamu udah menjatuhkan hati pada dia yang kamu kagumi, musyawarahkan itu dengan keluargamu. Setelah itu, mantapkan lagi hatimu. Jika kamu memang memilihnya, lekaslah ambil keputusan.

Cari Pasangan Hidup yang Juga Akan Jadi Sahabat Hidup

Bukan sempurna yang kamu butuhkan. Yang kamu butuhkan hanyalah dia yang setia mendampingimu dalam keadaan apapun. bukan dia yang tampan yang kamu harus cari, tapi dia yang mampu menerima apapun yang ada pada dirimu, menjadi sahabatmu dan ada denganmu baik saat syka maupun duka. Bukan dia yang memiliki harta melimpah yang kamu butuhkan, tapi dia yang mampu memberikan berjuta kebahagiaan di kehidupanmu di masa depan.

Terima Segala Apa yang Ada Pada Dirinya

Setiap orang punya sisi baik dan buruknya masing-masing. Siapa pun yang kelak kamu pilih sebagai pasangan hidupmu, pastialah dia pun punya kekurangan. Kamu tidak bisa mengharapkan kesempurnaan dari seorang manusia, karena itu adalah hal yang sangat mustahil. Dengan menerima segala kelebihan dan kekurangan, kamu tak akan pernah menyesal memilih dia yang jadi pasangan hidupmu kelak.

Beproseslah Ke Arah yang Lebih Baik, dari Kehidupan Sebelumnya

Pasca menikah, hal yang perlu kamu lakukan adalah bersama-sama berproses menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya. Jangan melulu berkutat dengan masa lalu. Masa lalu hanya bagian dari sejarah yang perlu dipelajari bukan didiami. Seiring berjalannya waktu berusahalah dengan pasangan untuk terus memperbaiki diri demi masa depan yang lebih baik tentunya.

Optimis dalam Memandang Masa Depan

Menyesali atau terus-menerus terjebak dalam masa lalu bukanlah hal yang baik. Jika sebelumnya kamu dan pasangan pernah gagal di masa lalu, cobalah untuk berusaha lebih keras lagi. teruslah optimis dalam membangun kehidupan yang lebih baik di masa depan.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Apa yang Harus Kita Lakukan, Saat Orangtua Tak Kunjung Memberi Restu atas Hubungan

Percayalah, jika hubunganmu bukanlah jalan tol yang bisa bebas dari hambatan. Beberapa kali, kamu akan bertemu kerikil tajam yang bisa menganggu hubungan. Dan salah satunya adalah restu dari orangtuamu atau orangtua si pacar.

Perkara ini jelas jadi mimpi buruk bagi sebagian besar pasangan. Karena biar bagaimanapun, titik akhir yang akan jadi tujuan hubungan tentulah pernikahan yang jelas butuh restu dari orangtua. Melepas dia yang kita cintai tentu tak mudah, tapi melawan apa kata orangtua juga adalah dosa. Lantas kita harus apa?

Awali dengan Memberi Orangtua Pengertian, Yakinkan Jika Pacar adalah Sosok yang Memang Kita Butuhkan

Perbedaan pola pikir pada orangtua, sering jadi pemicu tak mengalirnya restu atas hubungan kita. Kamu mungkin percaya bahwa si pacar adalah sosok yang memang pantas diperjuangkan. Sedangkan orangtua sering berpikir bahwa kita tak akan bisa hidup bahagia denngannya.

Jangan dulu buru-buru marah, sebab hal terpenting yang perlu diupayakan adalah memberi pengertian pada ibu dan ayah di rumah. Sampaikan pada mereka, jika perempuan atau laki-laki  yang sekarang jadi pacarmu adalah sosok pendamping yang sesungguhnya kau butuh.

Setelah babak ini, selanjutnya hanya akan dua kemungkinan yang bisa kita dapatkan. Direstui karena akhirnya orangtua percaya, atau tetap tak memberi restu dan meminta kita memutuskan hubungan dengan pacar saat itu juga.

Namun Jika Tetap Tak Mendapat Restu, Percayalah Kamu atau Dia Bisa Bahagia Meski Tak Bersama

Tahu lebih cepat jika restu tak akan kita dapat, jauh lebih baik daripada terus menjalani hubungan tanpa ada tujuan. Karena biar bagaimanapun, perihal restu selalu jadi perkara besar yang akan berpengaruh pada hubungan. Maka ketika sudah tahu jika ayah dan ibu tak setuju, ada baiknya jika persoalan ini buru-buru diobrolkan dengan pacarmu.

Cari titik tengah yang bisa jadi jalan keluar dari masalahmu, beri si dia pengertian jika hubungan kalian tak bisa dilanjutkan. Tekankan pula, jika keputusan ini mungkin jadi akhir dari hubungan. Tapi kita berdua tetap bisa berteman, dan tetap bisa sama-sama bahagia meski tak bersama.

Yakinlah Sepenuh Hati, Apa yang Orangtua Inginkan adalah Sesuatu yang Memang Kita Butuhkan

Naluri dari orangtua adalah sesuatu yang alami. Biasanya, meski tak memberi tahu mereka. Ibu atau Ayah selalu tahu apa yang kita butuhkan. Walau kadang, pandangan mereka terhadap sesuatu hal memang tak sejalan dengan apa yang kita pikirkan. Demi mengobati patah hatimu atas restu yang tak bisa kamu dapatkan. Lebih baik isi pikiran dengan hal-hal yang bisa membahagiakan. Dan salah satunya adalah, meyakinkan diri jika keputusan yang diberikan oleh orangtua adalah jalan terbaik untuk kebahagian kita.

Bukan untuk Menciutkan Nyalimu, Patah Hati Karena Tak Mendapat Restu Bisa Mendewasakanmu

Pertambahan usia adalah sesuatu yang mau tak mau harus kita terima. Seiring dengan hal tersebut, berbagai macam penolakan dan kesedihan dalam hidup, tentu akan menghampiri kita. Dan salah satunya adalah ketika cintamu tak mendapat restu dari orangtua.

Hatimu mungkin patah, jiwamu pun pasti terluka. Sebab cinta yang selama ini kau percaya harus berakhir hanya karena terhalang restu orangtua. Tapi, ini bukanlah sesuatu yang harus dihindari. Sebab mampu menghadapinya justru jadi kekuatan tersendiri yang kelak membuktikan bahwa kamu adalah orang yang bijaksana. Mampu melepas cinta demi nasihat orangtua.

Sebab mengesampingkan ego tentu tak mudah, dengan kata lain kamu berhasil membuktikan bahwa dirimu memang sudah dewasa.

Setelah Cukup Kuat, Beranikan Diri untuk Membuat Hati Pada Cinta yang Lain Lagi

Perjalan cerita hidup terus berjalan, begitu pula dengan kisah cinta yang harus tetap kamu jalankan. Jangan jadikan patah hati membuatmu tak mau membuka hati. Karena bisa jadi dihalangnya restu memang jadi jembata lain yang kan mempertemukanmu dengan cinta yang sejati.

Move on memang terdengar klise, tapi ini adalah satu-satunya cara yang harus kamu lakukan agar bisa bangkit dari keterpurukan hubungan. Namun seseorang yang sudah dewasa, harusnya paham bagaimana cara berlapang dada untuk menerima semua kenyataan yang ada.

Restu memang jadi sesuatu yang rumit, tapi cobalah untuk selalu ingat ini. Sekuat apapun kamu menolak, dia yang ditakdirkan untukmu tetap akan menghampirimu Dan sebaliknya, sekuat apapun kamu menahannya, dia yang tak tercipta untukmu pasti akan pergi meninggalkanmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Laudya Cynthia Bella Tertantang Dalami Peran dengan Dialog Bahasa Padang

Untuk kali pertama, dua rumah produksi film yaitu Falcon Pictures dan Starvision bekerjasama untuk menggarap sebuah film berjudul Buya Hamka. Film tersebut bercerita tentang kehidupan seorang pahlawan nasional, Haji Abdul Malik Karim Amrullah, atau yang lebih dikenal dengan Buya Hamka.

Sosok Buya Hamka akan diperankan oleh aktor Vino G Bastian. Dua artis papan atas Indonesia lainya yakni Laudya Cynthia Bella dan Desy Ratnasari juga ikut terlibat. Menariknya, film ini menggunakan bahasa Padang, sementara Bella dan Desy lahir dan besar di lingkungan adat Sunda. Bagi keduanya, tentu bahasa jadi kendala utama.

“Tantangannya tentu bahasa. Saya biasa gunakan bahasa Sunda dan di sini saya jadi orang Padang,” tutur Desy seperti dikutip Viva.co.id.

Hal itu juga yang dirasakan Bella, perempuan Bandung itu mengungkapkan bahwa ia sangat kesulitan berdialog menggunakan bahasa Padang.

“Bahasa doang yang susah, karena kalau bahasa dihapal mudah yah, tapi ini bahasa dibuat dialog sulit ya, untuk jadi rasa ke hati itu connect itu butuh waktu yang panjang butuh waktu yang banyak,” ucap Bella.

Waktu reading yang dirasa sangat sebentar, juga membuat Bella kesulitan untuk memahami bahasa Padang dengan baik.

“Sementara aku reading hanya sekitar 20 hari dan menurut aku kalau bisa milih pilih please satu bulan lagi readingnya,” tutur dia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Fokus di Dunia Akting, Zara Vakum Sementara dari JKT48

Aktris muda Adhisty Zara mengatakan jika dirinya sementara vakum dari grup idola JKT48 lantaran keinginanya untuk fokus pada dunia akting.

“Sebenarnya enggak ditinggalkan, cuma aku vakum dari JKT48 sebentar karena kita enggak bisa fokus melakukan dua kegiatan barengan,” kata Zara seperti dikutip dari kompas.com, Selasa (26/5).

Zara JKT48, demikian ia biasa dikenal sejatinya tak ingin menekuni dua bidang sekaligus namun hasilnya tak maksimal. Ia ingin memberikan yang terbaik untuk setiap bidang yang ditekuni.

“Karena nanti hasilnya akan setengah-setengah jadi sayang juga, mendingan aku tetap sebagai member JKT48 tapi aku mungkin lebih fokus di film. Filmnya beres baru JKT48. Kalau kata aku sih bukan berarti di komplain karena justru aku bawa nama Zara JKT48 main film, bukan Adisty Zara. Itu membantu JKT48 masih ada dan anggotanya enggak cuma bisa nyanyi tapi akting,” tutur Zara.

Banyak DM yang diterima Zara agar dirinya tak keluar dari grup tersebut. Ia pun menampik isu keluar, justru ia ingin tetap akting sembari membawa nama JKT48.

Zara diketahui bermain dalam beberapa judul film yang berhasil mendapatkan lebih dari satu juta penonton seperti Dilan 1990, Dilan 1991 dan Keluarga Cemara. Kini dara berusia 15 tahun itu akan kembali terlibat dalam penggarapan film horor arahan sutradara Kimo Stamboel berjudul Ratu Ilmu Hitam.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top