Trending

Tiada Kisah Paling Indah, Kisah Kami di Pramuka

Hal yang mungkin paling kamu ingat, Pramuka atau Praja Muda Karana adalah bagian dari salah satu ekstrakulikuler di sekolah. Sering disebut-sebut sebagai momen yang menyebalkan. Tak semua orang suka akan kegiatan Pramuka yang konon membosankan. Yap, sejak tahun 1990-an, kamu yang masih duduk di bangku sekolah memang harus mengikuti upacara peringatan yang cukup panjang. Bahkan tak boleh pulang meski jam pelajaran sebenarnya dikosongkan.

Tapi tak sedikit pula yang justru merasa senang untuk ambil bagian. Tak sekedar ikut pelajaran tambahan, ada nilai lain yang diharapkan akan diperolah dari kegiatan yang identik dengan Persami ini. Nah, untuk memeriahkan perayaannya yang jatuh pada hari ini, 14 Agutus. Sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 448 Tahun 1961, tentang penetapan Hari Peringatan Pramuka. Kami akan mengajakmu bernostalgia dengan masa-masa indah di Pramuka, yang sulit dilupa.

Belajar Tepuk Pramuka, Bingung Mengikuti Gerakan Sampai Jadi Bahan Tertawaan

Sumber : https://www.instagram.com/gerakanpramuka/

Ini bukan sekedar tepuk tangan biasa, ada irama dan nada yang harus disesuaikan dengan gerakan. Kamu yang baru saja belajar, mungkin akan sedikit kewalahan, mengikuti gerakan kawan lain yang sudah lebih dulu paham. Tapi, selain berusaha untuk menyeimbangkan gerakan, tepuk tangan yang keterusan justru jadi sesuatu yang paling menempel diingatan. Karena itu artinya kamu akan jadi bahan tertawaan banyak kawan, yang kelak jadi kenangan.

Simpul Pramuka, Bukan Sekedar Ikat Tali Biasa

Sumber : https://www.instagram.com/gerakanpramuka/

Masih ingat tidak, bagaimana dulu kita susah payah mengingat berbagai macam tekniknya. Hanya untuk bisa naik tingkat dari kelas sebelumnya. Sekilas sih kelihatannya, kemampuan ini hanyalah mengikat tali biasa. Padahal kenyataannya, setiap simpul dengan nama yang berbeda, punya teknik dan cara ikat yang berbeda. Nah, pertanyaannya, kamu masih ingat nggak caranya?

Bersemangat Setiap Kali Ada Persami, Mulai dari Menyiapkan Dasi Hingga Kaos Kaki

Sumber : https://www.instagram.com/gerakanpramuka/

Saat ini kamu mungkin bisa berkemah dimana saja, dan kapan saja. Tapi Perkemahann Sabtu Minggu di Pramuka selalu jadi momen yang tak akan pernah terlupa. Bagaimana kamu bersiap-siap untuk menyiapkan semua keperluan, dasi dan topi yang tak boleh ketinggalan, hingga kaos kaki hitam yang selalu sering tertukar dengan milik kawan. Ya maklum, kan sama-sama hitam.

Tak hanya jadi ajang untuk melatih kemandirian, kegiatan ini juga kita sukai karena merasa bebas dari aturan rumah. Tak ada orangtua yang selalu sibuk mengawasi kita, hingga kegiatan tebar pesona pada lawan jenis yang mungkin disuka. Dan kenangan yang paling manis adalah, perempuan yang akhirnya pacaran dengan kakak pembina, hingga laki-laki yang juga menyatakan cinta pada adik tingkatnya.

SKU Tak Boleh Dilupa, Begitupula dengan Berbagai Macam Upacara yang Selalu Terkenang di Kepala

Sumber : https://www.instagram.com/gerakanpramuka/

Buku kecil ini tak boleh terlupakan saat ujian naik tingkat dari Pramuka Siaga, Penggalang, Penegak, sampai Pandega. Disebut juga sebagai Syarat Kecakapan Umum, buku ini memuat hal-hal yang berisi syarat yang harus kita penuhi untuk bisa naik tingkat ke jenjang yang lebih tinggi.

Begitu juga dengan banyak momen yang tercipta setiap kali upacara. Gerakan yang salah dari Pemimpin Upacara, Pengucapan Dasa Dharma dan Try Satya yang tak sesuai urutannya, hingga momen lucu lain yang sering terjadi di luar kendali. Pada masa  itu, kita mungkin mersa kecewa, karena telah berbuat salah. Tapi kini, hal-hal semacam itu justru jadi sesuatu yang kita rindukan dari Pramuka.

Dan yang Paling Tak Boleh Dilupa, Kejadian-kejadian Aneh dan Lucu Selama Berkemah

Sumber : https://www.instagram.com/gerakanpramuka/

Kesurupan, mungkin jadi salah satu hal yang paling sering kita temukan setiap kali ada Persami dan Jambore di Pramuka. Mulai dari roh-roh halus yang sekedar menganggu dan usil, hingga kejadian lain yang mungkin juga mengerikan. Serupa dengan tersesatnya kita di kegiatan Penjelajahan, sampai makan bersama dalam satu wadah yang besar.

Dulu, hal-hal itu bisa jadi sesuatu yang terasa memalukan. Apalagi jika kamu sering jadi anggota yang terkena hukuman. Makan dengan waktu yang ditentukan, hingga menyanyi di depan regu sebagai hukuman. Tapi, kalau boleh berkata jujur. Saat ini, hal-hal semacam itu justru jadi sesuatu yang kamu rindukan.

Nah, kalau kamu. kira-kira dulu ikut Pramuka tidak? Kalau ikut apa nih hal yang paling berkesan dan terkenang sampai sekarang?

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Setiap Kali Bertengkar dengan Pasangan, Redakan dengan Sebuah Pelukan

Pada berbagai momen tertentu, hubunganmu dan si dia tentu akan dihampiri masalah. Dan itu adalah sesuatu yang wajar, karena pertengkaran atau perdebatan kecil ada bumbu pelengkap dalam suatu hubungan. Meski begitu, kita perlu pandai-pandai meredam selisih paham. Karena bukan tak mungkin, jika pertengkaran juga bisa berujung para perpisahan, antara kita dan pasangan.

Melalui pertengkaran, sebenarnya kita dan pasangan bisa belajar untuk lebih memahami dan mengerti lebih dalam lagi antara satu dan lainnya. Lewat pertengkaran, pasangan juga akan belajar lebih banyak tentang bagaimana mempertahankan hubungan yang ada di saat masalah ringan pun berat melanda.

Nah, melansir dari laman miracleandmess.com, pertengkaran dalam hubungan asmara khususnya pernikahan justru akan memberi warna baru dalam hubungan tersebut. Adanya pertengkaran juga akan membuat hubungan yang ada semakin kuat selama pertengkaran itu tidak berlebihan.

Bahkan Para ahli menyebutkan jika untuk meredakan pertengkaran dalam hubungan yang paling penting adalah sikap mengalah dari salah satu pasangan. Mengalah sendiri bukan berarti kalah, tapi lebih kepada menghargai dan menghormati pasangan dengan lebih baik lagi. Mengalah juga sering diartikan sebagai sikap untuk memahami dan mengerti lebih dalam tentang apa yang sedang dipikirkan pasangan.

Menurut Dr Michael Murphy dari Carnegie Mellon University, saat terjadi pertengkaran dalam hubungan, berpelukan bisa menjadi solusi pertengkaran tersebut. Berpelukan selepas bertengkar atau saat bertengkar, secara perlahan tapi pasti akan menenangkan perasaan pasangan antara satu sama lain.

Adanya kontak fisik lewat berpelukan juga akan membuat amarah yang sebelumnya membara, bisa terkontrol dengan baik hingga akhirnya menjadi sebuah perasaan tenang serta damai. Karena sebuah pelukan yang tulus akan membuat seseorang merasa disayangi, dicintai dan lebih dihargai.

Lebih lanjut Murphy mengatakan, “Berpelukan adalah cara jitu untuk meredam amarah. Lewat pelukan, seseorang akan merasa mendapat kasih sayang, cinta, dukungan, perasaan tenang, kepuasan dalam hubungan dan semangat menjadi pribadi lebih baik lagi. Berpelukan secara ilmiah mampu memberikan emosi dan energi positif.”

Nah, karena ada banyak manfaat berpelukan dengan pasangan, jangan pernah enggan memeluk pasangan saat suka, duka pun kecewa ya. Apalagi selepas bertengkar karena satu-dua hal.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Bahaya Dibalik Aplikasi Edit Foto Jadi Tua yang Sedang Lagi Tren

Beberapa hari belakangan, setiap kali membuka sosial media kamu mungin akan menemukan beberapa foto editan dari orang-orang yang mengubah wajahnya menjadi terlihat lebih tua. Tagar #AgeChallenge yang menggema memang diikuti banyak orang, bahkan beberapa artis kenamaan pun ikut meramaikan.

Bisa diunduh secara gratis pada laman PlayStore dan ApStore, ada satu hal yang munkin luput dari para pengguna. Ya, kita tak sadar jike tenyata aplikasi FaceApp dapat menyimpan, menyebarkan, hingga menjual foto-foto setiap user untuk tujuan komersial, tanpa meminta izin terlebih dahulu pada pemiliki foto. Karena pada kolom syarat dan ketentuan yang biasanya langsung buru-buru kita setuju dari aplikasi tersebut ada ketentuan sebagai berikut.

“Anda memberi FaceApp lisensi yang berlaku selamanya, tidak dapat dibatalkan, tidak eksklusif, bebas royalti, dibayar penuh, untuk mereproduksi, memodifikasi, mengadaptasi, mempublikasikan, menerjemahkan, membuat karya turunan, mendistribusikan, memajang karya di hadapan publik, dan menampilkan konten milik Anda dengan nama, nama pengguna, atau bentuk apa pun yang diberikan dalam semua format dan saluran media, tanpa kompensasi kepada Anda”.

 “Dengan menggunakan layanan ini, Anda setuju bahwa konten milik pengguna dapat digunakan untuk tujuan komersial. Anda selanjutnya mengakui bahwa penggunaan konten untuk tujuan komersial FaceApp tidak akan menciderai Anda atau orang yang Anda beri wewenang untuk bertindak atas namanya.”

Sumber : https://www.instagram.com/explore/tags/acechallenge/

Di sisi lain, Apple Insider menjelaskan secara sederhana apa yang dinyatakan oleh aplikasi FaceApp tersebut. Dikutip dari laman Kompas Tekno, Kamis (17/7/2019), ketentuan tersebut berarti para pengguna menyerahkan sepenuhnya hak atas foto yang dibuat lewat aplikasi tersebut ke pihak developer atau pengembang. Jadi, aplikasi FaceApp memiliki hak penuh atas foto pengguna.

Dan tak hanya itu saja, ternyata juga FaceApp juga berhak melakukan apapun dengan foto tersebut. Jadi bukan tidak mungkin FaceApp akan menggunakan foto pengguna untuk keperluan komersial tanpa perlu meminta izin dan memberikan kompensasi kepada penggunakanya. Selanjutnya, FaceApp juga bisa menyimpan foto di server kendati pengguna telah menghapus fotonya di ponsel.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Sampai Agustus Mendatang, Malam di Wilayah Jawa Barat Akan Lebih Dingin

Untuk kamu yang tinggal di kawasan wilayah Jawa Barat, mungkin belakangan mulai merasa. Jika suhu udara kala malam hari terasa lebih dingin dari biasanya. Ternyata ini dikarenakan musim kemarau yang sedang memasuki puncaknya. Hal ini disebutkan oleh Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung pada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Tony Agus Wijaya.

“Juli dan Agustus adalah saat suhu udara minimum di Bandung. Sama dengan tahun lalu karena musim kemaraunya normal. Berbeda dengan 2014, saat kemarau terganggu pola hujan, karena terjadi La Nina,” kata Tony sebagaimana dilansir dari Tribunews.com, Rabu (17/7/2019).

La Nina yang merupakan salah satu variasi angin, disebut-sebut sebagai penyebab yang membuat suhu laut di Pasifik Barat lebih dingin dari normalnya, sehingga meskipun kemarau, di Bandung terjadi banyak hujan dan saat dini hari tidak terasa dingin. Namun tahun lalu dan tahun ini, La Nina tidak mengganggu kemarau, sehingga udara jadi dingin.

“Di Sukajadi, Kota Bandung, Suhu minimum pada 17 Juli 2019 dini hari tadi 15,4 derajat Celcius. Di Lembang suhu minimum 17 Juli 2019 dini hari tad 13,2 derajat Celcius. Seperti ini rutin tiap kemarau. Kemarau tahun lalu di bulan Juli, suhunya sama dengan saat ini,” ujarnya Tony lagi.

Selanjutnya, Tony menambahkan jika musim kemarau tahun ini memiliki cuaca cerah yang membuat sinar matahari yang masuk permukaan bumi sebagian besar terpantulkan ke angkasa, sehingga radiasi panas matahari yang tersimpan di permukaan bumi saat dini hari, sangat sedikit. Dengan adanya angin yang bertiup dari tenggara, dari arah Australia, membawa udara yang kering dan dingin ke Jawa Barat.

“Suhu yang dingin dalam beberapa hari terakhir di Bandung Raya maupun secara umum di Jawa Barat merupakan fenomena yang biasa atau wajar yang menandakan datangnya periode musim kemarau,” katanya.

Untuk Jawa Barat, periode musim kemarau datang pada bulan Juni dengan terlebih dahulu masuk di wilayah sekitar pantai utara, kemudian bergerak ke arah selatan. Kondisi saat ini konon juga dipengaruhi dengan masih adanya kelembapan pada ketinggian permukaan hingga 1,5 kilometer di atas permukaan laut sehingga pada sore hari masih terlihat adanya pembentukan awan.

Akan tetapi pada ketinggian 3 kilometer di atas permukaan laut yang relatif kering, potensi awan yang terbentuk untuk terjadi hujan relatif kecil dan dampaknya kondisi kelembapan pada malam hingga pagi hari menambah kondisi suhu udara menjadi dingin.

Informasi lainnya, dari pantauan alat pengukur suhu udara di Stasiun Geofisika Bandung tercatat selama bulan Juli 2019 ini, suhu udara terendah tercatat sebesar 16,4 derajat celcius pada tanggal 12 Juli 2019. Sedangkan di lokasi dengan elevasi yang semakin tinggi seperti di pos observasi geofisika Lembang (1.241 meter) tercatat 13,0 derajat Celcius pada tanggal 16 Juli 2019.

“Dengan karakteristik cuaca seperti ini dihimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kondisi badan supaya tetap fit, salah satu di antaranya, saat bepergian ke luar rumah selalu mengenakan baju hangat atau jaket dan mengonsumsi buah-buahan serta sayuran,” katanya menutup keterangan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top