Community

Tetaplah Bersikap Elegan, Ini 7 Cara Balas Dendam Terbaik Saat Kamu Diremehkan

Siapa sih yang ingin diremehkan oleh orang lain. pasti setiap orang akan geram saat harus menerima cacian dari orang lain yang menganggap mereka sebelah mata. Nah, begitu pun denganmu bukan?

Tapi tunggu dulu, kamu tak perlu melawan dengan berbalik meremehkan orang yang sudah meremehkanmu juga. Kamu hanya perlu tenang dan lakukan 7 cara balas dendam terbaik ini.

1. Berpikirlah Bahwa Sebanyak Apapun Orang Menyakitimu, Itu Bukan Masalah yang Besar

Yang terpenting adalah caramu sendiri dalam menghargai dirimu. Kamu tak perlu orang lain untuk menilai apa yang baik dan buruk untukmu menurut mereka. Bukan berarti kamu lantas bersikap keras kepala dan menutup diri dari kritikan orang lain kan? Ya, setidaknya kamu harus tahu bahwa tak ada satupun orang yang bisa menjatuhkanmu jika kamu tak mengizinkannya.

2. Di Balik Banyaknya Orang yang Meremehkanmu, Pasti Ada Orang yang Selalu Menghargaimu

Tak perlu risau, hidup ini dipenuhi dengan yang baik dan buruk. Setiap ada yang menjatuhkanmu, pasti ada pula yang selalu menghargai dan menguatkanmu. Layaknya ada yang menyakiti adapula yang mengobati. Kamu sepatutnya harus berpikir bahwa kamu perlu bertahan untuk orang-orang yang berada di pihakmu.

3. Kamu Tak Perlu Menunjukkan Siapa Dirimu Kepada Orang yang Meremehkanmu

Mungkin ada kalanya kamu lelah dengan mereka yang selalu saja meremehkanmu. Kamu pun sempat berpikir untuk membalas apa yang sudah mereka lakukan kepadamu. Namun kamu harus paham, bahwa meski kamu terus berjuang untuk membuktikan siapa dirimu kepada mereka, mereka akan tetap saja mencari celah untuk menjatuhkanmu.

4. Lakukan Apa yang Menjadi Kesukaanmu, Bukan Apa yang Ingin Orang Lain Lihat dari Dirimu

Kamu tak perlu menjadi orang lain untuk menunjukkan kepada orang lain apa yang bisa kamu lakukan. Cukup lakukan apa yang kamu sukai dan wujudkan apa yang kamu cita-citakan. Kamu perlu bahagia untuk dirimu sendiri, tak perlu memikirkan orang yang hanya bisa meremehkan dan menjatuhkanmu saja, itu tak ada gunanya.

5. Perbaiki Diri untuk Dirimu Sendiri, Bukan Demi Orang Lain

Kamu perlu menata hidupmu di masa depan untuk dirimu seorang. Jangan pedulikan apa yang dikatakan oleh orang lain. Kamu tak perlu melakukan suatu usaha untuk dilihat oleh orang lain. Layaknya jika kamu mendaki gunung, dakilah sampai puncak tertinggi. Di puncak itu kamu bukan ada untuk dilihat alam, tapi untuk melihat alam. Jadi landasi segala hal yang kamu lakukan untuk dirimu sendiri.

6. Berkutatlah dengan Orang-orang yang Menghargaimu

Dengan berkumpul bersama orang-orang yang menghargaimu, kamu bisa lebih kuat. Kamu tak perlu menghabiskan waktumu untuk berkutat dengan orang yang bisanya hanya meremehkanmu saja. Karena hal itu hanya bisa membuatmu tertekan.

7. Belajarlah Lagi dan Lagi, Perbanyak Pengetahuan tentang Dirimu dan Orang di Sekitarmu

Berpikirlah positif. Mungkin ada kalanya kamu membutuhkan penilaian orang lain untuk mengetahui kemampuanmu. Jika ada banyak orang yang meremehkanmu, cobalah untuk mengintrospeksi diri. Dengan begitu kamu bisa tahu apa yang harus kamu perbaiki. Belajarlah lagi dan lagi, jangan lelah dalam menuntut pengetahuanmu sendiri. Itu akan berguna untuk kamu di masa depan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Dia yang Membicarakan Orang Lain di Depanmu Adalah Orang yang Akan Membicarakanmu di Belakangmu

Pernah dengar saran, yang kira-kira intinya begini, “Jangan mau main sama orang yang suka ngomongin orang, karena kalau kamu nggak ikutan, kamulah yang akan jadi bahan omongan”.

Beruntung memang jika kita bertemu dengan orang-orang yang sepemikiran. Tapi, kita juga tak bisa menghindari orang-orang yang suka merusak suasana. Berbicara tentang orang lain di hadapan kita, untuk kemudian menjadikan kita bahan cibiran ketika tak bersamanya.

Sekilas, urusan membicarakan orang memang terlihat menyenangkan. Dia mungkin merasa bahwa dirinya jauh lebih dari segalanya dibanding orang yang sedang ia bicarakan. Sehingga merasa berhak untuk bersikap sok benar. Sulit untuk dibuat sadar, mencoba memberinya pengertian sering tak berarti baginya. Lalu kita harus apa?

Bahagia Kita Akan Selalu Jadi Cibirannya

Begini, orang-orang yang suka bergosip ria, adalah tanda hidup yang tak bahagia. Sehingga orang yang dilihatnya tampak hidup tenang dan aman-aman saja. Seringkali dijadikan bahan obrolan murahan yang tak berdasar. Entah itu mengkritik kehidupan kita, pekerjaan, sampai ke hal pribadi yang lainnya.

Seolah-olah kita selalu ada di pihak yang salah, sedangkan ia adalah seseorang yang benar tanpa cela. Ini sudah jadi pola pikir yang ia pakai, jadi tak perlu kita jadikan beban. Semua hal tentang orang lain, akan selalu ia jadikan bahan kritikan.

Lagipula Waktu Kita Terlalu Berharga untuk Memikirkan Dia

Daripada memikirkan dia yang sibuk bikin cerita halu tak benar. Lebih baik kita berbahagia, dan menikmati hidup dengan cara yang kita bisa. Jalani hari dengan sesuatu yang bermakna, dan optimalkan waktu dengan mereka yang membuat kita bahagia juga. Kunci rapat semua sela untuk orang-orang beracun yang tahunya hanya ingin mencela.

Karena biar bagaimanapun kita tak bisa merubahnya. Tapi bagaimana cara kita menanggapinya adalah pilihan dan tanggung jawab kita. Waktu dan pikiranmu terlalu berharga hanya untuk memikirkan dirinya.

Bahkan Meski Tak Menyinggung Perasaannya, Ia Akan Tetap Berbicara Semaunya

Berhadapan dengan si mulut besar yang suka ngomongin orang, memang tak akan ada habisnya. Sekalipun yang kita perbuat tak bersinggungan dengan dirinya. Ada saja hal yang salah untuk dikritik dan dijadikan pembahasan.

Tak perlu susah payah membuatnya percaya pada kita, jangan pula merasa butuh membantunya untuk berubah. Karena manusia seperti itu, sudah kebal oleh berbagai macam petuah. Yang ia tahu, dirinya adalah satu-satunya orang yang paling benar.

Daripada Menjadi Beban untuk Diri Sendiri, Lebih Baik Kita Pergi

Yap, berhubungan atau berteman dengannya hanya akan jadi sesuatu yang sulit. Diam dipikir tak bisa melawan, tapi ketika dilawan ia pasti akan bersikap lebih garang. Maka, balasan terbaik adalah menjaga jarak dari dirinya.

Tak perlu merasa tak enak hati, sekalipun ia adalah teman yang konon sudah dekat. Kita berhak untuk memilah-milah, kepada siapa saja kita akan berteman. Kalau dirinya memang terlihat menyusahkan, sebaiknya tinggalkan.

Dan Kalau Masih Tetap Menjadikan Kita Bahan Gosip, Sebaiknya…

Untuk kemungkinan lain, jika memang kamu sudah kehabisan kesabaran atas semua tingkah dan cerita-cerita tak sedap yang ia ciptakan. Silahkan buat keputusan besar yang sekiranya wajar untuk dilakukan. Menegurnya ketika bersikap tak baik secara langsung, hingga memintanya berhenti menjadikan kita bahan obrolan murahan yang tak benar.

Namun, jika ternyata apa yang kita sampaikan masih tak berarti apa-apa untuknya. Itu artinya dirinya memang adalah seorang pengarang cerita bohong yang handal. Sudah, tak perlu dekat-dekat dengan dia!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Demi Melacak Ratusan Penguntit, Taylor Swift Pakai Teknologi Pemindai Wajah Saat Konser

Taylor Swift ternyata menggunakan teknologi pendeteksi wajah saat menggelar California’s Rose Bowl pada Mei lalu demi mengawasi ratusan penguntit atau stalker yang kerap membuntutinya.

Dikutip dari The Verge, alat ini dipasang pada sebuah perangkat khusus. Para pengunjung pun tak sadar kalau sebenarnya keberadaan alat ini ditanam pada perangkat berupa papan elektronik yang menampilkan video proses latihan Taylor Swift. Baru kemudian saat para penonton memperhatikan video tersebut, secara diam-diam alat pendeteksi merekam dan memindai wajah masing-masing pengunjung.

Berdasarkan wawancara Rolling Stone dengan seorang petugas keamanan konser, wajah-wajah tersebut kemudian dikirimkan ke Nashville, Amerika Serikat, yang menjadi “command post”, untuk dicocokkan dengan muka-muka penguntit yang sebelumnya sudah diketahui.

Taylor Swift menjadi artis Amerika Serikat pertama yang diketahui menggunakan teknologi pendeteksi wajah di konsernya. Sayangnya, saat ini masih jadi perdebatan apakah penggunaan teknologi ini bisa dibenarkan secara hukum. Sebab, ada yang menilai konser menjadi ranah pribadi bagi penyelenggara. Dengan demikian, penyelenggara berhak memantau pengunjung yang datang. Namun, penggunaan teknologi ini terbilang tak lazim dan berlebihan, namun ternyata hal ini bukan yang pertama.

Sebelumnya, pada April 2018, polisi di China menangkap seorang pelaku kejahatan yanng bersembunyi di antara sekitar 60.000 penonton konser di Nanchang International Sports Center. Sistem pengawasan ini bisa mengawasi pergerakan orang di kerumunan karena menggunakan sistem pemantau “Xue Liang” atau “Sharp Eye”.

Di Amerika Serikat, teknologi pemindaian wajah nantinya akan dikembangkan untuk menggantikan sistem tiket. Jika berhasil, penonton film di bioskop tidak perlu lagi menggunakan tiket kertas, karena cukup dengan menggunakan wajah yang sudah dipindai sesuai dengan nomor bangku sesuai saat pembelian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pelaku Menyerahkan Diri, Ussy Tetap Ingin Proses Hukum Tetap Berjalan

Pembawa acara Ussy Sulistiawaty (37) akhirnya menerima permintaan maaf orang yang menghina anaknya di media sosial. Perempuan itu juga sudah menyerahkan diri ke Mapolda Metro Jaya. Namun, Ussy akan tetap melanjutkan proses hukum atas pelaku penghinaan itu.

“Itikad dia bagus untuk menyerahkan diri. Tapi, karena sudah masuk laporan, tetap diproses,” kata Ussy seperti dikutip Kompas.com, Kamis (13/12/2018).

Ussy mengatakan pula bahwa perempuan pelaku penghinaan tersebut mengakui perbuatannya. Pelaku sadar tidak akan bisa kabur ke mana-mana sehingga memilih menyerahkan diri ke polisi.

“Dia sadar, mau ganti IG (Instagram) apa pun, polisi juga akan menemukannya. Makanya, dia sadar, menyerahkan diri. Indonesia kan sekarang lagi melawan bullying dan cyber crime, kita harus dukung. Jangan sampai laporan saya ini dikatai lebai,” ujar istri artis peran dan pembawa acara Andhika Pratama ini. Diberitakan sebelumnya, Ussy Sulistiawaty melaporkan lebih dari 10 akun yang menghina anaknya lewat media sosial dengan kata-kata tidak pantas.

Ussy melaporkan mereka dengan pasal pencemaran nama baik, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top