Feature

Teruntuk Kamu Teman Hidup Di masa Depan, Maukah Kamu Menerima Masa Laluku?

Masa lalu bukan untuk diperdebatkan, itu sudah bagus. Aku suka kamu. Kau tau, aku akan selalu – Pidi Baiq

Bergerak dari quote dari Pidi Baiq ini, sebelum nanti kita berjalan lebih jauh. Aku ingin kamu tahu, bahwa ada beberapa cerita di masa laluku yang harus kamu dengar.

Meski sedikit membuatmu heran, aku berharap ini tak akan jadi beban. Karena jantung dari pengakuan yang akan kusampaikan adalah keinginan untuk hidup di masa depan. Sebab semua yang telah terjadi di masa lalu sudah lama kutinggalkan.

Beberapa Orang Sebelumnya Selalu Bergegas Pergi Setelah Mendengar Aku Bercerita

Percaya atau tidak, ini adalah kisah yang aku jalani. Setelah kegagalan di masa lalu, aku kembali membuka diri untuk mereka yang baru. Meski di awal cerita mereka datang dengan cinta yang menggebu. Nyatanya semuanya bisa runtuh seketika, sesaat setelah mereka mendengar kisahku.

Aku sadar bahwa diriku mungkin telah salah dalam bergaul, keliru dalam memilih. Tapi apakah semua kesalahan itu harus terus dihakimi hingga sekarang? Padahal yang kutahu segala sesuatu yang telah lalu, hanya perlu dijadikan pelajaran dan dilupakan. Untuk itu, kali ini aku ingin memastikan padamu, apakah kamu akan melakukan yang sama? Atau tetap tinggal membantuku memperbaiki semuanya?

Maka Kali Ini Sebelum Rasa Sayang Kita Terlalu Jauh, Maukah Kamu Terlebih Dahulu Memaafkan Aku?

ini tentu bukan pengakuan terlarang, aku hanya ingin memastikan bahkan sosokmu tak serupa dengan yang sudah-sudah. Menjadi sosok yang bebas di masa lalu, banyak hal tak baik yang memang telah aku jejaki. Bagaimana jika ternyata dulu aku ini adalah seorang pencuri yang hanya untuk menyenangkan diri? Atau lelaki yang sudah tidur dengan banyak perempuan?

Sesuram apa pun masa laluku, percayalah semua itu telah jauh aku tinggalkan. Aku bukan lagi sosok yang dulu, karena ini aku memintamu tak sekedar mau menerimaku, tapi juga memberi maaf atas kesalahanku. Memang sulit, tapi kuharap kamu mau berusaha.

Sesuatu yang Akan Membantumu Merubah Penilaian, Sudikah Kamu Mendengar Bagaimana Kerasnya Aku Berjuang?

Susah payah aku membangun percaya pada diri sendiri, berusaha keluar dari nilai norma yang kerap menghakimi diri seenaknya. Bahkan kerap berharap agar semesta tak melahirkanku ke bumi. Namun aku sadar, tenggelam dalam laut penyesalan tak akan memberiku perubahan.

Untuk itu aku bangkit dan berusaha membangun kepercayaan, sembari memantaskan diri. Babak ini memang tak terlihat mengangumkan, tapi aku harap kamu melihat usahaku.

Tentu Tak Mudah Melapangkan Hati Untuk Menerimaku, Namun Dengan Kerelaanmu Untuk Tetap Tinggal, Kita Akan Jadi Lebih Kuat

Tak bisa dipungkiri, menerima pasangan dengan masa lalu yang suram adalah hal yang berat. Jika aku jadi dirimu sekarang, hal yang sama mungkin aku rasakan. Terasa tak kuat untuk menerima, namun juga merasa bersalah jika tak memberi kesempatan.

Sebelum kamu akan memutuskan pergi. Satu hal yang ingin kujanjikan untukmu, bahwa tak hanya memintamu menerimaku. Kelak aku akan jadi penyokong untukmu. Pasanganmu ini mungkin bukanlah manusia yang sempurna, namun dengan bersama, kita akan lebih kuat dari biasanya.

Aku Sendiri Juga Butuh Waktu Menerimanya, Kuharap Perlahan Kamu Akan Mendapat Kelegaan yang Sama

Menerima kenyataan yang tak sejalan dengan harapan.tentu bukan perkara mudah Sayang. Bahkan jika kamu akan memintaku untuk memberimu waktu panjang untuk bisa berdamai dengan masa laluku, tentu aku paham. Karena aku sendiri juga butuh tempo untuk bisa mengerti.

Segala sesuatu butuh waktu, begitu pula dalam hal mencintai dan menerima masa laluku. Dulu setiap hari aku berusaha untuk mambangun percayaku. Bahkan kelak akan ada anak manusia yang bersedia menjadi kekasih dan teman hidup untukku. Bukan hanya karena cinta semata, tapi karena dirinya juga mau membantuku untuk tak lagi hidup dalam bayang-bayang kesalahan yang lama.

Dulu Mungkin Aku Pernah Salah dalam Melangkah, Namun di Masa Depan Aku Berjanji Tak Akan Lagi Mengulanginya

Biar bagaimana pun aku ini adalah manusia biasa yang juga pernah berbuat salah. Tapi aku sadar bahwa tak ada yang perlu disesalkan, biarlah semua yang telah terjadi akan jadi pelajaran. Dari kesalahan ini aku tahu, bahwa sesuatu yang tampak menyenangkan diawal belum tentu bisa membawaku pada kebahagiaan.

Dengan berjanji pada diri sendiri, aku tak akan lagi mau berbuat kesalahan yang sama. Karena kini aku percaya bahwa ada banyak hal indah yang menungguku untuk dijejaki di masa depan.

Karena Meski ada Cerita Buruk di Masa Lalu, Kuharap Masa Depanku Bersamamu Akan Tetap Indah

Bertemu denganmu tentu jadi hadiah manis untukku. Setelah dihadapkan pada masa lalu yang suram aku digembleng jadi sosok yang harus kuat. Memperbaiki semuanya seorang diri, dan kembali percaya bahwa akan ada cinta yang menghampiriku lagi.

Terlepas dari bayang-bayang masa lalu yang sudah tak ingin kubicarakan, aku tahu ada masa depan indah yang telah menanti kita berdua. Coba bayangkan, kelak kita akhirnya akan hidup bersama dengan beberapa anak yang akan mengisi dunia. Tak hanya jadi pelengkap hidup karena mau mencintaiku saja, sosokmu tentu jadi pahlawan yang bersedia untuk menerimaku apa adanya.

Dan stigma akan manusia buruk di masa lalu yang katanya tak akan bahagia, saat itu juga mungkin telah berhasil kita patahkan bersama.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Tak Perlu Tunggu Tahun Baru, Kamu Bisa Berubah dari Sekarang Kalau Kau Mau

Resolusi atau perubahan baru dalam hidup, kerap kali dihubungkan dengan tahun baru. Biasa kita akan membuat sederet list target yang akan dilakukan. Meski akhirnya hanyalah jadi sebuah angan-angan, yang kemudian terlupakan.

Bicara soal perubahan dan sesuatu yang mengarah pada kebaikan. Sebenarnya ada banyak hal sederhana namun sarat makna yang bisa kita lakukan dengan mudah. Tak perlu menunggu tahun baru, kalau memang ingin jadi pribadi yang lebih baru kamu bisa memulainya sekarang kalau mau.

Mulailah dari Diri Sendiri Diri, Belajar Lebih Tenang untuk Melihat Sebuah Masalah dari Dua Sisi

Selama ini, kamu mungkin sering gegabah dalam mengambil keputusan. Untuk kemudian menyesal atas pilihan yang kamu lakukan. Tak apa, semua itu adalah bagian dari proses pembelajaran diri. Jatuh bangun kita dalam perjalanan menuju kedewasaan, mungkin akan kita jalani dengan berbagai macam cara.

Sebaliknya, mulai dari sekarang cobalah untuk belajar melihat sebuah masalah dari sudut pandang yang berbeda. Tak hanya dari satu sisi saja, tapi juga pahami dari sisi lainnya. Ini akan membantumu melihat celah yang selama ini mungkin bisa jadi adalah sesuatu yang harusnya kau pilih. Menyesal tak akan berguna, tapi belajar dari kesalah jadi pondasi kuat untuk perubahan selanjutnya.

Kenali dan Pahami Dirimu Lebih Dalam Lagi

Sibuk untuk mengerti diri orang lain, tapi diri sendiri tak pernah dipahami dengan baik. Terlalu memikirkan nasib orang, memang bukanlah pilihan yang benar. Karena biar bagaimana pun, kita tak akan bisa sampai pada hal-hal besar. Kalau pada diri sendiri saja tak kenal.

Titik ini akan membawa kita untuk tahu lebih dalam lagi. Potensi apa sebenarnya yang kita miliki untuk bisa berupaya lebih keras lagi. Mampukah kita meraih apa yang selama ini diingini, hingga kekuatan apa yang perlu ditambah untuk bisa mewujudkan mimpi yang kita punya.

Dengan begitu, kita paham ancang-ancang seperti apa yang akan dibutuhkan. Untuk mimpi yang diinginkan.

Selanjutnya, Cobalah untuk Mencintai Diri Sendiri Lebih dari Hari Sebelumnya

Setelah proses mengenali diri sendiri yang kau lakukan berjalan dengan baik. Maka tak ada salahnya untuk mencintai diri sendiri juga. Berikan beberapa hal yang akan menyenangkan hati. Menghadiahi diri dengan sesuatu yang sudah lama ingin dibeli, pergi liburan sendiri, hingga menikmati waktu cuti sejenak tanpa terdistraksi.

Walau katanya ini adalah sesuatu yang biasa, tapi akan memberi kelegaan dan ketenangan dalam jiwa. Lagipula, ini bukanlah sesuatu yang salah. Tak juga merugikan diri kita. Lalu apa salahnya jika harus dicoba?

Jangan Disesali, Belajarlah Berdamai untuk Menerima Semua Kekurangan Diri

Kamu mungkin belum juga lulus dan menyelesaikan skripsi, belum menemukan pekerjaan impian, belum merasa cocook dengan pacar yang sekarang, hingga kegagalan dan ketidaksempurnaan lain yang masih jadi kekurangan. Setiap orang hidup dengan segala macam kelebihan dan kekurangannya. Termaksud mereka yang kau lihat bahagia-bahagia saja.

Untuk itu belajar berdamai dengan semua yang kita miliki jadi salah satu cara yang kan membantu kita lebih bijaksana. Berterimakasih untuk selama yang sudah ada, dan terus berusaha untuk sesuatu yang masih ingin dicari keberadaannya. Selalu ingat bahwa tak ada manusia yang sempurna. Tapi bagaimana cara kita menemukan titik baik dari kelemahan, akan membuat kita menjadi manusia yang mampu sempurna. Ya, setidaknya kita sudah mencoba.

Kemudian, Mulai Tentukan Apa yang Memang Kamu Inginkan

Ketika semua proses tadi berjalan sesuai rencana yang kita ingin. Langkah selanjutnya adalah menentukan mimpi mana saja yang akan menjadi tujuan. Kapan target skripsi kita harus diselesaikan, pekerjaan seperti apa yang harus kita dapatkan, hingga deretan mimpi lain apa yang harus kita wujudkan.

Fokuskan diri pada tujuan, dan tanggalkan semua hal lain yang akan menganggu pikiran. Langkah ini mungkin sederhana, tapi percayalah akan memberi makna dan dampak yang luar biasa. Selamat mencoba!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kenali Tanda Rekan Kantormu Menyebalkan, Tak Usah Buang-buang Waktu untuk Mengajaknya Berteman

Hampir semua orang memiliki sisi yang menyebalkan. Coba saja tanya ke teman-temanmu. Pun tak menutup kemungkinan kalau kamu bisa bertemu orang yang menyebalkan di mana pun. Ketika ada seseorang yang memiliki sisi menyebalkan, tak masalah kalau kamu mau menghindari berurusan dengan orang yang seperti itu.

Ini mungkin kamu akan tahu kalau kamu tak akan tahan dengan sifatnya. Kawan, sesekali menjaga jarak dengan orang yang memiliki hal-hal negatif itu baik lho. Kalau kamu memiliki teman dan dia memunculkan tanda-tanda seperti ini, kamu harus berhat-hati ya!

Senang Di Atas Penderitaan Orang Lain

Hal ini mungkin jarang ditunjukkan oleh beberapa orang. Tapi kalau kamu punya teman yang menunjukkan kebahagiaannya padahal ada temannya yang sedang tertimpa musibah, sebaiknya kamu jaga jarak saja dengan teman tipikal semacam ini. Ia mungkin tak terlihat tertawa.

Tapi selentingan atau nyinyiran yang keluar dari mulutnya jadi pertanda kalau dia ini punya karakter senang kalau ada temannya yang menderita. Bukankah jauh lebih baik bertemu dengan teman yang mampu bersimpati dan berempati?

Ia tak Kelihatan punya Rasa Tanggung Jawab Terhadap Pekerjaannya

Saat seseorang mendapatkan suatu tanggung jawab untuk melakukan sesuatu, pasti setidaknya dia akan memiliki rasa tanggang jawab itu. Tapi ada lho,  beberapa orang yang tak punya rasa tanggung jawab tinggi. Mereka cuek saja dengan tanggung jawab yang sejatinya dibebankan padanya.

Kalau orang semacam ini ada di lingkup kerja atau di kantormu, bukankah yang ada hanya merugikanmu? Bisa saja, kalau kamu meminta tolong sesuatu dan dia mengiyakan di awal, tapi pada akhirnya dia tak melakukannya, jadinya menyebalkan, kan?

Kamu Merasa Tak Nyaman Saat Berada di Dekatnya

Saat kamu menghabiskan waktu bersama seseorang atau berada dekat dengan orang semacam ini, kamu akan merasakan energi atau aura yang muncul dari orang itu. Saat kamu berkumpul dengan teman-temanmu, tiba-tiba ada salah satu temanmu yang membuatmu merasa tak nyaman. Bisa karena perilakunya, atau hal-hal kecil yang ditunjukkan, lho. Ini juga menjadi sebuah tanda bagi kamu untuk mempertimbangkan apakah dia adalah teman yang baik atau kurang baik.

Faktanya, Banyak Teman yang Mulai Mengingatkanmu

Saat kamu mengenal sosok yang menurut orang-orang menyebalkan, maka saat berurusan dengannya kamu juga harus berhati-hati. Kamu butuh pendapat orang-orang terdekat kamu atau setidaknya caritahu tahu orang seperti apa dia. Ini tindakan antisipasi yang kamu lakukan untuk berhati-hati untuk berteman dengan orang lain lho.

Dia Tak Pernah Merasa Bersalah

Kesalahan bisa dilakukan secara sengaja atau tak sengaja. Saat orang merasa melakukan sesuatu yang salah, normalnya dia akan merasa tak enak atau merasa ganjal. Namun, kalau kamu bertemu orang yang melakukan kesalahan dan dia justru tak menunjukkan rasa bersalah atau semacamnya, kamu harus merasa janggal dengan hal ini. Dia malah menunjukkan sikap santai-santai saja. Kamu patut curiga dengan karakter dia yang sebenarnya.

Setidaknya kamu berhati-hati dengan karakter orang yang malah akan memberikan efek nagatif untuk kamu, ya. Kamu harus bisa memilih mana yang bisa menjadi teman dekatmu.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Jangan Paksa Seseorang Kembali Ceria Jika Sedihlah yang Ia Rasa

Tak selalu bahagia, beberapa kejadian mengerikan bisa datang begitu saja. Mendapati pacar yang selingkuh dengan sahabatmu, rekan kerja yang mendadak pindah tak lagi bisa bertemu, hingga kabar dari ibu yang minggu ini harus masuk rumah sakit lagi.

Silih berganti, kesedihan bisa saja menyelimuti hati. Menganggu saraf bahagia dan menggantinya dengan satu ketakutan yang luar biasa pada diri kita. Situasi ini jelas diluar ekspektasi, karena kalau bisa memilih pastilah kita ingin bahagia sampai mati. Dipandang jadi sesuatu yang menakutan, kesedihan selalu kita jadikan momok yang harus segera dihilangkan.

Dikubur secepatnya, dan harus berganti dengan bahagia seperti kata-kata orang bijak di sosia media. Jika bahagia bisa dirayakan dengan begitu baiknya, mengapa kesedihan selalu kita anak tirikan?

Tak Seharusnya Dibedakan, Bahagia dan Sedih Memang Haruslah Ada dalam Kehidupan

“Sudahkah anda bahagia hari ini?” atau “Jangan lupa bahagia”, barangkali jadi jargon yang bertebaran di media sosial. Dibuat dengan dasar kepedulian, kita semua berlomba-lomba untuk mencari bahagia sampai pada celah paling sempit yang ada.

Seolah lupa pada teka-teki yang ada, sedih dan bahagia memang sudah ditakdirkan akan datang kapan saja pada hidup kita. Karena memang begitulah, hidup yang sesungguhnya. Perjalanan ini adalah misteri, banyak hal tak terduga yang mungkin menghampiri. Jika bahagia bisa membuatmu tertawa, maka kesedihan harusnya bisa diterima dengan serupa.

“Akui – nikmati – dan tak perlu ditutup-tutupi”

Meminta Orang Lain Segera Bahagia Memang Elok Didengar Telinga, Padahal Kau Tak Tahu Sebesar Apa Dukanya

“Sudahlah, lupain aja. Masih banyak yang bisa buat kamu bahagia” jadi kalimat lazim yang mungkin sudah kita gunakan ratusan kali pada beberapa teman. Berperan sebagai malaikat yang akan memberi penghiburan. Kita berusaha mengumpulkan petuah-petuah ajaib yang nadanya serupa. “Kamu harus bahagia”.

Padahal, tak hanya bahagia. Menangis setiap kali bersedih pun dipercaya mampu membuat seseorang menenangkan pikirkannya. Tak tahu seberapa dalam lobang menganga di hatinya, daripada sibuk memintanya melepaskan semua sedihnya. Bersedia memberikan telinga untuk mendengar keluh kesahnya jadi sesuatu yang lebih ia perlu.

Pelan-pelan Mulai Membandingkan Sedihnya dengan Orang Lain yang Lebih Nelangsa

Antara ingin terlihat bijak dan berwawasan luas atau memang berniat untuk menghibur seorang kawan. Menyuruhnya membuka mata, tentang kehidupan menyedihkan lain yang lebih parah dari pengalamannya. Seolah terlihat wajib untuk disampaikan pada mereka.

Mendorongnya untuk segera bahagia dengan membandingkan kesedihannya dengan orang lain jelas tak jadi jalan keluar. Karena semakin mencoba untuk menghilangkan semua kesedihan, akan selalu ada celah yang membuatnya justru kian muncul ke permukaan. Diharapkan akan hilang dari ingatan, luka yang diminta hilang justru kian terasa dalam pikiran.

Terlalu Takut Pada Sesuatu yang Terasa Berat, Kita Lupa Bahwa Hidup Takkan Sempurna Jika Hanya Ada Bahagia

Coba bayangkan sebentar, kamu hidup dengan segala kelimpahan dan bisa mendapatkan apa saja yang kamu inginkan tanpa usaha yang perlu keras. Lalu ingat kembali, tawa dengan air mata dari ibu kala melihatmu diwisuda. Bagaimana ayah memelukmu sambil bercurah air mata, ketika kamu berhasil naik jabatan tanpa butuh waktu yang lama.

Sejatinya, manusia bisa merasakan berbagai macam emosi dengan cara bersamaan. Tertawa sampai menangis, bahagia sampai terharu. Semua itu terjadi begitu saja, menandakan bahwa hidup kita memanglah sempurna. Tak perlu takut berlebihan dengan kesedihan, biarkan mereka menangis jika memang sedang berduka. Dan berhenti memintanya tertawa jika ia memang sedang ingin diam saja.

Sebab Setiap Orang Punya Tingkat Ketakutan dan Kesedihan yang Berbeda, Kita Tak Punya Hak untuk Memintanya Menyudahi Sedihnya

Beberapa orang hidup dengan dirundung masalah yang tak terbanyak banyaknya. Kawanmu mungkin pernah dipukuli oleh kekasihnya, anak yang jadi korban perceraian orangtuanya, hingga seseorang yang mungkin pernah hampir diperkosa oleh kerabat dekatnya. Lalu masihkah kita merasa berhak untuk memintanya segera bangkit dari sedihnya?

Membiarkan dia diam dalam sedihnya bukan berarti kita tak peduli kepadanya. Tapi, ada hal lain yang sedang kita sadari. Bahwa saat ini, bersedih mungkin memang jadi sesuatu yang ia butuhkan. Mengambil langkah untuk memaksanya berbahagia saat hatinya sedang berkabung, bukanlah sesuatu yang membantu. Sebaliknya, berusahalah untuk bisa mendengarnya dan membantu sebisanya. Bukan memaksanya untuk bahagia.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top