Feature

Ternyata Laki-laki Baru Dewasa Penuh Di Usia 43 Tahun, Terlambat 11 Tahun Dibanding Perempuan

Kamu yang perempuan, pernah mengeluhkan sikap laki-laki sepantaranmu yang menurutmu kekanakan? Mereka kerap bertingkah layaknya anak kecil. Masih suka melakukan hal yang sepantasnya dilakukan anak kecil, bahkan bertingkah konyol yang membuatmu kerap merasa jengkel.

Ternyata itu bukan cuma perasaan perempuan saja. Karena dugaan tersebut diperkuat oleh hasil penelitian yang dilakukan Nickelodeon Inggris. Ditemukan bahwa perempuan sudah mengalami kedewasaan penuh di usia rata-rata 32 tahun. Sementara laki-laki punya jangka waktu lebih lambat 11 tahun hingga mencapai sikap dewasa penuh. Artinya laki-laki baru mencapai dewasa di usia rata-rata 43 tahun.

Laki-laki memang lebih lambat dalam restrukturisasi otak. Tak heran bila laki-laki lebih lambat dewasa dibanding wanita

Setiap orang memiliki waktu restrukturisasinya masing-masing. Namun dibanding wanita, laki-laki memang lebih lambat mengalami restrukturisasi. Mungkin kalian bertanya-tanya, apa itu restrukturisasi. Restrukturisasi adalah hal yang akan membantu manusia untuk memilah hal-hal penting dari yang kurang penting. Inilah yang akan membantumu untuk menentukan mana yang perlu masuk daftar prioritas dan yang tidak.

Sayangnya laki-laki mengalami keterlambatan dalam proses ini dibandingkan wanita. Kamu juga tak bisa menuntut dia sedewasa kamu dalam menentukan prioritas. Sesekali waktu mungkin kamu akan merasa jengkel saat dia lebih mementingkan main games, daripada menjemputmu di stasiun. Atau lebih memilih bermain dengan ayam kesayangannya dibanding berbincang denganmu. Tenang! Ini hanya soal waktu. Toh lambat laun dia akan lebih paham soal prioritas.

Ini merupakan hal yang wajar, karena laki-laki juga lebih lambat mengalami pubertas bila dibandingkan wanita

Laki-laki mengalami pubertas diatas usia 12 tahun. Sedangkan wanita telah lebih dulu mencapai pubertas pada usia 9 – 11 tahun. Itu berarti wanita telah lebih dulu dewasa secara psikologis bila dibandingkan laki-laki. Mungkin ini bisa menjadi jawaban kenapa laki-laki masih melakukan hal-hal yang dianggap kekanak-kanakan oleh wanita. Kalau sudah menemukan jawabannya, tak pantas lagi rasanya bila kamu masih sering memprotes tindakannya.

Sebenarnya hal ini bukan sepenuhnya kemauan laki-laki, toh kondisi sosial juga ikut memegang andil dalam hal ini!

Kita hidup dalam masyarakat yang memiliki aturan dan norma yang menerapkan aturan berbeda untuk laki-laki dan perempuan. Hal ini memiliki pengaruh langsung terhadap pembentukan psikologis laki-laki yang menjadikannya lebih lambat dewasa dibandingkan wanita.

Aturan dan norma kita memang menuntut wanita udah secepatnya bisa melaksanakan peran sebagai wanita dewasa. Hal ini tentu berbeda dengan kondisi yang dihadapi laki-laki. Ketika wanita telah dituntut menjadi dewasa, laki-laki dengan umur yang sepantaran pun masih dimaklumi bila dia belum bisa menjalankan peran sebagai laki-laki dewasa.

Bahkan masyarakat pun memiliki harapan sosial yang berbeda terhadap perempuan dan laki-laki!

Selain karakteristik kondisi sosial, masyarakat juga memiliki harapan yang sedikit berbeda terhadap laki-laki dan perempuan. Dalam situasi ini, wanita memang lebih diharapkan cepat dewasa dibanding laki-laki. Adanya harapan sosial ini mau tak mau membentuk wanita jauh lebih dewasa dibanding laki-laki.

Bukan hanya sekedar harapan, karena nyatanya masyarakat pun melakukan tindakan-tindakan demi memastikan hal itu terwujud. Meskipun pada awalnya terasa kurang menyenangkan memikul harapan yang tak ringan, namun pada akhirnya ini justru menjadi keuntungan bagi wanita. Cepat menjadi dewasa itu artinya wanita lebih memiliki banyak waktu untuk menata masa depannya dengan lebih baik. Beruntunglah kamu yang menjadi wanita!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Sering Mengigau Saat Tidur, Bahaya Nggak Sih?

Disadari atau tidak, ada beberapa orang yang memang kerap mengingau setiap tidur. Fenomena ini memang adalah sesuatu yang lumrah terjadi saat kita sedang tidur. Hasil sebuah riset di Norwegia, pada 2010, hampir 66% dari populasi manusia berbicara dalam tidur mereka dalam berbagai bentuk, yang lain menyampaikan monolog yang menawan atau bahkan melakukan percakapan yang kompleks.

Meski begitu, dari beberapa penjelasan para ahli, kebiasaan ini bukanlah termaksud masalah kesehatan yang berarti. Akan tetapi, jika hal tersebut terjadi secara terus menerus sudah tentu kamu perlu ke dokter. Selain itu, inilah yang perlu kita ketahui dari kebiasaan mengingau yang sering terjadi. 

Sebenarnya Belum Banyak Penelitian tentang Bicara Saat Sedang Tidur

 

Sebelumnya fenomena ini dikenal sebagai parasomnia (sejenis gangguan tidur) dalam Klasifikasi Internasional tentang gangguan tidur. Akan tetapi, dari temuan terbaru gejala ini direklasifikasi dari gangguan menjadi hanya kejadian normal yang dapat terjadi selama tidur. 

Nah, menurut Rafael Pelayo, spesialis tidur dengan Sleep Medicine Center di Stanford Health. karena hal tersebut bukan gangguan yang dianggap serius, jadi tak ada permintaan untuk penelitian tentang tidur. Dengan kata lain berbicara saat sedang tidur merupakan perilaku yang sebagian besar tidak dipelajari dan tidak dipahami dengan baik. 

Lagipula, Apa yang Kita Ucapkan Saat Ngigau Sebagian Besar Adalah omong Kosong

Dari hasil klasifikasi temuan yang sama, kalimat atau kata-kata yang kita ucapkan selama mengigau bukan termaksud cerminan perilaku atau kenangan pada situasi sebelumnya. Jadi semua pertengkaran dengan pasangan atau drama pekerjaan yang baru saja kamu alami, kemungkinan besar tak akan kamu bicarakan selama tidur. 

Ini penting dipahami, karena mereka yang sering ngigau memang kadang mengatakan hal-hal yang sulit dipahami sepanjang liar. Bahkan beberapa katanya tergolong liar. Selain membuat orang yang mendengar menjadi kelabakan menebak maksud, kadang kala kita juga bertanya-tanya. 

Intinya, tidak ada arti nyata dari kata-kata yang keluar dari mulut seseorang yang sedang ngigau saat tidur. 

Dan Tak Ada Rentang Usia Tertentu, Semua Orang Bisa Mengalami Gejala Ini 

Beberapa orang berpikir, berbicara saat sedang tertidur hanya akan dialami oleh mereka yang sudah dewasa dan lansia. Padahal hal tersebut tak selalu benar. Masih dari kata Pelayo, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, jika kamu sudah berbicara saat tidur sejak kecil. Karena faktanya, berbicara saat tidur cenderung sangat umum terjadi pada anak-anak dan remaja – sekitar 50%, bahkan anak-anak antara usia 3 dan 10 mengoceh dalam tidur mereka.

“Jika Anda tidur sambil berbicara saat masih muda, jangan anggap penting,” kata Pelayo. Tidak perlu takut atau bergegas ke dokter.

Untuk orang dewasa, biasanya akan mulai menyadari jika ia sering mengingau saat tidur ketika memasuki usia 20 hingga 30-an. Dimana mereka sudah mulai berbagi kamar atau tempat tidur dengan orang lain. Sehingga orang lain atau pasangan yang tidur bersama merekalah yang kemudian tahu, jika mereka adalah seorang talk sleep.

Namun jika banyak bicara saat tidur terjadi pada mereka yang berusia sekitar 50 tahun atau lebih, hal tersebut bisa dikatakan sebagai penanda penyakit, seperti seperti penyakit Parkinson atau demensia.

Sialnya, Fenomena Ini Biasanya Sering Bercampur dengan Masalah Tidur Lainnya 

Bicara saat sedang tidur memang jelas berbeda dengan beberapa gangguan tidur yang lain. Mengigau hanyalah menceracau dengan kalimat-kalimat yang biasanya tak bermakna. Tak ada artinya dan tak jelas ke mana arahnya. Namun, jika bicaramu sudah lebih dari sekedar obrolan biasa, bisa jadi kamu sedang mengalami kondisi lain yang terkait dengan sleep apnea

Selain itu, James Rowley, kepala divisi pengobatan paru-paru, perawatan kritis dan tidur dengan Detroit Medical Center, berbicara melalui tidur juga dapat disebabkan oleh stres, kecemasan, dan depresi. Jika hal tersebut sudah terjadi berulang kali, cobalah bicarakan pada dokter ahli spesial tidur, karena sepertinya anda butuh perawatan. 

Demi Mengatasinya, Cobalah Lakukan Kebiasaan Baik dengan Tidur Terjadwal dan Dalam Waktu yang Cukup 

Kalau harus dilihat dari keseluruhan kebiasaan ini, momen mengigau kerap terjadi akibat kita terlalu lelah. Atau masih memikirkan sesuatu sesaat sebelum tidur. Untuk menguranginya, cobalah untuk tidur dengan terjadwal. Selain itu penuhilah kebutuhan tidurmu, jangan terlalu singkat atau terlalu lama. Hindari juga makan makanan yang mengganggu kualitas tidurmu, seperti makan makanan berat atau minuman beralkohol.

Walau tak disebut sebagai gejala yang berarti, kita perlu untuk tetap menjaga diri. Jangan terlalu dianggap sepele, apalagi jika  itu sudah menganggu tidurmu dan pasanganmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Penjelasan Ilmiah untuk 9 Fenomena Aneh yang Kerap Terjadi Saat Tidur

Tidur menjadi satu hal penting yang harus dilakukan oleh makhluk hidup. Untuk bisa melakukan aktivitas dengan baik, kamu perlu waktu tidur yang cukup. Sayangnya, tak semua orang bisa memiliki kualitas tidur yang cukup baik. Nah, berikut ini adalah penjelasan akan 9 fenomena aneh yang kerap terjadi pada orang yang tengah tertidur. Penasaran apa saja? Yuk langsung simak penjelasannya.

1. Sleep Paralysis

Fenomena ini merupakan fenomena di mana kamu akan terbangun tengah malam dengan perasaan takut yang terlalu besar sehingga tidak mampu menggerakkan anggota tubuh maupun berbicara. Fenomena ini sering dianggap sebagai fenomena ditindih setan oleh orang zaman dulu.

2. Berbicara Saat Tengah Tertidur

Fenomena yang satu ini mungkin jarang dialami oleh orang dewasa. Biasanya volume suara yang dikeluarkan seseorang saat tengah tertidur berbeda antara satu dengan yang lain, ada yang bersuara keras sampai sangat kecil seperti orang yang sedang berbisik. Fenomena ini biasanya terjadi selama kurang lebih 30 detik.

3. Kentut

Tanpa disadari biasanya ada orang yang kelepasan keluar angin saat tengah tidur. Fenomena ini tidak bisa digolongkan pada hal yang tidak sopan karena orang yang melakukannya bisa jadi tidak menyadari dan tidak sengaja saat hal tersebut terjadi. Jika kamu mengalaminya saat tidur, hal ini merupakan akibat dari relaksasi tubuh termasuk otot di dubur sehingga tanpa sengaja melepaskan satu hingga dua gas beracun.

4. Mendengkur

Ada hal yang kamu perlu ketahui dibalik adanya suara dengkuran ini. Suara ini menjadi suatu tanda bahwa ada hal yang tak beres dalam tubuhmu. Keberadaan suara dengkuran ini berasal dari adanya getaran pada jaringan pernapasan. Hal tersebut bisa saja muncul akibat pengaruh alkohol medikasi, posisi tidur sampai masalah medis lainnya.

5. Sindrom Kepala Meledak

Fenomena yang satu ini mungkin agak asing untuk sebagian besar orang. Sindrom kepala meledak ini biasa dikenal sebagai exploding head syndrome dimana kamu mengalami halusinasi seperti mendengar suara yang sangat keras, seperti barang jatuh, teriakan sampai suara ledakan. Biasanya fenomena ini dialami oleh orang yang sudah berumur di atas 50 tahun.

6. Seperti Hendak Jatuh

Fenomena ini mungkin menjadi fenomena yang kerap dialami oleh kebanyakan orang. Fenomena ini memiliki sebutan lain sebagai Hypnagonic Jerk di mana kamu akan tiba-tiba terbangun karena merasa kaget seperti perasaan akan jatuh. Fenomena ini bisa terjadi sebagai akibat kondisi tubuh yang terlalu lelah, kurang tidur dan tengah stres.

7. Gertakan Gigi

Fenomena ini merupakan fenomena di mana seseorang menggeser-geserkan gigi atau menggertakkan gigi saat tengah tertidur. Orang yang mendengarkannya biasanya akan merasa terganggu atau ngilu mendengar suara yang ditimbulkan. Fenomena ini dapat terjadi sebagai akibat stres, gigi yang tak teratur atau bisa juga karena kebiasaan tidur.

8. Tidur Berjalan

Tidur berjalan atau sleep walking merupakan fenomena dimana kamu biasanya bangun tidur namun otak masih belum bangun sepenuhnya sehingga bisa membuatmu bisa berjalan dalam kondisi masih tertidur. Kebiasaan ini bisa menimbulkan bahaya bagi penderitanya sehingga sangat dianjurkan bagi penderita untuk berkonsultasi pada dokter yang ahli di bidang tersebut.

9. Mimpi

Fenomena terakhir ini menjadi fenomena yang paling umum terjadi. Beberapa orang bahkan meyakini bahwa mimpi merupakan sebuah pertanda akan adanya suatu hal yang terjadi di masa depan. Namun ada juga yang percaya bahwa mimpi merupakan sebuah cara otak untuk memproses ingatan pemiliknya. Inilah yang menjadi penyebab seringnya mimpi yang muncul merupakan hal-hal yang pernah dilihat sebelumnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Kata NASA Soal Misi Pertama Manusia ke Bulan yang Dianggap Hoax

Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASA akan merayakan setengah abad misi Apollo 11. Misi ini merupakan pertama kalinya manusia menginjakkan kaki di Bulan, menempatkan bendera Amerika Serikat di permukaan Bulan. Namun, tudingan hoaks pendaratan Bulan hingga kini masih muncul.

Mengutip dari situs Mirror, banyak yang menduga hoax lantaran dalam foto yang dirilis pasca misi Apollo 11, bendera yang dibawa salah satu antariksawan Buzz Aldrin terlihat melambai tertiup angin dalam foto. Ahli teori konspirasi terus menggunakan gambar itu sebagai bukti NASA memalsukan pendaratan di Bulan. Artinya pendaratan manusia di Bulan adalah hoaks.

“Rupanya di Bulan tidak ada angin, dan berdirinya bendera di Bulan diterangi oleh Matahari? Anda gagal,” tulis pengguna Twitter @siya_BoB.

Ada lagi yang mulai tidak mempercayai semuanya dan mengatakan, tidak ada angin di luar angkasa, termasuk tidak mungkin bendera berkibar di antariksa. Namun NASA menjelaskan, bendera yang berkibar tidak selalu karena angin. Ketika para astronaut menanam tiang bendera, mereka memutarnya secara bolak-balik agar dapat menembus tanah Bulan. Siapa pun yang pernah memasang tiang tenda tumpul, akan tahu cara kerjanya.

“Jadi tentu saja bendera itu melambai. Membuka selembar kain yang digulung, dengan menarik ujungnya, akan menghasilkan gelombang, tidak perlu angin,” ujar perwakilan dari NASA. Perayaan setengah abad misi Apollo 11 akan dimulai pada Selasa pekan depan. Saat itu, tiga awak pesawat yang terlibat untuk pergi ke bulan adalah Buzz Aldrin, Neil Amstrong, dan Michael Collins. NASA berencana untuk kembali mengirim manusia ke Bulan pada 2024.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top