Feature

Ternyata Ada Alasan Ilmiah, Mengapa Laki-laki Sulit ‘Move On’ Setelah Putus Cinta

Jika harus dibandingkan dengan penyesalan lain dalam hidup, ternyata menyesali kisah cinta lama jadi sesuatu yang lebih sering kita pikirkan. Bahkan menurut para psikolog. Craig Eric Morris, seorang antropolog dari Binghamton University yang pernah meneliti kesedihan akibat putus cinta, mengatakan bahwa Manusia dari kebangsaan manapun mengalami trauma menyakitkan tersebut.

Dan dari salah satu penelitiaan Morris, 90 persen dari responden yang ia teliti mengaku pernah mengalami trauma emosional—seperti rasa marah, depresi dan kecemasan—serta truma fisik macam pusing, insomnia, dan penurunan berat badan setelah putus. Bahkan pada penelitian yang diikuti responden yang lebih tua, Morris menemukan kesedihan jangka panjang akibat cinta yang kandas lazim dialami oleh para laki-laki.

Logika Laki-laki Memang Bekerja, Tapi Resah di Hatinya Sulit Reda

Diawal masa berakhirnya hubungan, lelaki memang masih bisa terlihat baik-baik saja. Cenderung memakai logika dalam memaknai segala hal, mereka anya berpikir jika ini adalah cerita yang harus diterima dengan hati yang lapang. Komitmen panjang yang sebelumnya diikrarkan, mendadak hilang dan pergi begitu saja.

Setelah beberapa waktu berlalu, barulah lelaki akan sadar jika ada bagian dari dalam dirinya yang sudah hilang. Amy Summerville, Kepala Regret Lab, Miami University, sebuah unit riset yang mendalami penyesalan verbal, yang salah satunya penyesalan karena putus dengan mantan mengatakan, setiap pilihan yang kita ambil memang memiliki konsekuensi sampai hubungan itu berakhir. Inilah yang kemudian bisa melahirkan penyesalan atas keputusan dan tindakan dalam hubungan.

Bahkan Meski Sudah Lama Berpisah, Bayang-bayang Mantan Bisa Tiba-tiba Muncul Begitu Saja

Tanpa bisa dijelaskan dengan rinci, seorang lelaki sering meratapi perasaan was-was atas tindakannya di masa lalu. Rasa ingin memiliki yang pernah ada, mengontrol rasa serta usaha untuk bisa kembali memiliki hubungan ideal yang pernah dimimpikan. Lain dengan perempuan yang bisa berkata ada hal baik yang didapatnya setelah berpisah, lelaki justru hanya akan diam dan tak bersuara. Meski kepalanya, sedang dipenuhi dengan segala macam kenangan masa lalu yang bisa datang kapan saja.

Terlihat Lebih Tegar, Padahal Setiap Kali Diterpa Masalah Lelaki Justru Berharap Bisa Kembali Pada Mantannya

Masih dari penelitian yang dilakukan oleh Summerville, bagi banyak orang, urusan percintaan ibaratnya pencarian terus-menerus. Perjalanan kisah cinta seolah menghadapkan lelaki pada pertanyaan tentang terus menerus mencari pasangan baru demi bisa merasa bahagia dengan pasangannya sekarang.

Hasilnya, setiap kali ada masalah yang sedang menerpa, selalu ada keinginan untuk kembali bersama dengan dia yang pernah dicintai di masa silam. Yap, kesedihan dan persoalan yang sedang diemban membuat kita melongok masa lalu dengan membayangkan bahwa ‘seharusnya kita bisa hidup bersamanya’.

Perempuan Bisa Lekas Move On, Tapi Lelaki Berat untuk Mencintai Perempuan Lain Lagi

Pada tahun 2015 lalu, Morris dan kolaboratornya dari University College London,mempublikasikan sebuah riset skala besar yang meneliti orang dewasa dari semua kalangan umur—termasuk komunitas gay—terkait respons saat mengalami kesedihan gara-gara putus cinta. Rasa sakit selepas putus cinta memang berlaku universal, artinya tak hanya lelaki saja, perempuan pun merasakan kesedihan yang sama.

Namun, perempuan cenderung mampu bangkit lebih dulu setelah putus cinta dan lekas move on. “Para peserta perempuan mengaku mereka bicara dengan kawan, kerabat serta pemuka agama (setelah putus cinta),” kata Morris. “Saat curhat, mereka ngomong seperti ‘kejadiannya udah lama sih’ atau ‘Aku sih belajar dan ini hikmahnya’. Tuturya lagi.

Tapi fakta lain yang juga didapat, perempuan jarang bilang ‘Dia lelaki terbaik dalam hidupku dan aku belum bisa berdamai dengan kenyataan bahwa kami putus’. Dengan kata lain perempuan cenderung lebih enteng meninggalkan masa lalu, meski prosesnya perlahan. Sedangkan lelaki justru sebaliknya, terlihat biasa saat awal putus cinta, galau berkepanjangan setelah merasa kehilanan.

Dan Ternyata Hal Ini Dipengaruhi Tradisi dan Tatanan Sosial dalam Kehidupan Kita

Hal lain yang perlu para lelaki pahami, ternyata menurut Morris ketidakmampuan para lelaki dalam melupakan mantan kekasihnya dipengaruhi oleh tradisi yang menempatkan lelaki sebagai pihak yang memulai hubungan asmara. Ditambah dengan ekspektasi dari tatanan sosial yang mengharuskan lelaki setiap pada satu pasangan, mengingat funsi mereka sebagai kepala rumah tangga yang kelak akan menjadi pencari nafkah.

Alhasil, putus cinta atau kehilangan pacar terasa lebih menusuk buat lelaki. “Pedihnya putus bertambah parah bila punya nilai penting dalam hubungan sosial,” katanya. Tapi dari hasil lanjutan penelitian yang dilakukan oleh Morris, ia juga mengungkapkan jika nantinya lelaki akan bisa mengatasi patah hati mereka—bahkan mereka yang terus menyesali kegagalan cinta di masa lalu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Ternyata, Perempuan Gemuk Lebih Mampu Membuat Laki-laki Bahagia

Bertubuh kurus kadang kala jadi acuan untuk menjadi cantik yang dipercaya sebagian besar perempuan. Padahal, tolok ukur kecantikan tak selalu dari besar atau tidaknya tubuhmu. Nah, jika kau rasa usaha untuk menjadi kurus yang selama ini kamu lakukan sering gagal, tak perlu bersedih hati.

Karena ternyata menurut sebuah studi baru oleh departemen psikologi di Universitas Namibia (UNAM), lelaki yang menikah dengan (atau dalam hubungan dengan) perempuan bertubuh gempal sepuluh kali lebih bahagia daripada mereka yang menjalin hubungan dengan perempuan bertubuh kurus. Surat kabar Argentina, Nuevo Diario yang pertama kali melaporkan temuan dari penelitian yang dilakukan oleh Dr Filemón Alvarado dan Dr Edgardo Morales di departemen psikologi UNAM ini.

Fakta lainnya, menurut penelitian, laki-laki lebih banyak tersenyum ketika mereka bersama pasangan dengan tubuh melekuk atau berisi, para laki-laki tersebut juga lebih mudah dalam menyelesaikan masalah. Mengapa? Menurut Alvarado dan Morales, yang melakukan penelitian ini, Indeks Massa Tubuh yang lebih tinggi memiliki kemampuan yang lebih baik untuk mengantisipasi dan memenuhi kebutuhan lelaki.

Jadi meski tubuhmu tetap terlihat gemuk walau sudah melakukan olahraga dan diet ketat, jangan bersedih lagi ya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Pentingnya Berdamai dengan Masa Lalu

Kalau bisa memilih, kita semua tentu ingin kisah hidup yang selalu menyenangkan. Mulai dari masa lalu, masa sekarang hingga masa depan. Tapi hidup tak selalu ada dalam genggaman tangan, beberapa hal yang terjadi tak bisa kita rubah sesuai keinginan. Dan salah satunya adalah masa lalu yang mungkin tak menyenangka. Entah itu itu ketakutan, patah hati, atau hal-hal lain yang menyakiti diri. 

Namun semua itu sudah berlalu, kita perlu untuk melangkahkan kaki untuk maju. Menatap masa depan yang lebih cerah, dan berbuat hal-hal baik yang bisa mengubah hidup kita. Itulah mengapa kita perlu berdamai pada masa lalu yang tak selalu enak untuk dikenang. 

Lalu, manfaatnya apa sih?

Merubah Diri untuk Lebih Bersemangat dan Tak Gampang Menyerah Lagi

Menghilangkan rasa sakit dari masa lalu, memang kadang jadi ketakutan tersendiri untuk kita. Sulit untuk bisa menerima apa yang sudah terjadi, hingga akhirnya jadi bumerang untuk diri sendiri. Dari sini, kita terperankap untuk tak akan melakukan ha-hal yang mengingatkan diri pada masa silam, dan tentu jadi sesuatu yang merugikan.

Nah, jika kita berhasil untuk berdamai dengan semua yang terjadi di masa lalu. Akan ada hal-hal baik lain yang kelak bisa dilakukan. Terbuka untuk menjalani kehidupan di masa sekarang, tanpa harus was-was dengan semua perasaan sakit yang dulu pernah dirasakan. 

Setelah Berdamai, Kita Tak Akan Gampang Stres Lagi

Yap, pada kehidupan nyata beberapa kejadian memang tak bisa kita hindari untuk tak dialami. Selepas mengalami beberapa hal yang tak menyenangkan, ada rasa takut yang sering membuat hati lelah. Jadi beban untuk pikiran, dan berujung pada stress yang tak karuan. 

Padahal hal seperti ini adalah sesuatu yang sesungguhnya harus dilewati. Tak bisa kita hindari, semua yang sudah terjadi harus tetap dihadapi dengan segala kemampuan diri. Hasilnya? Rasa takut dan semua beban yang selama ini jadi pikiran, bisa dilalui dengan santai dan lebih sabar. 

Dan Lebih Berani untuk Mencoba Hal-Hal Baru yang Selama Ini Dihindari

Selama kita masih dalam bayang-bayang masa lalu, akan banyak pembatas yang mengekang ruang gerak. Belum berani untuk melakukan sesuatu yang sekiranya membuka ingatan di masa silam, hingga selalu menghindar untuk tak bertemu sesuatu yang bisa membuat kita kembali terbayang atas banyaknya hal tak mengenakkan yang dulu pernah kita lakukan. 

Itulah mengapa penting untuk berdamai, menerima semua hal yang sudah jadi kenangan dan memandang semua itu sebagai acuan untuk tak lagi mengulang kesalahan bukan jadi sesuatu yang justru mengurung ruang gerak langkah. 

Tak Akan Lagi Terjebak pada Berbagai Macam Nostalgia

Percayalah, ketakutan akan hal-hal yang sudah lewat hanya akan membuat kita terkurung pada sekap yang lebih berat. Membuat kita merasa takut, menghilangkan kepercayaan diri, dan berpikir tak lagi bisa berbahagia atas hidup sendiri. Padahal ada banyak pilihan yang bisa kita lakukan untuk kembali berbahagia atas semua hal. 

Lepaskan semua hal yang merebut kebahagian, buka diri untuk hal baru yang lebih membahagiakan. Dan selalu tekankan dalam diri, jika kita bisa lebih bahagia dari masa lalu yang pernah dijalani. 

Menikmati Hidup dengan Cara yang Memang Kita Suka

Bisa lepas dari semua ketakutan dan kekhawatiran masa lalu, memang bukanlah perkara gampang. Ada banyak hal yang perlu diterima secara perlahan. Membuka mata dan hati untuk semua pilihan baik yang bisa membahagiakan kehidupan. Dan lebih selektif untuk mempertimbangakna semua yang akan dijadikan pilihan. 

Jika semua ini bisa kita jalankan dengan benar, percayalah bahagia tak lagi jadi sesuatu yang mustahil kita dapatkan. Ingatlah selalu, jika apapun yang terjadi atas masa lalu kita selalu berhak untuk berbahagia di hari ini dan masa depan. Tinggal bagaimana kita melangkah setelah dibuat memangis dan kecewa di masa lalu kita.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Sutradara Joko Anwar, Minta KPI Dibubarkan

Setelah polemik tentang keingin KPI untuk turut serta mengawasi kontek Netflix dan Youtube, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kembali menjadi sorotan. Yap, baru-baru ini, lembaga yang mengawasi jalannya tayangan di pertelevisian Tanah Air itu dianggap mengeluarkan sejumlah sanksi dan keputusan yang sangat aneh.

Salah satu contoh misalnya, KPI melakukan teguran terhadap stasiun Global TV yang menayangkan tayangan kartun Spongebob Squarepants. Di mana dalam salah satu tokoh Spongebob melakukan pelemparan kue tart dan pemukulan.

Masyarakat pun tak diam, sebagian besar menilai keputusan KPI tersebut adalah pendapat yang amat keliru. Berita ini juga menarik perhatian salah satu sutadara kondang di tanah air, yakni Joko Anwar. Pada laman Twitter pribadinya, sutradara Gundala itu bahkan dengan tegas dan yakin menuliskan tagar Bubarkan KPI.

Sumber : https://twitter.com/jokoanwar

Tak hanya itu saja, lelaki kelahiran Medan, Sumatera Utara tersebut juga mengunggah foto ilustrasi sejumlah tayangan televisi yang mendapat teguran dan sanksi KPI. Tak hanya Spongebob, ada pula sejumlah tayangan seperti infotainment “Obsesi” Global TV, “Ragar Perkara” Tv One, “Rumpi” Trans TV dll.

“Promo Gundala kena sanksi @KPI_Pusat karena ada dialog bilang ‘Bangsat.’ Bangsat artinya, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia:,” twitt Joko Anwar, sambil menyematkan keterangan kata “bangsat” dari sebuah kamus bahasa Indonesia.

“Kalau ada lembaga yang anggap tontonan kayak SpongeBob melanggar norma kesopanan, lembaga itu nggak layak dipercaya menilai apapun di hidup ini. #BubarkanKPI @KPI_Pusat,” sambung Joko Anwar.

Menurutmu bagaimana?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top