Feature

Terlalu Banyak Curhat di Sosial Media, Membuat Orang Lain Muak Mendengar

Di media sosial, semua hal bisa dilakukan, termasuk curhat secara terang-terangan. Terdengar baik jika hal itu memang bermanfaat, lalu bagaimana dengan curhat tak jelas yang justru lebih sering diposting? Masihkah bermanfaat? Tentu saja tidak.

Kamu perlu tahu, jika media sosial berisi jutaan orang. Dan jika tak cukup bijak untuk memilah-milah hal mana saja yang bisa diposting, kamu bisa kena imbasnya. Ya, imbas dianggap kurang kerjaan hingga tak paham etika bermedia sosial.

Benar memang, jika media sosial dipakai untuk menarik perhatian. Akan tetapi, ada baiknya jika kamu menggunakannya untuk hal-hal yang jauh lebih berguna. Kamu mungkin senang-senang saja bercerita panjang lebar, namun bagimana dengan mereka yang berteman denganmu di media sosial? Beginilah kira-kira isi kepala mereka setiap kamu curhat di media sosial.

Bersikap Terlalu Berlebihan. Dari Semua Manusia yang Ada Di Muka Bumi Ini, Seolah Kamulah yang Paling Terbebani

“Rasanya udah nggak sanggup lagi, terjadi banyak ujian yang harus dijalani.”

Sebuah postingan status yang entah tujuannya untuk apa. Mencari perhatian, atau memang sungguh merasakannya.

Anehnya lagi, baru saja posting status ingin bunuh diri, beberapa jam kemudian sudah bisa posting status bernada bahagia. Setelah itu, tiba-tiba saja sudah memposting status bijak.

Namun yang menjadi inti sari dari semua status yang kamu sampaikan sama. Sama-sama ingin menunjukkan bahwa beban hidup yang kamu hadapi jadi ujian paling berat dari semuanya. Padahal jika mau membuka mata, banyak orang di luar sana yang sedang mengemban beban lebih berat.

Hanya saja meraka tak mau mengumbarnya, sebab mencari jalan keluar jauh lebih penting daripada sibuk posting status sarat keluh kesah.

Bergaya Bak Artis, Kamu Pikir Beritamu Dinanti?

Agaknya ini penting, beberapa saat sebelum klik tombol bagikan kamu coba tanyakan ulang. Pentingkah status yang akan kamu bagikan pada semua orang. Jika ternyata tidak, lebih baik urungkan saja.

Sebab hal-hal yang kamu pikir penting belum tentu dibutuhkan oleh orang lain. Lain hal jika ternyata kamu adalah artis, yang segala hal dalam kehidupannya selalu ditunggu orang. Kalau ternyata kamu adalah manusia biasa yang bukan siapa-siapa, cobalah hilangkan kebiasan posting status yang tak jelas juntrungannya.

Tidak Punya Kerjaan, Sehingga Selalu Asik Curhat di Media Sosial

Ini sih jelas, karena waktu yang sebanarnya bisa dipakai untuk hal-hal berguna, justru jadi terbuang percuma. Sebab logikanya begini, kalau kamu memang memiliki runtutan pekerjaan yang jelas, tentu tak akan ada waktu untuk posting status setiap saat. Sebab ada prioritas lain yang mesti didahulukan.

Namun jika ternyata setiap saat justru memposting status dan curhat melulu, lalu apa namanya kalau tidak kurang kerjaan? Sekilas kegiatan itu memang terlihat menyibukkan, meski sebenarnya tidak ada kegunaannya sama sekali.

Daripada harus sibuk dengan kegiatan posting status tanpa tujuan, lebih baik cari kegiatan lain yang lebih bermakna.

Alih-alih Bermanfaat, Curhatanmu Justru Menganggu Timeline Para Sahabat

Yap benar, apa lagi kalau curhatmu hanya ujaran yang bernada negatif. Jelas akan menganggu orang lain yang terhubung denganmu. Bisa-bisa mereka merasa risih, atau bahkan memutuskan untuk memotong tali pertemanan.

Kamu perlu tahu, jika tujuan sosial media yang sebenarnya adalah sebagai wadah untuk komunikasi yang baik. Mempertemukan teman lama, bertukar pesan, hingga saling memberi masukan. Dan jika ternyata yang kamu bagikan hanyalah curhatan-curhatan galau yang terkesan melow, bisa-bisa malah jadi sesuatu yang menganggu kenyamanan.

Di matamu ceritamu bisa saja baik dan penting, tapi belum tentu mereka juga merasakan hal yang sama.

Hingga Dianggap Tukang Pamer, Karena Segala Sesuatu Dijadikan Bahan Curhatan

Tak hanya postingan galau saja, curahan untuk pencapaian pun tak semua orang ingin dengar. Kamu boleh berbangga diri, berpikir ini akan menambah nilai baik. Sebab yang akan dibagikan adalah berita baik atas kemampuan.

Eitsss, tunggu dulu. Cobalah pikirkan kembali. Tolong bedakan mana pencapaian yang harus dibagikan dengan yang tidak. Jika sekiranya tidak terlalu terasa perlu, cukuplah kamu dan orang-orang terdekat saja yang tahu.

Sebab pikiran orang tak bisa kita tebak, meski katamu tak berniat riya bisa saja orang menganggapmu sedang berusaha pamer dengan apa yang kamu punya.

Dianggap Kesepian Hingga Hanya Jadi Tameng Untuk Cari Perhatian

Ini barangkali benar, kegiatanmu yang kerap memposting semua curhatan galau hanyalah sebuah permainan agar orang-orang melirik dan mulai peduli. Tak apa jika ternyata trikmu berhasil, sialnya bukannya diperhatikan, mereka justru jadi berniat menghapusmu dari daftar pertemanan. Sebab bukan apa-apa, hal-hal yang kamu bagikan tentu tak berpengaruh untuk mereka.

Curhat di media sosial kadang memang jadi alternatif baik untuk memenangkan diri. Namun bukan berarti semua semua hal akan kamu tuangkan disitu. Bijaklah dalam memilah-milah bahasa. Memposting status sesuai kebutuhannya saja. Ingat, cukup yang perlu-perlu saja.

Satu-dua Orang Mungkin Bolehlah Paham, Tapi Tak Semua Orang Mengenalimu

Kamu boleh bilang jika kebiasaanmu posting serampangan di sosial media sudah berlangsung lama, hingga sulit diubah. Ya, silahkan bela dirimu sesukamu. Jika dia teman dekatmu, rasanya memang tak sulit baginya untuk memahami kebiasaanmu itu. Tapi bagaimana dengan mereka yang mengenalimu hanya dari sosial media, bukan lewat kehidupan nyata.

Jika ternyata ini yang kamu pikirkan, cobalah untuk merubah pola pikiran. Sebab jutaan orang yang terhubung denganmu di media media, tak akan menghabiskan waktunya untuk ceritamu itu.

Sebenarnya tak ada yang melarang kamu untuk posting ribuan kali dalam sehari. Namun sebaiknya jangan! Ya jangan cuma terlalu sering, kalau bisa setiap hari, dengan begitu orang lain akan muak mendengarnya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pasca Rutin Ikuti Kajian, Dinda Hauw Mantap Berhijrah

Pemain film Dinda Hauw kini mantap berhijrah. Dia sudah mengoleksi dari awal baju muslimahnya dan menyumbangkan setengah baju lamanya kepada orang lain. Meski belum mengenakan hijab syar’i, Dinda mengatakan dirinya masih dalam proses memakai baju muslim yang baik dan benar.

“Baju sendiri aku belum pakai kaus kaki ya, kalau orang-orang kan ‘tutup juga kakinya karena aurat,’ ya semua proses, aku pun pakai hijab enggak langsung syar’I. Aku pakai hijab pelan-pelan tadinya enggak pakai ciput sekarang pakai ciput, terus bajunya yang penting enggak ketat karena aku enggak suka kan, akhirnya ya sudah aku pakai baju longgar atau kemana-mana pakai outer,” lanjutnya saat berada di kawasan Kuningan, Kamis, 25 April 2019.

Dinda memberi tips bagi mereka yang ingin berhijrah. Dia mengatakan harus banyak mendatangi kajian-kajian keagamaan dan mendengarkan ceramah agar hati semakin kuat untuk berhijrah. Bukan hanya itu, Dinda juga menyemangati orang-orang yang ingin berhijrah agar terus maju menjalankan apa yang sudah diperintahkan Tuhan.

“Buat teman-teman yang baru hijrah sama kayak saya banyaklah kita kajian atau dengerin orang-orang ceramah atau berteman sama orang-orang yang bawa pengaruh positif untuk kalian, karena itu ngaruh banget terus semoga kita istiqomah selalu, pokoknya jangan nyerah, jangan balik lagi, enggak apa-apa sedikit demi sedikit yang penting tetap maju jangan mundur atau setop di situ,” ungkap Dinda.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

3 Zodiak Ini Dikenal Sangat Serius dalam Menjalani Hidup

Sifat yang dimiliki setiap orang sudah jelas berbeda. Ada orang yang sangat santai dalam menjalani kehidupan. Sebaliknya juga ada orang dengan karakter perfeksionis yang sangat serius dalam menjalankan hidupnya. Berdasarkan zodiaknya, ini adalah 3 zodiak yang dikenal sangat seris dalam menjalani hidup, zodiakmu termasuk tidak?

1. Zodiak Virgo

Virgo terkenal sebagai zodiak yang sangat perfeksionis. Dia sangat serius dalam mengerjakan suatu hal dan dalam menjalani hidup. Dia selalu ingin segalanya berjalan dengan keinginannya. Selain itu, dia juga sosok yang selalu menghasilkan sesuatu yang rapi, logis dan bisa dipertanggungjawabkan.

2. Zodiak Pisces

Pisces termasuk zodiak yang serius dalam menjalani hidup. Dia sangat sensitif dan pendiam. Sosok yang penutup dan lebih nyaman dengan dirinya sendiri. Meskipun ada teman yang menyimpang, pisces bukan sosok yang mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya.

3. Zodiak Scorpio

Yang terakhir adalah zodiak scorpio. Scorpio termasuk zodiak yang dikenal kaku dan tegas. Dia sangatlah misterius dan bagi orang yang belum mengenalnya, mungkin dia akan menganggap scorpio adalah sosok yang kasar. Tapi sebenarnya scorpio memiliki karakter yang baik dan hati yang lembut.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Patung ‘Kelinci’ Jeff Koons Dilelang Rp 990 Miliar

Buah tangan dari Jeff Koons memang selalu berhasil menarik perhatian publik. Dan salah satunya, patung dari tahun 1986 yang baru-baru ini menarik perhatian adalah patung ‘kelinci’. Dan menariknya, patung tersebut akan dijadikan bahan lelang di Balai Lelang Christie’s New York dengan angka fantastis. Yakni sekitar Rp 707 miliar hingga Rp 990 miliar.

Diperkirakan, Karya Jeff Koons ini akan berpotens memecahkan rekor karya Koons sebelumnya di tahun 2013 dengan angka Rp 826 miliar. Angka tersebut untuk patung ‘Balloon Dog (Orange)’.

Alex Rotter mewakili Christie’s New York menagatakan jika, patung kelinci tersebut bakal mengguncang dunia seni.

“Bagi saya ‘kelinci’ adalah anti-Daud yang menandakan kematian patung tradisional. Serta menganggu media dengan cara yang sama dengan karya ‘Number 31’ ciptaan seniman Jackson Pollock dan kembali memikirkan apa itu gagasan melukis,” katanya.

Sebelumnya, patung tersebut dipamerkan untuk yang pertama kali pada tahun 1986. Selama tiga dekade belakangan, patungnya itu menjadi ikon seni kontemporer. Unutk jadwal pelelangannya sendiri, dijadwalkan pada 15 Mei di New York.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top