Feature

Terjebak Itu Ketika Tahu Harus Melepaskan Tapi Tak Mau Melepaskan

Kita sedang berada pada zona yang tak lagi nyaman. Bukan mencinta atau dicinta, ini hanya sebuah kisah yang aku sendiri sedang mencari dimana letak ujungnya. Bersikap ingin menyenangkan diri, aku akan anggap ini sebagai bagian pelik yang memang harus dijalani. Tapi, bagaimana denganmu? Apakah juga sama?

Berdiri diatas jurang kebimbangan, pergi untuk saling melepas atau tetap berdiri demi hubungan. Orang lain mungkin akan menganggapku bodoh, tapi sesungguhnnya aku sendiri masih tak cukup paham atas situasi hatiku saat ini.

Ini memang jadi masa pembuktiaan, siapa kamu dan diriku sebenarnya. Satu hal yang berangsur kuyakini, kita ini bukanlah dua orang yang saling mencintai. Rasa sayang yang katanya jadi alasan untuk bertahan, justru jadi jebakan yang membuat kita saling menyakiti lebih dalam.

Bagi Sebagian Orang Cinta Mungkin Jadi Alasan Untuk Bertahan, Tapi Apakah Kita Juga Demikian?

Tidak Sayang, aku ingin jelaskan. Jika hal indah yang dulu kita nilai sebagai cinta, kini berangsur kehilangan arti yang sebenarnya. Perihal berkorban yang katamu adalah upaya untuk tetap bertahan, tentu tak akan kutentang. Sebagai buktinya, kamu bisa lihat sendiri bagaimana kerasnya aku berjuang.

Mari kita buka-bukaan, ini bukan perihal berdiri dan bertahan untuk saling menguatkan. Tapi bagaimana masa depan dari sebuah hubungan, yang nampaknya memang sudah tak berarah. Kegigihan yang dulu jelas terlihat, kini sinarnya tak lagi seterang dulu.

Kamu dan aku mungkin bisa bertahan untuk beberapa waktu, dengan alasan masih saling sayang dan ingin tetap bersama. Tapi benarkah itu?

Pertengkaran yang Terjadi Kerap Menghantam Hubungan, Tapi Kita Berdiam Diri dan Tak Lagi Peduli

Wajar memang, sebab hubungan kita bukanlah jalan bebas hambatan. Setidaknya selisih paham akan jadi bumbu pelengkap yang konon akan menguatkan hubungan sepasang kekasih. Kamu dan aku paham, jika hal-hal yang kerap kita pertentangkan sudah tak lagi pada batas yang benar.

Barangkali kita berdua memang sedang mengkhawatirkan kesendirian yang katanya menakutkan, untuk itu tetap berdiri berdampingan jadi pilihan. Padahal kita sendiri paham jika tak ada lagi alasan untuk saling menguatkan.

Tak ingin menempatkan diri pada posisi paling benar, kamu sendiri tentu paham dimana letak salah yang memang harusnya dibenahi.

Keputusan Untuk Menunggu Tentu Baik, Tapi Perlahan Membuat Hati Tercabik

Aku tak sedang ingin melayangkan protes, sebab tidak ada cinta yang tak akan menuai kecewa. Sepanjang perjalanan, hatiku selalu siap sedia jika akan tersakiti atau dikecewakan. Lalu bagaimana jika ternyata itu terjadi setiap hari? Haruskah kita akan tetap bersama?

Pertanyaan ini kulontarkan dengan harapan akan menemukan jawaban. Tapi bodohnya, aku sendiri tak tahu akan menjawab apa jika diberi pertanyaan serupa.

Kita menjadikan  alasan menunggu sebagai tameng, padahal kita berdua paham jika hal yang harus diselesaikan sekarang adalah saling melepaskan. Bukan tetap beriringan tapi tak lagi sejalan.

Kita Berdua Sadar Jika Tak Lagi Saling Dikuatkan, Tapi Ada Rasa Enggan Untuk Menyuarakan Perpisahan

Tak ingin jadi pihak yang menyakiti dengan membuka suara untuk mengakhiri hubungan. Kamu dan aku diam untuk tetap tinggal. Anehnya hal ini tak bermanfaat apa-apa, baik untukku juga dirimu. Berdiam diri pada hubungan yang kita jalani, kini hanya sebagai simbol untuk status hubungan.

Orang lain mungkin bisa berkata jika kita ini adalah dua orang yang bahagia, karena tak pernah terlihat bersiteru dan bertengkar dihadapan mereka. Tapi kejadian yang sesungguhnya hanya kita berdua yang rasa.

Apakah kita benar-benar dengan bahagia, atau hanya tak ingin jadi tersangka hanya karena menyampaikan keinginan berpisah.

Hingga Pelan-pelan Menutup Tawaran Cinta Lain yang Dunia Telah Berikan

Pernah bertemu dan saling mencintai tentu jadi hal yang kusyukuri, akan tetapi nampaknya waktu yang diberikan oleh semesta tak cukup banyak untuk kita berdua. Karena akhir-akhirnya ini kita justru sedang tak bahagia meski masih bersama.

Kita masih bisa bahagia dan kembali mendapatkan cinta, dengan catatan mari saling melepas simpul tali yang kemarin kita ikatkan. Dan berita buruknya, aku dan kamu belum ingin melakukannya.

Aku dan Kamu Terjebak Pada Situasi yang Kerap Membolak-balikkan Hati

Hubungan ini bak buku yang ditulis oleh seorang yang tengah dirundung rindu. Bertele-tele dengan kalimat-kalimat indah, padahal yang ia butuh hanya bertemu dan mengungkapkan isi hatinya.

Hari ini aku bisa kembali Sayang, lalu besok kamu kembali berulah dan membuatku tak ingin bertahan. Dan situasi ini berlangsung hingga sekarang, kita terjebak pada situasi pelik yang kita ciptakan sendiri.

Berharap Ada Sesuatu yang Akan Hadir Jadi Penawar, Kita Malah Akan Sakit Lebih dalam

Ini tentu bukan salahku, bukan pula salahmu. Kita berdua hanya dipecundangi rasa untuk memiliki lebih lama. Padahal semesta telah memberi tanda, jika hubungan yang ada tak akan berakhir bahagia.

Dan benar saja, bukanlah tersenyum pada akhir cerita. Kita berdua malah memperoleh luka karena berdiam diri pada hubungan yang salah. Sebab sebesar apa pun rasa sayang yang kita punya, tak seharusnya kalah dengan logika.

Berpisah tak melulu jadi isyarat bahwa diri ini tak berperasaan, sebaliknya ini adalah wujud dari kedewasaan yang harusnya menyelematkan kita lebih cepat.

1 Comment

1 Comment

  1. Jesi

    February 9, 2018 at 1:24 am

    Aku ingin bergabung

Leave a Reply

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Kiat Kencan Ala Film ‘Before Sunrise’ untuk Kamu dan si Dia

Film pertama yang kemudian jadi tripologi karya Richard Linklater ini memang sangat legendaris. Menyajikan kisah romansa sederhana, obrolan yang dibangun oleh Jesse dan Celine di film ini, memang patut di acungi jempol. 

Tak tanggung-tanggung, mereka ngobrol ngalur-ngidul untuk membicarakan segala hal. Mulai dari kehidupan, kultural, kepercayaan, filsafat, seni, cinta, dan dinamika kehidupan yang ada. Lalu coba bayangkan jika perjalanan keliling kota Viena yang mereka lakukan, kamu contek untuk mengajak si dia pergi kencan.

Percaya pada kami, ini akan jadi ide kencan tak biasa yang membuat kekasihmu makin cinta. Tapi, sebelum melangkah membopong si dia. Ada kiat dari kami yang mungkin perlu kamu pahami untuk bisa diikuti. 

Coba Tanya Ketersedian Waktu si Dia, Jangan Sampai Tak Bisa Diajak Pergi Ketika Hari-H

Boleh saja memang, jika kamu ingin mengajak si dia secara dadakan. Tapi untuk menghindari kemungkinan waktu yang tak sejalan, ada baiknya kamu beritahu dia sebelum hari-H. Tanyakan padanya, apakah ia tertarik pada ide kencan yang ingin diajukan. Dari sini, kamu bisa lihat apakah dirinya tertarik atau tidak. Tapi tebakan kami, dirinya pasti suka.

Kalian boleh percaya diri jika si dia pasti dengan senang hati ikut pergi. Karena kaum hawa selalu merasa istimewa jika pasangannya berbuat hal-hal berbeda untuk dirinya. Untuk itulah kamu tak boleh mengecewakannya, buat ia bahagia di kencan yang tak biasa.

Tentukan Tujuan, Titik Mana yang Jadi Awal dan Akhir Perjalanan Kencan

Untuk kamu yang sudah menonton film ‘Before Sunrise’, pasti tahu kan, jika pertemuan Jesse dan Celine terjadi di dalam kereta. Hingga akhinya mereka berkenalan, mengobrol, kemudian Jesse menawarkan Celine untuk turun di Viena saja. Disinilah awal mulanya, mereka menapaki berbagai tempat berdua.

Tapi statusmu kan berbeda, si dia sudah jadi kekasih. Itulah mengapa perlu untuk menentukan, tempat mana saja yang akan jadi tujuan untuk kencan sebelum pagi menjelang. Jika sekiranya kamu kehabisan ide untuk mencari tempat, tak ada salahnya untuk meminta rekomendasi pada dirinya. Siapa tahu ia juga punya keinginan untuk berdua di suatu tempat pada waktu yang tak biasa.

Barangkali ia ingin memulainya dari tempat makan, yang bisa disambung ke tempat bersejarah untuk hubungan, lalu kemudian dilanjutkan ke tempat kesukaan. Nah, untuk kesan romantis yang tak biasa, cari titik finish di tempat yang pas untuk melihat matahari terbit.

Siapkan Diri untuk Membangun Obrolan Menyenangkan, Jangan Sampai si Pacar Merasa Bosan

Ini adalah kunci dari keberhasilan kencan yang akan kalian lakukan, cari topik obrolan yang bisa membuat dirimu dan pacar terus mengbrol tanpa jeda. Sebagaimana dan Jesse dan Nona Celine di filmnya. Tak perlu yang berat-berat, biarkan obrolan mengalir begitu saja. Dan kian mudah jika kebetulan kamu dan si dia punya selera humor yang sama.

Saran kami, kamu hanya perlu menjadi diri sendiri untuk membangun komunikasi yang akan dilakukan sepanjang kencan. Beberapa kali, selipkan pertanyaan tentang perasaan nona selama berdua. Tanyakan pula apa hal yang mungkin ia inginkan dari dirimu. Percayalah, ini akan jadi kencan yang menyenangkan jika kita mampu tetap mempertahankan obrolan.

Karena Ini Akan Berlangsung Malam ke Pagi, Buat Persiapan untuk Segala Kemungkinan yang Bisa Terjadi

Kamu harus melakukan persiapan total, jangan sampai ada hal yang kurang ketika hendak memulai perjalanan kencan. Maka sebelum berangkat, pastikan jika tubuh sedang sehat, begitu pula dengan si dia. Siapkan kebutuhan logistik kecil, macam air mineral dan snack untuk menemani perjalanan.

Bahkan kalau perlu, buatkan playlist lagu kesukaan berdua yang bisa didengarkan di setiap pemberhentian yang ada. 

Dan Pastikan Kamu Tak Salah Memilih Kendaraan untuk Kencan yang Tak Biasa Ini 

Berbalik sebentar pada filmnya, kedua tokoh utama memang bertemu di dalam kereta. Berkeliling kota dengan angkutan umum dan berjalan kaki berdua. Nah, berhubung kota-kota di Indonesia tak seperti Viena. Kamu perlu untuk menentukan kendaraan yang akan dibawa untuk pergi kencan.

Untuk kesan yang lebih intim dengan si dia, kuda besi Suzuki GSX150 Bandit jadi kendaraan yang pas untuk dijadikan teman sejalan. Dirancang untuk memberikan kenyamaan yang pas kala berkendara, dia yang dibonceng tak akan merasa jengah, sebab Suzuki GSX150 Bandit punya jok yang empuk dan panjang.

Dibekali mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal. GSX150 Bandit menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan. Jadi kombinasi dapur pacu yang pas untuk kencan ala ‘Before Sunrise’ yang akan kalian berdua lakukan.

Nah, karena kencannya akan dimulai ketika matahari tenggelam hingga terbit lagi. Sepanjang perjalanan, kalian tentu butuh pencahayaan yang terang kan? Berita baiknya, Suzuki GSX150 Bandit ini, juga sudah mengadopsi lampu bertipe LED sehingga terlihat elegan. Kemudian beralih ke speedometer mata juga akan dimanjakan oleh tampilan full digital berwarna putih. Dan kami yakin, kombonasi ini jadi sesuatu yang cukup mumpuni untuk kamu dan si dia nikmati.

Terakhir, motor ini punya pilihan warna menarik. Mulai dari Metallic Matte Titanium Silver, Brilliant White / Aura Yellow, Stronger Red / Titanium Black hingga yang menyukai tampilan polos bisa memilih Titanium Black. Jadi kamu bisa bebas memilih sesuai warna kesukaan. Bagaimana, tertarik ingin kencan ala film ‘Before Sunrise’ dengan Suzuki GSX150 Bandit seperti yang kami sarankan?

1 Comment

1 Comment

  1. Jesi

    February 9, 2018 at 1:24 am

    Aku ingin bergabung

Leave a Reply

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Tak Hanya Perempuan, Laki-laki pun Butuh yang Namanya Kenyamanan

Kita selalu mendengar kalau perempuan adalah sosok terdepan yang menuntut rasa nyaman. Sedang laki-laki mungkin tak se-vokal perempuan dalam mengutarakan kenyamanan. Tapi, tak berarti kalau laki-laki tak membutuhkan kenyamanan, kan?

Rasa nyaman dibutuhkan laki-laki karena ini manusiawi. Kondisi nyaman yang dicari, adalah situasi betah hingga yang mampu memberi merasa aman. Hal ini meliputi beberapa faktor yang kita percaya berasal dari lingkungan juga. Lantas, jika kita bicara kenyamanan dari kacamata laki-laki, bagaimana sih bentuk nyaman yang diingini?

Rasa Nyaman Timbul Ketika Pasangan Tahu Apa yang Laki-laki Butuhkan

Biasanya ini terjadi dalam hubungan. Dimana laki-laki merasa bahagia bahkan tak ingin lepas dengan kekasihnya, ketika kamu memahami tentang apa mereka butuhkan. Yap, tanpa harus diminta. Kamu paham tentang hobinya, apa yang ia benci sampai apa yang dirinya sukai. Kondisi semacam ini membangun rasa nyaman dalam jiwa laki-laki. Ia merasa ada hubungan yang seimbang. Sama-sama saling mengerti, sama-sama saling memahami.

Alhasil laki-laki tak perlu pergi atau menjalin hubungan baru untuk mencari apa itu kenyamanan. Karena segala bentuk atas dasar kebutuhan sudah terpenuhi secara lengkap. Intinya segala apa yang kita dibutuhkan, dimengerti dan dipahami orang lain, sebaliknya secara alami si lelaki pun akan berbuat hal serupa terhadap perempuannya.

Menginginkan Seseorang yang Mampu Menghangatkan Suasana

 

Merancang atau membuat suasana menjadi hangat adalah hal yang membuat laki-laki nyaman. Apalagi dalam hubungan, yang namanya kehangatan perlu dihidupkan. Makanya, lelaki akan mencari pasangan yang memiliki good vibe. Yang mampu menyihir suasana jadi lebih intim, tidak dingin dan kaku.

Sebab jika terlihat berjarak karena kaku, kondisi yang nyaman sulit untuk tercipta. Itulah kenapa, penting untuk perempuan bisa menciptakan obrolan romantis atau menambahkan kesan romantis pada berbagai situasi.

Memiliki Tempat Untuk Bersandar, Saat Dunia Sedang Tidak Sadar

 

Eitss, bukan berarti dunia sudah mabuk atau kalian sedang dalam kondisi high. Melainkan dunia (re : lingkungan kerja dan sosial) sedang berada diambang batas tidak normal bagi kalian. Penat, adalah kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi ini.

Akan tetapi, meski ada segudang beban dalam pundak kita. Kekasihmu tetap bisa jadi pendengar setia untuk berkeluh kesah. Perempuan hadir tak sekedar jadi pacar yang siap menghiasi hari-hari indah saja, tapi juga turut andil dalam semua kesusahan yang sedang dirasa.

Ingin Selalu dapat Dukungan Setiap Keadaan, Meskipun Tak Lagi Menuai Kegagalan

 

Mendapat dukungan atau support itu seperti mendapat nafas baru dan semua laki-laki butuh itu. Tak hanya pada titik keberhasilan saja, juga ketika ia baru saja memulai sesuatu. Semisal berkarir atau berkarya. Tak perlu menunggu gagal untuk memberi dukungan.

Laki-laki yang sedang berusaha kemudian mendapat dukungan adalah definisi kondisi nyaman yang sesungguhnya. Sebab itu artinya, ada orang disekeliling mereka yang masih peduli dengannya. Apalagi dukungan atau bentuk support datang dari orang yang disayang. Otomatis akan menjadi sebuah semangat baru.

Dan Kenyamanan Lain yang Lelaki Butuhkan adalah Perihal Tunggangannya Sehari-hari

Tidak hanya dalam hubungan, dalam berkendara pun laki-laki menginginkan kenyamanan. Tak perlu pusing untuk mendapatkan kenyamanan. Karena semua hal yang kalian cari soal kenyamanan dalam berkendara ada di Suzuki GSX 150 Bandit! lewat fitur comfortable seat yang membuat pengedara nyaman untuk berlama-lama di roda dua apalagi saat berada di jalan.

Para lelaki tak hanya akan dipuaskan dengan bentuk jok lebar dan panjangnya saja, karena sepeda motor ini dilengkapi dengan mesin yang cukup mumpuni. Yap, GSX150 Bandit dipersenjatai dengan mesin serupa yang diterapkan pada GSX-R150 dan GSX-S150. Dengan kata lain, motor bertipe overstroke ini punya performa di atas rata-rata dengan tipikal ganas di putaran atas.

Dibekali mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) berkapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal. GSX150 Bandit dipercaya mampu menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

Dan menariknya lagi, kemampuan ini diklaim sebagai salah satu yang terbesar di kelasnya. Dengan kombinasi dapur pacu macam ini, dijamin nyaman untuk digunakan sebagai kendaraan harian. Jadi, menurutmu, apa hal lain yang bisa memberi kenyamanan untuk para lelaki?

1 Comment

1 Comment

  1. Jesi

    February 9, 2018 at 1:24 am

    Aku ingin bergabung

Leave a Reply

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Perjalanan Transisi Hidup Menuju Dewasa dan Bijaksana

“Jadi orang dewasa itu menyenangkan, tapi susah untuk dijalankan”

Kami percaya, setidaknya beberapa orang akan setuju dengan kalimat yang barusan kalian baca. Menjadi dewasa berarti siap dihadang banyak perkara, mulai dari yang remeh sampai yang berat. Dari pekerjaan sampai perkara hubungan. Walau bebas memilih akan jadi orang dewasa yang seperti apa, tapi setidaknya ada beberapa fase  yang juga akan kamu rasa.

Bayang-bayang hidup indah tanpa gangguan, bukan lagi jadi sesuatu yang kamu pikirkan. Lebih dari itu, menjadi dewasa seiring bertambahnya usia membuatmu membuka mata bahwa hidup tak melulu tentang bahagia.

Menjadi Dewasa Menyebalkan, Tapi Biar Bagaimanapun Harus Tetap Dijalankan

Sebelum sampai di usia yang sekarang, ada banyak sekali sumber bahagia. Gebetan yang memberi senyum sebagai isyarat suku, aktivitas di sekolah yang selalu berhasil mengundang tawa, hingga kencan pertama yang membuat hati berbunga-bunga hingga esoknya.

Sialnya, selepas memasuki usia di angka 20. Segala macam tetek bengek untuk menjadi manusia dewasa terasa kian berbeda. Tak melulu tentang urusan cinta, pikiran kita berubah kian kompleks untuk mencerna apa saja yang memang layak untuk membuat bahagia.

Bahkan Mendorong Kita untuk Bertanya Pada Diri Sendiri, “Sejauh Ini, Udah Ngapain Aja Sih?”

Quarter crisis life, memang sering membuat kita merasa hampir putus asa dengan kehidupan yang ada. Pekerjaan dan mimpi yang masih entah seperti apa, kisah cinta yang tak kunjung terlihat arahnya, hingga persoalan lain yang kian memusingkan kepala.  Di usia ini, hidup memang tak sesimpel dulu. Hal-hal yang dulu dirasa mudah, berubah jadi sesuatu yang berat dan susah.

Akan Tetapi, Dewasa Juga Membuat Kita Lebih Kritis dalam Segala Hal

Pada setiap masa dalam hidup, akan ada titik dimana kita selalu sikap kritis. Mempertanyakan segala sesuatu yang akan kita lakukan. Entah itu pada diri sendiri atau orang sekitar. Selanjutnya, situasi ini akan membawa kita pada satu titik yang bisa dinamakan kedewasaan. Melahirkan sikap yang berbeda, dari masa-masa sebelumnya. Kita mulai menyadari sebuah tanggung jawab, ketulusan, waktu yang berharga, rasa syukur, dan kemauan untuk terus berubah lebih baik lagi.

Namun Jika Harus Dibandingkan, Perempuan Disebut-sebut Lebih Cepat Dewasa Daripada Kaum Adam

Perempuan memang jauh lebih cepat dewasa dibanding kalian kaum adam. Tapi kalau ingin diperdebatkan. Pernyataan ini mungkin akan jadi debat kusir yang tak menemukan titik tengah. Tapi, asal kamu tahu saja. Hal ini juga disetujui oleh para peneliti. Untuk penjelasan yang lebih detail, kami pernah membahasanya di artikel ini.

Tapi Kita Tak Boleh Menyerah, Karena Setiap Masalah Membuat Kita Lebih Dewasa!

Kita mungkin merasa tak siap, tapi daripada lebih dulu pesimis atas masalah yang akan datang silih dan berganti. Mari kita pahami, bagaimana sebuah masalah bisa merubah kita jadi pribadi yang lebih baik lagi. Anggaplah ini sebagai upah, karena kita tetap bertahan untuk semua perkara.

Dan Tak Hanya Itu Saja, Dewasa Juga Merubah Cara Pandang Kita Pada Kriteria Pasangan

Saat belum sedewasa sekarang. Kamu mungkin punya berbagai macam keinginan ajaib tentang bagaimana dia yang kelak jadi pasangan. Namun sejalan dengan pertambahan usia, banyak pandangan baru yang berubah. Begitu pula dengan perubahan caramu berpikir tentang cinta.

Dewasa memang tak bertolak pada usia, tapi bagaimana kite memaknai setiap perjalanan hidup dengan berbagai macam pelajarannya.

1 Comment

1 Comment

  1. Jesi

    February 9, 2018 at 1:24 am

    Aku ingin bergabung

Leave a Reply

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top