Feature

Terbiasa Tidur Setelah Sahur? Mulai Sekarang Jangan Lakukan Lagi! Ini Akibat Negatifnya!

Makan sahur adalah salah satu sunah saat menjalankan ibadah puasa. Ibadah sunah itu lazimnya dilakukan saat dini hari. Tak heran kamu pun kerap harus menahan kantuk saat makan sahur. Hal ini sangat wajar karena makan sahur dilakukan sekitar pukul 03.00. Ini adalah saat kamu tertidur nyenyak.

Setelah makan sahur pun kamu kembali tergoda untuk tidur. Sangat sulit menahan mata agar tetap terbuka. Alih-alih mendapatkan tubuh yang kembali segar begitu bangun, tidur setelah sahur justru bisa membuat kepala terasa sakit. Bagian leher akan terasa kaku dan sakit. Menurut studi, tidur setelah sahur akan mengakibatkan serebrospinal bergerak ke otak. Hal inilah yang menjadi pencetus sakit kepala. Bukan hanya itu saja, ternyata tidur setelah sahur juga bisa menimbulkan efek negatif berikut ini.

Puasa malah bikin perut buncit dan berat badan naik? Langsung tidur setelah makan sahur bisa menjadi penyebabnya!

Setelah makan, tubuh memerlukan waktu untuk mencerna makanan. Lain cerita ketika kamu langsung tidur setelah selesai makan sahur. Bisa-bisa lemak tertimbun dalam perut karena tidak bisa dicerna dengan baik. Kalau sudah begini, bisa-bisa perut kamu buncit dan berat badanmu bertambah. Wah, ukuran baju bisa bertambah nih!

Langsung tidur setalah makan bisa menyebabkan refluks asam lambung. Membayangkannya saja sudah terasa tak nyaman!

Refluks adalah keadaan dimana makanan yang baru masuk ke perut bisa berbalik. Makanan yang telah berada di lambung bisa berbalik menuju kerongkongan. Hal ini akan menimbulkan efek kerongkongan yang terasa panas seperti terbakar. Bukan itu saja, mulut pun akan terasa panas. Tentu kamu tak ingin mengalami hal itu bukan?

Langsung tidur setelah makan sahur juga akan membuat pencernaamu bekerja lebih keras dari bisanya. Kadar asam lambung pun rentan meningkat. Ditandai dengan rasa panas di area dada. Hal ini bisa berisiko membuat kamu sakit maag. Naiknya asam lambung ini juga bisa menimbulkan rasa panas di area dada.

Bukan hanya rasa panas di area dada, bakteri jahat di perut kamu pun akan meningkat!

Sebenarnya ini masih kelanjutan dari efek makanan yang tak tercerna sempurna tadi. Seiring dengan itu bakteri jahat di dalam usus pun meningkat. Kalau sudah begini bakteri miskin energi/bakteri anaerob pun akan mendominasi dalam tubuh. Bakteri jahat ini juga bersifat asam dan menyebabkan asam lambung ikut meningkat. Kamu pun akan sakit maag.

Tidak hanya membuatmu sakit maag, bakteri jahat tadi juga bisa mengakibatkan kerja liver jadi berat. Heran kenapa hal itu bisa terjadi? Jumlah bakteri jahat yang mendominasi dalam tubuh akan mengakibatkan derajat keasaman pada tubuh ikut meningkat. Hal ini mengakibatkan timbulnua asam nitrit yang berbahaya bagi hati. Sebab asam nitrit ini akan membuat kerja organ hati jadi meningkat dan lebih gerak. Tentu kamu kasihan dengan livermu kan kalau harus bekerja lebih berat? Nah mulai sekarang sayangi organ hatimu dengan tidak langsung tidur setelah makan sahur ya!

Lebih baik menahan kantuk sebentar saja deh daripada resiko terkena diebetes jadi meningkat!

kue

Diabetes adalah penyakit yang bisa muncul karena obesitas. Penyakit diabetes salah satunya disebabkan oleh lemak dan kalori yang menumpuk. Hal ini bisa timbul karena obesitas yang bisa terjadi jika kamu langsung tidur selepas makan sahur. Kalau sudah begini, tentu kamu lebih memilih menahan kantuk sebentar setelah sahur daripada memiliki resiko terkena penyakit ini kan?

Mungkin kamu menganggap langsung tidur setelah sahur itu hal sepele. Jangan salah sangka, ini bisa memicu timbulnya serangan jantung loh!

Bukan hanya bisa menimbulkan obesitas, lemak dan kalori yang tidak terbakar bisa menyumbat pembuluh darah. Ini adalah kondisi yang perlu diwaspadai, karena bisa memicu timbulnya serangan jantung. Bahkan kondisi ini bisa menyebabkan kadar kolesterol kamu menjadi diatas normal. Masih mau langsung tidur setelah makan sahur?

Lebih parahnya lagi, langsung tidur setelah makan sahur bisa membuat kamu lebih rentan terkenan stroke. Ya, langsung tidur setelah makan bisa meningkatkan resiko terkena stroke. Wah, terdengar menyeramkan ya! Ada penelitian yang menyebutkan bahwa seseorang yang jeda antara tidur dan makannya lebih lama, maka resiko terkena stroke juga akan semakin rendah. Hal ini berlaku kebalikannya. Demi kesehatanmu, rasanya kamu memang harus mengubah kebiasaan langung tidur begitu selesai makan sahur.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Untuk Kamu yang Bermata Minus, Coba 7 Cara Ini untuk Membuat Penglihatanmu Membaik

Mata adalah organ tubuh yang sangat penting. Untuk itu kamu harus menjaganya dengan baik. Nah jika matamu sudah mengalami minus, coba lakukan hal ini untuk membuatnya kembali membaik.

1. Hindari Penggunaan Mata yang Berlebihan

Jangan menggunakan mata secara berlebihan. Seperti layaknya tubuhmu, mata juga memerlukan istirahat yang cukup. Kamu bisa mengistirahatkan matamu dengan memejamkan mata selama beberapa menit setelah menggunakannya selama dua sampai tiga jam.

2. Untuk Pengguna Kacamata, Kurangi Waktu Pemakaiannya

Jika kamu sudah menggunakan kacamata, jangan biasakan untuk terus menggunakannya. Kamu perlu mengurangi waktu pemakaian kacamata.

3. Melakukan Pemijatan pada Mata

Coba melakukan pijatan pada matamu dengan lembut. Lakukan pijatan dengan gerakan melingkar. Gunakan jari tengah dan jari telunjukmu untuk menekan daerah matamu.

4. Latih Mata untuk Menatap Kejauhan di Alam Terbuka

Saat kamu sedang berjalan-jalan di alam terbuka, kamu bisa melatih matamu dengan menatap sekelilingmu.

5. Minum Jus Wortel

Sesering mungkin minumlah jus wortel. Wortel memiliki manfaat yang besar untuk kesehatan mata. Kamu juga bisa menambahkan minyak zaitun satu sampai dua tetes untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

6. Jangan Membiarkan Matamu Kelelahan

Jangan biarkan matamu mengalami kelelahan. Saat matamu sudah mulai lelah, cucilah matamu dengan air hangat.

7. Hindari Menatap Layar Sebelum Tidur

Lebih baik jika kamu menghindari menatap layar sebelum tidur. Baik itu layar TV, komputer, ataupun handphone. Setidaknya lakukan hal ini dua jam sebelum tidur.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Maaf Nih, Rajin Minum Suplemen Tak Lantas Membuat Hidupmu Lebih Sehat. Begitu Kata Penelitian!

Yap, kamu tak sedang salah baca, Kawan. Sebab faktanya, suplemen vitamin terbukti tak sedikit pun membantu mengurangi risiko penyakit cardiovaskular macam stroke atau serangan jantung. Bahkan juga tidak membuat kita bisa bertahan hidup lebih lama.

Tak percaya? Pernyataan tersebut dimuat pada Journal of thr American College of Cardiology, dimana hal ini ditemukan oleh sebuah tim St.Michael’s Hospital dan University of Toronto. Dimana untuk mendapatkan temuan ini, mereka melakukan sebuah survei sepanjang tahun 2012 hingga 2017 lalu. Tentang, bagaimana dampak sumlemen terhadap tubuh responden yang memang rutin mengonsumsi vitamin A, B1, B2, B3, (niacin), B6, B9 (asam folat), C, D, dan E serta karoten, kalsium, zat besi, zinc, selenium, hingga magnesium.

Sehingga ditemukanlah kesimpulan, bahwa pada mayoritas kasus, suplemen yang dikonsumsi sama sekali tidak memberi dampak buruk pada orang yang mengonsumsinya. Tapi dilain sisi, juga tak berpengaruh apa-apa dalam hal peningkatan kesehatan mereka.

Lalu Haruskah Kita Tetap Setia Mengonsumsi Suplemen?

Begini, seperti yang tadi sudah dijelaskan. Bahwa suplemen tak berpangaruh buruk bagi tubuh, tapi juga tak lantas jadi sesuatu yang akan mampu menyehatkan. Suplemen atau multivitamin bukanlah sebuah pil atau obat ‘ajaib’, yang bisa dengan mudah menyelesaikan semua perkara kita.

Dan hal lain yang juga perlu kita sadari adalah, sebanyak apa pun racikan kandungan gizi yang ada dalam suplemen, hal itu tak akan bisa dengan mudah memenuhi semua kebutuhan vitamin dan mineral. Maka untuk itu, alangkah lebih baiknya jika uang yang tadinya kita alokasikan pada pos untuk membeli suplemen, dialihkan untuk membeli makanan, sayuran, dan buah-buahan segar saja.

Karena Jika Harus Dibandingkan, Untuk Urusan Kandungan Vitamin, Makanan Jelas Lebih Unggul daripada Suplemen

Gambarannya begini, satu jenis suplemen yang kita konsumsi hanya akan mengandung satu jenis zat dan vitamin tertentu saja. Berbeda dengan makanan yang bisa mengandung beberapa jenis vitamin, meski hanya dalam satu jenis saja.

Misalnya, buah jeruk yang dipercaya mengandung vitamin C, betakaroten yang baik untuk mata, kalsium yang penting bagi tulang dan gigi, hingga beberapa jenis zat gizi yang lainnya. Dan begitu pula dengan kandungan serat yang dimiliki oleh setiap makanan, yang tak ada dalam suplemen.

Selain itu, kandungan zat kimia lain yang juga jadi bagian dalam olahan suplemen makanan yang selama ini mungkin kita konsumsi, pastilah memiliki pengaruh jangka panjang untuk kesehatan kita di hari mendatang.

Lantas Sebenarnya, Siapa Saja yang Memang Benar-benar Butuh Suplemen?

Jangan asal dalam mengonsumsi sesuatu, kita juga perlu bijak dan paham. Akan sesuatu hal yang akan kita lakukan. Maka, untuk itu, kamu tak perlu susah payah untuk tetap mengonsumsi suplemen dengan sangat teratur jika nyatanya kubutuhanmu akan gizi dan serat sudah terpenuhi dari makanan yang kamu makan.

Karena, sesuai dengan anjuran para pakar kesehatan, mereka yang sebenarnya butuh untuk mengonsumsi suplemen adalah ibu hamil dan menyusui, lansia yang sudah berusia 50 tahun lebih untuk mencegah penurunan kognitif secara cepat, seseorang yang mengalami diare kronis, mereka yang sedang menjalani diet vegan, atau kamu yang tak nafsu makan.

Dengan catatan, kamu pun perlu untuk mengkonsultasikannya terlebih dahulu pada dokter, suplemen apa yang kira-kira pas untuk kamu konsumsi sesuai dengan situasi kesehatanmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Untukmu yang Akan Menikah Setelah Lebaran, Ini Dia Beberapa Vaksin Pranikah yang Mesti Kamu Dapatkan

Menjelang pernikahan biasanya kedua mempelai bakal disibukkan dengan segala macam persiapan. Mulai dari mempersiapkan siapa saja yang bakal diundang, memilih dekorasi gedung, gaun pengantin, hingga urusan foto prewedding. Meski begitu, masih ada loh satu persiapan penting yang kadang malah dianggap remeh. Padahal diam-diam hal itu menyimpan manfaat besar, terutama untuk buah hati kelak.

Vaksin pernikahan. Kegiatan ini dikhususkan untuk calon mempelai wanita menjelang pernikahan. Namun vaksin pranikah belum dianggap sebagai agenda penting atau wajib di Indonesia. Tetapi bukan karena tidak diwajibkan membuat agenda ini tidak penting. Mengingat lahirnya seorang bayi dengan kondisi tidak sempurna dapat disebabkan karena si cewek terkena virus. Padahal virus tersebut dapat dicegah andaikan sebelumnya melakukan vaksin pranikah.

Vaksin TT Atau yang Dikenal Sebagai Suntik Calon Pengantin

Suntik catin atau calon pengantin sebenarnya adalah suntik Vaksin TT (Tetanus – Toksoid). Suntik ini diwajibkan oleh KUA dan menjadi salah satu syarat sebelum menyerahkan berkas saat mendaftarkan diri ke pernikahan. Proses penyuntikannya sendiri akan dilakukan di Puskesmas dengan surat pengantar yang diberikan dari KUA.

Jenis suntik ini pun juga memiliki sebutan lain yakni imunisasi TT yang bertujuan mencegah terjadinya penyakit tetanus yang disebabkan oleh Clostridium tetani. Waktu yang tepat untuk pemberian imunisasi ini adalah 2-6 bulan sebelum menikah, dan paling lambat adalah 1 bulan sebelum menikah.

Melindungi Bayi Agar Tak Terinfeksi Dengan Vaksin MMR (Mumps – Measles – Rubella)

 

Jenis vaksin ini memberikan perlindungan terhadap penyakit gondongan dan campak. Gondongan disebabkan oleh adanya infertilitas lantaran terdapat pembengkakan yang terjadi pada testis atau indung telur. Sementara campak dapat menyerang ibu hamil yang akan menyebabkan bayi terlahir dalam kondisi yang tidak sempurna atau mengalami gejala berupa cacat fisik.

Kondisi ini disebut Congenital Rubella Syndrome (CRS), karena terjadi infeksi Rubella pada ibu hamil dan dapat menular ke janin. Beberapa jenis gangguan yang dialami bayi adalah gangguan pendengaran/tuli, kerusakan otak, gangguan jantung dan pembuluh darah, sampai pada cerebral palsy. Untuk menanganinya dapat dilakukan tindakan preventif dengan vaksinasi MMR sebelum menikah.

Vaksinasi VZV Agar Terhindar Dari Cacar Air Karena Dapat Membahayakan Janin

Vaksin VZV penting dilakukan untuk melindungimu dari virus penyebab cacar air yang bernama VZV. Kondisi secara umum akibat dari ibu hamil yang mengalami cacat air adalah jaringan parut pada kulit, kelainan yang dapat mencakup masalah kepala, mata, berat badan bayi lahir rendah, hingga mengalami keterbelakangan mental.

Lebih parahnya lagi apabila infeksi cacat air terjadi saat mendekati waktu kelahiran atau 1 minggu sebelum kelahiran maka sang bayi berisiko tertular infeksi varicella. Kalau kamu sayang akan buah hatimu, lebih baik mencegahnya dengan menjalani vaksin VZV. Karena vaksin ini tak dapat diberikan saat sedang hamil.

Membentengi Dari Penyakit Kanker Serviks Dengan Vaksin HPV

Salah satu penyakit yang paling berbahaya adalah kanker serviks, demi mencegahnya bisa dilakukan Vaksinasi HPV ( Human Papiloma Virus). Penyakit ini dapat dialami siapa pun baik perempuan maupun laki-lai. Apalagi bagi mereka yang sudah berhubungan badan secara aktif. Secara dasar vaksin ini diberikan kepada cewek sejak umur 9 sampai 45 tahun yang dilakukan rumah sakit oleh dokter spesialis kandungan. Pemberian vaksinnya pun terbagi dalam tiga tahapan, yakni pada bulan ke-0, ke-1, dan ke-6.

Agar Terhindar dari Penyakit Kuning, Radang Liver, dan Kanker Hati Lakukan Vaksinasi Hepatitis B

Vaksin yang terakhir adalah vaksin Hepatitis B. Penyakit ini dapat menular lewat transfusi darah, hubungan seksual, sampai penggunaan barang pribadi secara bersama. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang dapat menyerang liver. Jenis vaksin ini akan diberikan tiga kali dengan jarak satu sampai enam bulan. Dua dosis pertama guna membentuk antibodi dan yang ketiga untuk meningkatkan kadar antibodi tersebut. Sebagai pasangan bakal menikah yang nantinya bakal aktif berhubungan seksual, vaksinasi Hepatitis B perlu dilakukan sebelum menikah.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top