Feature

Teman Hobi Sarkas Bukan Berarti dia Orangnya Kasar, Darinya Justru Kamu Akan Banyak Belajar

Kamu tahu kan arti sarkasme? Baiklah, kalau belum jelas, biar kuberitahu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Sarkasme adalah salah satu majas yang dimaksudkan untuk menyindir, atau menyinggung seseorang atau sesuatu. Sarkasme dapat berupa penghinaan yang mengekspresikan rasa kesal dan marah dengan menggunakan kata-kata kasar. Majas ini dapat melukai perasaan seseorang. Lalu, kalau kamu menghadapi orang yang suka melontarkan kalimat berbau sarkasme, kira-kira responmu bagaimana? Bisakah kamu berteman dengannya?

Berbicara soal teman, memang seringkali orang yang pandai melontarkan kalimat-kalimat sarkasme itu kerap dikaitkan dengan stigma sosok yang kasar sebab tak sedikit orang yang terluka karena ucapannya. Padahal tidak selalu demikian, justru kalau kamu punya teman dekat atau sahabat dengan mulut pedas dan sarkastik, kamu patut bersyukur. Sebab ini tandanya kamu punya sahabat terbaik.

Meski Sarkastik Adalah Bakat Alami, Tapi Dia Tidak Suka Berbohong dan Dibohongi

Dia adalah sosok teman yang selalu jujur apa adanya dan tak akan menyembunyikan kenyataan yang ada, sekalipun hal itu menyakitkan. Bukankah lebih baik teman yang mengatakan hal jujur tapi menyakitkan dibanding dia yang seakan mendukungmu tapi menusukmu dari belakang? Selalu jujur adalah caranya agar kamu tidak terjebak dengan kebohongan atau kepalsuan. Disamping itu, dia pun akan mengatakan apa pun sesuai dengan logika, bukan dengan emosi semata. Dia bisa menjadi sahabat yang baik karena dia akan memberikan sisi positif dan negatif suatu hal secara berbeda

Saat Kalian Bertengkar, Tanpa Pikir Panjang Dia Akan Mengalah Daripada Kehilangan Dirimu

Saat kamu dan dia sedang bertengkar, dia tak akan sungkan untuk meminta maaf duluan. Meski dikenal suka melontarkan kata-kata sarkastik, tapi dia tak akan meninggikan ego yang berujung kehilangan sahabat sepertimu. Tapi kalaupun dalam pertengkaran itu justru kamu yang salah, jangan heran kalau kamu akan didiamkan saja. Kalaupun ada waktunya bicara, dia akan berbicara yang sebenarnya.

Tak Hanya Pandai Berujar Kalimat Sarkasme, Dia Sejatinya Tetap Tahu Cara Mencairkan Suasana

Hal-hal semacam ini mungkin terjadi kalau pacarmu atau sahabatmu adalah tipikal yang dikenal piawai melontarkan kalimat sarkasme. Kalau kamu dan dia mungkin sedang terjebak dalam suasana awkward, dia biasanya tak akan kesulitan melontarkan banyolan aneh namun lucu yang pasti membuatmu tertawa. Orang semacam ini memang kadang berhasil membuat kamu kesal, tapi kamu tak akan bisa membencinya.

Dia Akan Jadi Suporter Terdepan Saat Kamu Dilanda Masalah

Teman dengan ‘bakat’ semacam ini jangan kamu tinggalkan. Sarkasme itu sejatinya sebuah tanda jika dia dianugerahi intelegensi tinggi, tak heran jika dia bisa merespon situasi yang terjadi di sekitarnya dengan kata-kata yang mungkin tak terpikirkan oleh orang lain.

Saat kamu ada masalah atau terlibat masalah dengan orang lain, dia yang akan berada di garda terdepan untuk jadi tamengmu. Entah lewat kata-kata yang mungkin akan membantumu menghempaskan orang yang mencari masalah denganmu, atau memberikan diri sepenuhnya untuk membelamu mati-matian saat kamu tersudut. Intinya, dia adalah teman yang istimewa.

Justru Lewat Dialah Mentalmu Akan Dikuatkan, Kamu Pun Tak Lagi Kaget Bila Bertemu Orang dengan Karakter Sepertinya

Karena kamu sudah tahu baik buruknya, bahkan sudah terbiasa dengan sikap dan kata-kata sarkasnya, kamu tak lagi sakit hati. Tiap dia melontarkan kata-kata sarkas yang mungkin menurut orang lain justru terdengar kasar, kamu malah sudah memakluminya. Karenanya, kukatakan dia adalah ujian untuk mentalmu agar bisa sekuat baja. Kamu bisa saja menganggap omelan bosmu sebagai angin lalu, karena kamu tahu ada mulut yang lebih beringas yang biasa kamu temui setiap hari.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

‘Luruh’, Lagu Kolaborasi Isyana Sarasvati dan Rara Sekar Sudah Resmi Dirilis

Berada pada jalur musik yang berbeda, kali ini kakak adik Rara Sekar dan Isyana Sarasvati akhirnya terlihat satu project musik berdua. Jadi sesuatu yang telah banyak diharapkan oleh masing-masing fans mereka berdua, maka original soundtrack (OST) film ‘Milly & Mamet’ jadi jawabnnya.

Diberi judul ‘Luruh’, konon lagu kolaborasi tersebut sudah dapat dinikmati di berbagai platform streaming musik sejak Sabtu (15/12) lalu. Dikutip dari laman Kumparan.com, Ernest Prakasa selaku sutradara ‘Milly & Mamet’ berkata bahwa ini akan jadi sesuatu yang menarik. 

“Jauh sebelum mengenal Isyana, saya adalah penggemar Banda Neira, duet folk Rara Sekar dan Ananda Badudu. Kini, mereka hadir mengisi soundtrack film yang saya garap. Saya yakin, ini akan menjadi suguhan epic untuk memperkaya film ini,” ujarnya. 

Rara Sekar yang memang identik dengan lirik-lirik lagu sendu yang menyentuh, dibantu dengan sang adik Isyana mengawali proses pencintaan lagu pada suatu sore di rumah Rara. Bait per bait dari lirik lagu tersebut, mereka ciptakan sesuai dengan naskah dalam film ‘Milly & Mamet’. Mencari titik paling menyentuh dari kedua peran dari tokoh utama, hingga menggabungkannya dengan sesuatu yang umum terasa.

Dirilis bersamaan dengan lagu soundtrack lainnya, mini album original soundtrack ‘Milly & Mamet’ juga menautkan 4 lagu lainnya.  Yap, karena selain ‘Luruh’, Isyana Sarasvati juga menyanyikan satu lagu lain, yakni ‘Stargazing’. Selanjutnya ada pula ‘Berdua Bersama’ dan ‘Luluh’ yang dinyanyikan oleh Jaz, sedangkan Sissy Prescilla yang juga jadi pemeran Milly juga akan membawakan lagu Sehila On 7 yakni ‘Kita. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Dia yang Membicarakan Orang Lain di Depanmu Adalah Orang yang Akan Membicarakanmu di Belakangmu

Pernah dengar saran, yang kira-kira intinya begini, “Jangan mau main sama orang yang suka ngomongin orang, karena kalau kamu nggak ikutan, kamulah yang akan jadi bahan omongan”.

Beruntung memang jika kita bertemu dengan orang-orang yang sepemikiran. Tapi, kita juga tak bisa menghindari orang-orang yang suka merusak suasana. Berbicara tentang orang lain di hadapan kita, untuk kemudian menjadikan kita bahan cibiran ketika tak bersamanya.

Sekilas, urusan membicarakan orang memang terlihat menyenangkan. Dia mungkin merasa bahwa dirinya jauh lebih dari segalanya dibanding orang yang sedang ia bicarakan. Sehingga merasa berhak untuk bersikap sok benar. Sulit untuk dibuat sadar, mencoba memberinya pengertian sering tak berarti baginya. Lalu kita harus apa?

Bahagia Kita Akan Selalu Jadi Cibirannya

Begini, orang-orang yang suka bergosip ria, adalah tanda hidup yang tak bahagia. Sehingga orang yang dilihatnya tampak hidup tenang dan aman-aman saja. Seringkali dijadikan bahan obrolan murahan yang tak berdasar. Entah itu mengkritik kehidupan kita, pekerjaan, sampai ke hal pribadi yang lainnya.

Seolah-olah kita selalu ada di pihak yang salah, sedangkan ia adalah seseorang yang benar tanpa cela. Ini sudah jadi pola pikir yang ia pakai, jadi tak perlu kita jadikan beban. Semua hal tentang orang lain, akan selalu ia jadikan bahan kritikan.

Lagipula Waktu Kita Terlalu Berharga untuk Memikirkan Dia

Daripada memikirkan dia yang sibuk bikin cerita halu tak benar. Lebih baik kita berbahagia, dan menikmati hidup dengan cara yang kita bisa. Jalani hari dengan sesuatu yang bermakna, dan optimalkan waktu dengan mereka yang membuat kita bahagia juga. Kunci rapat semua sela untuk orang-orang beracun yang tahunya hanya ingin mencela.

Karena biar bagaimanapun kita tak bisa merubahnya. Tapi bagaimana cara kita menanggapinya adalah pilihan dan tanggung jawab kita. Waktu dan pikiranmu terlalu berharga hanya untuk memikirkan dirinya.

Bahkan Meski Tak Menyinggung Perasaannya, Ia Akan Tetap Berbicara Semaunya

Berhadapan dengan si mulut besar yang suka ngomongin orang, memang tak akan ada habisnya. Sekalipun yang kita perbuat tak bersinggungan dengan dirinya. Ada saja hal yang salah untuk dikritik dan dijadikan pembahasan.

Tak perlu susah payah membuatnya percaya pada kita, jangan pula merasa butuh membantunya untuk berubah. Karena manusia seperti itu, sudah kebal oleh berbagai macam petuah. Yang ia tahu, dirinya adalah satu-satunya orang yang paling benar.

Daripada Menjadi Beban untuk Diri Sendiri, Lebih Baik Kita Pergi

Yap, berhubungan atau berteman dengannya hanya akan jadi sesuatu yang sulit. Diam dipikir tak bisa melawan, tapi ketika dilawan ia pasti akan bersikap lebih garang. Maka, balasan terbaik adalah menjaga jarak dari dirinya.

Tak perlu merasa tak enak hati, sekalipun ia adalah teman yang konon sudah dekat. Kita berhak untuk memilah-milah, kepada siapa saja kita akan berteman. Kalau dirinya memang terlihat menyusahkan, sebaiknya tinggalkan.

Dan Kalau Masih Tetap Menjadikan Kita Bahan Gosip, Sebaiknya…

Untuk kemungkinan lain, jika memang kamu sudah kehabisan kesabaran atas semua tingkah dan cerita-cerita tak sedap yang ia ciptakan. Silahkan buat keputusan besar yang sekiranya wajar untuk dilakukan. Menegurnya ketika bersikap tak baik secara langsung, hingga memintanya berhenti menjadikan kita bahan obrolan murahan yang tak benar.

Namun, jika ternyata apa yang kita sampaikan masih tak berarti apa-apa untuknya. Itu artinya dirinya memang adalah seorang pengarang cerita bohong yang handal. Sudah, tak perlu dekat-dekat dengan dia!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pelaku Menyerahkan Diri, Ussy Tetap Ingin Proses Hukum Tetap Berjalan

Pembawa acara Ussy Sulistiawaty (37) akhirnya menerima permintaan maaf orang yang menghina anaknya di media sosial. Perempuan itu juga sudah menyerahkan diri ke Mapolda Metro Jaya. Namun, Ussy akan tetap melanjutkan proses hukum atas pelaku penghinaan itu.

“Itikad dia bagus untuk menyerahkan diri. Tapi, karena sudah masuk laporan, tetap diproses,” kata Ussy seperti dikutip Kompas.com, Kamis (13/12/2018).

Ussy mengatakan pula bahwa perempuan pelaku penghinaan tersebut mengakui perbuatannya. Pelaku sadar tidak akan bisa kabur ke mana-mana sehingga memilih menyerahkan diri ke polisi.

“Dia sadar, mau ganti IG (Instagram) apa pun, polisi juga akan menemukannya. Makanya, dia sadar, menyerahkan diri. Indonesia kan sekarang lagi melawan bullying dan cyber crime, kita harus dukung. Jangan sampai laporan saya ini dikatai lebai,” ujar istri artis peran dan pembawa acara Andhika Pratama ini. Diberitakan sebelumnya, Ussy Sulistiawaty melaporkan lebih dari 10 akun yang menghina anaknya lewat media sosial dengan kata-kata tidak pantas.

Ussy melaporkan mereka dengan pasal pencemaran nama baik, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top