Feature

Berkaca Dari Teknologi Ini, Kita Sadar Sudah Menjejak Masa Depan

Tanpa kita sadari, saat ini kita sudah bersinggungan dengan teknologi masa depan yang dulu hanya ada di cerita dan film sains fiksi. Beberapa mungkin belum sesempurna di film, namun tak sedikit juga yang sudah melampaui khayalan masa lalu. Bahkan bukan lagi berbentuk prototype dan di laboratorium, teknologi itu sudah di genggaman kita.

Dari sini kita belajar untuk tidak meremehkan daya khayal dan impian. Karena bisa jadi esok hari, hal itu sudah hadir di depan mata. Jadi tak ada yang tak mungkin bukan?

Dulu Dunia Sempat Heboh Karena Mobil KITT Bisa Berjalan Sendiri

mobil kitt

Generasi 80-an sempat tergila-gila dengan mobil hitam bernama KITT dalam film Knight Rider. Dari sekian banyak kelebihannya, salah satu yang menarik perhatian adalah kemampuan KITT untuk berjalan tanpa pengemudi. Dalam beberapa adegan Michael Knight pengemudinya, sering kali tertidur di balik kemudi sambil mobil tetap melaju mulus.

Nah, saat ini mobil serupa KITT itu sudah dalam tahap pengembangan serius. Tidak hanya satu tapi sudah banyak produsen yang berlomba mengembangkan mobil yang bisa berjalan tanpa pengemudi. Salah satu yang getol mengembangkan adalah Google.

Sudah sedemikian canggih? Belum sesempurna KITT, namun beberapa mobil sudah bisa berjalan puluhan kilometer tanpa intervensi pengemudi sama sekali. Bahkan kalau hanya untuk sekedar parkir, mobil produksi massal sudah ada yang bisa parkir tanpa perlu pengemudi.

Karena iPad Itu Serupa Star Trek PaDD

trek padd

Penggemar penjelajah luar angkasa Star Trek pasti sangat familiar dengan gadget satu ini. Beberapa crew pesawat itu, berjalan sambil menenteng alat serupa papan yang bisa disentuh untuk menjalankan perintah aplikasi.

Yup, saat ini sudah bukan aneh lagi kita melihat bahkan menggenggam alat serupa Star Trek PaDD ini. Mulai dari iPad sampai gadget berbasis Android bisa dengan mulus menjalankannya. Kerennya, tablet dan smartphone layar sentuh di dunia nyata sekarang ini bahkan lebih mungil jika dibandingkan tablet di film tersebut.

Anggota Star Trek pun Sudah Pakai Google Glass

trek glass

Masih dari film Star Trek. Kali ini menilik alat serupa kacamata namun dengan hanya satu lensa. Digunakan di depan mata untuk mendapatkan gambaran dan info-info dari luar. Ternyata tak perlu ke luar angkasa untuk merasakan kehebatan teknologi ini.

Google sudah mengeluarkan teknologi serupa, yaitu Google Glass. Saat ini penjualannya sedang dihentikan, namun bukan dihapus dari lini produksi. Melainkan disempurnakan untuk penggunaan invidividu yang memerlukannya untuk bekerja.

Meski Belum Dijual Bebas, Hoverboard Sudah Ada

hoverboard

Gagdet paling ikonik dari film 80-an Back To The Future adalah skateboard yang bisa melayang di udara. Atau dalam film yang rilis tahun 1985 itu disebut dengan Hoverboard. Teknologi ini memang terlihat begitu mustahil di masa itu.

Tapi siapa yang bisa mengira, saat ini teknologi itu sudah ada. Lexus yang membuat alat khayalan ini jadi nyata. Memang belum bisa digunakan di berbagai tempat, masih harus digunakan di area khusus. Namun membuat skateboard melayang ternyata bukan isapan jempol bukan?

Gofood punya Gojek Sudah Diprediksi dari kartun Jetson

go-food

Film kartun klasik nan lucu ini dulu punya alat semacam lemari yang berisi daftar makanan. Mereka tinggal menekan menu makanan yang diinginkan, makanan pun akan datang dan tersaji.

Mungkin belum seinstan itu, tapi buat kamu yang sudah menginstall aplikasi pemesanan makanan pasti sudah merasakan pengalaman serupa. Buka smartphone, buka aplikasi, pilih makanan yang diinginkan, sesaat kemudian (tergantung macetnya jalanan), si abang pun sudah tiba siap dengan makanan pesanan.

Dunia Matrix, Google Cardboard, Oculus Rift dan Samsung Gear VR

virtual reality

Seluruh manusia terjebak di dalam sebuah dunia buatan yang dibuat oleh bangsa robot. Beberapa bagian tubuh manusia dilubangi untuk bisa terhubung kedalam program komputer. Program itu serupa dengan kehidupan nyata, sampai manusia tak bisa membedakan.

Memang teknologi yang ada sekarang belum sampai mencapai semua indera. Namun kalau sekedar indera pengelihatan teknologi sudah bisa memberikan kita pengalaman berada di dalam sebuah dunia buatan. Pengembangnya pun tak cuma satu. Mulai dari Oculus Rift yang harganya premium, Samsung dengan Gear VR-nya yang sedikit lebih murah, sampai Google Cardboard yang bahkan bisa dibuat sendiri dari kardus dan magnet.

Tak Sepintar Asisten Pribadi di Film Her, Tapi Google Now Sudah Medekati

her-google-now

Di film Her, tokoh utamanya jatuh cinta dengan asisten virtualnya. Padahal si asisten itu hanya berupa program komputer dengan suara. Wajar jika bisa jatuh cinta karena suara sang asisten virtual diisi oleh si seksi Scarlett Johansson. Asisten ini mampu mengatur jadwal, mencari informasi, mengatur email, dan sejenisnya.

Memang mungkin kita belum bisa jatuh cinta dengan program asisten pribadi virtual yang ada saat ini. Namun kecerdasannya sudah tak bisa dianggap remeh. Sudah pernah coba Google Now, yang sekarang jadi aplikasi standard handphone Android?

Tanyakan misalnya siapa presiden Jokowi? Suara seksinya akan menerangkan siapa Joko widodo. Tak perlu menghapal perintah spesifik, karena kita bisa menggunakan pertanyaan umum macam, “apa perlu saya bawa payung hari ini?” , Google now akan menjawab “tidak perlu karena di daerah anda hari ini tidak hujan”. Contoh lain juga misalnya jika ingin dibangunkan tidur, kita tinggal bilang “bangungkan saya 3 jam lagi”, Google Now akan langsung mengatur alarm sesuai jam yang kita inginkan itu.

Jam Tangan Pintar Milik Dick Tracy Kini Sudah Bisa Melingkar Di Tangan

dicktracy

Sejak dari bentuknya komik, Dick Tracy punya gadget yang canggih. Jam tangannya tidak seperti jam tangan orang umumnya. Karena Dick Tracy bisa melakukan panggilan telfon melalui jam di pergelangannya tersebut.

Ternyata teknologi saat ini sudah melampauinya. Karena jam tangan pintar alias smartwatch tak Cuma bisa untuk telfon, tapi juga bisa melakukan aktivitas lainnya.

(QUIZ) Mau Seperti Dick Tracy? Ini Jam Tangan Pintarnya!

smartwatch

Kamu mau mencicipi dunia khayal ala Dick Tracy? Jawab pertanyaan di bawah ini untuk memperoleh kesempatan mendapatkan Smartwatch yang bisa disandingkan dengan smartphone Android atau iPhone kamu untuk menerima telfon, notifikasi, dan aplikasi lainnya. Quiz Periode 2 berlangsung hingga 30 Mei 2016.

2 Comments

2 Comments

  1. Afdo Syahril Agustian

    February 22, 2016 at 10:13 am

    Keren!!! makin maju teknologi didunia

  2. Vixalexa

    March 2, 2016 at 5:11 pm

    Tinggal menunggu augmented reality nya si Tony stark hahaha 😀

Leave a Reply

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

PSI Kalah Pemilu dan Tak Akan Punya Wakil di DPR-RI

Dari hasl quick count, Grace Natalie selaku ketua umum Partai Solidaritas Indonesia alias PSI mengakui kekalahannya dalam Pemilu 2019. Hal ini diungkapkan berdasarakan perolehan suara yang didapat dari beberapa lembaga survei yang menggelar hitung cepat. Dimana PSI hanya memperolehan suara 4 persen.

Padahal, syarat yang menjadi ketentuan Undang-undang sebuah Partai bisa masuk ke parlemen, setidaknya harusnya memperolah 4 persen suara. Barulah partai tersebut bisa mempunyai wakil di DPR-RI.

“Menurut quick count, PSI mendapat 2 persen. Dengan perolehan itu PSI tidak akan berada di Senayan lima tahun ke depan,” tutur Ketua Umum PSI Grace Natalie dalam keterangan tertulis, Rabu (17/4/2019).

Perempuan tersebut menuturkan, bahwa dirinya dan tim telah berjuang maksimal sehingga tak mau menyalahkan siapa pun terkait hasil jeblok tersebut.

“Kami telah berjuang dengan apa yang kami bisa. Tidak, kami tak akan menyalahkan siapa-siapa. Kader kami, pengurus PSI, Caleg kami, telah bekerja keras siang dan malam meyakinkan rakyat. Tapi inilah keputusan rakyat melalui mekanisme demokrasi yang harus kami terima dan hormati,” jelasnya.

Namun tak hanya itu saja, sebagai salah satu Partai pendukung 01, Grace juga menuliskan ungkapan rasa bahagianya atas keunggulan suara yang diperolah pasangan calon priseden nomor urut 01. Bahkan di pernyataannya, meski kalah mereka mengatakan jika mereka akan segera kembali. Sebab mereka bukanlah Partai yang datang ke rakyat lima tahun sekali. 

PSI memang kalah dan tak bisa melaju ke Senayan, tapi menariknya di media sosial macam Twitter dan Instagram. Para pengguna yang memang memberikan surat suaranya ke PSI tetap memberi dukungan dan semangat agar mereka tak patah arang dan siap melaju lagi di 5 tahun mendatang.

“comeback stronger, we are with you. bangga menjadi bagian 2% yg memilih psi jaga eksistensi, gaspol di 2024!” Cuit akun @aqli aulia

“2% suara buat partai baru udah gokil banget sih, keep up the good work!” tambah akun @taufmeister

“Bangga menjadi bagian dari 2% @psi_id @grace_nat @TsamaraDKI Tetap berjuang untuk Pancasila, UUD 1945, dan NKRI 2% adalah tangga awal agar PSI dapat lebih baik 👍☝️ tweet akun @fantoniw

2 Comments

2 Comments

  1. Afdo Syahril Agustian

    February 22, 2016 at 10:13 am

    Keren!!! makin maju teknologi didunia

  2. Vixalexa

    March 2, 2016 at 5:11 pm

    Tinggal menunggu augmented reality nya si Tony stark hahaha 😀

Leave a Reply

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Terbaru, Pemerintah Swiss Bilang ‘Kopi Tidak Penting untuk Kehidupan’

Baru-baru ini pada sebuah pernyataannya, Pemerintah Swiss mengatakan ingin mengakhiri persediaa kopi darurat yang mereka miliki. Pasca membuat pernyataan jika hal tersebut ‘tidak penting’ untuk kelangsungan hidup manusia.

Sebagai informasi, sejak Perang Dunia I dan II, Swiss mulai menyimpan kopi sebagai cadangan darurat sebagai persiapan untuk kekuatan potensial. Selanjutnya, hal tersebut berlanjut hingga pada beberapa dekade  berikutnya demi memerangi kekurangan yang bisa diakibatkan perang atau bencana alam.

Namun pada keputusan terbarunya, Pemerintah Swiss justru berharap praktik tersebut akan diakhiri pada akhir 2022 mendatang. Karena Pemerintah sekarang mengatakan jika kopi ‘tidak penting untuk kehidupan’ sehingga tak perlu dimasukkan dalam cadangan darurat.

“Kopi hampir tidak mengandung kalori dan itu tidak berkontribusi, dari perspektif fisiologis, untuk menjaga nutrisi,” kata Kantor Federal untuk Pasokan Ekonomi Nasional, sebagaimana dikutip dari bbc.com.

Dirilis untuk mendapat respon dari publik, pihak Pemerintah berharap akan menemukan titik akhir dari keputusan ini pada November mendatang. Karena faktanya, tak semua orang setuju dengan keputusan tersebut. Reservesuisse, yang mengawasi persediaan makanan Swiss, mengatakan 12 dari 15 perusahaan yang menyimpan kopi di negara itu, ingin terus melakukan hal tersebut.

Mengingat Swiss adalah negara dengan penduduk penggemar kopi berat, sebagian besar masyarakat protes. Mereka berkata, menjadikan bobot kalori sebagai kriteria utama untuk makanan pokok tidak adil untuk kopi. Karena faktanya, menurut Organisasi Kopi Internasional setidaknya, penduduk Swiss mengonsumsi sekitar 9kg (20 lb) per tahun. Dimana ini hampir tiga kali lipat dari yang dikonsumsi Orang Inggris, yang hanya 3,3 kg per orang per tahun.

Menurutmu, kopi itu penting tidak untuk kehidupan?

2 Comments

2 Comments

  1. Afdo Syahril Agustian

    February 22, 2016 at 10:13 am

    Keren!!! makin maju teknologi didunia

  2. Vixalexa

    March 2, 2016 at 5:11 pm

    Tinggal menunggu augmented reality nya si Tony stark hahaha 😀

Leave a Reply

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pertama Kali dalam Sejarah, Astronom Berhasil Mengambil Foto ‘Black Hole’

Berkat kerja keras oleh para Astronom yang menyebarkan jaringan teleskop bernama Event Horizon Telescope (EHT) di beberapa lokasi di berbagai Negara. Akhirnya untuk pertama kalinya, kita bisa melihat gambar ‘Black Hole’.

Yap, konon ada delapan teleskop yang bekerja sama untuk menghadirkan gambar black hole ini. Masing-masing diletakkan di beberapa lokasi, mulai dari Hawaii dan Arizona di AS, Meksiko, Sierra Nevada di Spanyol, Gurun Atacama di Chile, dan Antartika.

Dilansir dari kumparantech, delapan teleskop yang terlibat adalah ALMA, APEX, IRAM, James Clerk Maxwell Telescope, Large Milimeter Telescope Alfonso Serrano, Submilimeter Array, Submillimeter Telescope, dan South Pole Telescope.

Jaringan teleskop EHT menggunakan teknik bernama very-long-baseline interferometry (VLBI) untuk menangkap gambar black hole yang ukurannya 3 juta kali lebih besar dari Bumi itu. Teknik ini membuat delapan teleskop EHT bekerja secara berbarengan.

Tak hanya itu saja, VLBI juga memanfaatkan rotasi Bumi untuk seolah-olah membuat sebuah “teleskop” seukuran Bumi. Menariknya, “Teleskop” Bumi ini punya kemampuan untuk mencapai resolusi angular 20 mikro arksekon. Bahkan nih, resolusi itu bisa membuat seseorang membaca koran di New York dari Paris.

Nah, data-data mentah dari kedelapan teleskop inilah yang dikumpulkan dalam satu super komputer. Super komputer itu berada di Max Planck Institute for Radio Astronomy dan MIT Haystack Observatory. Di sana data-datanya dikombinasikan dan akhirnya menghasilkan gambar bersejarah ini.

“Kita telah berhasil mencapai sesuatu yang dianggap tidak mungkin bisa terjadi satu generasi lalu,” ungkap Sheperd S. Doeleman, Direktur Proyek EHT.

“Terobosan dalam teknologi, konektivitas antara teleskop radio terbaik dunia, dan inovasi algoritma semuanya bersatu demi membuka sebuah jendela baru dalam mempelajari black hole,” lanjutnya lagi, dalam pernyataan di laman resmi EHT.

2 Comments

2 Comments

  1. Afdo Syahril Agustian

    February 22, 2016 at 10:13 am

    Keren!!! makin maju teknologi didunia

  2. Vixalexa

    March 2, 2016 at 5:11 pm

    Tinggal menunggu augmented reality nya si Tony stark hahaha 😀

Leave a Reply

Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top