Feature

Tebak Kepribadian Lewat Tes Ini: Hayo Tebak Siapa yang Pecahkan Vasnya?

Dalam menghadapi sebuah masalah yang datang tiba-tiba, tak semua orang bisa menyikapinya dengan bijak dan kepala dingin. Ada yang panik, ada juga yang berusaha tenang, ada juga yang berusaha menyembunyikan perasaannya. Kalau kamu kira-kira termasuk kategori yang mana?

Nah, demi sebuah pencerahan, coba dulu tes sebentar. Kuis yang mengutip dari Bright Side ini berlatar sebuah ilustrasi dimana ada vas yang pecah dan kamu hanya diminta menebak siapa yang memecahkan vas tersebut kalau dilihat dari kacamatamu. Hasilnya, nanti kamu akan tahu bagaimana emosi yang membentukmu selama ini.

Anak A

Kalau dilihat sekilas dari gambar, yang paling bertendensi memecahkan vas memang anak A. Kendati semua obyek yang ada di gambar tampak melihat ke arah bawah, hanya si anak A yang merunduk. Ada kecenderungan, dialah anak yang selalu disalahkan setiap waktu. Bisa jadi dalam lingkungan, baik di rumah ataupun pergaulan, anak ini selalu dijadikan kambing hitam sekalipun tak ada bukti yang sahih apakah benar dia yang melakukannya atau tidak. Namun di lain sisi, karena sudah terbiasa mendapat perlakuan yang demikian, ia tumbuh jadi orang yang rendah hati dan mau menanggung kesalahan orang lain.

Tapi soal tes ini, sejatinya kita tak perlu tahu siapa yang sebenarnya memecahkan vas tersebut. Berdasarkan pilihan yang kamu ambil, yaitu anak A, kami melihat bahwa orang yang memilih anak ini berarti sosok yang bertanggung hawab dan sangat detail saat mengamati sesuatu. Kamu tipikal orang yang selalu berhati-hati dengan apa pun dan siapa pun yang ada di sekitarmu.

Anak B

Opsi setelahnya adalah anak B. Dia seperti yang paling tua diantara anak-anak yang lain. Dan kemungkinan dia yang selalu menjaga saudara-saudaranya saat ibunya sedang tak ada di rumah. Dari gambar yang ada, dia tampak melihat ke arah anak A untuk meyakinkan benarkah anak tersebut pelakunya. Bahkan ia justru tersenyum saat melihat ke arah anak A.

Kalau kamu memilih anak B, berarti kamu adalah tipikal orang yang sangat teliti. Kamu memilih untuk memahami dahulu seseorang sebelum menuduhnya yang bukan-bukan. Kamu berusaha adil tapi tetap ingin membuat seseorang yang kamu sayangi tetap nyaman saat ada di dekatmu. Kamu tipikal yang berusaha memahami orang lain dan masalahnya. Di lain sisi, ada kalanya juga kamu membantu mereka dengan memberikan nasehat yang logis.

Anak C

Dari keempat anak yang ada, gerak-gerik anak C yang terlihat paling sukar ditebak. Ia punya gestur yang tertutup. Terlihat dari caranya memasukkan kedua tangannya ke dalam kantong celana. Ia seperti menyembunyikkan perasannya. Atau mungkin dalam benaknya, ia berpikiran, “Hmmm, hanya orang bodoh yang melakukan hal ini,”

Tapi tidak demikian, yang dipikirkan anak C adalah: “Ya, aku yang memecahkan vasnya. Tapi kali ini aku tak akan ikut campur, karena sepertinya semua orang sudah terlanjur menyalahkan dia,”

Kalau kamu memilih anak C lantaran melihatnya seperti menyembunyikan perasaannya karena mungkin ia disukai di lingkungannya jadi mereka berpikir bukan anak C yang melakukannya, berarti kamu adalah tipikal yang identifikatif saat mengamati sesuatu. Kamu bisa mengenali siapa yang memicu munculnya sebuah masalah. Tidak serta-merta menyalahkan keadaan.

Kamu pun tipikal orang yang selalu berhati-hati dengan siapa pun yang ada di sekitarmu dan memilih untuk jadi pribadi yang tertutup. Kamu punya cara sendiri untuk beradaptasi dengan lingkungan dan memiliki pandangan tersendiri tentang apa pun tanpa harus terdistraksi dengan pemikiran orang lain.

Anak D

Anak D tampak berusaha untuk selalu berada dekat dengan ibunya. Ia menempelkan badannya untuk berada tetap dekat dengan sang ibu. Ada indikasi dia yang paling takut dengan insiden vas yang pecah kendati bukan dia yang menyebabkan vas tersebut pecah. Tapi karena ketakutannya itu, ia jadi harus menghadapi masalah baru, banyak yang menuduhkan hal tak benar yang belum tentu ia lakukan.

Kalau anak lain memandang ke arah vas, anak perempuan kecil ini memilih untuk menjaga kedekatannya dengan sang ibu. Hal ini semacam cara yang menurutnya bisa meredam amarah sang ibu. Nah, kalau dilihat dari ilmu psikologi, untuk kamu yang memilih anak D, berarti kamu tipikal yang selalu sanggup diandalkan. Inilah yang membuat kamu bisa sukses dihidupmu kelak. Setiap hari kamu terus mencoba untuk jadi seseorang yang jauh lebih baik sekalipun ada salah yang mungkin kamu lakukan. Hanya saja, kamu terlalu mudah percaya pada orang dan dilain sisi, kamu pun pribadi yang sangat sensitif.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Sudah Ditunggu Lama, ‘Toy Story 4’ Dijadwalkan Akan Tayang Musim Panas Tahun Depan

Yap, seteleh ditunggu-tunggu sejaka lama. Akhrinya kemarin, 12 November 2018, resmi mengunggah teaser tariler dari film Toy Story 4. Menyertakan musik Both Sides Now oleh Joni Mitchell, cuplikan yang cukup menggemaskan ini terlihat menampilkan beberapa karakter farovit lama yang membentuk sebuah lingkaran.

Hingga akhirnya, pengenalan satu karakter baru yakni Forky yang kemudian berkata “Aku tak seharusnya di sini”, jadi sesuatu yang membuat adegan menjadi kacau balau dan karakter mainan tersebut pun berhamburan. Hadirnya Forky dalam keluarga besar mainan ini, jadi langkah baru untuk penjelajahan dunia mainan yang lebih jauh.

Dijadwalkan tayang pada musim panas tahun depan, konon Toy Story 4 akan mulai bisa di tonton pada 21 Juni 2019 di Amerika Serikat.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Begini Tandanya, Jika Kamu Memang Benar-benar Sedang Jatuh Cinta

Apakah teori tentang cinta yang tersebar di seluruh belahan dunia ini benar adanya? Ada yang mengungkapkan bahwa jatuh cinta adalah satu hal yang berawal dari rasa ketertarikan, dan tergantung pada seberapa besar ketertarikan itu ada. Inilah beberapa cara agar kamu tahu apakah kamu memang sedang benar-benar merasakan yang namanya jatuh cinta.

1. Tak Lagi Memerlukan untuk Menetap di Zona Nyaman

Tak banyak orang yang rela emninggalkan zona nyaman tempatnya berada selama ini. Namun kamu mulai berani pergi dari zona nyamanmu demi orang yang membuatmu merasa lebih nyaman.

2. Ada Perubahan dalam Dirimu dan Kamu Mengamatinya

Cinta yang sejati pasti akan membuatmu perubahan yang cukup signifikan dalam kehidupanmu. Kamu mulai mengamati hal itu. Bahkan dari yang awalnya kamu adalah sosok yang keras dan mudah emosi, kamu mulai berubah menjadi sosok yang lemah lembut dan selalu sabar dalam menghadapi orang yang kamu cintai.

3. Kerap Mengaitkan Segala Sesuatu Dengannya

Entah hal ini kamu sadari atau tidak, namun kamu mulai sering mengaitkan segalanya dengan si dia. Apapun yang kamu lakukan dan kamu miliki akan selalu berakhir dengannya.

4. Bagimu, Senyumannya Sangatlah Menawan

Mungkin kamu telah mengalami hari yang sangat buruk bagimu. Namun hanya dengan melihat senyumannya saja, suasana hatimu akan seketika pulih dari tekanan apa yang sudah terjadi padamu hari itu.

5. Kamu Tak Mudah Marah Saat Berhadapan Dengannya

Emosimu pun akan berubah. Saat kamu benar-benar mencintai seseorang, kamu tak akan bisa dengan mudah marah padanya. Kamu selalu melihat segala hal dari sisi positifnya.

6. Imajinasimu Selalu Tertuju Padanya

Kamu selalu saja membayangkan hal-hal tentangnya, termasuk ingin hidup bersamanya sampai maut memisahkan. Segala yang ada dalam hidupmu tak lepas dari imajinasi tentangnya.

7. Selalu Menceritakan Tentangnya pada Orang Lain

Menceritakan tentangnya adalah hobi terbarumu. Kamu jadi kerap membicarakannya dengan orang-orang di sekitarmu. Kamu mengungkapkan apa yang kamu kagumi darinya dan menunjukkan bahwa dia memang orang yang sangat spesial dalam hidupmu.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Sangat Ironis, Nyatanya Sarjana Kerap Kalah Bersaing di Dunia Kerja

Saat ini, dunia ada pada level yang sangat ironis. Banyak anak yang menempuh pedidikan setinggi yang mereka bisa, yaitu level sarjana. Namun pada kenyataannya, ijazah bukanlah segalanya. Ada banyak sarjana yang masih menjadi pengangguran di luar sana. Faktor yang memengaruhi hal ini pun beragam, berikut adalah 7 faktor yang sering muncul.

1. Sempitnya Lapangan Pekerjaan

Ini menjadi faktor yang memengaruhi banyaknya sarjana yang menganggur. Para sarjana semakin bertambah setiap waktu, namun lapangan pekerjaan tak selalu bertambah juga. Sehingga akhirnya banyak sarjana yang tak mendapatkan pekerjaan yang selayaknya.

2. Ketidaksesuaian Keahlian Lulusan dengan Kriteria yang Dibutuhkan

Hal lain yang menjadi faktor banyaknya sarjana yang masih menganggur adalah ketidaksesuaian keahlian lulusan dengan kriteria yang dibutuhkan. tentu saja setiap tempat kerja yang membuka lowongan pekerjaan akan mengajukan beberapa persyaratan seperti keahlian lulusan yang sesuai dengan posisi yang dibutuhkan.

3. Pandangan yang Salah Mengenai Sarjana

Sebagian besar mahasiswa memiliki paradigma yang salah dari awal. Mereka memandang bahwa nanti saat mereka lulus, mereka akan menjadi pekerja di sebuah perusahaan atau lembaga tertentu. Tanpa memikirkan alternatif lain, seperti membangun sebuah bisnis sendiri.

4. Kurangnya Soft Skill yang Dimiliki oleh Para Sarjana

Seringkali para mahasiswa berfokus pada hal-hal yang bersifat akademis dan melupakan yang namanya soft skill. Sehingga saat mereka lulus, tak banyak sarjana yang memiliki soft skill cukup baik.

5. Banyaknya Sarjana yang Memilih Bekerja Dibanding Mempekerjakan

Jika dilihat lebih seksama, sebagian besar sarjana adalah mereka yang lebih memilih untuk bekerja pada orang dibanding mempekerjakan orang. Alasannya tentu juga bervariasi.

6. Ego Para Sarjana yang Tinggi dalam Memilih Pekerjaan

Pada dasarnya kita tak pernah tahu pekerjaan apa yang sudah menanti kita saat sudah lulus nanti. Banyak sarjana yang cenderung malu untuk mendapati pekerjaan yang menengah ke bawah. Hal ini juga disebabkan oleh pandangan mereka bahwa mereka adalah seorang sarjana, seharunya mereka juga mendapatkan pekerjaan yang lebih tinggi dibanding orang yang lulusan setara SMA.

7. Tujuan Kuliah yang Salah

Tujuan kuliah yang salah juga bisa menjadi penyebab kenapa banyak sarjana yang sampai saat ini masih menjadi pengangguran. Jika niat kuliah dari awal sudah dalah, biasanya akan sulit bagi seseorang untuk memiliki keseriusan dalam mendalaami ilmu. Hasilnya, saat lulus, kepercayaan diri mereka juga akan rendah saat terjun langsung di dunia kerja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top