Community

Tanpa Sadar, Ini 7 Kesalahan Pakai Bra yang Sering Kamu Lakukan

Untuk para perempuan, kamu perlu lebih memperhatikan bagaimana caranya memakai bra yang benar. Karena pada kenyataannya, memakai bra bukanlah hanya sekedar memakai saja. Ada beberapa hal yang perlu lebih kamu perhatikan, agar tak menganggu kesehatan. Mulai dari ukuran tali, hingga bahan dasar yang akan digunakan. Nah, coba simak beberapa hal di bawah ini ya…

1. Tidak Sesuai dengan Ukuran yang Benar

Kamu harus tahu pasti berapa ukuran bra yang pas untuk ukuran payudaramu. Jangan sampai kebesaran apalagi kekecilan. Kamu juga harus perhatikan ukuran lingkar dadamu. Jangan hanya memperhatikan ukuran cup nya saja. Karena pemakain bra yang tak sesuai ukuran akan menaggu kondisi payudaramu. Membuat lecet atau terluka.

2. Tidak Menyesuaikan Tali Bra

Tali bra bukan sekedar hiasan bra ya. Jangan remehkan kegunaan tali itu. Tali bra berfungsi untuk merapatkan bra yang kamu pakai agar tidak terlalu longgar dan terlalu kencang. Dengan begitu kamu bisa lebih nyaman dalam mengenakan bra.

3. Mengaitkan Bra pada Kaitan Paling Belakang

Sebaiknya kamu sesuaikan kerapatan bra dan tidak mengaitkan bra pada kaitan paling belakang jika memang itu membuatmu sesak dan kesulitan dalam bernapas. Cukup kaitkan pada kaitan yang membuatmu merasa lebih nyaman dalam mengenakan bra. Jangan malas untuk membuka dan mengancingkannya lagi ya.

4. Menggunakan Bra yang Sama Selama Berhari-hari

Jangan pernah menganggap remeh kebersihan bra yang kamu pakai. Usahakan untuk selalu mengganti bra setiap hari dan mencucinya dengan bersih. Hal ini untuk menghindari iritasi yang bisa saja terjadi pada payudaramu.

5. Salah Cuci

Kamu harus tahu bagaimana cara mencuci bra yang benar. Jangan pernah menguceknya. Kamu hanya perlu merendamnya ke air sabun lalu menjemurnya sampai kering tanpa memerasnya. Jika kamu mengucek dan memerasnya, kamu bisa merusak bra itu.

6. Salah Menyesuaikan Warna Bra dengan Pakaian

Usahakan untuk memakai bra yang berwarna senada dengan pakaianmu. Kamu tentu tak ingin bra mu terlihat terlalu mencolok saat kamu memakai pakaian yang sedikit menerawang bukan? Terlebih jika kamu memakai baju warna putih sedangkan bra yang kamu pakai berwarna hitam, tentu itu akan membuatmu tak nyaman saat pandangan banyak orang tertuju padamu.

7. Tidak Menyamakan Panjang Tali Bra

Saat kamu memakai bra, usahakan untuk menyamakan panjang tali bramu. Jangan sampai panjang sebelah ya. Hal ini bisa membuatmu tak nyaman mengenakannya dan bisa berakhir dengan payudaramu yang agak turun sebelah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Hal-hal yang Kerap Luput dari Perhatian, Tentang Menikah Muda yang Banyak Digadang-gadang

Manfaat paling menonjol dari kampanye menikah muda yang belakang banyak disuarakan di media sosial, adalah ‘auto bahagia’ jika hubungan sudah sah. Padahal, kehidupan setelah menikah tak melulu tentang bahagia.

“Menikah menghindarkan kamu dari zinah, karena bisa ‘ena-ena’ dengan sah”

Jadi tagline lain yang dipakai untuk mendorong semangat para kawula muda untuk segera menikah.

Kamu pikir menikah hanya tentang Ena-ena saja? Begini, kalau kamu memang tak mau berzina, kamu hanya perlu tak melakukannya. Urusan selesai! Bukan lantas memilih menikah agar bisa melakukan hubungan seks dengan sah, apalagi dengan embel-embel karena itu adalah bagian dari ibadah. Pernikahan itu adalah sebuah prosesi yang suci, bukan sekedar legalisasi seks seperti yang kamu bayangkan.

Di twitter gerakan menikah muda banyak dinilai tak benar, bahkan tak sedikit dari warganet yang berpendapat itu hanyalah pembenaran dari manusia yang tak bisa menahan nafsunya saja. Tapi di sisi lain, sosial media macam Instagram, justru jadi ladang basah yang dijadikan wadah untuk mensuarakan gerakan menikah muda.

Mereka memilih mensederhanakan semuanya, tak perlu melanjutkan studi, menikah tanpa wali, hingga nominal biaya pernikahan yang sebenarnya cukup kecil. Lalu harus bagaimana kawula muda sebenarnya menyikapi gerakan ini? Ada beberapa hal yang perlu kita pahami.

Pernikahan Itu Sakral, Kamu Perlu Mempersiapkan Mental

Ini bukan cerita negeri dongeng yang selalu berakhir dengan bahagia, ini adalah kehidupan nyata, dimana bahagia bisa saja berdampingan dengan duka. Baru-baru ini Salmafina Sunan, pada salah satu wawancaranya berkata jika menjadi janda adalah sesuatu yang berat.

Ya, di usianya yang terbilang masih sangat belia, Salma sudah menjadi janda setelah sebelumnya pernah menikah dengan hafiz Alquran bernama Taqy. Semua perempuan, tak terkecuali Salma tentu tak pernah membayangkan jika pernikahannya harus berakhir di meja pengadilan. Dan hal lain yang akhirnya dijadikan alasan mengapa pernikahannya tersebut hanya berumur 3 bulan adalah kesiapan mental.

Di usia yang masih remaja atau belum cukup dewasa, bisa jadi kita masih berkelut mencari jati diri. Emosi yang masih meledak-ledak hingga logika yang sering dikesampingkan. Maka, daripada harus buru-buru memutuskan untuk menikah, sebaiknya siapkan mentalmu dulu saja.

Cinta Tak Membuatmu Kenyang, Kita Butuh Kesiapan Finansial

“Kalau sudah menikah, rejekinya pasti selalu ada”.

Tak bermaksud untuk meremehkan kuasa doa atau pun kepercayaanmu akan hal tersebut. Tapi manusia juga perlu berpikir dengan logika. Walau hidup tak melulu tentang materi dan harta, tapi berpikir bahwa menikah hanya butuh niat saja jelas salah. Selain kesiapan lain, finansial yang memadai jadi salah satu hal yang perlu dipikirkan.

Kalau sudah begini, biasanya mereka akan mengambil contoh beberapa pasangan yang memang sedari kecil sudah kaya. Menjadikan pasangan tersebut sebagai acuan, padahal tak semua pasangan yang menikah muda sudah stabil keuangannya. Alih-alih bisa membantu orang tua, biasanya pasangan yang menikah muda justru jadi penambah beban keluarga.

Akan Hidup Bersama Selamanya, Sudahkah Dirimu Yakin Bisa Berkomitmen dengan si Dia?

Bukan seperti pacaran yang bisa putus dan berganti pasangan, ketika memutuskan menikah. Itu artinya kita sudah berjanji untuk hidup bersama denganya selamanya. Bukannya memberikan gambaran tentang bagaimana kenyataan yang akan dihadapi dua orang, kampanye gerakan menikah muda lebih sering mempertunjukkan hal-hal manis nan bahagia.

Cintamu tak akan membara tetap besar, kadang kala kamu akan merasa dia jauh, mengecewakanmu, atau bahkan melukai hatimu. Disinilah komitmen akan bekerja tetap bersamanya atau memilih untuk berpisah saja. Dan tak hanya berkomitmen untuk pernikahan saja, kamu juga butuh berkomitmen untuk segala hal lain yang akan dilakukan selepas menikah.

Akan Jadi Istri atau Suami, Kamu Harus Mampu Mengontrol Emosi

Di usia yang masih belia, kemampuan untuk mengelola emosi masih jauh dari kata mumpuni. Hal-hal remeh yang sebenarnya bisa diredam sering jadi alasan pertengkaran dengan pasangan. Alih-alih bisa menghalau emosi pasangan, emosi dalam diri sendiri saja belum bisa dilawan.

Nah, ketidakmampuan kita untuk mengontrol emosi bisa jadi induk sikap dan perbuatan buruk lain yang mulai bermunculan. Bahkan tak sedikit yang kemudian berakhir dengan kekerasan. Merasa ia berubah, tak ada lagi cinta, kemudian memilih untuk bercerai saja. Padahal, bisa jadi kamulah yang memang terburu-buru. Tak mengenalnya lebih dalam, tiba-tiba menerima pinangan lalu kemudian menyesal.

Dan yang Terakhir, Pahami Juga Soal Kesehatan Reproduksi

Dengar, perempuan yang sudah melakukan hubungan seks pada rentan usia yang masih sangat muda beresiko besar terkena kanker serviks. Dilansir dari situs hellosehat.com, penelitian di British Journal for Cancer menunjukkan bahwa perempuan muda dengan kemampuan ekonomi menengah ke bawah lebih berisiko terjangkit infeksi HPV karena melakukan hubungan seks empat tahun lebih cepat dari perempuan muda dengan kondisi ekonomi yang lebih baik.  

Padahal kanker serviks, jadi pembunuh nomor 2 paling berbahaya yang menyebabkan kematian bagi perempuan Indonesia. Tak sampai disitu saja, kamu juga harus tahu jika sebenarnya organ reproduksi perempuan di bawah usia 20 tahun yang belum siap mengandung dan melahirkan. Hasilnya, kesehatan reproduksi yang kerap diabaikan ini   akan meningkatkan risiko kematian bagi ibu dan anak, tingginya angka anak yang lahir cacat, dan stunting.

Kalau sudah begini, masih mau bilang jika menikah muda jadi solusi dari masalahmu? Jangan menggebu dalam menentukan pilihan, karena hasilnnya bisa jadi hanya menambah beban.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Tak Perlu Dipertahankan, Ini Tanda Pasanganmu Terlalu Posesif

Dalam sebuah hubungan sikap posesif memang terkadang diperlukan. Tetapi jika hal itu berlebihan, bukannya malah membuat hubungan dalam keadaan baik justru malah membuat hubungan terancam bubar. Nah, buat kamu para perempuan yang memiliki pasangan dengan tujuh tanda ini, kamu tak harus mempertahankkanny. Sikap posesifnya terlalu berlebihan padamu.

1. Memeriksa Ponsel dan Kegiatanmu Setiap Kali Bertemu

Hal ini adalah salah satu tanda bahwa pasanganmu tergolong terlalu posisif padamu. Dia selalu mengecek ponselmu setiap kali bertemu. Mungkin kamu dan dia memang sepasang kekasih, namun privasi tentu saja tetap dibutuhkan bukan?

2. Mewajibkanmu Melapor Saat Ingin Pergi Kemana dan Bersama Siapa

Dia selalu memintamu untuk melapor setiap kali kamu ingin pergi ke suatu tempat. Tak hanya ingin tahu kemana kamu pergi, dia juga harus tahu dengan siapa kamu pergi. Pertanyaan yang dia ajukan setiap kali kamu ingin pergi layaknya sebuah pertanyaan interogasi.

3. Selalu Cemburu dengan Semua Laki-laki yang Ada di Dekatmu

Meski kamu sudah mengatakan bahwa laki-laki lain itu hanyalah teman atau saudara jauh misalnya, dia tetap saja cemburu. Dia selalu marah saat kamu terlihat dekat dengan laki-laki lain. Kecemburuannya ini juga sering muncul tanpa sebuah alasan yang jelas.

4. Menganggap Mantanmu Sebagai Musuh

Tak hanya teman-temanmu yang menjadi sasaran kecemburuannya. Dia bahkan menjadikan mantanmu sebagai sosok musuh baginya. Meskipun sudah jelas bahwa hubunganmu dengan mantanmu sudah berakhir dan baik kamu maupun mantanmu tak memiliki niat sedikit pun untuk kembali bersama.

5. Meragukan Perkataanmu

Dia tak sepenuhnya percaya pada apa yang kamu katakan. Misalnya saat kamu sedang di suatu tempat dengan temanmu, dia akan memintamu untuk mengirim foto dimana dan dengan siapa kamu saat itu.

6. Dia Hampir Selalu Ikut Kemana Pun Kamu Pergi

Sadisnya lagi, dia selalu saja minta untuk ikut bersamamu saat kamu ingin pergi ke suatu tempat. Meskipun kamu sudah mengatakan bahwa kamu akan pergi dengan teman-teman perempuanmu.

7. Mengatur dengan Siapa Kamu Bisa Berteman

Tanda lain adalah dia mulai mengatur ruang lingkup pertemananmu. Dia seolah memiliki wewenang penuh untuk mengatur dengan siapa kamu boleh berteman. Dan kamu harus menuruti apa yang dia katakan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

5 Tokoh Anime yang Diduga Menganut Agama Islam, Cek Daftarnya di Sini!

Anime merupakan tontonan yang banyak difavoritkan orang. Sejumlah produsen berlomba-lomba membuat sebuah anime yang beda dari yang lain. Kekreatifan dalam dunia anime pun selalu berkembang. Ternyata, ada juga kontroversi antara pro dan kontra yang muncul karena adanya adegan bernuansa islami dalam sejumlah anime. Berikut adalah lima di antaranya.

1. Yugo the Negotiator

Sumber : https://moonlightsummoneranimesekai.blogspot.com

Anime ini bercerita mengenai tokoh Yugo Beppu yang menjadi master negotiator.  Dalam anime ini ada adegan dimana Yugo berada dalam sebuah misi di Pakistan. Dia harus bernegosiasi dengan pemberontak Pakistan agar pemberontak itu mau melepaskan tawanan mereka. Dalam misi ini ada adegan dimana ditonjolkan perihal Nabi Muhammad, selain itu juga terdapat adegan dimana satu tokoh dalam anime ini melaksanakan sholat.

2. Jojo’s Bizzare Adventure

Sumber : Nefarious Reviews

Anime yang satu ini sempat menjadi kontroversi di tahu 2008. Produsennya juga sampai harus menangguhkan penjualan DVD anime ini karena adanya adegan di dalamnya dimana ada salah satu tokoh anime yang membuja Al-qur’an. Perwakilan dari pihak anime ini pun akhirnya mengonfirmasi hal tersebut pada pers dan meminta maaf atas kejadian tersebut pada seluruh umat Islam di dunia.

3. Full Metal Panic

Sumber : Amino Apps

Anime ini berkisah tentang Sousuke Saraga yang merupakan seorang agen rahasia. Dalam misinya, Sousuke menyamar sebagai pelajar. Pemikiran bahwa tokoh Sousuke adalah seorang muslim karena dia tak pernah terlihat minum alkohol dan tak mau makan makanan dari daging babi. Namun hal ini masih sekedar opini dari para penggemar.

4. Gundam

Sumber : hnurfahma.blogspot.com

Anime ini memiliki satu tokoh protagonis bernama Setsuna F Seiei yang duga seorang muslim. Dugaan tersebut muncul karena dia memiliki nama asli Soran Ibrahim. Dia juga dikisahkan sebagai seorang Kurdi yang dekat dengan bangsa Suriah, Turki dan sebagainya.

5. Gundam Wing

Sumber : YouTube

Tokoh anime lain yang diduga seorang muslim adalah tokoh utama dalam Gundam Wing. Dia bernama Quatre Raberba Winner. Dugaan bahwa dia adalah seorang muslim karena dia memiliki gaya hidup tak pernah minum minuman alkohol. Namun kembali lagi, hal ini masih sekedar dugaan dari para penggemar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top