Feature

Tak Usah Memimpikan Pelaminan, Kalau Gaya Pacaranmu Saja Masih Kekanak-kanakan

Menikah memang bukan hal simple untuk dilakukan seperti membalikan telapak tangan. Ada hal yang harus dipersiapkan bukan hanya berbekal perkenalan dan pacaran bertahun-tahun dengan modal keyakinan. Sebelum melangkah lebih jauh lagi, tolak ukurnya bisa dilihat dari kamu dan pasanganmu. Kalau gaya pacaran kalian masih penuh drama dan ngambek tak jelas juntrungannya lebih baik pikirkan kembali. Karena menikah tak semudah itu.

Pekerjaan ada, tabungan ada, calon sudah ada, tetapi sikap yang dimiliki belum tumbuh. Sangatlah sulit untuk bilang “Aaya siap untuk menikah!”. Jangan sampai blunder, atau ceroboh lantaran terburu-buru menikah. Toh, yang nikah duluan belum tentu lebih baik dari pada yang nikah belakangan. Oleh karena itu jangan bermimpi kamu dan dia duduk pelaminan kalau gaya pacaranmu masih kekanak-kanakan.

Selalu Dibumbui Drama Dengan Berakhir Kalimat “Sudah, Kita Putus Saja!”

Apa-apa masalah yang timbul, selalu saja berujung pada keinginan untuk menyudahi hubungan. Tak ada alur yang jernih dalam memikirkan bagaimana memecahkan masalah. Tentu saja tidak begitu. Kamu harus mengesampingkan ego dan memikirkan bagaimana caranya rujuk sebelum mengatakan putus. Kalau model pacaranmu seperti itu, jangan bilang sudah siap menikah.

Tak Pernah Mau Mengalah, Selalu Ingin di Posisi Menang Saja

Apa yang kamu minta mesti terlaksana, mesti dituruti. Kalau ada masalah pun, kamu tidak mau disalahkan dan mengalah. Kamu hanya memikirkan dirimu saja tidak memikirkan perasaan pasanganmu. Hei, sesekali kamu harus bersikap tegar dengan mengalah kepada pasangan. Setidaknya dari situ kamu terlihat lebih dewasa, dengan catatan lihat dulu duduk perkaranya.

Tidak Dapat Memahami Kalau Dia Sedang Berusaha dan Bekerja, Kamu Hanya Mau Diperhatikan Sepenuhnya

Saat pasangan bekerja, otomatis dia tidak memiliki waktu senggang dan banyak seperti halnya kamu ketika pacaran saat kuliah. Jangan karena pasangan lupa membalas pesan selagi di kantor membuatmu curiga kalau ia sedang ada “main” dengan orang lain. Karena belum tentu sikapnya seperti itu. Justru kamu harus berpikir mungkin ia tidak sempat membalas karena saking sibuk dan padat kerjaan yang dikerjakan. Masa iya, di usia yang sudah dewasa dan matang kamu harus meminta pasangan membalas pesan secara cepat dan marah ketika ia lupa membalasnya.

Kelola Keuangan, Jangan Dihambur-hamburkan Karena Bakal Menyesal Nantinya

Belajar untuk mengelola uang dengan baik, tabungan disiapkan matang-matang. Karena pada saat kamu menikah nanti bakal banyak biaya yang mesti kamu keluarkan. Jangan sampai tabungan tersebut terpakai untuk hasratmu ketika ingin membeli sesuatu. Kalau ada lebih, ya silahkan. Tapi kalau pas-pasan lebih baik jangan.

Hubungan Dijaga Atas Nama Komitmen, Saling Mempercayai dan Mencintai

Kamu punya kesibukan masing-masing, mulai dari bekerja, keluarga, hingga persahabatan. Begitu juga dengannya, keterbatasan waktu yang kalian miliki bukan karena hubungan kalian merenggang. Tetapi karena kalian telah dewasa dan ingin memiliki waktu pribadi seutuhnya. Masa iya, kamu mau terus bersama-sama seharian?

Jangan juga langsung menyimpulkan kejadian, dan lantas mengkhianati komitmen yang dibangun. Semisal pergi dengan orang lain dengan alasan pasanganmu sudah tidak peduli. Bisa jadi, dia hanya butuh waktu untuk menangani waktu yang telah dijalani.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Sesungguhnya Hubungan Itu Soal Tahapan, Mungkin Kamu Pernah Merasakan Tapi Tidak Paham

Satu ikatan, menjalani kehidupan, berbagi perhatian dan cinta adalah esensi bagaimana hubungan berjalan semestinya. Banyak dari mereka yang katanya mengerti cinta, mengatakan kalau berpacaran atau berhubungan itu adalah soal berbagi perhatian, saling mencintai dan juga mencurahkan apa yang dirasakan. Dan hal itu disebutnya sebagai tahapan dalam berhubungan.

Padahal bukan seperti itu yang dinamakan tahapan atau fase yang dilalui setiap pasangan. Menurut Independent, dalam sebuah survei yang dilakukan eHarmony sebuah aplikasi kencan asal Australia yang telah menyurvei lebih dari 1000 orang menyatakan, terhadapat 5 tahap yang dialami setiap pasangan dalam membangun hubungan mereka. Tahapan-tahapan itu menjadi penanda berada diposisi manakah kamu dan pasangan sekarang.

Masa-masa Awal, Saling Berbagi Perasaan Masih Dominan, dan Konflik Pun Belum Ditemukan

Wajar, di masa-masa awal, rasa cinta atau kasmaran masih bergelora. Saling cinta, saling mengenal satu sama lain menjadi pembahasan yang selalu ditanyakan setiap hari. Obrolan pun tak luput dari seputar saling menyelami kehidupan masing-masing. Bahkan kekurangan dan kebaikan masih diperhatikan dan belum terlihat secara keseluruhan.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Pahamilah, Disaat Kamu Dianggap Lebih Dari Sekedar Teman Karena Cinta Dapat Tumbuh Kapan Saja

Menjalin persahabatan dengan lawan jenis memang mengasyikkan. Kamu bisa saling tukar cerita dan mendapatkan sudut pandang yang berbeda saat mencurahkan hati dengannya. Selain itu, hal-hal menarik pun bisa kamu jalani, sekaligus kamu dapat memahami bagaimana cara berpikir lawan jenis lewat kacamata sahabatmu.

Persahabatan memang murni, tetapi perasaan tak bisa dibohongi. Sekian lama menyebut relasi ini sebagai persahabatan. Tak pelak ada benih-benih cinta seketika hadir begitu saja. Terbiasa melakukan aktivitas yang sama membuat kamu memiliki rasa nyaman saat bersamanya. Terkadang kamu tidak menyadari kalau perlakuan yang dilakukan atas dasar cinta. Tetapi karena kamu berpikir dia adalah sahabat, kepekaan itu tidak bekerja semestinya.

Dimulai Dari Mencari Persamaan Sebelum Mengharapkan Perhatian

Mencari persamaan antara dua orang adalah tanda kalau dia ada perasaan lebih. Pada awalnya kamu memang berbicara tentang apa saja. Sebelum pada akhirnya dia coba bertanya tentang apa kesukaanmu, mulai dari film, makanan, olahraga, musisi, sampai pada hal apa pun. Apabila ia memiliki kesamaan denganmu dalam satu bidang, maka ia akan membicarakan hal tersebut secara terus-terusan, agar jadi topik perbincangan yang menarik perhatian.

Seketika Mulai Suka Gelisah dan Sering Chat Duluan

Kegelisahan yang dialaminya bukan karena ada hal ganjil yang terjadi pada dirinya. Melainkan ada hal yang membuatnya rindu tapi bingung cara mengetahuinya. Alhasil, ia bakal memulai chat lebih dulu dengan konteks yang tidak jelas bahkan terkesan basa-basi. Tetapi karena kamu memandangnya sebagai teman, sikap tersebut tentu masih dianggap wajar. Mengirim pesan adalah salah satu cara yang dilakukan agar dia tetap bisa berkomunikasi denganmu.

Diam-diam Sering Memberikan Perhatian Selayaknya Pasangan

Sikapnya berbeda dari biasanya. Kalau pada awalnya ia hanya diam saja dan bercengkerama apabila kalian bertatap muka saja, sekarang ia mulai memberikan perhatian, lewat chat atau langsung di depan mata. Karena seseorang yang jatuh cinta akan memperhatikanmu tanpa disadari. Bahkan saat kamu memperhatikan gerak-geriknya, ia hanya memalingkan wajah seolah tidak terjadi apa-apa. Padahal diam-diam ada asmara yang tertahan disana.

Sering Berlaku Iseng, Agar Kamu Selalu Tertawa Saat Bersamanya

Sering melakukan hal konyol atau iseng kepadamu, bukan karena ia memiliki tabiat sebagai pribadi yang usil atau komedian, ia hanya ingin memastikan kalau kamu akan tertawa saat bersamanya. Baginya, itu adalah poin penting yang menandakan kalau kamu bisa bahagia saat di dekatnya. Intinya, menghibur dirimu adalah salah satu tugas yang harus bisa diselesaikannya.

Hanya Ingin Berdua Saja, Tak Mau Ada Pengganggu Diantara Kamu dan Dia

Padahal kamu bosan dengan melakukan apa saja selalu berdua, terkadang kamu ingin mengundang orang lain yang kebetulan kalian kenal untuk membuat suasana lebih ceria. Karena kalau lebih ramai bakal makin asyik ‘kan? Tetapi dia selalu menolak dengan alasan ribet, tidak masuk dengan obrolan, atau semacamnya. Dengan bersikap begitu, sebenarnya ia hanya ingin memastikan kalau setiap momen yang tercipta denganmu, tak ada orang lain selain dirinya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Sukses Tak Melulu Soal Kerjaan, Ini Arti Sukses Bagi Anak Muda yang Cerdas

Ukuran sukses tentulah berbeda antara satu orang dengan yang lainnya. Tidak melulu soal pekerjaan, setiap orang haruslah paham bahwa arti sukses sendiri ada dari segala sisi kehidupan, termasuk dari sisi kepribadian. Berikut adalah arti kesuksesan bagi orang yang paham dan cerdas.

1. Mampu Memaafkan Orang Lain

Memaafkan bukan perkara yang mudah. Tidak semua orang mampu memaafkan kesalahan orang lain dengan tulus. Saat kamu berhasil memaafkan seseorang, artinya kamu sudah sukses menentramkan hatimu sendiri dari rasa dendam dan kebencian yang mungkin kamu rasakan sebelumnya.

2. Menyelesaikan Pendidikan dengan Baik

Menjadi seorang wisudawan dengan nilai dan prestasi yang memuaskan tentu merupakan sebuah kesuksesan tersendiri. Setidaknya satu langkah sukses sudah kamu lewati. Tinggal melanjutkannya dengan pilihanmu sendiri.

3. Tampil Apa Adanya

Banyak orang yang membohongi dirinya sendiri masalah penampilan. Hanya sedikit orang yang berhasil menjadi sosok dirinya yang apa adanya. Sebuah kejujuran dengan menjadi apa adanya dirimu merupakan satu bentuk kesuksesan tersendiri dalam dirimu.

4. Memenangkan Hati Dia yang Kamu Cinta

Berbicara perihal cinta, memang tak semua mengalami keberuntungan. Terlebih dalam urusan mendapatkan hatinya. Jika kamu sudah berhasil memenangkan hati orang yang kamu cintai, artinya kamu sudah mendapatkan satu kesuksesan dalam hidupmu.

5. Mampu Menikmati Kerja Kerasmu Sendiri

Ada kok orang yang terperangkap dengan apa yang dikerjakannya. Istilahnya dia salah pilih jalan yang sebenarnya tidak dia inginkan. Jadi saat kamu sudah bisa menikmati segala kerja kerasmu sendiri, artinya kamu sudah termasuk orang yang sukses.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top