Feature

Tak Usah Keki Kalau Lupa Nama Teman Lama Saat Dia Tiba-tiba Menyapa, Siasati dengan Trik Ini

Ada lho, saking pelupanya seseorang, nama teman sendiri saja kadang-kadang lupa. Lantas bagaimana kalau sering bertemu orang baru? Ya jelas saja, pasti jadi kesulitan tersendiri. Memang kalau kita sendiri terjebak di situasi semacam ini justru kitanya jadi merasa awkward dengan orang yang ada di depan kita. Apalagi kalau kebetulan dia adalah teman lama yang mengingat detail tentang dirimu, tapi kamu justru lupa. Duh, jadi keki sendiri, kan?

Tenang, kamu tak perlu khawatir. Sebab tetap ada tips dan trik untuk menyiasatinya. Kamu hanya perlu menerapkannya bila tiba-tiba lupa nama teman yang kamu jumpai di persimpangan jalan, kafe, mall, atau di mana pun itu. Setidaknya cara-cara ini bisa menyelamatkanmu dari rasa malu.

Coba Ikuti Alur Percakapan Terlebih Dahulu, di Tengah Pembicaraan Kamu Bisa Memotongnya dengan Meminta Kartu Nama

Cara ini cukup berhasil. Kamu tinggal mengikuti setiap obrolan yang dibicarakan. Setelahnya cobalah untuk tanyakan dimana dia bekerja sekarang dan apa kesibukannya. Kalau sampai tengah percakapan kamu masih lupa, cobalah cara ini, setidaknya sampaikan alasan kalau kamu butuh kartu namanya sebagai formalitas atau arsip kontakmu. Nah kalau dia mengatakan sebelumnya kalian sudah bertukar nama, katakan saja bahwa kamu ingin memintanya lagi sebab yang sebelumnya terselip.

Ini Juga Penting, Cobalah Untuk Minta Alamat Emailnya

Nah, biasanya orang yang profesional akan menggunakan nama atau setidaknya nama panggilannya dalam alamat email mereka. Cobalah berikan ponselmu dan mintalah dia mengisi daftar kontak baru. Dengan cara seperti ini kamu pasti akan mendapatkan alamat email sekaligus nomor ponselnya, bukan?

Coba Saja Kenalkan Dia Pada Teman atau yang Sedang Bersamamu

Kalau kebetulan kamu sedang jalan bersama teman atau pasangan, cobalah kenalkan teman atau pasanganmu ini di depannya. Setidaknya nanti pasti dia akan menyebutkan nama saat momen perkenalan itu. Ya, sesuai etika perkenalan. Selama sepersekian detik dia menyebutkan namanya, setidaknya kamu bisa langsung mengulang namanya seakan kamu sudah tahu dari awal.

Tapi Kalau Kamu Memang Tipikal Jujur dan Tak Bisa Basa-basi, ya Katakan Saja Apa Adanya

Ada memang tipe orang yang jujur sejak awal perjumpaan. Mungkin karena terjebak situasi awkward jadi lebih baik katakan kalau memang kamu tidak mengingatnya. Kamu bisa memulainya dengan mengucapkan kata maaf. Kemudian lanjutkan saja dengan, “Maaf ya, memang aku agak kesulitan mengingat nama orang sebelum beberapa kali bertemu.” Kalau kamu sudah bilang begitu, biasanya dia pun akan ikut mengatakan hal yang sama.

Merendahkan Diri Sejenak dan Akuilah ‘Kebodohanmu’ Kalau Tak Sanggup Mengingat Nama Mereka

Lupa dengan nama teman bagi sebagian orang akan membuat mereka tak nyaman dan merasa dilupakan. Kata maaf mungkin mewakili, tapi tak cukup untuk membuat perasaan mereka jadi membaik. Karenanya mungkin kamu sekali-kali perlu melakukan facepalm sembari mengatakan: “Duh, ngawur banget aku sampai bisa nggak ingat begini.” dan lain sebagainya. Mungkin dengan begitu, pada akhirnya temanmu ini akan bersimpati dan jadi tak mempermasalahkan sama sekali kalau kamu lupa dengan nama mereka.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Demi Melacak Ratusan Penguntit, Taylor Swift Pakai Teknologi Pemindai Wajah Saat Konser

Taylor Swift ternyata menggunakan teknologi pendeteksi wajah saat menggelar California’s Rose Bowl pada Mei lalu demi mengawasi ratusan penguntit atau stalker yang kerap membuntutinya.

Dikutip dari The Verge, alat ini dipasang pada sebuah perangkat khusus. Para pengunjung pun tak sadar kalau sebenarnya keberadaan alat ini ditanam pada perangkat berupa papan elektronik yang menampilkan video proses latihan Taylor Swift. Baru kemudian saat para penonton memperhatikan video tersebut, secara diam-diam alat pendeteksi merekam dan memindai wajah masing-masing pengunjung.

Berdasarkan wawancara Rolling Stone dengan seorang petugas keamanan konser, wajah-wajah tersebut kemudian dikirimkan ke Nashville, Amerika Serikat, yang menjadi “command post”, untuk dicocokkan dengan muka-muka penguntit yang sebelumnya sudah diketahui.

Taylor Swift menjadi artis Amerika Serikat pertama yang diketahui menggunakan teknologi pendeteksi wajah di konsernya. Sayangnya, saat ini masih jadi perdebatan apakah penggunaan teknologi ini bisa dibenarkan secara hukum. Sebab, ada yang menilai konser menjadi ranah pribadi bagi penyelenggara. Dengan demikian, penyelenggara berhak memantau pengunjung yang datang. Namun, penggunaan teknologi ini terbilang tak lazim dan berlebihan, namun ternyata hal ini bukan yang pertama.

Sebelumnya, pada April 2018, polisi di China menangkap seorang pelaku kejahatan yanng bersembunyi di antara sekitar 60.000 penonton konser di Nanchang International Sports Center. Sistem pengawasan ini bisa mengawasi pergerakan orang di kerumunan karena menggunakan sistem pemantau “Xue Liang” atau “Sharp Eye”.

Di Amerika Serikat, teknologi pemindaian wajah nantinya akan dikembangkan untuk menggantikan sistem tiket. Jika berhasil, penonton film di bioskop tidak perlu lagi menggunakan tiket kertas, karena cukup dengan menggunakan wajah yang sudah dipindai sesuai dengan nomor bangku sesuai saat pembelian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pelaku Menyerahkan Diri, Ussy Tetap Ingin Proses Hukum Tetap Berjalan

Pembawa acara Ussy Sulistiawaty (37) akhirnya menerima permintaan maaf orang yang menghina anaknya di media sosial. Perempuan itu juga sudah menyerahkan diri ke Mapolda Metro Jaya. Namun, Ussy akan tetap melanjutkan proses hukum atas pelaku penghinaan itu.

“Itikad dia bagus untuk menyerahkan diri. Tapi, karena sudah masuk laporan, tetap diproses,” kata Ussy seperti dikutip Kompas.com, Kamis (13/12/2018).

Ussy mengatakan pula bahwa perempuan pelaku penghinaan tersebut mengakui perbuatannya. Pelaku sadar tidak akan bisa kabur ke mana-mana sehingga memilih menyerahkan diri ke polisi.

“Dia sadar, mau ganti IG (Instagram) apa pun, polisi juga akan menemukannya. Makanya, dia sadar, menyerahkan diri. Indonesia kan sekarang lagi melawan bullying dan cyber crime, kita harus dukung. Jangan sampai laporan saya ini dikatai lebai,” ujar istri artis peran dan pembawa acara Andhika Pratama ini. Diberitakan sebelumnya, Ussy Sulistiawaty melaporkan lebih dari 10 akun yang menghina anaknya lewat media sosial dengan kata-kata tidak pantas.

Ussy melaporkan mereka dengan pasal pencemaran nama baik, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Berkunjung ke Vatikan, Menteri Susi Penuhi Undangan dari Paus Fransiskus dan Bahas Isu Kelautan

Pada salah satu agenda kerja di Eropa baru-baru ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terlihat mengunjungi Vatikan untuk memenuhi undangan dari Paus Fransiskus. Yap, Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Vatikan Wanry Wabang mengungkapkan, Ibu Susi berkunjung ke Vatikan dalam rangka menghadiri audiensi dengan Paus bersama ribuan umat Katolik dan wisatawan non-Katolik.

Undangan tersebut beliau terima, tatkala menghadiri acara Our Ocean Conference di Bali 29-30 Oktober beberapa waktu lalu. Dalam acara yang berlangsung di Aula Paolo Sesto Vatikan, Rabu (12/12) lalu, pukul 09.00-11.00 waktu setempat tersebut. Menteri perempuan yang terkenal dengan kata “Tenggelamkan” itu, berkesempatan untuk bersalaman dengan Paus Fransiskus dan menyampaikan ucapan terima kasih atas surat Paus yang dikirimkan pada acara Our Ocean Conference 2018 serta mengundang Paus ke Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih secara langsung atas dukungan dan komitmen Vatikan yang disampaikan oleh H.E Archbishop Piero Pioppo…,” ucap bu Susi seperti dilansir dari Antara, Jumat (14/12)

Selain itu, Menteri Susi juga melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Vatikan Monsinyur Paul Richard Gallagher di Istana Apostolik Vatikan. Adapun tujuan pertemuan itu adalah untuk membahas pengertian antara Vatikan dan Indonesia mengenai upaya penanggulangan pencurian ikan dan “perbudakan” di sektor perikanan.

Kepada Susi, Paus menyatakan akan terus mendoakan dan memberikan dukungan bagi rakyat dan bangsa Indonesia. Dan Vatikan juga berjanji, untuk setuju membantu upaya Indonesia mengangkat isu hak-hak kelautan di forum PBB.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top