Feature

Tak Tahu Akan Berjodoh atau Tidak, yang Penting Kita Pernah Sama-sama Berusaha

Tak ingin meremehkan kekuatan dari upaya, tapi perihal jodoh tak selalu bisa diterka. Jangan pula pikir aku sedang pesimis akan hubungan kita, atau tak percaya pada rasa yang sudah ada. Ini kukatakan demi melindungi hati, dari kenyataan yang mungkin diluar kendali.

Bertemu denganmu jelas membuat bahagia, namun sesuatu yang akan menjadi akhir tetap menjadi rahasia Pemilik Semesta. Satu hal yang pasti, hingga saat ini ada banyak upaya-upaya ajaib yang selalu kita lakukan untuk kelangsungan hubungan. Tanpa diminta, berpikir ini adalah sebuah kewajiban. Dengan senang hati, kamu dan aku saling memberi tanpa berharap balasan.

Tidak Merasa Akan Merugi Walau Nanti Tak Bersama, Semua Kulakukan Karena Memang Ingin

Tak hanya denganmu saja, hampir pada semua orang aku menerapkan pola yang sama. Berbuat baik tanpa berharap balas. Pelan-pelan, perbuatan kecil yang tadinya kupikir tak bermakna berubah jadi sesuatu yang berarti, hingga membuatmu berterimakasih.

Jangan tanya mengapa aku melakukannya, karena tanpa harus kujelaskan dirimu tentu tahu bagaimana rasa yang kini sedang berkembang. Memenuhi isi setiap rongga pikiran, hingga jadi hal lain yang membuat kita semakin saling sayang.

Ini bukan kalimat manis untuk membuatmu tersanjung, semua yang kusebutkan tadi murni datang dari perasaan. Mari pakai masa ini jadi sesuatu yang akan selalu dikenang, hidup tenang tanpa pernah merasa kehilangan rasa sayang.

Sebab Hubungan Ini Tak Melulu Tentang Diriku, Juga Karena Perbuatan Baik yang Tidak Pernah Habis Darimu

Bermodalkan jargon yang kerap kamu lontarkan, aku percaya bahwa hubungan ini tentu tak hanya karena aku. Sebab setiap kali emosi dikepala hampir tumpah, kamu selalu datang bak air es yang menyegarkan. Membalutku hingga emosiku membeku.

Dilain kesempatan, aku yang memang tak suka akan sesuatu yang berantakan selalu sigap untuk membantumu membereskan sesuatu yang masih mengambang. Menemukan solusi yang akan jadi jalan keluar hingga tertawa bersama atas apa yang telah kita dapatkan.

Jika aku menjadi sosok yang kerap ceroboh, ada kamu si tukang catat yang tak pernah lupa segalanya. Dan kini aku percaya bahwa hadirmu bukanlah sebuah kebetulan layaknya pertemuan kita. Lebih dari itu, kamu juga telah menggenapiku.

Jadi Wajar Saja, Jika Hingga Saat Ini Aku Enggan Berpindah Haluan

Beberapa orang pernah mengungkapkan kekhawatirannya atas hubungan kita. Anehnya aku tak pernah berpikir sejauh itu. Sebagaimana yang kamu tahu, manusia ini bukanlah sosok yang rela menghabiskan waktunya untuk memikirkan sesuatu yang belum juga datang.

Aku lebih menikmati semua hal baik yang sedang kurasakan, berterimakasih pada semesta atas pertemuan kita. Hingga banyaknya hal baik yang selalu kamu berikan. Dan pertanyaan mengapa masih tetap tinggal bukanlah sesuatu yang kubutuhkan.

Tanpa Perlu Risau Akan Hari depan, yang Pasti Hari Ini Kita Jadi Pasangan yang Saling Menguatkan

Tak ada kebebasan yang menyusut, semua hal kita nikmati seiring dengan berjalannya hubungan. Aku dan kamu merasa tak perlu melebarkan kekhawatiran, semua hal yang tadinya kita takutkan sebaiknya disimpan.

Disadari atau tidak, ada kekuatan yang lahir untuk saling menyakini lebih dalam lagi. Kamu jadi amunisi, sedang aku kadang jadi penyerang. Dua orang manusia yang tadinya hanya sebatas kenal, kini berubah jadi kesatuan yang mengagumkan.

Mari berjalan sejajar denganku, melangkah dengan rima yang sama dan semoga akan selalu dengan pola yang serupa pula.

Cerita Kita Begitu Indah, Suatu Saat Akan Jadi Kenangan Sarat Makna 

Hampir tak pernah merasa kecewa atau marah, segala perbuatanmu selalu berhasil melukis tawa. Siap sedia jadi penghibur dikala duka, hingga jadi pendengar yang baik disegala cerita. Tanpa harus diminta, kamu tahu kapan waktu yang tepat untuk membuka suara.

Memberiku petuah untuk lebih bijak memahami masalah, hingga selalu jadi penyokong semangat setiap lelah. Ah, cerita ini sempurna. Tak heran jika aku pernah berdoa, agar semuanya akan selalu sama.

Kamu Jadi Manusia dengan Kelenturan Hati yang Lapang, Sedang Aku Manusia yang Selalu Merasa Ingin Ditopang

Bersamamu hingga sekarang, tak membuatku kehilangan akal. Semua yang kuyakini masih tetap kucari, begitu pula dengan kamu yang selalu jadi sosok yang mumpuni. Merasa terlalu lemah hanya karena terus menerus bertumpu padamu, aku pernah bertanya terbuat dari apa hatimu. Tak merasa itu menjadi sebuah pertanyaan, kamu hanya menjawabku dengan sebuah senyuman sembari berkata “Terbuat dari cinta dan kasih sayang”.

Jawaban-jawaban kecil seperti ini jadi hal lain yang selalu menghidupkan semangat dalam diri. Bagaimana aku bisa jadi sosok yang juga serupa, memberimu gelak tawa dan selalu bahagia.

Walau Aku Tak Tahu Akhir Ceritanya Akan Seperti Apa, Tapi Kuharap Serupa Manisnya Bak Awal Cerita

Pertemuan yang berawal dari ketidaksengajaan, jadi sebuah awal yang membuat kita saling kenal. Pelan-pelan hubungan kita berlanjut pada tahap yang lebih menyenangkan. Saling sayang dan berupaya untuk menunjukkan, bahwa rasa ini bukan lagi sekedar ketertarikan.

Hal-hal yang telah kita lakukan, jadi bukti bahwa meski nanti tak akan ditakdirkan bersama, kita berdua pernah berusaha dengan kerasnya. Pengingat sederhana yang tadinya tak berarti apa-apa, entah kenapa selalu terasa berbeda jika datang dari dirimu.

Kamu dan aku tak perlu mencari ulang apa yang akan menjadi sumber kebahagian, sebab kita berdua telah menemukannya pada masing-masing diri kita.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kerugian yang Akan Kamu Rasakan Ketika Mencintai Orang yang Tak Bisa Kamu Miliki

Mulai dari sekarang, berhenti untuk percaya pada tagline yang bilang kalau ‘cinta tak harus memiliki’. Kecuali jika kamu memang sudah rela dan bersedia disakiti. Kita tak perlu terlalu naif, dengan berkata turut bahagia ketika melihat ia bahagia meski bukan dengan kita. Karena percaya atau tidak, ketika kita sudah menaruh hati untuk mencintai, tentulah ada rasa harap atas balasan serupa untuk diri.

Sialnya, hati manusia kadang sulit terkendali. Tak peduli pada kenyataan, kita kerap menaruh hati pada dia yang jelas-jelas tak bisa dimiliki. Lalu apa hal yang lahir dari pilihan ini? Seringnya sih sakit hati. Iya, sakit hati karena berjuang sendiri.

Terus bertahan untuk tetap mencintai, yang didapat justru sakit hati. Beberapa orang mungkin sudah jatuh dan tetap bertahan, tapi kamu yang masih di permulaan perlu memahami beberapa hal ini. Agar kamu tahu jika mencintai orang yang tak bisa dimiliki hanyalah melahirkan belenggu. 

Hanya Bisa Berangan-angan, untuk Itulah Hatimu Kian Kesepian

Coba bayangkan lagi, berapa sering kamu menunggu balasan pesan darinya yang selalu berujung dengan sikap abai berhari-hari. Berharap ia bertanya kabar dan mengkhawatirkanmu yang sudah seminggu tak bertegur sapa. Ujung-ujungnya, kamulah yang selalu tetap mengalah dan menyapanya.

Masa-masa tarik-ulur hati seperti itu, pada akhirnya hanyalah jadi sebuah ilusi yang menipu. Sebab, rasa tak perduli yang datang darinya hanya membuatmu diselimuti sepi yang sangat menyiksa diri.

Rasa Cinta yang Sebenarnya Salah, Membuatmu Melewatkan Banyak Hal Penting dengan Sia-sia

Iya, iya… kami paham jika cinta memang kerap membolak-balikkan perasaan seseorang. Bahkan sering membuat hal-hal diluar nalar, hanya karena terlalu percaya pada perasaan sendiri. Dimatamu ia mungkin istimewa, berharga, dan kau yakini bisa membuatmu percaya.

Sehingga segala fokus yang kamu punya, kau kerahkan hanya pada dirinya saja. Kamu lupa pada perasaanmu sendiri, kamu lupa bahwa sesungguhnya ada banyak hal yang sudah kau lewati dengan sia-sia dan tak berarti. Jika terus menerus begitu, percayalah kamu akan kehilangan banyak hal baik dalam hidup. 

Tersiksa Karena Cemburu Tapi Tak Bisa Berbuat Apa-apa

Selain merasa gundah karena tak mendapat perhatian, cemburu adalah hal berat lain yang akan kamu rasakan.Tak bisa memilikinya, tak ada ruang untukmu dihatinya. Maka meski kamu sudah tersiksa karena cemburu atas orang-orang yang mungkin ada di sekelilingnya. Kamu tetap tak bisa berbuat apa-apa.

Cemburumu bisa jadi bukti cinta, tapi semuanya percuma karena ia tak pernah merasa punya keinginan bersama. Pada titik ini, harusnya kamu membuka mata. Dirinya sedang menggali luka sendiri, karena tetap berharap pada cinta yang tak bisa kamu miliki.

Kehilangan Kesempatan Bertemu dengan Seseorang yang Menunggumu Diluar Sana

Jika harus dibuka secara terang-terangan, bisa dipastikan pikiranmu sudah dipenuhi akan semua hal tentang dirinya. Merasa butuh berjuang untuk cinta yang kau rasakan, tindak bodoh macam menutup diri dari orang lain. Kau yakini sebagai sebuah upaya paling pintar untuk tetap bisa mendapatkan perhtian darinya.

Manjadikannya sebagai pusat perhatian, kamu kehilangan kesempatan untuk bisa bertemu orang baru yang mungkin bisa mencintaimu. Hanya karena bertahan pada sesuatu yang jelas-jelas tak akan pernah bisa kamu miliki.

Hati dan Jiwamu Gelisah, Karena Dirinya Tetap Tak Kunjung Memberi Hatinya

Sudahlah, ini adalah tindakan bodoh yang tak seharusnya kamu lakukan. Menyiksa diri dengan tetap bertahan pada rasa cinta yang tak berarah. Akan melahirkan banyak ketakutan dan kegelisahan pada dirimu saja. Namun dibalik semua itu, walau ada ribuan ucapan yang datang untuk menyadarkanmu. Dirimu sendiri tetap jadi penentu yang akan menyelamatkan hatimu.

Tetap bertahan untuk mencintai dia yang tak bisa kamu miliki atau bangkit berdiri untuk mencari cinta lain yan bisa membahagiakan hati.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Perjalanan Transisi Hidup Menuju Dewasa dan Bijaksana

“Jadi orang dewasa itu menyenangkan, tapi susah untuk dijalankan”

Kami percaya, setidaknya beberapa orang akan setuju dengan kalimat yang barusan kalian baca. Menjadi dewasa berarti siap dihadang banyak perkara, mulai dari yang remeh sampai yang berat. Dari pekerjaan sampai perkara hubungan. Walau bebas memilih akan jadi orang dewasa yang seperti apa, tapi setidaknya ada beberapa fase  yang juga akan kamu rasa.

Bayang-bayang hidup indah tanpa gangguan, bukan lagi jadi sesuatu yang kamu pikirkan. Lebih dari itu, menjadi dewasa seiring bertambahnya usia membuatmu membuka mata bahwa hidup tak melulu tentang bahagia.

Menjadi Dewasa Menyebalkan, Tapi Biar Bagaimanapun Harus Tetap Dijalankan

Sebelum sampai di usia yang sekarang, ada banyak sekali sumber bahagia. Gebetan yang memberi senyum sebagai isyarat suku, aktivitas di sekolah yang selalu berhasil mengundang tawa, hingga kencan pertama yang membuat hati berbunga-bunga hingga esoknya.

Sialnya, selepas memasuki usia di angka 20. Segala macam tetek bengek untuk menjadi manusia dewasa terasa kian berbeda. Tak melulu tentang urusan cinta, pikiran kita berubah kian kompleks untuk mencerna apa saja yang memang layak untuk membuat bahagia.

Bahkan Mendorong Kita untuk Bertanya Pada Diri Sendiri, “Sejauh Ini, Udah Ngapain Aja Sih?”

Quarter crisis life, memang sering membuat kita merasa hampir putus asa dengan kehidupan yang ada. Pekerjaan dan mimpi yang masih entah seperti apa, kisah cinta yang tak kunjung terlihat arahnya, hingga persoalan lain yang kian memusingkan kepala.  Di usia ini, hidup memang tak sesimpel dulu. Hal-hal yang dulu dirasa mudah, berubah jadi sesuatu yang berat dan susah.

Akan Tetapi, Dewasa Juga Membuat Kita Lebih Kritis dalam Segala Hal

Pada setiap masa dalam hidup, akan ada titik dimana kita selalu sikap kritis. Mempertanyakan segala sesuatu yang akan kita lakukan. Entah itu pada diri sendiri atau orang sekitar. Selanjutnya, situasi ini akan membawa kita pada satu titik yang bisa dinamakan kedewasaan. Melahirkan sikap yang berbeda, dari masa-masa sebelumnya. Kita mulai menyadari sebuah tanggung jawab, ketulusan, waktu yang berharga, rasa syukur, dan kemauan untuk terus berubah lebih baik lagi.

Namun Jika Harus Dibandingkan, Perempuan Disebut-sebut Lebih Cepat Dewasa Daripada Kaum Adam

Perempuan memang jauh lebih cepat dewasa dibanding kalian kaum adam. Tapi kalau ingin diperdebatkan. Pernyataan ini mungkin akan jadi debat kusir yang tak menemukan titik tengah. Tapi, asal kamu tahu saja. Hal ini juga disetujui oleh para peneliti. Untuk penjelasan yang lebih detail, kami pernah membahasanya di artikel ini.

Tapi Kita Tak Boleh Menyerah, Karena Setiap Masalah Membuat Kita Lebih Dewasa!

Kita mungkin merasa tak siap, tapi daripada lebih dulu pesimis atas masalah yang akan datang silih dan berganti. Mari kita pahami, bagaimana sebuah masalah bisa merubah kita jadi pribadi yang lebih baik lagi. Anggaplah ini sebagai upah, karena kita tetap bertahan untuk semua perkara.

Dan Tak Hanya Itu Saja, Dewasa Juga Merubah Cara Pandang Kita Pada Kriteria Pasangan

Saat belum sedewasa sekarang. Kamu mungkin punya berbagai macam keinginan ajaib tentang bagaimana dia yang kelak jadi pasangan. Namun sejalan dengan pertambahan usia, banyak pandangan baru yang berubah. Begitu pula dengan perubahan caramu berpikir tentang cinta.

Dewasa memang tak bertolak pada usia, tapi bagaimana kite memaknai setiap perjalanan hidup dengan berbagai macam pelajarannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Pemilu Sudah Terlewatkan, Mari Sudahi Ajang Kubu-kubuan

Hampir satu tahun terakhir, kita semua jadi saksi bagaimana pesta demokrasi melahirkan berbagai macam kejadian. Teman lama yang mendadak bermusuhan, adu pendapat yang jadi sumber pertengkaran, hingga saling ejek atas pilihan yang tak sesuai dengan hal yang kita lakukan.

Banyak drama yang sudah kita saksikan bersama. Gilanya fanatisme atas usungan kepala negara, sampai perselisihan hebat yang terjadi pada beberapa grup whatsApp keluarga. Serupa dengan para legislatif yang gagal mendapat suara, kita semua juga pasti sudah lelah menyaksikan ajang kubu-kubuan yang selama ini jadi tembok pemisah.

“Tujuh belas April lalu, jadi penentu. Siapa yang menang dan kalah”

Untuk itu seharusnya kita pun bisa kembali seperti semula. Tak lagi memblokir teman lama karena sering memberikan komentar negatif atas pilihan kita. Kembali menyapa tetangga, meski pilihan kita kalah dan pilihannya jadi juara.

Perlu diingat, jika tak ada satupun peristiwa yang mampu memisahkan kita semua sebagai saudara sebangsa. Pemilu itu pesta demokrasi, bukan ajang yang bertujuan untuk mencerai-beraikan kita dari hidup bermasyarakat. Setiap usungan kita tentu punya niat dan maksud, dan kita percaya jika perjuangan mereka adalah yang terbaik yang patut dipilih. Namun bukan berarti, orang lain harus bisa mengerti. Sebab, setiap kepala memiliki cara pandang yang berbeda. 

Ingat, Bangsa yang merdeka adalah mereka yang bisa menerima perbedaan yang lahir dari tiap kepala. Ketidaksukaan kita pada satu pihak tertentu, tak lantas jadi alasan untuk memaksakan kehendak pada teman lain yang belum tahu. Sebagaimana kita yang merasa berhak untuk memilih sesuatu, orang lain pun memiliki hak serupa untuk menyuarakan apa yang dirasanya perlu.

Selepas jari yang sudah berwarna ungu, setelah puas karena telah menggunakan hak suaramu, mari kembali bersatu. Sebagaimana gerai pakaian atau restauran yang tak membeda-bedakanmu menikmati diskon bersadarkan pilihan suara, ayo lupakan semua perbedaan dan pertentangan yang kemarin ada.

“Saatnya kembali menjadi Indonesia, yang meski berbeda-beda tapi tetap satu jua”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top