Feature

Tak Semua Gerakan Workout Patut Ditiru, Kalau Salah Gerak dan Jadinya Fatal, Siapa yang Rugi?

Punya badan jelas harus dijaga. Baik dalam urusan makanan maupun kesehatan. Kalau dari pola makan sudah baik dan terjaga, maka selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah seberapa sering kamu bergerak. Mungkin kamu kerap menyepelekannya, tapi ternyata tubuh memang perlu olahraga, yang paling mudah dilakukan adalah dengan rutin melakukan pemanasan. Nah hanya saja, sudah benarkah gerakan pemanasan yang selama ini kamu lakukan? Mengutip Bright Side, ini dia gerakan yang benar dan yang sebaiknya kamu hindari.

Posisi Side Lungs

Posisi seperti ini sering dilakukan dengan badan yang menjorok ke depan. Padahal, saat menekuk lutut, jangan sampai beban berada di tulang belakang dan lutut. Rilekskan gerakanmu dengan tetap membuka kaki dan menekuk satu lutut namun badan tetap diluruskan. Pastikan jika lututmu benar-benar ditekuk dalam posisi 90 derajat. Kalau posisimu sudah benar, kamu bisa melakukan squat.

Posisi Hip Bridge

Meski terlihat mudah, tak semua orang bisa mempraktikkan posisi hip bridge dengan benar. Saat kaki sudah ditekuk, usahakan badan tak melengkung saat terangkat. Caranya, pastikan badanmu membentuk satu garis lurus dari bahu ke lutut.

Posisi Plank

Melakukan plank sejatinya susah-susah gampang. Padahal saat latihan, kamu tak perlu menggerakkan anggota tubuhmu. Hanya menjaga keseimbangan agar tangan dan ujung kakimu bisa menahan berat badan tubuh. Kuncinya disitu, melakukan plank tak bisa dengan sembarang posisi. Pastikan badanmu lurus saat sudah terangkat dengan kaki. Penting, pastikan juga lenganmu dalam posisi ditekuk 90 derajat.

Posisi Back Squat

Melakukan back squat berguna untuk memperkuat otot paha dan otot belakang tubuh. Penting diperhatikan, saat melakukan repetisi pada gerakan ini, jangan biarkan kepalamu tertunduk ya. Namun fokuskan pandanganmu lurus ke depan sehingga kepalamu bisa tetap stabil dan menjaga postur tubuh agar tidak melengkung.

Squat dengan Barbel atau Plate

Untuk gerakan yang satu ini, pun jangan sampai badanmu melengkung dan tetap jaga postur tubuh sembari memegang barbel ya. Gerakan repetisi dengan postur tubuh yang benar akan membuat olahragamu semakin berfaedah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kamu yang Merasa Sehat, Bukan Berarti Beneran Sehat

Mengetahui sehat atau tidaknya tubuhmu itu tidak hanya dari penampilannya. Tapi sekali waktu kamu pun perlu mengeceknya ke dokter demi memastikan benarkah kondisi tubuhmu memang prima atau perlu ada perhatian khusus. Sayangnya, banyak dari kita yang suka melupakan pentingnya tes kesehatan.

Padahal di usia sekarang, penting sekali mengutamakan tes ini agar kita punya gambaran bagaimana kondisi tubuh kita sekarang ini dan bisa melakukan pencegahan terhadap penyakit yang mungkin berisiko menyerang tubuh. Mengutip Bright Side, ini dia jenis tes yang perlu kamu lakukan setidaknya saat usiamu sudah memasuki kepala dua.

Tes Kesehatan Kulit demi Mencegah Kanker Kulit

Berdasarkan sebuah studi yang dilakukan oleh American Cancer Society, sebanyak 3,3 juta penduduk Amerika didiagnosa mengalami kanker kulit setiap tahunnya. Karenanya, penting sekali untuk mengecek kesehatan kulit setidaknya selama sebulan sekali. Kamu perlu tahu, melakukan tes screening bisa menekan risiko seperti paparan sinar ultraviolet berlebih, potensi kanker kulit, munculnya tahi lalat berlebihan, hingga permasalahan kulit lainnya.

Tes Koresterol Juga Perlu Lho untuk Mengetahui Tingkat HDL-mu

Kendati kamu berkilah kalau usiamu masih terlalu muda untuk tes kolesterol, itu sejatinya bukan jadi alasan untukmu agar melewatkan tes yang satu ini. Biasanya, kalau kamu hendak mengikuti tes untuk mengukur tingkat kolesterol, dokter tak akan mengizinkanmu untuk makan setidaknya 9-12 jam sebelum tes. Hal ini karena makanan bisa mempengaruhi tingkat kolesterolmu.

Kamu perlu tahu, selama tes, ada beberapa hal yang perlu diamati yaitu meliputi HDL atau tingkat kolesterol baik, LDL atau tingkat kolesterol yang buruk dan triglycerides. Biasanya petugas medis akan menjelaskan hasilnya nanti kepadamu.

Bagi Perempuan yang Sudah Menikah, Coba Lakukan Pap Smear, Ya!

Setiap perempuan yang sudah menikah, disarankan untuk melakukan uji pap smear setiap tiga tahun sekali. Tes ini diperuntukan untuk mengecek serviksmu apakah dalam keadaan baik-baik saja atau ada gejala kanker yang perlu diwaspadai. Mengapa tes semacam ini perlu? Karena kanker rahim ternyata jadi penyebab kematian tertinggi pada perempuan. Tapi berdasarkan data dari American Cancer Society, risiko kematian akibat kanker rahim dalam lima puluh tahun terakhir bisa ditekan mencapai angka 74 persen lantaran banyak perempuan  yang sudah sadar untuk melakukan uji pap smear.

Sering Dilupakan, Padahal Tes Hepatitis juga Penting untuk Tubuhmu

Penyebab hepatitis diketahui lantaran ‘infeksi’ yang terjadi pada livermu. Bagi sebagian orang yang mengalami hepatitis, awalnya tak ada gejala yang muncul pada tubuh. Untuk itu, cara mencegahnya tentu dengan melakukan cek atau tes hepatitis terlebih dahulu. Orang yang terinfeksi virus hepatitis, nantinya akan sering tumbang karena sistem imunnya tak lagi mampu bekerja secara maksimal. Nah, sebelum terlambat, lebih baik kamu cari tahu kondisi livermu dari sekarang, bukan?

Tes Darah Agar Kanker Darah Tak Jadi Ancaman untuk Tubuhmu

Tahukah kamu, sejatinya ada 137 tipe kanker darah, tapi mungkin yang  paling umum diketahui banyak orang yaitu leukemia, lymphoma, dan myloma. Dengan jumlah sebanyak itu, penting sekali untukmu agar dapat mencegah kanker darah yang sewaktu-waktu bisa menyerang tubuh. Sebab hanya dengan tes darah, yang namanya kanker darah baru bisa terdeteksi.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Nyaman Untuk Tinggal di Hunian Kecil Ala Orang Jepang

Tinggal di hunian yang sempit memang memaksa kamu harus meminimalisir barang yang kamu miliki agar tak menambah penuh ruang hunianmu. Tak jarang kenyamanan pun tak bisa kamu dapatkan karena minimnya ruang dalam apartemen. Nah untuk mengakalinya, kamu bisa coba tiru cara orang Jepang menata hunianya agar tetap nyaman nih meski lahannya sempit.

1. Sofa Sebagai Alternatif Tempat Tidur

Ruang yang ada dalam apartemen tentu lebih sempit dibandingkan rumah pada umumnya. Jadi kamu harus pandai-pandai dalam memanfaatkan ruang. Salah satunya dengan menggunakan sofa bed yang bisa dilipat agar bisa kamu jadikan sebagai tempat tidur juga.

2. Menggunakan Furnitur yang Multifungsi

Karena ruanganmu yang terbatas, akan lebih baiknya jika kamu memilih furnitur yang multifungsi untuk digunakan dalam apartemen. Misalnya kamu bisa menggunakan stools dengan tinggi sedang sebagai tempat duduk tamu maupun meja untuk menaruh barang-barang kecil yang penting.

3. Memilih Furnitur dengan Kapasitas Maksimal

Selain menggunakan furnitur yang multifungsi, kamu juga perlu memilih furnitur dengan kapasitas maksimal. Misalnya kamu bisa memilih lemari pakaian dengan kapasitas besar yang sesuai dengan ruangan, dimana kamu juga bisa menggunakan lemari tersebut sebagai tempat televisi di tengahnya. Akan lebih baik juga jika kamu memilih lemari dengan pintu geser.

4. Memanfaatkan Cermin untuk Menimbulkan Kesan Ruang yang Lebih Luas

Kamu bisa menempatkan cermin dinding besar di beberapa sudut ruangan apartemenmu. hal ini akan menimbulkan kesan ruang apartemenmu lebih luas dua sampai tiga kali lipat dari luas sebenarnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Tentang Jargon “Syantik”, Syahrini Disindir Anji

Setelah lagu “Lagi Syantik” milik Siti Badriah sukses dan viral di tengah-tengah masyarakat kita. Syahrini memang terlihat sempat mengutarakan kekesalannya soal jargon “Syantik” yang dipakai pada lagu yang didendangkan oleh Siti Badriah tersebut.

Setelah penyataannya dengan sang adik yang juga menjadi managernya beberapa waktu lalu, banyak netizen yang juga turut serta memberi tanggapan. Ada yang pro tapi tak sedikit juga ada yang kontra. Sejalan dengan itu, dikutip dari viva.co.id, Musisi Anji juga turut serta untuk memberi tanggapannya pada persoalan tersebut.

“Saya sangat respect sama dia (Syahrini) dengan caranya menciptakan jargon-jargon, dan dia bisa menciptakan tren-tren yang buat saya mungkin buat sebagian orang aneh, tetapi akhirnya diikutin semua orang. Tapi khusus untuk lagu ‘Lagi Syantik’ ini, saya rasa Syahrini harus lebih detail,” tutur Anji, pada salah satu kesempatan di kawasan Kemang, Rabu, 19 Juli 2018 lalu.

Sumber : instagram.com/duniamanji

Suami dari Wina Thalia ini juga menilai, bahwa tak seharusnya Syahrini mengklaim atau bahkan mematenkan sebuah kata yang sejatinya sudah banyak dipakai oleh orang-orang.

“Tapi Syahrini juga bilang kan, Anda jangan julid, saya bukannya julid sih. Tapi dari pihak yang ngarang lagu saja katanya itu terinspirasi dari Mimi Peri. Terus saya lihat di YouTube kan menjadi trending, ada yang komen ‘nenek gue dari tahun 80an sudah tahu kata-kata syantik’,” lanjut Anji.

Anji juga menerangkan bahwa, untuk mematenkan sesuatu. Ada banyak kriteria yang dibutuhkan, tak boleh asal-asalan. Selanjutnya, ia juga berkata “Saya pernah nulis juga di twitter, ‘ngeri juga ya dengan kata-kata itu terus diakuin sebagai kata-kata seseorang’. Kata syantik itu sebenarnya biasa, saya juga mendengar kata syantik itu sejak lama. Jadi buat saya kurang cocok saja Syahrini bilang begitu”.

Persoalan jargon ini memang cukup menarik perhatian dari masyarakat. Karena selain lagunya yang mendadak viral, Syahrini berpendapat bahwa Siti Badriah tak terlebih dahulu meminta izin kepadanya, ketika hendak menyematkan kalimat “Syantik” pada judul single terbarunya tersebut. Meski pada kenyataannya, menurut sang pengarang lagu. Beliau justru terispirasi dari sosok Mimi Peri di laman sosial media Instagram yang juga kerap memakai kata “Syantik” untuk menggambarkan dirinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top