Feature

Tak Selalu Buruk, Jatuh Cinta dan Sakit Hati Berkali-kali Jadi Ajang Pendewasaan Diri

Patah hati tak mengenal usia, tak hanya pada mereka yang masih ABG saja, hal serupa juga bisa terjadi pada percintaan kita. Dia yang kemarin melukis tawa, seketika berubah jadi sosok yang justru menciptakan luka.

Sakit hati tentu tak bisa ditampik, namun bukan berarti ini tak akan menyisahkan hal baik. Daripada terus mengutuk prosesnya yang sudah meninggalkan luka, mari teliti lagi hal apa saja yang akan kamu terima setelah berkali-kali gagal untuk urusan cinta.

Tidak ada yang bisa dikompromikan memang, semuanya bisa terjadi begitu saja tanpa kita tahu bagaimana untuk menghalaunya. Meski katanya ini akan menjadi salah satu bagian buruk, bukan berarti kita akan mengutuknya. Mari membuka mata untuk melihat sisi baiknya, yakni apa yang akan kamu terima setelah berkali-kali kecewa.

Jalani Semua Fasenya Hingga Klimaks, Titik Ini Akan Memberimu Gambaran yang Berbeda dari Masalah Biasa

Belum lagi tahu apa yang menjadi hasil akhirnya, biasanya kita sudah lebih dulu menyerah. Menilai patah hati hanya dari sisi kecewanya, lalu menutup mata pada hal lain yang ternyata baik. Jangan buru-buru, nikmati semua rasanya.

Jika memang cukup jeli untuk memahami semua yang sedang terjadi, kamu akan tahu bahwa ada manfaat baik lain yang akan menghampiri. Menunggunya tentu tidak mudah, akan beberapa babak yang menjadi ujiannya.

Bahkan bayang-bayang masa bahagia bisa jadi sesuatu yang berbahaya. Sesegera mungkin kamu harus berjalan lagi, menetralkan hati agar kembali pada titik tengah, yang menjadi batas antara kecewa dan bahagia.

Sedih dan Kecewa Tentu Ada, Tapi Kamu Tak Perlu Menyimpannya Sebagai Dendam

Masa ini memang jadi titik pemulihan yang sering membuat hati bimbang. Bertahan pada kebencian, atau mulai belajar untuk memaafkan. Emosi-emosi negatif yang tadinya memenuhi rongga kepala, perlahan harus diuraikan.

Hari-hari terasa datar, tak ada lagi kobaran semangat. Bahkan beranjak dari kamar pun enggan. Kamu mungkin sakit hati, bahkan berpikir untuk memberinya pelajaran agar tahu rasanya dikecewakan. Tapi apa iya harus seperti itu? Toh membuatnya sakit hati tak akan menjadikan kita lebih baik darinya.

Puasmu hanya sementara, sebab hal lain yang lebih membekas adalah kita pernah membuat kesalahan serupa.

Tak Perlu Kamu Tahan Lagi, Demi Suasana Hati yang Lebih Damai Biarkan Dia Pergi

“Yang patah tumbuh, yang hilang berganti” begitu kata Banda Neira lewat salah satu penggalan lirik lagunya. Kalimat ini dapat juga kita pakai sebagai penguat perasaan, sebab itu adalah gambaran paling pas bagi seseorang yang baru saja patah hati. Dan sekuat apa pun kita berupaya, jika memang tidak ditakdirkan bersama, tak akan ada yang mampu menahannya.

Seolah jadi penguat hati selepas kecewa, legakan diri dengan berlapang dada. Biarkan dia pergi, barangkali ini jadi jalan untuk memulai lembar baru. Bergerak ke arah yang memang tak lagi sama, sebab cinta saja tak cukup untuk terus bersama.

Proses Ini Tentu Akan Jadi Pelajaran Bagaimana Kamu Nanti Akan Percaya dan Memulai Hubungan

Berkaca dari banyaknya korban patah hati yang berjatuhan, beberapa dari mereka kadang tak sanggup menerima kenyataan. Dari mulai memilih tak lagi membuka hati, atau malah menghukum diri sendiri. Kamu jelas tak akan bisa melihat sisi baiknya, jika matamu masih saja dipenuhi kecewa dan luka. Tukar amarahmu dengan sesuatu yang lebih melegakan jiwa.

Dari sini, kita akan lebih bijak lagi. Bagaimana menilai seseorang, hingga porsi percaya yang harus diberikan. Akan tetapi kamu tak perlu bersikap berlebihan dengan menilai buruk semua orang. Setiap individu lahir dangan sikap berbeda-beda. Dia yang terlihat serupa belum tentu memiliki perangai sama.

Lagi pula Masa Ini Bisa Kamu Jadikan Momen yang Pas Untuk Lebih Memantapkan Diri

Sembari berdamai dengan hati sendiri, hal lain yang juga perlu diperbaharui adalah kualitas diri. Tak hanya sebagai ajang untuk mengoreksi diri, fase ini sekaligus jadi wadah yang akan membantu kita bermetamorfosis. Dari yang dulunya pemarah, barangkali bisa menjadi lebih ramah.

Karena semua masa lalu tak akan bisa terulang lagi, untuk itu nikmati kesendirian yang sedang kita alami sekarang. Jika dia sudah berjalan untuk menentukan pilihan, kamu juga harus cukup bijak untuk mengambil langkah yang sama. 

Sebab Apa yang Hari Ini Kamu Terima Akan Jadi Modal Baik Untuk Hubungan Selanjutnya

Kisah ini jelas masih tergiang, hal-hal baik yang tadinya kita harap berlangsung lama kadang kala hanya menjadi bumbu pelengkap cerita saja. Hadirnya mungkin tak lama, namun ada satu atau dua pelajaran yang justru kita terima. Seolah jadi alasan lain yang membuat hati lebih kuat, patah hati jadi alasan kita lebih selektif lagi.

Ada poin penting lain yang akan kita sertakan, ketika berhadapan dengan orang baru yang berniat memberi hatinya untuk dijaga. Dan daripada harus sibuk untuk terlihat lebih bahagia dari dirinya, bangunlah percayamu pada cinta yang selanjutnya.

Tanamkan dalam hati, jika hubunganmu dengan dia yang baru akan jauh lebih baik dari cinta yang sebelumnya.

Karena Meski Sedang Berada Pada Kesesakan Sekalipun, Akan Ada Celah Baik yang Tersedia Untukmu

Tak peduli apa yang akan terjadi, kita memang harus mencari cara untuk keluar dari masalah ini. Bergerak pada ranah yang lebih tenang, hingga berusaha lepas dari kekecewaan. Tentu tak nyaman berada di situasi ini. Akan tetapi kita tak bisa menghalau semuannya, hal-hal buruk yang tadinya diluar rencana memang sering datang tanpa diundang.

Hari ini kita mungkin menangis karena kecewa, namun hal serupa juga pernah terjadi pada hari sebelumnya dan kamu selalu berhasil menaklukkannya. Sekarang mungkin buruk, namun satu-satunya pihak yang akan mampu merubah hari menjadi lebih baik adalah dirimu sendiri.

Kita hanya cukup percaya, bahwa dibalik semua rasa kecewa, kemauan diri sendiri jadi obat mujarab untuk menyembuhkan luka.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Jangan Rendah Diri dan Jangan Pula Tinggi Hati, Hidup Bisa Berubah Kapan Saja

Kamu mungkin pernah berandai-andai, kalau saja hidupmu berkecukupan. Pastilah bahagia dan tak sesedih sekarang. Padahal jika itu benar-benar terjadi, belum tentu demikian, kan? Sebaliknnya, jika saat ini hidupmu terasa bahagia sekali, jangan sesekali kau bertinggi hati. Apalagi sampai memandang rendah orang lain yang hidupnya tak lebih baik dari kita. 

Siapa pun dan bagaimana pun keadaanmu saat ini, berhenti untuk larut dalam sedih, tapi tak pula dianjurkan angkuh dan menyombongkan diri. Tetap jalani semua yang memang kau ingini, berusaha untuk mewujudkan mimpi, dan percaya jika hidup bisa berubah kapan saja.

Setelah Sedih Tentu ada Hal yang Akan Membahagiakan Hati 

Percayalah, tak ada hidup yang isinya melulu kesedihan saja. Suatu waktu, jika momennya sudah tiba dan semesta telah memberi restunnya, kamu pun bisa merasakan apa itu bahagia. Tertawa atas semua pencapaian yang sudah kamu lakukan, bersyukur atas segala hal yang mungkin bisa kamu dapatkan. 

Itulah mengapa kau tak bisa bersedih berlama-lama, tak pula menganggap semua kekurangan yang ada dalam diri akan berlangsung selamanya. Asal percaya dan terus berusaha, bahagia yang memang sudah ditakdirkan menghampirimu pasti akan datang juga. 

Begitupula Dengan Kesombongan Diri yang Bisa Berganti dengan Sebuah Kesedihan

“Hidup dan semua yang kita miliki, hanyalah sebuah titipan”

Begitu para orangtua mengingatkan. Dan percaya atau tidak, itu adalah sebuah pernyataan sekaligus nasihat yang benar. Segala yang ada dan kita miliki sekarang, bisa saja hilang dalam sekejap mata, jika memang Allah mengkehendakinya. Itulah mengapa, kita dilarang untuk menyombongkan diri sebanyak apapun harta yang dimiliki. 

Tetaplah santun, dan tetap rendah hati, tak perlu merasa menjadi manusia yang ‘paling’ hanya karena ada sesuatu yang kita miliki. Jaga semua yang sudah ada, dengan tetap menjadi manusia baik yang bersikap biasa-biasa saja.

Sisi Baik dan Buruk datang Bergantingan, Serupa dengan Sedih dan Bahagia yang Tentu Akan Datang

Sebab begitulah hidup, apa yang terjadi tak selalu sesuai dengan yang tadinya kita ingini. Tapi ini adalah perjalanan untuk berproses, bagaimana semua itu kita lewatkan tanpa merasa segalanya jadi beban. Nikmati semua sedihmu, jalani semua hari beratmu, walau semua terasa berat dan menyiksa, percayalah masa bahagia akan segera tiba.

Semua hal punya sisi baik dan buruk, jika hari ini masih sedih esok mungkin kita akan tertawa lagi. Dan begitu pula sebaliknya, jika hari ini tertawa terlalu bahagia, bisa jadi esok ada kesedihan yang harus kita rasa. 

Pilihanmu Akan Menentukan, Bagaimana Situasi Hatimu di Masa Depan

Coba bayangkan seseorang yang sudah terbiasa hidup dengan hati yang serupa setiap hari. Walau ada sedih ia tetap tertawa, walau ada bahagia yang bisa jadi alasan menyombongkan diri, ia tetap biasa saja. Jadilah seperti itu, bersikap serupa meski apapun yang sedang kamu rasa. Tak berlebihan, tak pula terasa kurang.

Ketika hati dan jiwa sudah terbiasa, maka apapun yang akan terjadi atau kita terima di masa depan, tentu rasanya akan sama seperti kehidupan kita pada masa silam. 

Hadapi Semua Sedih dan Bahagia dengan Lapang Dada

Tak ada sedih yang tak punya jalan keluar, tak ada pula bahagia yang tak akan berkesudahan. Semua hal di dunia sudah ada porsi dan waktunya, kapan setiap perasaan itu akan mengahampiri kita dan kapan pula mereka pergi untuk meninggalkan kita. Belajarlah menerima, ikhlaskan hati untuk semua yang terjadi, dengan begitu kau akan lebih paham, apa itu bahagia yang sebenarnya. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Tetap Waspada, Inilah 5 Ciri-ciri Lelaki yang Hanya Inginkan Fisikmu Saja

Kalau sudah kepalang cinta, perempuan memang sering lupa untuk memakai logikanya. Mengira kekasihnya benar-benar cinta, padahal si lelaki bisa saja sedang memasang umpan untuk mendapatkan yang ia inginkan. Memang sih, tak semuanya brengsek seperti yang kamu kira. Tapi selain, orang-orang baik yang memang masih ada itu, ada beberapa ciri-ciri lelaki yang hanya menginginkan tubuhmu saja. 

Beberapa kali, dirimu mungkin sudah bisa membaca gelagatnya, tapi karena masih ragu dan sudah telanjur percaya. Hal-hal dibawah ini mungkin bisa lebih membuatmu percaya, apakah dirinya memang benar-benar cinta atau ingin menyalurkan nafusnya saja. 

Ia Terlalu Sering Memuji Fisikmu Dibandingkan Kemampuan Lain yang Kau Miliki

Jika diawal perkenalan ia memuji dari penampilan fisik mungkin akan terdengar wajar. Namun seiring dengan berjalannya waktu, pengetahuannya tentang dirimu seharusnya bertambah. Akan tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Bukannya memujimu dengan kemampuan atau kelebihan lain, ia malah terfokus untuk memuji fisikmu dengan bahasa yang sedikit liar. Jika ini terjadi selama berkali-kali, kamu memang perlu untuk berhati-hati. 

Obrolannya Tak Jauh-jauh dari Perbincangan yang Mengarah ke Seks

Tanda-tanda lain yang juga perlu diwaspadai adalah bagaimana ia ketika sedang mengobrol bersamamu. Coba lihat dan perhatikan, bagaimana ia membangun obrolan setiap kali sedang berdua atau berkomunikasi lewat ponsel. Seolah jadi bahan perbincangan favorit, topik yang ia bicarakan selalu mengarah ke sesuatu yang bersifat mesum. Kalau sudah begini, mulailah ambil jarak, siapkan langkah-langkah untuk segera menjauh darinya. 

Mencarimu Saat Sedang Ada Maunya Saja

Lain dari saat pertama kali bersama, kini ia berubah dan tak lagi perhatian seperti awal hubungan. Tak lagi memberi perhatian, ia mendadak hilang setiap kali sedang dibutuhkan. Lalu akan datang jika ada sesuatu yang ia inginkan. Dari gelagat seperti ini, harusnya perempuan sudah tahu.

Jika lelaki ini memang tak benar-benar mencintaimu. Ada  sesuatu yang memang ia incar darimu, itulah mengapa ia datang saat sedang butuh saja. Dan ketika ia sudah berhasil mendapatkan yang ia mau, bukan tak mungkin jika kau akan ditinggalkan.

Mengajakmu ke Tempat-tempat Sepi yang Sebenarnya Tak Membuatmu Nyaman

Sepi di sini adalah sepi yang bermakna negatif, bukan sepi karena memang ingin ketenangan, tapi tempat sepi yang memungkinkan ia bisa leluasa untuk berbuat banyak hal atas dirimu bahkan tubuhmu. Bahkan meski kamu sudah berkata tak nyaman, bisa jadi ia tetap memaksakan. 

Padahal seorang lelaki yang memang benar-benar mencintai perempuannya, akan selalu berusaha membuat pasangannya nyaman dan merasa senang, Jika ternyata ia justru melakukan hal sebalikknya, tak apa untuk mencari penggantinya saja. 

Dan Mulai Berani Menyentuh Bagian-bagian Tubuhmu, Walau Sebenarnya Kamu Tak Mau

Tadinya, ia mungkin hanya beranin mengenggam tanganmu, merangkul pinggul mu atau sentuhan-sentuhan lain yang memang masih wajar. Tapi makin lama, ia terlihat berubah dengan sikap yang makin tak dijaga. Bukannya berhenti walau dirimu sudah bersuara, sentuhan-sentuhan yang ia berikan mulai menjalar dengan berani tanpa mau peduli dirimu suka atau tidak.

Kalau sudah begini, kamu memang perlu untuk membuat keputusan. Tinggalkan ia dan carilah lelaki lain yang bisa menghargai dan memperlakukanmu dengan benar, 

Jatuh cinta dan percaya itu sah-sah saja, tapi jangan sampai karena terlalu cinta, kamu menjadi bodoh dan mengiyakan semua yang ia inginkan. Bangunlah pertahanan baik yang jadi tembok pembatas atas diri dan tubuhmu dengan lelaki yang jadi pacarmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Walau Masih Cinta, Hubungan yang Menyiksa Harus Ditinggalkan Segera

Embel-embel ‘cinta’ atau ‘sudah pacaran lama’ kadang membuat kita menutup mata, atas banyaknya perilaku tak enak yang kita terima. Ya, kita memang tak bisa memilih akan jatuh hati kepada siapa, tapi kita tentu bisa memilih sosok seperti apa yang harusnya dipertahankan cintanya. 

Kalau saat ini, dirimu memang sedang terjebak dalam sebuah kubangan besar yang membuat perih dihati, bukan berarti kau tak bisa berbuat apa-apa. Jangan selalu menganggap dirimu lemah, kisah cinta yang toxic baiknya segera ditinggalkan. Bahagia adalah pilihan, cobalah renungkan beberapa hal ini jika dirimu masih ragu untuk meninggalkan. 

Tak Perlu Menunggu Dirinya untuk Berubah

Memang kalau masih cinta, kita kadang terlalu percaya bahkan memberinya kesempatan, walau nyatanya terus melakukan kesalahan yang sama. Maka tak jarang, jika hubungan yang toxic berakhir dengan kekerasan fisik. Melepasnya memang tak mudah, tapi demi kebaikanmu berhentilah untuk menunggu ia berubah.

Seseorang yang memang sudah memiliki kebiasaan untuk berbuat kasar, berbicara tak sopan, hingga memukul pasangan adalah watak yang sulit untuk dihilangkan. Ia tak akan berubah, jadi berhenti mencintai dan mempertahankan hubungan dengannya. 

Coba Ingat Lagi, Sudah Berapa Kali Kau Menangis Karena Ia Terus Menyakiti

Kalau dirimu masih sulit untuk melupakan banyaknya kebaikan yang (mungkin) pernah ia lakukan, cobalah ingat sudah berapa kali ia berbuat kasar. Sudah berapa kali ia memukulmu, membuat hatimu terluka, hingga akhirnya kau hanya bisa menangis berharap ia akan mengaku salah.

Sudahlah, katakan pada diri sendiri, tangisan terakhir yang ia hasilkan akan jadi perpisahan terakhir atas hubungan yang sedang kalian jalankan. Pergilah, tinggalkan ia dengan semua perbuatan buruknya. 

Kebahagian Ada di Tanganmu, Kau Berhak untuk Menentukan yang Terbaik untukmu

Ingatlah selalu, apapun yang terjadi atas hidup kita. Diri sendiri adalah satu-satunya pihak penentu yang akan memutuskan apa saja. Begitu pula dengan hubungan beracun yang mungkin selama ini sudah banyak membuat kita kecewa.

Meski dengan berat hati, dirimu harus berani memutuskan untuk meninggalkan pasangan yang sudah berlaku kasar. Ambillah satu keputusan dan berusahalah untuk kuat meski tak ada lagi pasangan. 

Lupakan Perasaannya Jika Kau Tinggalkan, Karena Perasaanmu Pun Tak Pernah ia Pikirkan

Demi hati yang bisa sembuh seperti sediakala, kamu memang harus ada sedikit rasa tega. Tak perlu berkutat dalam pertimbangan-pertimbangan yang bertujuan untuk dirinya. Hanya karena kau tak ingin ia kecewa, bersedih karena akhirnya kalian berpisah, berpura-pura memohon agar  kau tetap bersamanya, dan banyak drama lain yang bisa saja ia sedang berbohong demi menahanmu.

Abaikan semua pikiran yang masih menganggu, perasaan dan hatimu adalah prioritas yang haru kau dahulukan dari apapun.

Dan yang Paling Penting, Dirimu Layak untuk Mendapatkan Pasangan yang Lebih Baik dari Manusia Itu

Pada kenyataannya, mencintai seseorang saja tidaklah cukup jika ia tak balas mencintai kita. Waktu yang kau habiskan terlalu berharga untuk bersama dengan seseorang yang tak pantas untuk hidup bersamamu. Lepaskan ia yang memang tak tulus mencintai, kamu berhak mendapatkan cinta yang lebih baik dari yang ia beri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top