Feature

Tak Punya Catatan Perencanaan Keuangan Membuatmu Masuk Golongan Orang Boros Lho, Kawan

Salah satu hal yang paling sulit terutama dalam mengelola keuangan pribadi yaitu membedakan mana kebutuhan dan keinginan. Sebab seringkali keinginan justru seperti kebutuhan, begitupun sebaliknya. Nah, kalau kamu termasuk golongan yang justru lebih sering mewujudkan keinginan dibanding mengutamakan kebutuhan, maka hati-hati, berarti gaya hidupmu selama ini termasuk golongan orang boros lho, Kawan.

Pertama, Kamu Merasa Gajimu Selalu Habis tapi Tak Jelas Pengeluarannya untuk Apa Saja

Menurut perencana keuangan independen Pandji Harsanto, seperti dikutip dari beritagar.id, batas pengeluaran demi cicilan adalah sebesar 30 persen. Sementara untuk pengeluaran rutin adalah berkisar 30-40 persen dari penghasilan. Tapi kalau tiap bulan kamu justru kebingungan kemana perginya gajimu, secara tak langsung sebenarnya kamu punya gaya hidup yang boros. Karenanya, sebelum membawa dampak yang lebih buruk pada finansialmu di masa mendatang, segeralah buat perencanaan belanja yang jelas yaitu dengan mencatat tiap pengeluaran dan mengevaluasi setiap bulannya.

Sering Sekali Pakai Kartu Kredit buat Transaksi Sehari-hari

Kartu kredit bukan uang tambahan ya, Kawan. Fungsinya justru sebagai alat penunda pembayaran. Makin sering kamu memakai kartu kredit, maka hutangmu pun semakin bertambah. Nah, kebiasaan ini mungkin tampak sepele, tapi hati-hati, kalau kamu tak piawai mengatur keuangan, justru bisa mengganggu kesehatan keuanganmu. Karenanya supaya hutang tak menumpuk, gunakanlah kartu kredit dengan bijak. Atau cukup pakai kartu debet saja, Kawan.

Kamu Belum Bisa Melepaskan Kebiasaan untuk Beli Dua Barang yang Sama

Kadang, ketika menyukai suatu barang, ada orang yang rela membelinya hingga dua barang. Padahal, ini juga bentuk pemborosan. Setengah uang yang keluar bisa kamu gunakan untuk menabung. Atasi kebiasaan ini dengan tabungan rencana. Jadi, uang otomatis kamu tabung sehingga kamu tak bisa menggunakannya untuk belanja hal yang tidak dibutuhkan.

Kamu pun Tak Punya Rencana Pengeluaran Bulanan yang Jelas Saat Gajian Tiba

Bila kamu tak terbiasa membuat rencana belanja, maka hati-hatilah dengan pengeluaran yang sebenarnya tak perlu, tapi kamu asal main belanja. Demi mengatasi agar hal ini tak sering terjadi, biasakan jatah diri sendiri dengan sistem amplop. Yup! Anggarkan pengeluaranmu sesuai dengan kebutuhan secara rinci yuk, Kawan! 

Punya Mimpi Bepergian, namun Kamu Tak Punya Tabungan

Ini sering terjadi pada milenials. Mimpi ingin bepergian kesana kemari, membuat daftar tempat yang hendak dikunjungi, hanya saja tak punya uang tabungan yang memang dialokasikan untuk liburan. Pantas saja, banyak yang merasa gajinya tak cukup untuk sebulan. Padahal, kembali lagi ke paradigma yang kamu tanamkan yaitu biasakan untuk menyisihkan uang untuk menabung tiap bulannya. Anggaran sisanya, usahakan mengikuti sisa uang yang ada.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Melody Dambakan Momongan Sembari Coba Bisnis Baru

Setelah resmi menikah dengan Hanif Fathoni pada 2018, Melody Nurramdhani Laksani eks personel JKT48 mengaku tengah mendambakan hadirnya momongan.  Pernyataan itu langsung dilontarkan sendiri oleh Melody. Penyanyi kelahiran Bandung itu mengatakan bahwa keinginannya untuk memiliki momongan belum tercapai hingga saat ini.

“Ya pasti mau lah (punya momongan), cuma kan gimana yang ngasih saja,” ucap Melody seperti dikutip Viva.co.id, Jumat (22/3).

Kemudian, Melody pun mengatakan bahwa ia tidak melakukan program kehamilan ataupun menunda kehamilan. Semuanya ia pasrahkan kepada Tuhan.

“Enggak lah enggak ada nunda-nundaan (kehamilan) Segimana di kasih Allah saja,” tuturnya.

Lebih lanjut, wanita kelahiran tahun 1992 itu juga mengatakan bahwa pasca menikah, ia dan sang suami tertarik untuk berkarir di dunia bisnis, khususnya bisnis di bidang pertanian.

“(Bisnis) kuliner sih enak, tapi sudah banyak. Cuma kalau kita berinovasi kan kita juga enggak tahu ya, tapi kalau ada kesempatan bisnis pertanian ada mengarah ke situ juga,” tuturnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Via Vallen Torehkan Prestasi di Panggung Mancanegara

Via Vallen baru saja mengharumkan nama Indonesia lewat musiknya, ia berhasil mendapatkan sebuah penghargaan di Rusia. Penghargaan tersebut didapat dari International Proffesional Musik Awards (BraVo Awards) 2019. Acara itu digelar di Moskow, Rusia. BraVo Awards adalah ajang penghargaan untuk seniman yang berkarier di Eropa dan Asia.

Via Vallen berhasil mendapatkan piala untuk Special Guest from Indonesia. Lantaran prestasinya ini, tak lupa, pedangdut yang identik dengan lagu-lagu berbahasa Jawa itu mengucap syukur. Ia berterima kasih atas kesempatan dan penghargaan yang didapatkannya.

“Aku benar-benar terkejut musikku bisa dihargai jauh dari rumah. Aku berharap semua orang di dunia bisa menikmati musikku,” ujarnya seperti dikutip dari detik.com.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Fakta Terbaru dari KNKT Tentang Jatuhnya Lion Air JT-610

Masih menyisakah luka bagi seluruh masyarakat Indonesia, kecelakaan peswat Lion Air JT-610 beberapa waktu lalu. Kini mulai menemukan fakta baru. Ya, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) baru-baru ini mengungkap sejumlah fakta mengenai jatuhnya pesawat jenis Boeing 737 Max 8 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Dikutip dari laman Kumparan.com, setidaknya berikut beberapa faktanya.

1. KNKT Ungkap Pilot Ketiga di Lion Air Bali-Jakarta Sebelum Jatuh

Pesawat dengan nomor body PK-LQP ini sebelum terbang dari Jakarta ke Pangkalpinang, melayani rute Denpasar – Jakarta.

“KNKT menyampaikan bahwa benar ada pilot lain yang berada di cockpit pada penerbangan itu. Pilot ini adalah pilot yang telah selesai menjalankan tugas terbang dan akan kembali ke Jakarta,” kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono saat konferensi pers di gedung KNKT, Kamis (21/3).

Sehari sebelum jatuh, pesawat Boeing 737 Max 8 ini terbang dari Bali ke Jakarta dengan nomor penerbangan JT-043. Saat di Bali, pesawat memang sempat mengalami kerusakan pada Angle of Attack (AoA) sensor. Setelah diperbaiki, barulah pesawat terbang ke Jakarta.

Selama terbang ke Jakarta, pesawat juga mengalami gangguan sehingga pilot memutuskan terbang dalam mode manual. Saat itulah, pilot ketiga ikut dengan dua pilot utama di sana. Namun keesokan harinya, pesawat yang sama terbang dari Jakarta menuju Pangkalpinang, Bangka Belitung, dengan nomor penerbangan JT-610. Namun sialnya, baru 13 menit mengudara, pesawat tersebut jatuh.

Untuk dimintai keterangan, KNKT sudah memanggil dan memeriksa pilot ketiga yang ikut dalam penerbangan dari Bali ke Jakarta.

2. Percakapan Pilot dalam CVR Tidak Bocor, yang Beredar di Sosial Media Bohong

Sebelumnya, sempat beredar di sosial media isi rekamanyang konon berasal dari Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Lion Air JT-610. Namun KNKT membantah jika isi rekaman CVR tersebut sangat berbeda dengan apa yang mereka miliki.

“KNKT juga menyampaikan bahwa isi rekaman CVR tidak sama dengan apa yang beredar di media, sehingga menurut KNKT isi berita itu adalah opini seseorang atau beberapa orang yang kemudian dibuat seolah-olah seperti isi CVR,” ujar Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono dalam keterangan tertulis, pada Kamis (21/3).

3. Sebelumnya Akhirnya Jatuh, Sang Pilot Sempat Cari Solusi di Handbook

Masih dari hasil rekaman CVR, pilot dan co-pilot yang bertugas pada pesawat tersebut sempat berupaya mencari tahu penyebab jet yang mereka tunggangi itu terus meluncur ke bawah.

Dikutip dari Reuters, salah satu sumber menyebutkan saat itu, pilot Bhavye Suneja mengambil kontrol saat pesawat lepas landas. Sementara, co-pilot Harvino bertanggung jawab untuk komunikasi dengan Air Traffic Controller (ATC).

Selanjutnya, dua menit setelah lepas landas, co-pilot sempat melaporkan masalah kontrol penerbangan ke ATC dan menyebut bahwa pilot ingin mempertahankan jelajah terbang di ketinggian 5 ribu kaki. Akan tetapi, co-pilot Harvino, tidak merinci masalah apa yang terjadi di pesawat tersebut.

4. Pilot Sempat Panik Ketika Pesawat Tidak Bisa Dikendalikan

Beberapa saat sebelumnya akhirnya pesawat terjatuh, sempat ada kepanikan yang muncul setelah para penumpang tahu jika pilot tak bisa mengendalikan pesawat. Namun, Kepala Sub Komite Investigasi Keselamatan Penerbangan KNKT, Kapten Nurcahyo Utomo, enggan untuk mengatakan teriakan apa saja yang muncul atas kepanikan tersebut.

“Saya enggak bisa ngomong (teriakan apa saja). Di akhir penerbangan pilot enggak bisa me-recover penerbangan. Di situlah muncul kepanikan,” ucap dia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top