Community

Tak Perlu Saling Membenci, Karenanya Kita Pun Pernah Bahagia dengan Saling Menyayangi

Setiap Perpisahan tentunya akan menyisakan luka. Entah luka itu merupakan luka yang ringan maupun luka yang sangat dalam. Begitu pula dengan perpisahan yang menerpa hubungan kita di masa silam.

Aku dan kamu pernah bahagia di masa lalu dengan berjalan bersama. Kini, semua itu sudah menjadi kenangan tak bisa kembali kita ulang. Kamu dan aku sudah memiliki jalan kehidupan yang berbeda.

Mungkin aku sempat menaruh kebencian yang cukup besar terhadapmu. Namun aku sadar, tak ada gunanya semua benci kutujukan kepadamu. Toh, kini aku sudah hidup bahagia dengan jalanku sendiri, begitu pun denganmu. Kita sudah menemukan tujuan kita yang pernah salah di masa silam.

Kini aku datang bukan untuk memicu perdebatan lagi denganmu, atau memintamu untuk kembali bersamaku. Aku datang untuk menaruh rasa damai dalam perpisahan kita yang sudah lama terjadi. Aku ingin kita mulai dari awal, dimana kita belum saling menyakiti dan belum saling mencintai. Masa dimana aku dan kamu hanya sekedar teman biasa.

Aku sadar, rasa benci bukan pemecah permasalahan. Untuk apa kita saling membenci dan mendendam. Toh dulu kita pun pernah bersama dengan bahagia. Tak perlu saling menghakimi lagi atas kesalahan di masa lalu. Aku dan kamu cukup berbeda untuk bersatu. Namun bukan berarti cukup buruk untuk saling bermusuhan layaknya saat ini.

Untukmu, sosok kesayangku di masa lalu. Kuhaturkan uluran perdamaian kepadamu. Kuharap kamu bisa menerimanya dan kita bisa memulai kehidupan kita masing-masing dengan hati yang lebih lapang dan tenang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

5 Anime Jadul yang Banyak Digemari Perempuan Generai 90-an

Anak kecil jaman dulu cenderung lebih suka menonton kartun dibandingkan acara TV lainnya. Salah satu jenis kartun yang kerap ditonton adalah anime. Dulu di tahun 90-an anime menjadi salah satu genre tontonan kartun yang disukai baik oleh laki-laki maupun perempuan. Berikut ini adalah 5 anime zaman dulu yang jadi favorit perempuan generasi 90-an.

1. Sailormoon

Anime yang satu ini bercerita tentang sailormoon yang beranggotakan 5 orang siswi. Mereka bisa berubah dengan kostum yang berbeda, dimana setiap kostumnya memiliki kekuatan masing-masing. Jargon yang paling terkenal dari anime sailormoon ini adalah “Dengan kekuatan bulan akan menghukummu”.

2. Minky Momo

Anime yang satu ini bercerita tentang Minky Momo yang bisa berubah menjadi seorang perempuan dewasa dengan cepat. Dia awalnya adalah seorang dewi yang dikirim ke planet bumi dan bertransformasi dalam tubuh anak kecil. Namun setiap kali dia hendak menyelesaikan sebuah misi, dia akan berubah menjadi seorang perempuan dewasa.

3. Wedding Peach

Wedding peach adalah salah satu anime yang membuat banyak anak perempuan bermimpi menjadi seorang pengantin. Dalam wedding peach ini kostum perubahannya berbeda dengan sailormoon karena perubahan kostumnya adalah gaun pengantin.

4. Cardcaptor Sakura

Anime ini menceritakan tentang gadis berusia 10 tahun yang merupajan seorang penangkap kartu sihir. Dia membasmi seluruh kejahatan di muka bumi ini dengan bantuan Li Syaoran.

5. Tokyo Mew Mew

Anime Tokyo Mew Mew adalah salah satu anime favorit anak-anak perempuan generasi 90-an. Anime ini memiliki 5 tokoh perempuan dengan rambut dan kostum yang warni-warni. Mereka juga selalu memiliki karakteristik berupa ekor dan telinga kucing.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Sebagai Seorang Istri, Happy Salma Harus Kantongi Izin Suami Bila Hendak Berkarya

Aktris Happy Salma tetap ingin berkarya. Seklaipun kini statusnya sebagai ibu dari dua orang anak dan menetap di Bali bersama sang suami dan anak-anaknya.

“Iya kan saya sudah berkeluarga, punya anak, tapi saya ingin tetap berkesenian, mengeksplorasi diri saya juga, dan ingin terus belajar,” kata Happy seperti dikutip detik.com, Rabu (14/11). Pemain Buffalo Boys itu tak menampik jika ingin tetap berkarya, ia tentu harus mendapat izin terlebih dahulu dari sang suami, Tjokorda Bagus Dwi Santana Kerthyasa.

“Oh tentu, apalagi saya habis melahirkan bayinya masih kecil. Saya juga kalau enggak karena dukungan suami juga saya enggak berani. Karena gimana ya, sudah kepalang dan harus menyelesaikan. Suami mendukung, kadang menemani,” katanya.

Di lain sisi, ia tetap memilah tawaran pekerjaan yang datang padanya. Apalagi waktunya sekarang terbagi-bagi dan ia tetap ingin memprioritaskan keluarganya.

“Saya sebelum dilarang, saya membatasi diri saya dulu, sudah membatasi diri dulu. Kapan waktu kerja, kapan waktu untuk keluarga,” katanya.

Happy Salma menikah 3 Oktober 2010. Dari pernikahan itu Happy dan sang suami dikaruniai dua orang anak yaitu Tjokorda Sri Kinandari Kerthyasa dan Tjokorda Ngurah Rayidaru Kerthyasa.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Alasan Reza Rahadian Selalu Ketagihan Tampil di Panggung Teater

Aktor Reza Rahadian mengungkapkan alasannya ketagihan mengambil peran di dunia teater. Menurutnya, berakting lewat teater adalah kesempatannya untuk kembali belajar.

“Karena saya orang yang haus, senang belajar hal baru, teater menawarkan hal itu pada saya. Saya punya kesempatan untuk belajar lagi apa yang saya punya. Buat saya skill itu tidak turun begitu aja, bakat juga tidak turun begitu aja. Tapi bisa memudar jika seseorang cepat puas,” kata Reza seperti dikutip detik.com, Kamis (15/11).

“Saya sudah popular, punya prestasi, sudah dikenal dengan apa yang dilakukan lalu-lalu. Mau apa lagi? Saya rasa biasanya hal itu menggelapkan seseorang ya dalam kariernya, karena cepat merasa puas dengan yang dilakukan. Saya menghindari hal itu dan mencari tantangan apa lagi,” lanjutnya.

Bahkan pemain Habibie dan Ainun itu menganggap, teater sebagai rumah di mana ia selalu pulang.

“Teater seperti rumah bagi saya, tempat kembali belajar dan memulai lagi dari nol. Melepaskan atribut yang pernah atau dimiliki,” ujar Reza. Dirinya juga mengaku, selalu ada kepuasan tersendiri saat melihat reaksi penonton yang menyaksikan aksinya di panggung teater.

“Kalau di panggung kan kita merasakan sesuatu usai tampil. Begitu selesai kita melihat langsung respon orang-orang seperti apa. Melihat langsung orang lain di backstage, rasanya menyenangkan apapun komentarnya, baik kritik, masukan positif, ada yang tidak suka. Itu variasi yang muncul, itu seperti rasa,” katanya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top