Community

Tak Perlu Saling Membenci, Karenanya Kita Pun Pernah Bahagia dengan Saling Menyayangi

Setiap Perpisahan tentunya akan menyisakan luka. Entah luka itu merupakan luka yang ringan maupun luka yang sangat dalam. Begitu pula dengan perpisahan yang menerpa hubungan kita di masa silam.

Aku dan kamu pernah bahagia di masa lalu dengan berjalan bersama. Kini, semua itu sudah menjadi kenangan tak bisa kembali kita ulang. Kamu dan aku sudah memiliki jalan kehidupan yang berbeda.

Mungkin aku sempat menaruh kebencian yang cukup besar terhadapmu. Namun aku sadar, tak ada gunanya semua benci kutujukan kepadamu. Toh, kini aku sudah hidup bahagia dengan jalanku sendiri, begitu pun denganmu. Kita sudah menemukan tujuan kita yang pernah salah di masa silam.

Kini aku datang bukan untuk memicu perdebatan lagi denganmu, atau memintamu untuk kembali bersamaku. Aku datang untuk menaruh rasa damai dalam perpisahan kita yang sudah lama terjadi. Aku ingin kita mulai dari awal, dimana kita belum saling menyakiti dan belum saling mencintai. Masa dimana aku dan kamu hanya sekedar teman biasa.

Aku sadar, rasa benci bukan pemecah permasalahan. Untuk apa kita saling membenci dan mendendam. Toh dulu kita pun pernah bersama dengan bahagia. Tak perlu saling menghakimi lagi atas kesalahan di masa lalu. Aku dan kamu cukup berbeda untuk bersatu. Namun bukan berarti cukup buruk untuk saling bermusuhan layaknya saat ini.

Untukmu, sosok kesayangku di masa lalu. Kuhaturkan uluran perdamaian kepadamu. Kuharap kamu bisa menerimanya dan kita bisa memulai kehidupan kita masing-masing dengan hati yang lebih lapang dan tenang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Presiden dan Ibu Negara dengan Baju Adat di Perayaan HUT RI ke 73

Kemeriahan perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke 73 tahun, berlangsung dengan sangat meriah. Dan sesuatu yang cukup menarik perhatian masyarakat adalah berbagai macam pakaian adat daerah yang dikenakan para undangan di Istana Negara. Selanjutnya, Presiden Jokowi dan Ibu Negara jadi sosok yang juga menyedot perhatian publik lewat pakaian yang mereka berdua kenakan hari ini.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlihat mengenakan pakaian adat Aceh dalam Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (17/8).

Beliau didampingi putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka dan sang cucu Jan Ethes. Lain dengan sang Ayah, Gibran dan Jan Ethes memilih untuk mengenakan beskap. Mengutip dari liputan6.com, Presiden Jokowi bercerita jika baju adat Aceh yang dikenakannya dijahit sendiri.

Lain dengan presiden Jokowi, Ibu Negara Iriana justru memilih untuk mengenakan pakaian adat dari daerah Makassar.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Kartun Jadul yang Selalu Dirindukan Anak Generasi 90-an

Saat kamu kecil pasti kamu sering menonton kartun bukan? Kartun memang salah satu tontonan yang digemari banyak anak-anak. Jika kamu anak generasi 90-an, pasti kamu akan sering rindu dengan 7 tayangan kartun ini.

1. Kobo-chan

Dulu serial kartun Kobo-chan ini tayang setiap hari Minggu. Kartun ini menceritakan tentang kehidupan keluarga Kobo yang super seru untuk diikuti. Bahkan dulu juga sampai ada komiknya loh.

2. Doraemon

Serial kartun yang satu ini termasuk serial kartun yang masih bertahan sampai sekarang meski ceritanya sering diulang-ulang. Kartun ini menceritakan tentang robot kucing yang tinggal dengan manusia dan bisa mengeluarkan alat ajaib apapun dari kantong ajaibnya.

3. Chibi Maruko Chan

Kartun ini dulunya banyak digemari oleh anak perempuan. Kartun ini bercerita tentang seorang gadis cilik yang bernama Maruko. Tingkah konyolnya bikin kamu suka banget nonton serial kartun ini.

4. Crayon Shin-chan

Pasti kamu nggak asing dengan kartun yang satu ini. Kartun ini menceritakan kehidupan Shin-chan dengan keluarga dan juga teman-temannya. Seru banget lihat tingkah konyol Shin-chan.

5. Hagemaru

Kalau yang satu ini menceritakan si botak Hagemaru yang kocak banget. Hagemaru dan keluarganya akan melakukan segala hal untuk berhemat tanpa mengeluarkan uangnya sedikit pun.

6. My Neighbors The Yamadas

Kartun ini menceritakan tentang keluarga Yamada. Keluarga ini terdiri dari Nonoko,Noboru, ayah, ibu, nenek, dan anjing peliharaan keluarga yang bernama Pochi. Kehidupan mereka sangat kocak untuk diikuti.

7. Atashin’chi

Kartun komedi ini menceritakan tentang lucunya perjuangan ibu rumah tangga. Meski kadang malas, namun sang ibu akan berjuang keras untuk melakukan segala pekerjaan rumah tangga dengan baik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Tips

Memilih Tempat Makan: Jangan Terlalu Percaya pada Foto di Instagram

Segala sesuatu bisa dicari dengan telepon genggam. Tanpa terkecuali, memilih tempat makan. Tak hanya mendengar saran dari kawan, instagram jadi salah satu media yang sering sekali dipakai untuk menentukan, “Mau makan dimana kita, Kawan?”

Selain memeriksa semua ulasan di yang netizen lain berikan, foto-foto yang berseliweran di akun resmi dari tempat makan yang ingin dikunjungi, jadi hal lain sebagai bahan pertimbangan mau makan di sana atau di tempat lain. Setelah, itu selalu ada dua kemungkinan. Puas dengan ekspektasi dari Instagram atau kecewa karena kenyataan yang didapati jauh dari perkiraan.

Ulasan dan Foto yang Dibagikan, Kadang-kadang Tak Murni Datang dari Pengunjung Tempat Makan

Jadi, usut punya usut, jika kamu cukup jeli untuk memerhatikan aktivitas di media sosial dari sebuah restoran atau tempat makan, ada beberapa akun yang kerap kali terlihat berseliweran untuk memberikan komentar. Dan yang pasti, itu komentar baik untuk tempat makan tersebut.

Kepalang percaya apa yang terlihat pada beberapa kolom ulasan, kita sering menjadikan itu sebagai acuan. Jika tempat yang sedang jadi incaran ini mungkin memang benar-benar bagus, makanannya enak, hingga fasilitasnya pun yahud. Padahal, tak selalu, loh! Kadang kala, mereka yang memberi komentar adalah orang-orang bayaran yang memang disengaja, ya walau tak semua tempat makan melakukan hal yang sama.

Filter Foto yang Ciamik, Jadi Hal Lain yang Tak Perlu Dipercayai

Jangan terlalu berharap banyak pada potret yang enak dipandang. Kecanggihan ponsel dan teknologi sering kali menipu mata. Yap, di Instagram misalnya. Beberapa sudut ruangan, hingga meja dan kursi di suatu tempat makan selalu terlihat menarik dan tertata dengan baik. Padahal kalau sudah ke tempat aslinya, yang didapati seringnnya berbeda.

Benar memang, kita ‘kan ke sana untuk makan. Bukan mempermasalahkan foto-foto bagus yang ada di akun instagram. Namun, lebih dulu diberi suguhan pemandangan yang indah-indah, otomatis memaksa kita untuk ikut berandai-andai dan membayangkan sesuatu yang apik akan ada di depan mata. Hmmm, sayangnya situasi memang sering lebih indah jika menjadi foto saja.

Karena Ekspektasi Kadang Tak Sesuai dengan Kenyataan yang Didapati

Yap, di foto mungkin taman restorannya hijau dan subur. Padahal kenyataannya, gersang dan kering kerontang. Di foto, meja dan kursinya terlihat bagus dan menawan, padahal yang didapati justru jauh dari harapan. Hal-hal remeh seperti ini kadang jadi sesuatu yang membuat diri kecewa. Apalagi jika ternyata makanannya juga tak seenak komentar para netizen yang budiman. Meski kadang lidah orang berbeda dalam mengecap rasa, tapi jangan terlalu berekspekatasi tinggi, ya!

Demi mencari tahu lebih jelas, kamu bisa melihat ulasan yang ada di akun resmi dari tempat makan tersebut saja. Coba lihat beberapa foto hasil tag, yang orang lain lakukan. Biasanya, ini lebih terlihat murni daripada yang ada di laman Instagram mereka.

Kalau Masih Ingin Percaya Ulasan di Media Sosial, Pastikan Lebih Banyak Komentar Baik daripada Buruknya

Tak ada yang salah memang dari percaya kolom komentar di media sosial. Karena biar bagaimanapun, masih banyak tempat makan yang memang mendapat komentar baik dan juga memiliki pelayanan serta suasana yang apik pula. Tinggal bagaimana kita pintar-pintar mencari tahu saja, apalagi jika belum pernah mengunjunginya sebelumnya.

Nah, untuk itu, belajarlah untuk bisa memahami dan mendeteksi dengan baik, berapa banyak komentar baik yang dibubuhkan di ulasan. Ini tak hanya tentang pelayanan saja ya, tapi lihat juga komentar atas rasa makanan yang dijajakan oleh mereka. Tempat bagus, tapi makanannya tak enak, untuk apa? Toh kamu tak akan kenyang juga ‘kan hanya dengan foto  yang terkesan instagramable?

Perkara Ini Memang Remeh, tapi Sering Berhasil Membuat Hati Kecewa

Sekilas hal ini emang tak begitu penting untuk dipikirkan. Bahkan beberapa kawan mungin bisa berkata, “Ya, kalau mau enak. Makan di tempat mahal.” Benar memang, tempat bagus tak selalu jadi jaminan untuk ukuran makanan dan pelayanan akan sesuai dengan yang kita harapkan. Tapi, bukannya tak salah juga bila mengingatkan seorang teman?

Poin penting yang ingin kami sampaikan, bukan tentang makanan enak sesuai dengan kocek yang harus dikeluarkan. Ini lebih kepada, ekspektasi-ekspekatasi kita akan tempat makan yang sering terlihat di media sosial. Terlihat enak dipandang, meski tak selalu benar. Terlihat menyajikan makanan lezat, walau kadang jauh dari kata yang diharapkan.

Mencari ulasan dari instagram sah-sah saja. Tapi jangan terlalu berharap lebih, ya!

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top