Feature

Tak Perlu Pamer, Sederhana atau Mewah, Esensi dari Mahar Tetaplah Sama!

Tradisi membayar mahar boleh jadi ajang untuk menghargai perempuan, tapi bukan berarti membeli. Ini adalah sebuah tahapan adat yang memang dianut oleh masyarakat kita. Besar atau kecil, mewah atau sederhana, banyak atau sedikit. Selalu jadi perbandingan yang kerap terdengar. Bahkan dibeberapa kasus, adapula pernikahan yang batal hanya karena calon mempelai laki-laki tak sanggup membayar mahar mahal.

Anehnya, hal ini justru jadi pedang bermata dua. Kalau tak sanggup membayar mahar besar, dipikirkanya tak serius dan tak akan bertanggung jawab. Akan tetapi ketika diberi mahal yang besar, beberapa orang justru menilai hal itu berlebihan, seolah-olah ingin membeli anak orang saja.

Sejatinya mahar hanyalah pengikat, esensinya pun sama dan yang jelas bukan untuk sekedar gengsi dan pamer semata. Untuk itu, kamu perlu memahaminya lewat beberapa hal ini.

Deklarasi Cinta Suci Itu Tentang Kasih Sayang dan Kemauan Hidup Bersama, Bukan Tentang Seberapa Besar yang Diberi dan yang Diterima

Berterimakasih pada kesempatan dan rejeki yang bisa mengantarkan untuk memberi mahal dan menerima mahar besar. Jelas jadi sesuatu yang patut disyukuri. Mendapat sanjungan dan pujian dari banyak orang, hingga dijadikan bahan perbincangan pada tahun-tahun yang akan datang. Semuanya akan terasa sah-sah saja, jika kedua belah pihak sanggup memberi dan ikhlas menerima.

Lalu bagaimana jika ternyata justru jadi beban pikiran? Perempuan boleh senang hati, tapi bisa jadi laki-laki sedang berpikir keras untuk bisa mencari jalan keluarnya. Lebih dari itu, hal lain yang sejatinya perlu kita terima adalah cinta tulus dari laki-laki yang akan melamarmu, dan kemauan hidup bersama dari perempuan yang akan kau nikahi. Perkara mahar? Bisa ditaruh pada pertimbangan kesekian.

Ini Hanya Bentuk Lain dari Ikatan Bukan Untuk Menaikkan Gengsi di Kalangan Sosial

“Iya, aku senang banget calon suamiku kasih maharnya rumah 2 M”

Kata seorang perempuan ditengah-tengah obrolannya, lalu dibalas dengan sanjungan yang tak kalah heboh dari kawannya. Ini hanya bukti bahwa kekasihmu telah berniat serius untuk menikahimu, bukan berarti jadi sesuatu yang digembor-gemborkan dihadapan banyak orang.

Tak bermaksud untuk menyudutkan para perempuan, tapi sering kali mendapat mahar mewah selalu jadi kebangga yang teramat besar hingga dipakai untuk menaikkan strata sosial. Tapi saya percaya tak semua perempuan seperti itu, tapi yang suka begitu banyak!

Bahkan Rasullah Saja Berkata, Bahwa Sebaik-baiknya Wanita Adalah yang Ringan Maharnya

Jika kamu adalah seorang muslim, dirimu pasti tahu bahwa dari segi agama saja. Tak ada yang membenarkan bahwa maharmu mestilah mahal. Tak perlulah mempersulit pernikahan hanya karena perkara mahar.

“Sebaik-baiknya wanita adalah yang maharnya paling ringan”, dengan catatan laki-laki yang baik juga tentu akan menghargai perempuan yang akan dijadikan istri olehnya. Akan tetapi mahar yang besar, juga bisa jadi gambaran dari kesungguhan seorang laki-laki pada perempuan. Maka kita memang perlu bijak-bijak untuk memahaminya.  

Berbangga Diri Atas Mahar Besar Sah-sah Saja, Tapi Kamu yang Menerima Lebih Rendah Juga Patut Bangga

Percaya akan cerita masing-masing orang, jelas adalah sesuatu yang kita butuhkan. Si A dapat mahar yang mewah dan besar, padahal dia adalah orang biasa yang sederhana. Sedangkan si B dapat mahar yang kecil padahal ia adalah anak dari orang berada. Tak ada yang perlu disesalkan, tak juga dijadikan ajang untuk bersombong diri.

Meski pemahaman yang digaung-gaungkan oleh orang masyarakat kita masihlah pada nomilan, jumlah dan mewah atau tidaknya. Sebagai dua orang yang akan menikah, baiknya kita meninggalkan pemahaman yang mungkin bisa saja memberatkan. Lagipula, berapapun maharmua toh maknanya sama saja.

Dan Hal Lain yang Tak Kalah Penting, Setiap Kita Harus Paham Jika Pernikahan Bukanlah Transaksi Jual Beli

Puja-puja dari para kerabat, bisik-bisik tetangga, hingga keluarga yang meminta memang masih akan terdengar di telinga. Beberapa pasangan mungkin ingin sekali mahar yang sederhana saja, tapi pada beberapa cerita orangtua bisa saja jadi pihak yang memaksa.

Ini memang tergantung bagaimana kita akan bersikap saja. Memberi mereka pemahaman dengan apa yang kita percaya dan ingini. Dan tak menuruti bukan berarti tak menghargai.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Bukan Untuk Membuatmu Lemah, Inilah Alasan Tuhan Memberikanmu Masalah

Hidup tanpa masalah bagaikan laut tanpa ombak, hambar. Setiap manusia pasti mempunyai masalahnya masing-masing. Setiap hari, setiap waktu, kapanpun dan dimanapun itu. Namun janganlah kamu merasa bahwa masalahmu lah yang paling berat, apalagi sampai membenci tuhan karena masalah yang dia berikan. Mungkin inilah beberapa alasan mengapa masalah selalu menghampiri kehidupan.

1. Allah Tahu, Kamu Kuat dan Mampu


Dalam setiap masalah yang Dia berikan, kamu akan menjadi sosok yang lebih kuat saat berhasil melewatinya. Kamu mungkin tidak pernah tahu apa alasan tuhan memberikanmu masalah, tapi yang harus kamu tahu selalu ada hikmah dari setiap masalah yang kamu alami. Masalah juga akan melatih mental dan cara berpikirmu. Allah tahu, kamu mampu.

2. Menyadarkanmu dari Kesalahan Di Masa Lalu


Terkadang manusia memang egois, mereka selalu merasa benar sendiri. Setiap dirinya terluka mereka langsung menyalahkan orang lain, padahal mungkin saja itu semua balasan dari perbuatannya di masa lalu. Begitupun dengan masalah yang kamu hadapi, jangan dulu mengutuk keadaan, siapa tahu Allah berniat menyadarkan.

Coba ingat-ingat lagi apakah kamu pernah menyakiti seseorang atau berbuat kesalahan di masa lalu? Mungkin dengan memberimu masalah Allah berharap kamu akan memperbaiki segalanya. Memohon ampunlah pada-Nya dan meminta maaf pada orang yang telah kamu sakiti.

3. Allah Rindu dan Ingin Kamu Kembali Mendekat Pada-Nya


Allah selalu mempunyai banyak cara agar hamba-Nya selalu ingat kepadanya. Mungkin salah satunya adalah dengan memberikanmu masalah. Ibadahmu mungkin kurang, juga kamu masih berharap kepada manusia yang jelas-jelas tidak pasti, maka dari itu Allah ingin membuatmu kembali pada-Nya. Saat sedang dilanda masalah, saat tidak ada seorangpun yang mengerti, maka kamu tidak mempunyai pilihan lain selain mengadu pada-Nya.

4. Allah Begitu Menyayangimu


Pernahkah kamu berpikir kalau bentuk kasih sayang itu tidak berupa kebahagiaan saja? Iya, saat kamu sedang dilanda masalahpun itu pertanda jika Allah sangat menyayangimu. Ada banyak tujuan baik dari masalah yang kamu hadapi, cobalah untuk belajar ikhlas dan menerimanya. Karena hidup bukan hanya tentang manisnya gula juga pahitnya kopi, Allah tahu mana yang lebih kamu butuhkan untuk kebaikanmu.

5. Akan Ada Sesuatu yang Indah Di Balik Setiap Masalah


Terkadang, saking beratnya masalah yang kamu hadapi menyerah adalah pilihan terbaik yang ada di pikiranmu. Namun perlu kamu ketahui bahwa lari dari masalah tidak akan menyelesaikan semuanya. Masalah akan terus menumpuk jika kamu lari begitu saja. Jangan karena satu masalah maka kamu kehilangan arah untuk meraih mimpi yang lainnya.

Mimpi yang telah kamu susun dan perjuangkan sedari dulu, cobalah buka mata hatimu dan mulai berdamai dengan keadaan. Satu hal yang perlu kamu yakini, akan ada sesuatu yang indah dibalik setiap masalah. Kamu hanya perlu sabar dan ikhlas dalam melewatinya.

Memang tidak ada yang ingin gagal dalam hidupnya, namun kita harus sadar bahwa manusia hanya bisa berencana. Ada takdir yang lebih berkuasa dari mimpi, ketika masalah datang cobalah untuk hadapi, jangan lari apalagi sampai mengutuk diri. Yakinkah bahwa kamu bisa melewatinya, Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya berjuang sendirian. Bangkit dan berjuang lagi untuk meraih mimpi!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Agar Tak Membahayakan Diri, Kita Perlu Bijak Mengelola Emosi

Kenyataan yang tak sesuai keinginan, teman yang menyebalkan, jalanan macet tak karuan, atau apa saja yang bisa memancing amarah untuk diluapkan. Serungkali jadi alasan, kita untuk emosi dan marah. Tapi tak semua bisa mengeluarkan uneg-unegnya. Beberapa orang justru diam, meski emosinya sudah ada diambang batas kemarahan.

Sialnya selepas emosi dan marah-marah, ada hal buruk yang bisa saja terjadi atas kita. Membuat lingkungan merasa risih atau tak suka. Namun, seolah tak ada habisnya. Memendam amarah justru bisa berbahaya pada diri kita. Lantas harus bagaimana?

Kenali Dulu Jenis-jenis Emosimu

Setiap emosi dalam hidup kita memiliki peran penting dalam segala hal yang kita lakukan. Berpikir, berperilaku, mengambil tindakan, berbicara, dan bisa terlihat pula pada raut wajah. Sayangnya, masih banyak kita yang belum paham. Bagaimana bisa mengenali emosi dan cara mengelolanya serta membeda-bedakannya. Agar tak lagi terjebak dalam pemahaman yang salah, ini 7 jenis emosi dasar manusia dengan fungsi yang berbeda yang perlu kamu kenali.

Bahkan Sering Merasa Sendiri, Adalah Bentuk Lain dari Emosi

Ya, meski sedang berada di tengah keramaian. Jiwa dan hatimu tetap saja merasa sendiri, manusia dan hal-hal lain yang ada seolah tak berarti. Tak pernah diminta, perasaan selalu merasa sendiri bisa datang kapan saja, yang belakangan diketahui. Ternyata perasaan ini adalah bentuk lain dari emosi.  

Sebab, Meskin Jarang Disadari Memendam Emosi Bisa Berbahaya Pada Diri

Menurut psychmechanics, memendam emosi adalah cara seseorang untuk tidak mengakui emosinya atau tidak mengekpresikan emosi dengan cara yang sehat. Padahal pada dasarnya, emosi tidak bisa ditekan dan tetap harus dikeluarkan dengan cara apapun, salah satunya adalah meditasi. Sebab, emosi yang dipendam justru akan menimbulkan banyak masalah. Bagaimana saja dampaknya bisa kamu baca disini.

Untuk Itu Kita Harus Lebih peka, Cari Tahu Apa yang Membuatmu Marah-marah

Karena suka marah-marah nggak jelas, hasilnya bisa merusak mood diri dan orang-orang di sekitar. Untuk itu kita perlu lebih peka, sebab yang namanya asap tentu pastilah ada sumber api. Untuk itu, cobalah kenali berbagai hal yang mungkin jadi penyebab, kenapa belakangan ini kamu mudah tersulut amarah untuk berbagai hal yang sebenarnya bukanlah masalah.

Dan Jika Sedang Emosi, Cobalah Lakukan Hal Ini

Ada hal-hal buruk yang bisa saja terjadi setelah emosi, mulai dari membuat orang lain terluka atau justru melukai diri kita. Bertumbuh jadi manusia dewasa memang banyak tantangannya, dan mengelola emosi jadi salah satunya. Maka untuk tak buru-buru marah, coba lakoni hal-hal ini saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Agar Hidupmu Tidak Hancur Begitu Saja, Sertakan Logika Dalam Cinta

Galau, sebuah kata yang tak asing lagi di telinga kita. Hampir di setiap negara kata ini ada meskipun berbeda dalam penyebutannya. Galau disini menggambarkan perasaan seseorang yang sakit hati, gelisah dan tak karuan. Penyebabnya bisa jadi karena putus cinta, hubungan keluarga, atau ekspektasi yang bertolak belakang dengan realita.

Entah siapa yang pertama kali memproklamirkan kata galau ini, namun sepertinya kata ini sudah begitu fenomenal di Indonesia. Semua kalangan bisa saja merasakannya, namun kebanyakan memang orang dewasa yang sering mengaku dan merasakan galau. Dan alasan yang paling banyak di utarakan adalah karena putus cinta.

Hmm, pernah berpikir nggak sih apa untungnya dari galau? Dengan galau kita bisa merusak diri kita bahkan aktifitas kita. Galau bisa membuat kita kehilangan semangat melakukan sesuatu, bahkan sampai nafsu makan pun menurun. Memang sih, saat galau logika kita entah pergi kemana. Semuanya terasa hampa, dunia rasanya tak berpihak lagi pada kita.

Galau juga tidak hanya berpengaruh terhadap diri sendiri, tapi akan berpengaruh terhadap orang-orang di sekitar kita. Bagaimana tidak? Yang biasanya kita adalah orang periang, ketika galau tiba-tiba diam seribu bahasa. Tidak ada lagi senyuman di wajah kita, tentu saja orang lain akan merasa aneh dengan kita. Mungkin banyak yang empati, namun tidak sedikit juga yang memang tidak perduli.

Ada yang sampai galau bertahun-tahun karena putus cinta, memang ya jika sudah berkaitan dengan cinta logika kita entah kemana. Padahal, jika seseorang itu pergi meninggalkan kita sudah jelas dia bukan yang terbaik untuk kita. Sakit memang sakit, namun bangkit tetap harus bangkit. Hidup bukan hanya tentang meratapi luka, semuanya hanya tentang waktu. Perlahan luka akan sembuh dengan sendirinya, selama ia masih menganga cobalah untuk menata hati kembali. Merapikan yang sudah dia hancurkan, memeluk puing-puing harapan yang ia tinggalkan. Jangan melulu terpuruk dengan keadaan.

Kebanyakan yang merasakan galau ini adalah perempuan. Karena apa? Karena saat jatuh cinta perempuan hampir menggunakan seluruh perasaannya daripada logika, berbanding terbalik dengan laki-laki. Perempuan mencinta tanpa memikirkan logika, sedangkan laki-laki lebih mengutamakn logika daripada rasa. Maka dari itu saat ada yang terluka, laki-laki lebih memiliki peluang cepat sembuh karena logikanya berjalan. Sedangkan perempuan, ia hanya mengikuti perasaannya sampai suatu hari nanti logikanya terbuka dengan sendirinya, butuh waktu yang lama.

Galau ini sebenarnya belum ada obatnya, namun mendekat kepada sang pencipta bisa menjadi pereda. Ketika kesetiaan dibalas dengan pengkhianatan, ketika ketulusan dibalas dengan kebohongan, bersyukurlah karena Allah telah memperlihatkan siapa diri mereka sesungguhnya. Kata-kata motivasi dan hiburan dari teman-teman memang sedikit menguatkan, namun tetap saja bangkit dan kembali seperti semula butuh waktu yang lama.

Teruntuk kalian yang sedang merasakan, mari jemput logika agar luka kalian tidak berlangsung sama. Percayakan segala hal kepada yang maha kuasa, termasuk cinta. Yang terbaik akan dipersatukan dengan yang baik juga, lalu jika kamu masih berharap dengan seseorang yang telah menyakitimu apakah kamu tidak akan merasa rugi jika dipersatukan dengan seseorang yang tidak baik untukmu? Segera Move On dan perbaiki kehidupanmu sekarang, sebelum galau benar-benar membawamu dalam penderitaan. Semangat !

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top