Feature

Tak Perlu Cari Muka, Berusaha Bekerja Sepenuh Hati Akan Membuatmu Naik Jabatan Meski Itu Bukan Pekerjaan Incaranmu

Apa yang akan kamu lakukan jika ditawari bekerja yang sesuai dengan keinginanmu? Dengan senang hati kamu pasti akan mengiyakan tawaran itu. Tapi kamu juga harus paham jika tak semua orang beruntung bisa melakoni pekerjaan sesuai dengan keinginan. Hal itu juga dibenarkan oleh fakta yang terjadi dilapangan.

Pada bulan Juli lalu, LinkedId, salah satu jaringan profesional terbesar di dunia merilis sebuah hasil survey yang dilakukan 1.000 responden dengan rentang usia 16-23 tahun dan 25-36 tahun yang masing-masing terdiri atas 500 orang. Hasilnya hanya ada 11% yang mengaku berhasil bekerja sesuai dengan impian masa kecil. 29% yang lain memiliki pekerjaaan yang masih ada kaitanya dengan cita-cita masa kecil, dan 60% sisanya mengaku pekerjaan sekarang, sama sekali tak sesuai dengan cita-citanya.

Hal ini memang jadi sesuatu yang terlihat mengecewakan, tapi daripada sibuk untuk terus mengutuk keadaan. Beberapa cara ini justru bisa membantu kamu mendapatkan promosi untuk naik jabatan. Meski pekerjaanmmu sekarang bukanlah sesuatu yang kamu impikan.

Mulailah Dengan Membuat Pengakuan Atas Dirimu Sendiri, Bahwa Kamu Memang Bisa

Ini tentu jadi hal penting yang kamu butuhkan dalam melakukan segala sesuatu. Berusahalah untuk memulai apa pun demi dirimu sendiri. Meski kamu adalah pekerja keras yang tak kenal lelah, tak semua orang akan mengakui kegigihanmu. Sebaliknya dirimu sendirilah yang akan memberikan apresiasi terbaik untuk usahamu.

Mulailah mengubah pola pikir yang kamu punya, dengan mengajukan pertanyaan untuk dirimu sendiri. Hal ini bisa jadi awalan dari langkah baik yang bisa kamu lakukan. Biasanya setelah itu kamu akan memperoleh keyakinan besar, tentang apa yang sedang dibutuhkan. Dan satu hal yang harus kamu hindari, berhenti berpikir bahwa keberadaanmu diposisimu sekarang tidak dibutuhkan. Karena hal itu bisa membuat kamu kehilangan keyakinan pada dirimu sendiri.

Selanjutnya Kamu Bisa Melakukan Beberapa Hal Yang Tak Dilakukan Karyawan Lain Di Kantor

Bekerja secara sistematis dan konsisten tentu jadi sesuatu yang memang dibutuhkan oleh perusahaan. Tapi sesekali kamu boleh keluar dari zona ini untuk membuat sebuah gebrakan. Selama yang kamu perbuat memiliki tujuan baik tentu atasanmu pun tak akan melarang. Jadikan rasa ketidaksukaan atas pekerjaanmu sekarang sebagai alasan untuk lebih bersemangat dalam mengembangkan diri. Jika karyawan lain hanya akan bersantai ketika pekerjaannya sudah selesai, kamu boleh menawarkan bantuan kepada orang lain meski kenyataanya itu bukanlah tugasmu. Sikap suka rela yang kamu tunjukkan bisa jadi modal untuk membuatmu direkomendasikan rekan kerja naik ke jabatan yang lebih tinggi.

Jangan Pernah Merasa Takut Atau Tak Enak Hati Ketika Menyampaikan Sanggahan Dan Ide Saat Meeting Bersama

Setiap perusahaan tentu memberi kita keleluasaan untuk bisa menyampaikan suara dan pendapat. Selama hal tersebut jadi kontribusi baik untuk kemajuan perusahaan tentu tak jadi masalah. Momen ini sekaligus jadi kesempatan baik, untuk membuat atasan menaruh perhatian padamu.

Sampaikan semua ide yang berasal dari buah pikiranmu, tanpa perlu merasa takut atau canggung selama meeting berlangsung. Meski nanti ada kemungkinan pendapatmu ditolak, setidaknya kamu sudah jadi anggota meeting yang aktif. Setidaknya para atasan yang hadir bisa menilai bentuk kinerja dari kontribusi yang kamu sampaikan. Untuk hasil yang lebih baik, kamu hanya perlu mencari beberapa gagasan dan pendapat yang benar-benar sesuai dan dibutuhkan perusahaan pada saat itu. Dengan begitu tak hanya bisa menyampaikan saja, pendapatmu juga  bisa dipakai sebagai jawaban atas apa yang sedang diperbincangkan dalam meeting.

Berilah Kontribusi Yang Inovatif Untuk Hal-Hal Yang Memang Sedang Dibutuhkan Perusahaan Tempatmu Bekerja

Rasa tak suka atas perkerjaan yang kamu miliki, bisa jadi langkah baik untuk meningkatkan kemampuan. Mulai dari mengasah tingkat kepedulian terhadap lingkungan kerja, hingga rasa memiliki. Tentu akan ada beberapa tugas yang terasa sangat sulit, belajarlah mencari alternatif lain yang akan membantu. Mulai dari mengubah posisi meja kerja, hingga tatanan barang-barang yang ada. Jika memang hal tersebut bisa membantu kamu untuk menemukan gagasan yang lebih inovatif kenapa tidak?

 Dengan begitu, bukan tak mungkin kinerjamu akan lebih baik lagi. Jika ternyata hal ini tidak berpengaruh apa-apa, mungkin apa yang kamu usahamu masih belum memenuhi standar yang diinginkan oleh atasan. Jangan ragu untuk mengevaluasinya lagi!

Untuk Bisa Lebih Dilirik Kamu Bisa Memgembangkan Kemampuan Dengan ‘Mencontek’ Hal Baru Dari Divisi Lain

Gampang merasa puas untuk sebuah kemampuan, adalah sesuatu yang harus dibuang jauh-jauh dari pikiran. Meski sudah mampu membuktikan kamu mampu untuk tugas yang diberikan, hal ini tak lantas jadi alasan untuk atasan segera memilihmu untuk dipromosikan. Kamu bisa menambah nilai plus untuk diri dengan belajar hal baru diluar tanggun jawabmu. Karena tak ada salahnya juga jika kamu mencoba untuk belajar dari orang-orang diluar ruang lingkup kerjamu sekarang ini. Mereka yang kamu temui juga tentu akan memberi perhatian lebih kepadamu. Bukan hanya menambah wawasan dan relasimu, hal ini juga akan membuat mereka merekomendasikan kamu pada atasan.

Namun Jika Berhenti Bekerja Masih Tetap Pilihan Terbaik, Kamu Harus Jeli Melihat Peluang. Pun Penting Untuk Terus Mengembangkan Kemampuanmu!

Pada akhirnya kita memang harus menentukan pilihan, tetap bertahan atau pergi untuk meninggalkan. Semua keputusan tetap berada pada tangamu. Jika berhenti bekerja jadi pilihan, kamu perlu melihat perkembangan yang sedang berjalan. Apa hal yang memang sedang dibutuhkan hingga keahlian apa yang kira-kira bisa jadi peluang.

Carilah sesuatu yang memang sedang banyak dibutuhkan, Jika memang sesuai dengan dirimu kamu bisa mengembangkan kemampuanmu dibidang itu. Namun tak hanya sesuatu yang sesuai dengan keinginan, kadang kamu juga harus terbiasa dengan tantangan. Termasuk untuk hal-hal baru yang mungkin tak terpikirkan. Latih diri untuk berani menghadapi hal-hal baru, karena dunia ini akan terus berkembang. Kita dituntut untuk terus berjalan ke depan.

Meski saat ini bekerja pada tempat yang mungkin tak sesuai, bukan berarti kamu tak bisa berkembang. Tapi ingat naik jabatan tentu harus dibarengi dengan kegigihan dan kerja keras. Bukan masalah sesuai atau tidaknya pekerjaan, yang kamu butuh hanyalah keinginan dan kualitas diri yang mempuni.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Dilema Memilih Tempat Kerja : Suasana yang Nyaman atau yang Bergaji Besar?

Untuk kamu yang baru saja lulus, kesulitan memilih tempat kerja bisa jadi dilema. Ingin memilih tempat kerja yang nyaman atau yang menawarkan gaji besar. Tapi tak hanya dirasakan oleh para fresh gradute saja, karyawan yang sudah lama bekerja pun sering bimbang. Sudah merasa nyaman di tempat kerja yang sekarang, tapi juga butuh tambahan penghasilan demi masa depan.

Suasana seperti ini, sering mengacau pikiran. Bahkan sering menjebak kita dan tak bisa menentukan, mana yang baiknya dipilih. Nah, sebelum menentukan pilihan yang mungkin bisa jadi terbaik untukmu. Ada untung-rugi yang harus kamu pahami terlebih dahulu, dari pekerjaan nyaman atau yang bergaji besar.

Bekerja Nyaman Bisa Mengurangi Tekanan dan Berpeluang Mengambil Pekerjaan Sampingan

Jika kamu kebetulan berhasil masuk ke dalam perusahaan besar yang sudah mapan. Biasanya perusahan tidak memberi tekanan yang besar pada karyawan. Sebaliknya, kamu bisa bekerja dengan nyaman dan suasana yang juga jauh dari kata stres.

Selain itu, karena teknan yang ada tak begitu besar. Tempat bekerja seperti ini biasa memberimu waktu luang yang lebih besar. Sehingga kamu bisa memanfaatkannya untuk melakukan kegiatan atau pekerjan lain yang mungkin bisa jadi sumber penghasilan. Memulai bisnis di rumah atau membuka online shop, misalnya.

Tapi Dampak Buruknya Bisa Membuatmu Malas, Kurang Profesional dan Takut Akan Tantangan

Pola yang sudah lama terpatri atas orang-orang yang terlalu nyaman di pekerjaannya sekarang adalah susah keluar untuk memulai pekerjaan lain. Lagipula situasi sekarang ini sudah cukup nyaman, kalau harus keluar belum tentu bisa menemukan yang nyamannya sama. Begitu kira-kira gambarannya.

Padahal ini adalah sebuah pola pikir yang salah. Karena biar bagaimana pun, pandangan seperti ini akan membuat kita menutup diri pada hal-hal lain. Merasa tak sanggup untuk mengikuti tantangan, hanya karena tak siap untuk berkompetisi dengan orang luar.

Selain itu, aturan yang fleksibel di tempat kerja yang nyaman juga banyak membentuk watak buruk bagi karyawan. Karena tak ada larangan yang begitu keras, kamu bisa saja berubah jadi orang yang sembrono. Telat membuat laporan, hingga datang terlambat setiap ada meeting bulanan. Ya, kamu tak profesional.

Akan Tetapi Jika Gajinya Lebih Besar Mampu Menjamin Finansial dan Membuatmu Kian Profesional

Untuk situasi ini, keuntungan dari segi finansial jelas jadi kelebihan yang wajib disyukuri. Biar bagaimana pun, pundi-pundi harus tetap terisi. Nominal pendapatan yang bertambah, setidaknya akan membantu kita memenuhi kebutuhan harian pada tingkat yang lebih baik. Syukur-syukur bisa menyisihkan jumlah tabungan yang lebih besar untuk masa depan.

Tapi jangan buru-buru senang dulu, karena jika gaji yang ditawarkan memang lebih besar. Ada kemampuan yang seimbang yang harusnya kita bayarkan. Tekanan yang datang untuk capaian pendapatan yang telah ditentukan akhirnya merubahmu jadi sosok yang mampu berkompetisi dengan baik. Karena mau tak mau kamu harus bergerak untuk mencapai targetmu, yang sebenarnya juga baik untuk mengembangan karir dan membuatmu kian profesional.

Namun Sialnya Kamu Jadi Mudah Stres Karena Tekanan yang Lebih Besar dengan Waktu Luang yang Terbatas

Yap, dituntut untuk mencapai target yang ditentukan, terpaksa membuat kita berjuang keras untuk terus bekerja. Beberapa hal yang akan terasa kian dekat, tentu saja stres kalau-kalau targetnya masih belum kesampaian juga. Selain itu, waktu untuk bisa beristirahat meski sekedar beleha-leha sebentar. Akan hilang, diganti dengan konsentrasi untuk mengurus pekerjaan.

Bahkan kalau bisa, seluruh waktu yang ada dalam hidupmu akan kamu serahkan untuk terus fokus bekerja sampai apa yang sudah ditentukan perusahaan bisa di dapat dengan cepat. Gajinya memang besar, tapi setara dengan itu tingkat stres yang kamu dapat juga kian besar.

Lalu, Kemana Pilihanmu Akan Jatuh?

Sesungguhnya, ini bukanlah pilihan yang sulit. Karena kamu hanya butuh mencari apa yang sebenarnya kamu butuhkan. Sembari menemukan jawaban, kamu pun perlu mempersiapkan diri untuk kemungkinan lain yang nantinya akan dirasakan.

Jika kamu memilih untuk berada pada zona kerja yang nyaman, mungkin penghasilan yang akan kamu dapatkan lebih sedikit. Dan begitu sebaliknya, jika kamu memilih untuk berada  pada tempat kerja yang bergaji besar. Cobalah bersiap untuk tekanan besar serta waktu luan yang mulai terbatas.

Tanyakan pada dirimu sendiri, mana pilihan yang sesungguhnya kamu cari. Sembari menyiapkan kemampuan, untuk resiko yang juga akan diemban.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kantor yang Bebas Berpakaian, Tak Berarti Kamu Boleh Datang dengan Pakaian Rumahan

Di era sekarang sebuah kantor atau perusahaan tidak lagi menekankan karyawannya harus memakai office look. Meskipun tidak semua, tapi beberapa start up telah melakukan kebijakan ini. Apalagi kantor-kantor di bidang kreatif. Pasalnya, ada yang berujar bahwa berpakaian rapih saat ke kantor adalah suatu tekanan. Entah bisa dibenarkan atau tidak, yang jelas generasi milenial sangat senang mendapatkan kantor bebas berpakaian.

Perlu diketahui ketika diberikan kebebasan, bukan berarti datang dengan berpakaian semaunya dan seenaknya. Meskipun bebas, kamu juga mesti tahu aturan. Pada dasarnya aturan tersebut mengacu kepada etika, karena tak mungkin kamu hanya memakai kaus kutang dan celana pendek ke kantor kan? selain tidak enak dipandang, itu sama saja kamu telah menyepelekan tempat kamu bekerja.

Setidaknya bebas berpakaian adalah minimal kamu mengenakan T-shirt dan jeans ke kantor. Dan pastikan kamu tidak berpakaian seperti ini saat berangkat ke kantor ya.

Bebas Tapi Sopan, Jangan Memakai Pakaian Rumahan

Mungkin kamu memiliki kaus kesayangan yang sampai belel pun kamu tetap nyaman memakainya. Tapi, nyaman buatmu belum tentu nyaman di mata orang lain. Pakaian yang seperti itu sebaiknya kamu kenakan saat di rumah, bukan berangkat ke kantor. Meskipun bebas berpakaian bukan berarti tidak ada aturan lho. Kamu harus kenakan pakaian yang setidaknya enak dipandang.

Memakai Pakaian yang Kusut

Tentu penampilan dapat menopang mood seseorang dalam bekerja. Tidak bagusnya penampilan pasti akan menganggu konsenstrasi saat di kantor. Terutama saat kamu mendapatkan komentar dari karyawan lain, atau melihat seseorang yang melihatmu secara tidak enak. Untuk itu perhatikan pakaianm.

Apalagi jika menggunakan pakaian kusut, jelas sangatlah tidak enak dipandang. Sebisa mungkin kamu harus membawa pakaian ganti untuk mengganti pakaianmu yang kusut. Apalagi kalau kamu ke kantor naik angkutan umum.

Memakai Pakaian yang Sudah Dipakai di Hari Sebelumnya

Mungkin kamu memiliki sikap yang terlalu cuek soal pakaian. Apalagi mengetahui kalau kantor kamu adalah kantor yang bebas berpakaian. Secuek-cueknya kamu dengan penampilan, tak semestinya juga kamu memakai pakaian yang sudah dipakai di hari sebelumnya. Jangan heran kalau kamu mendapatkan cap jorok dari teman-teman kantor lantaran pakaianmu tidak diganti-ganti.

Jangan Sampai Memakai Sandal Ke Kantor Karena Tidak Etis

Dalam suatu kondisi seperti hujan, kamu mungkin bisa memakai sandal ke kantor karena sepatumu kebasahan atau semacamnya. Tetapi di luar dari kondisi tersebut, memakai sandal ke kantor sangatlah tidak etis. Apalagi kalau dilihat teman kerja dan bosmu, otomatis kamu akan dipandang berbeda. Lain kasusnya apabila bos dan teman kantor memang memperbolehkan memakai sandal.

Mengenakan Piyama Saat Bekerja

Lebih kacau lagi kalau kamu mengenakan piyama saat bekerja. Jelas saja itu sudah salah, karena piyama adalah pakaian untuk beristirahat bukan bekerja. Kamu bisa mengenakan piyama ke kantor apabila saat itu sedang ada pesta kostum atau semacamnya. Karena kami yakin sebebas apapun kantormu pasti tidak srek apabila melihat seseorang mengenakan piyama saat bekerja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pertama dalam Sejarah APBN, Penerimaan Negara Tembus 100%

Sehari sebelum perayaan Tahun Baru 2019 kemarin, Menteri Keuangan Ibu Sri Mulyani Indrawati mengumumkan penerimaan negara 2018 mencapai 100%.  Belia juga mengatakan jika capaian tersebut adalah yang pertama kali dalam sejarah APBN.

Sri Mulyani menjelaskan, pemerintah meraup penerimaan sebesar Rp 1.894,72 triliun atau 100% dari target APBN 2018. Dan adapun sumbernya antara lain dari perpajakan, yakni pajak dan bea cukai, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan hibah.

“Pada tahun ini untuk pertama kalinya Kementerian Keuangan tidak mengundang-undangkan APBN Perubahan dan tahun 2018 ditutup dengan Penerimaan Negara sebesar 100%,” kata Sri Mulyani dalam keterangannya di Jakarta, Senin (31/12/2018), sebagaimana dikutip dari detik.com. 

Dan, kabarnya hasil dari pencapaian ini akan dilaporkan oleh Sri Mulyani kepada Presiden Joko Widodo, hari ini Selasa (1/1/2019).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top