Feature

Tak Perlu Barang Mahal, Orang yang Suka Tidur Jauh Lebih Bahagia Kalau Sudah Melihat Bantal

Tidur adalah hal yang paling mendamaikan. Mungkin begitu prinsip hidup mereka yang dikenal suka tidur. Disaat yang lain mengeluhkan jam tidur yang berantakan, orang yang suka tidur akan mudah tertidur entah di siang atau ketika malam hari menjelang jam tidur mereka. Tak ada yang lebih membahagiakan dibanding bisa tertidur pulas dan bangun dengan perasaan segar pada keesokan harinya. Kamu bagaimana? Apakah termasuk golongan orang yang suka tidur?

Saat yang lain mungkin baru akan merasa bahagia bila mendapat sebuah kado berupa barang yang mereka dambakan, kamu yang mengaku suka tidur justru tak sulit untuk bahagia. Cukup pulang ke rumah dan mendekap bantal pun rasanya sudah menyenangkan.

Kamu Begitu Perhitungan Soal Waktu. Sebelum Tidur, Kamu Akan Menghitung dengan Detail Setiap Waktu yang Akan Kamu Gunakan untuk Tidur

Saat sudah rebahan di atas kasur, matamu pasti memandang jam. Mulai menghitung maju dan menyesuaikan kira-kira jam berapa kamu akan bangun. Kamu tak akan mau dirugikan dengan bangun sebelum tertidur selama tujuh atau delapan jam. Tak ada yang lebih berharga dibanding waktu tidur. Bagimu, jika jam tidur kurang, hal itu bisa mempengaruhi seluruh aktivitasmu di hari berikutnya.

Kamu Peduli Kesehatan Dan Tak Suka dengan Kebiasaan Begadang

Siapa bilang orang yang suka tidur itu tandanya egois? Justru mereka yang mengatur jam tidurnya dengan baik adalah orang-orang yang sedang menginvestasikan kesehatannya untuk masa depan. Mereka tahu, tidur itu kaya manfaat. Karenanya, mereka akan disiplin dalam mengatur waktu tidur. Disamping itu, mereka betul-betul tak menyukai kebiasaan begadang karena sama sekali tidak ada manfaatnya.

Sisi Egois Orang yang Suka Tidur, Ketika Diajak Jalan Oleh Teman, Mereka Akan Menolak dengan Alasan Ingin Tidur Saja di Rumah

Di akhir pekan, ketika ada ajakan main, nonton, makan, atau bahkan jalan-jalan bersama teman, kamu sama sekali tidak tertarik. Sekalipun di Instagram begitu banyak foto liburan, bagimu tidur adalah sebuah liburan yang sama berharganya. Terdengar egois memang. Penyuka tidur akan memilih diam di rumah daripada bepergian dan membuat badan lelah. Di benak mereka, tidur jauh lebih menguntungkan daripada membuat badan sengsara.

Entah Mengapa, Kamu Tak Cocok Berteman dengan Mereka yang Suka Begadang. Kamu Menilai Mereka adalah Orang yang Aneh

Untukmu yang suka tertidur, pasti pernah mengira orang lain aneh lantaran mereka mempunyai hobi begadang. Mungkin ada waktunya juga nanti kamu dianggap aneh karena kebiasaan tidurmu itu. Tapi memang beginilah kamu apa adanya. Kamu selalu berpikir bahwa orang yang sanggup begadang demi pergi ke sebuah pesta adalah orang yang aneh.

Tak Ada yang Lebih Membuat Wajahmu Berseri Selain Bisa Tertidur Selama Delapan Jam Sehari

Saat orang lain tidak terlalu memusingkan jam tidur mereka, kamu sebisa mungkin mengusahakan jam tidurmu harus delapan jam sehari. Kalaupun berkurang, cukup jadi tujuh jam. Karena hal itu, kamu pun mengatur segala kegiatan di siang hari hingga petang agar bisa selesai tanpa mengganggu jam tidurmu. Tujuanmu cuma satu, agar keesokannya bisa bangun dengan wajah berseri karena tidurmu semalaman begitu berkualitas.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Taylor Swift Kembali Berkarya dengan Merilis Single Baru “ME”

Penyanyi pop Taylor Swift baru saja merilis single baru bertajuk “ME” dibarengi dengan sebuah video musik pada Jumat (26/4) waktu AS. Saat menjadi bintang tamu acara NFL Draft di Nashvile, Kamis (25/4/2019) malam, Swift mengungkap bahwa single itu juga menampilkan Brendon Urie dari Panic! at the Disco.

“‘ME’ adalah lagu tentang menerima individualitas kita dan benar-benar merayakannya. Dengan lagu pop, kita bisa membuat sebuah melodi terekam di benak pendengar dan saya ingin menjadi orang yang membuat mereka merasa lebih baik tentang diri sendiri,” kata Swift.

Swift sendiri memuji penggemarnya karena telah membuatnya jauh lebih baik. Perhatian dan dukungan penggemar menginsipirasinya untuk bersenang-senang dengan musik. Pelantun “Blank Space” itu mengaku tidak menyangka bahwa penggemarnya sangat setia dan memberinya perhatian yang luar biasa.

“Rasanya sangat menyenangkan bisa berkarya untuk orang-orang yang memberi perhatian,” lanjut Swift.

Sebelumnya, Kamis pagi Swift datang ke kawasan Gulch di Nashville untuk berfoto di sebuah mural karya seniman Kelsey Montague berupa sayap kupu-kupu yang besar. Di antara kepak sayap itu tertulis kata “ME” dan Swift berfoto di bawahnya. Sejak awal para fans menduga mural itu ada hubungannya dengan Taylor Swift dan karya musik terbarunya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pasca Rutin Ikuti Kajian, Dinda Hauw Mantap Berhijrah

Pemain film Dinda Hauw kini mantap berhijrah. Dia sudah mengoleksi dari awal baju muslimahnya dan menyumbangkan setengah baju lamanya kepada orang lain. Meski belum mengenakan hijab syar’i, Dinda mengatakan dirinya masih dalam proses memakai baju muslim yang baik dan benar.

“Baju sendiri aku belum pakai kaus kaki ya, kalau orang-orang kan ‘tutup juga kakinya karena aurat,’ ya semua proses, aku pun pakai hijab enggak langsung syar’I. Aku pakai hijab pelan-pelan tadinya enggak pakai ciput sekarang pakai ciput, terus bajunya yang penting enggak ketat karena aku enggak suka kan, akhirnya ya sudah aku pakai baju longgar atau kemana-mana pakai outer,” lanjutnya saat berada di kawasan Kuningan, Kamis, 25 April 2019.

Dinda memberi tips bagi mereka yang ingin berhijrah. Dia mengatakan harus banyak mendatangi kajian-kajian keagamaan dan mendengarkan ceramah agar hati semakin kuat untuk berhijrah. Bukan hanya itu, Dinda juga menyemangati orang-orang yang ingin berhijrah agar terus maju menjalankan apa yang sudah diperintahkan Tuhan.

“Buat teman-teman yang baru hijrah sama kayak saya banyaklah kita kajian atau dengerin orang-orang ceramah atau berteman sama orang-orang yang bawa pengaruh positif untuk kalian, karena itu ngaruh banget terus semoga kita istiqomah selalu, pokoknya jangan nyerah, jangan balik lagi, enggak apa-apa sedikit demi sedikit yang penting tetap maju jangan mundur atau setop di situ,” ungkap Dinda.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Campur Tangan Orang Indonesia Dibalik Produksi Film Avengers: Endgame

Marvel Studios sangat menutup rapat urusan cerita terutama dalam dua film Avengers terakhir, Infinity War dan Endgame. Bukan hanya para pemain, banyak kru di balik layar juga tidak tahu apa-apa soal jalan cerita film ini. Menariknya, ternyata ada pemuda asal Indonesia yang terlibat dalam dapur tim efek visual Avengers: Endgame, yakni Denny Ertanto. Ini adalah kali kedua dia terlibat dalam proyek Marvel.

Sebelumnya, Denny juga ikut mengerjakan efek visual Infinity War, tepatnya di beberapa adegan Iron Man dan Doctor Strange di Planet Titan. Namun kali ini lebih spesial, karena Denny ternyata kebagian mengerjakan efek untuk adegan yang sangat krusial dalam film, yaitu bagian akhir pada pertarungan tim Avengers.

“Saya membantu bekerja di beberapa bagian awal dan akhir saat di final battle-nya,” kata Denny seperti dikutip dari Viva, Jumat (26/4). Lelaki ini mengaku beruntung bisa mendapat kesempatan terlibat di film Avengers, apalagi mengedit salah satu bagian paling penting dalam ceritanya.

Mengerjakan bagian yang disebutnya sebagai ‘super major spoiler,’ ternyata tak membuat Denny tahu jalan cerita film ini sebelum dirilis.

“Aku penasaran perjalanannya dari awal ke bagian aku,” katanya mengaku tak tahu apa-apa soal plot keseluruhan.

Butuh waktu setidaknya 1-2 minggu sampai empat bulan guna mengerjakan setiap adegan yang jadi bagiannya. Kendati ada kesulitan-kesulitan tertentu, Denny tetap senang dan menikmati proyek ini, sebab baginya, selalu ada hal baru yang bisa dipelajarinya. Sebagai seorang vfx artist yang sudah ikut terlibat di Hollywood sejak 2011, Denny mengatakan sangat antusias dengan reaksi penonton. Dia mengaku ingin tahu reaksi mereka saat melihat hasil kerja dirinya dan tim.

“Di bagian mana pun, seneng yah bisa dapet kerja di film Avengers. Tapi kali ini memang kebetulan dapet bagian di mana salah satu bagian paling penting dari film ini, khususnya di bagian terakhir saat final battle. Di luar senang dan bangga, saya sih juga penasaran aja apa reaksi penonton nantinya ke adegan-adegan yang saya tahu,” ujar Denny.

Sebelumnya, Denny pernah terlibat dalam tim efek film War of the Planet of the Apes, Fantastic Beasts and Where to Find Them, A Monster Call, The Martian, Into the Woods, Pan, Cinderella, Hugo, Maze Runner: The Death Cure, dan lain sebagainya. Terbaru, ia kini sedang membantu film Gemini Man yang disutradarai Ang Lee. Denny tak satu-satunya orang Indonesia yang masuk dalam tim di balik layar Avengers sebab ada dua orang Indonesia lain yang ikut terlibat di proyek ini yaitu Jefri Haryono sebagai Creature Technical Director dan Muhammad Ghifary dari departemen Research and Development.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top