Feature

Tak Lagi Sekedar Pacar, Dia Yang Serius Menikahimu Pasti Rela Berbenah Diri

Momen sakral sebuah hubungan adalah ketika mereka mampu berakhir di pelaminan. Sayangnya, tak semua hubungan sampai di titik itu. Ada yang kandas padahal sudah dibangun sejak beberapa tahun. Persoalannya pun beragam, ada yang beralasan karena tak lagi cinta, ada juga yang merasa pasangan mulai berubah.  Tapi dari semua itu, kamu perlu meyakini kembali, urusan jodoh itu sudah ada yang mengatur. Dia yang serius untuk menikahimu, pasti akan datang di saat yang tepat.

Persoalan jodoh juga bukan hanya soal waktu, tapi juga tentang kesiapan diri. Sudah seberapa jauhkah kamu melangkah untuk jadi pribadi yang lebih baik lagi? Atau, sudahkah dia yang berjanji akan selalu bersamamu benar-benar menunjukkan kesiapan untuk melangkah lebih serius bersamamu? Kamu harus tahu, membahas tentang jodoh itu sangat kompleks. Utamanya, hidupmu dengannya nanti bukan berlandaskan cinta yang kalian miliki saja, tapi harus ada kekompakan dimana kamu dan dia siap saling mendukung. Kalau kamu dan dia sudah sepakat menjalankan prinsip itu, maka perubahan baik pun tak hanya jadi wacana belaka.

Dia yang Semula Mungkin Tak Acuh dengan Pendapatmu, Justru Jadi Sering Menanyakan Saran Darimu

Mungkin hubunganmu dengannya semakin mendekati fase baru yang lebih menantang, dimana kalian sudah melewati ratusan hari bersama-sama. Kamu pun jadi tahu sifat lamanya, ia ternyata lebih pendiam dari yang kamu kira. Bukan apa-apa, semua masalah jadi disimpan sendiri. Sekalipun punya mimpi dan harapan, ia hanya memendamnya dan mengusahakannya seorang diri. Walau sikapnya ini kadang membuatmu jengah, ternyata ia perlahan-lahan berubah karena perasaannya padamu. Sebelum mengambil keputusan, ia selalu menanyakan pendapatmu dan bagaimana pandanganmu tentang hal itu. Ia mulai menyadari kalau keputusan tak bisa diambil begitu saja. Karenanya, pendapatmu mulai dianggapnya sebagai sesuatu yang berharga.

Mungkin Tadinya Dia Mudah Meledak-ledak, Tapi Sekarang Pribadinya Jadi Tak Sekeras Dulu

Atau kamu punya partner yang sulit menguasai diri. Dia mudah meledak-ledak hanya karena konflik kecil diantara kalian. Bahkan saat berbeda pendapat denganmu, dia jadi mendiamkanmu. Orang yang seperti ini seringkali jadi musuh utama, tapi di lain hari justru bisa berubah jadi orang yang sangat mencintaimu. Lambat laun, ketika ia tahu kamu layak diajak serius, maka perubahan yang baik itu terjadi. Ia akan serius menahan diri untuk tidak mudah meledak-ledak. Ia akan melembutkan hati apabila ada konflik terjadi di antara kalian. Hanya saja kamu harus bersabar, sebab hanya waktu yang bisa membantunya jadi semakin baik lagi.

Yang Tadinya Sibuk Sampai Suka Lupa Menghubungi, Kini Jadi Rajin Menyapa Walau Sekadar Bertanya Kabar Hari Ini

Kamu dan dia semula hanya bertukar kabar di ujung hari, tak sesering dulu ketika baru menjalin hubungan dimana komunikasi kalian begitu intens. Lambat laun percakapan kalian jadi begitu klise. Tapi dia yang ingin serius bersamamu, akan memperbaiki hal itu. Bersamanya, seakan tak pernah ada alasan sibuk sekali atau tak punya cukup waktu untuk menghubungimu. Justru, karena dia memang serius padamu, dia akan rela berubah demi mengetahui kabar terbarumu. Di samping itu, dia akan berusaha mendampingi dan tak akan pernah membuatmu merasa sendiri.

Cintanya Padamu Tak Berlebihan, Dia Berusaha Tulus dan Tetap Tahu Batasan

Cintanya padamu semakin bertumbuh dan tak berubah. Dia selalu tahu kalau ada kamu yang perlu dijaga. Meski demikian, cintanya tetaplah sederhana seperti sejak mulanya. Alih-alih menghujanimu dengan peluk atau kecup mesra, dia yang serius denganmu akan memperlakukanmu dengan sewajarnya sebagai bukti dia menghargaimu. Di lain waktu, saat dia begitu tak bisa menahan ekspresi sayangnya padamu, dia akan memelukmu ringan sebatas untuk menunjukkan perasaan senang.

Dia Rela Bekerja Keras demi Masa Depan, Mimpimu adalah Mimpinya Juga yang Sedang Berusaha Diwujudkan

Lain dengan mereka yang mungkin pernah mengumbar janji manis saat ada di dekatmu, justru dia yang mau serius denganmu paling anti menebar janji manis. Dia memilih diam sambil lebih banyak bekerja. Dia tak akan mengajakmu bicara tentang mimpi-mimpi yang terkesan muluk, tapi bila tiba waktunya, dia akan langsung menyodorkan kerja kerasnya dalam bentuk apa yang jadi wishlist-mu selama ini. Dia menghargai setiap mimpimu sebab menurutnya itu adalah mimpi yang juga perlu diwujudkan bersama-sama.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Ketika Hidupnya Lebih Buruk denganmu, Itu Artinya Ia Tak Tercipta Untukmu

Pernah tidak kamu tiba-tiba bepikir, bahwa ada sesuatu yang sepertinya tak beres dalam hubunganmu? Iya, ini bukan tentang kamu tak bisa membuatnya tertawa atau bahagia. Tapi tentang kenyataan lain yang justru jadi tanda tanya.

Coba lihat hidupnya kini, lalu bandingkan dengan hidupnya sebelum kalian bersama. Dulu ia adalah seorang periang, punya banyak teman dan pekerjaan yang lancar. Tapi bersamamu, harinya justru berubah. Menjauh dari temannya, karena memastikan kamu tak kemana-mana jadi yang lebih utama.

Sering khawatir karena cemburu, ketakutan akan kehilangmu menganggu pekerjaan yang ia lakoni. Lantas, sanggupkah kamu terus menerus melihatnya begitu?

Cinta yang Baik Membawanya Kedamaian, Bukan Membuatnya Gusar Tak Berkesudahan

Sikap periang yang dimilikinya, bisa jadi adalah salah satu hal yang membuatnya suka padanya. Tapi, jauh berbeda dari saat pertama jumpa. Akhir-akhir ini ia justru terlihat sering berwajah sendu, karena tak bahagia. Senyum manis yang tadinya sering mengembang, pelan-pelan mulai hilang. Berganti dengan segudang kekhawatiran atas hubungan yang kalian jalankan.

Tak terlihat secara jelas datang darimana sedihnya, yang terlihat hanyalah raut wajah kecewa, takut, serta kerap khawatir untuk berbagai macam alasan. Jika memang begitu, cobalah untuk melepasnya sendiri dulu.

Jauh dari Kata Berkembang, Hidupnya Kian Monoton Setelah Kamu Datang

Rasa sayang harusnya mendorong seseorang untuk melakukan banyak hal yang sebelumnya terlihat mustahil. Membantunya meningkatkan kemampuan dan kreativitas, dan semua hal baik itu jelas memberi dampak baik untuknya.

Namun jika yang terjadi justru sebaliknya, itu artinya memang ada sesuatu yang salah. Bandingkan lagi, bagaimana hidupnya ketika kalian tak bersama. Seberapa banyak pencapaian yang ia perbuat dengan seorang diri saja? Dan kenapa ketika sudah bersama ia justru berdiam diri dan tak berbuat apa-apa?

Semangatnya pelan-pelan hilang, dan jika benar begitu sebaiknya kau lepaskan genggamanmu.

Hanya Demi Kamu, Ia Sering Berbohong

Tak jelas apa alasannya, dari seluruh perubahan sikap yang ia tunjukkan. Kebohongan jadi salah satu hal yang paling banyak kau temukan. Mulai dari kebohongan kecil, hingga yang besar. Dari yang menurutmu tak penting untuk ditutupi sampai hal besar lain yang harusnya tak perlu disembunyikan lagi.

Hubungan kalian, kerap kali dijadikan alasan untuk berbohong dan tak ingin membuatmu marah atau kecewa padanya. Tapi asal kamu tahu saja, cinta yang baik merubah sesorang untuk lebih terbuka dan membicarakan semuanya. Jika ia kerap kedapatan berbohong, itu artinya ada sesuatu yang salah.

Tak Lagi Bergairah untuk Melakoni Hal Lain, Hidupnya Seolah Bertumpu Hanya Padamu Saja

Jadi sesuatu yang kadang sulit diterima, perubahan sikap yang ia tunjukkan kadang memang tak masuk akal. Namun itu semua adalah kenyataan yang mau tak mau harus kamu terima. Kamu bisa melihat ia kehilangan semua gairah, tak lagi terlihat hidup melakukan hal yang tadinya ia suka.

Dan kesimpulan yang bisa ditarik dari sikapnya, kemampuan yang tadinya ia bisa perbesar berubah jadi ketidakpastian yang kian kecil. Tak mau berbuat apa-apa tanpa dirinya, baginya kamulah roda pemutar hidup yang ia percaya. Tapi, bukankah cinta harusnya membuat kita kian kuat? Jika dirinya justru melemah, itu artinya bukan cinta.

Lari dari Tanggung Jawab, Ia Berubah Lebih Buruk dari yang Sebelumnya

Yap, coba tengok seseorang yang katamu paling kamu cintai itu. Ingat kembali bagaimana ia dulu menyelesaikan semua pilihan dan menyelesaikannya dengan benar. Lalu masihkah ia bersikap demikian sampai sekarang? Jika ternyata jawabannya adalah tidak. Berarti ada sesuatu yang memang perlu dibenahi dalam hubungan kalian berdua. Dia yang terjebak dan tak bisa memilah perilakunnya, atau sikapmulah yang membuat ia jadi demikian berubah.

Mungkin Bukan Hanya Salahmu Juga, untuk Itu Cobalah Mencari Penyebabnya

Perkara hubungan yang bisab merubah setiap orang. Siapa yang salah jelas sulit untuk ditentukan. Satu pihak bisa saja merasa biasa dan tak berbuat salah, tapi di sisi lain bisa jadi pasangannya mengira dialah penyebab seseorang berubah.

Tak harus buru-buru, coba dilihat pelan-pelan dulu. Pihak manakah yang sekiranya jadi penyebab perubahan diri. Jika memang itu karenamu, belajarlah untuk lebih bijaksana dalam menanggapinya. Lepaskan ia jika ternyata, tak ada bahagia yang ia terima setelah sekian lama bersama. Jujurlah pada dirimu sendiri dengan mengakui bahwa kamu memang jadi sosok yang membuatnya berubah menjadi lebih buruk dari dirinya yang sebelumnya.

Maka, jika benar-benar cinta, cobalah lepaskan ia. Biarkan ia mencari jalannya, dan belajar untuk mencari bahagianya dulu sebelum nanti berbagi bahagia lagi bersamamu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kadang Seorang Teman Memberi Solusi Bukan Karena Empati, Tapi Sekadar Asal Bicara Saja

Sadarilah, tak semua teman tempat kita curhat adalah seorang pendengar yang baik, yang mau turut merasakan apa yang sedang kamu rasakan saat itu. Karenanya, tak usah heran kalau akhirnya yang kamu dapat adalah solusi yang terdengar ‘ala kadarnya’ bahkan terkesan menggampangkan sebuah masalah.

Padahal jika dikembalikan ke dirinya sendiri belum tentu mereka akan terima dengan masukan seperti itu. Namun bukan berarti berbagi cerita ke teman adalah langkah yang salah ya. Mungkin supaya tak mendapat respon yang tak enak, kamu perlu mengenali karakter mereka dulu. Carilah sosok teman yang benar-benar tepat, yang bisa menjadi pendengar dan pemberi solusi yang baik bagi dirimu.

Seorang Teman Belum Tentu Merasakan Emosi yang Kamu Rasakan

Bagaimanapun, seorang teman belum tentu bisa merasakan emosi seperti yang kamu rasakan saat kamu menceritakan ceritamu. Padahal ada kalanya kamu hanya butuh didengarkan saja dibanding meminta saran dari mereka. Hati-hati, salah cerita pada orang, justru bisa membuatmu merasa sia-sia.

Sadarilah, meski sejak awal kita berharap mereka mau turut merasakan emosi yang sama seperti yang kamu rasakan kala itu. Tak semua orang bisa merasakan apa yang kita sedang rasakan.

Selesai Cerita Justru Dapat Penghakiman dari Teman yang Kamu Ajak Cerita, Menyebalkan Bukan?

Percayalah, tak semua curahan hati kamu bisa diterima dan direspon dengan baik oleh teman yang kamu ajak berbagi. Bahkan, tak semua teman akan setuju dengan jalan cerita yang kelak kamu bagikan pada mereka. Alih-alih ingin mendapat hati yang plong setelah mengeluarkan segala keluh kesahmu, yang ada kamu hanya akan mendapatkan kecewa.

Jika tahu bakal mendapat penghakiman dari lawan bicaramu. Pastikan terlebih dahulu, sebenarnya seberapa besar ia mau mendengarmu.

Tak Menutup Kemungkinan Ceritamu Justru Disebarluaskan pada yang Lain

Tak semua teman bisa menjaga rahasiamu dengan baik setelah kamu ceritakan seluruhnya pada mereka. Karenanya, jangan menceritakan masalahmu ke sembarang orang. Namun carilah sosok teman yang dapat dipercaya bisa menjaga rahasiamu dengan aman.

Susah memang, tapi kuberitahu, jangan sampai setelah kamu curahkan semua pada temanmu, masalahmu malah makin runyam dan akhirnya hanya mengganggu ketentraman hatimu, kan?

Berujung Penyesalan yang Menderamu Karena Sudah Cerita ke Temanmu

Akhirnya ketika kamu tahu bahwa teman yang kamu ajak berbagi cerita tidak bisa dipercaya dalam menjaga segala rahasiamu, yang ada kamu akan merasa menyesal sendiri. Bahkan hal ini bisa berdampak pada merenggangnya hubungan pertemanmu dengannya. Mungkin pada akhirnya kamu bisa petik pelajarannya dari sini agar bisa lebih berhati-hati lagi dalam memilih teman untuk diajak berbagi cerita.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Jatuh Cinta Itu Mudah, Tapi Menjaganya Susah

Semua kita pasti setuju, jika proses jatuh cinta selalu dipenuhi dengan hal-hal manis yang menenangkan jiwa. Tak berhenti memikirkan dirinya, sampai senyum-senyum manis meski tak ada yang orang disamping kita.

Tapi jatuh cinta, jelas tak hanya sampai pada proses menyatakan cinta lalu diterima saja. Setelah itu, kita justru diminta untuk berjuang dengan porsi yang lebih besar. Memulainya mungkin cukup dengan sebuah perasaan suka, tapi untuk terus bisa bertahan jelas kita butuh usaha. Maka dengan demikian, jika jatuh cinta terasa mudah, menjaganya sudah pasti susah.

Awalnya Semua yang Terasa Kurang Terkesan Manis, Tapi Percayalah Itu Tak Akan Berjalan Lama

Pada beberapa waktu awal, segala hal yang terasa kurang bisa dirayakan dalam sebuah kesederhanaan. Memesan satu porsi lauk dengan dua porsi nasi demi menghemat biaya, memang bukanlah sesuatu yang buruk untuk berdua. Selama masih bisa dinikmati bersama, jelas selalu terasa istimewa.

Namun juga akan terdengar manusiawi, jika kita menginginkan sebuah hubungan yang berjalan dengan angan besar. Bukan yang melulu jalan di tempat. Kita butuh perubahan, sesederhana bisa makan berdua di restoran mewah tanpa takut tak bisa bayar.

Bukan Tak Percaya Rasa Cinta, Tapi Pasti Bosan Jika Setiap Akhir Pekan Hanya Duduk Manis di Rumah Saja

Jangan bilang perempuanmu sedang ingin meragukan rasa sayang dan ketulusan. Biar bagaimanpun dia selalu percaya jika cinta akan mendatang berbagai macam hal baik dalam hubungan. Akan tetapi, kamu juga perlu mencari celah bagaimana caranya untuk terus menghidupkan rasa.

Bayang-bayang akan hidup berdua bisa jadi belum siap diterima. Karena masih pacaran saja, hubungan kalian terasa hambar tanpa ada istimewanya. Sesekali, kalian harus pergi kencan berdua. Walau hanya sekedar menikmati dua gelas kopi, sembari bercerita beberapa angan bersama. 

Kita Harus Realistis, Seberapa Serius Kita Akan Menjalani Hubungan Ini

Tantangan dalam hubungan kita jelas akan berubah, dari hal-hal remeh yang tak harusnya jadi sumber masalah. Berubah dengan berbagai macam pertanyaan seputar keseriusan berdua. Perempuanmu mungkin bisa mendadak marah, karena tahu kamu menghabiskan 30% gaji hanya untuk foya-foya. Padahal jauh lebih berguna jika uangnya kamu tabung saja.

Begitupun sebaliknya, lelakimu bisa saja merasa kecewa jika kamu masih saja bersikap kekanak-kanakan dan mempermasalahkan tentang mantan yang jelas-jelas sudah lama dilupakan. Belajar untuk terbuka dalam segala, mengemukakan sesuatu yang memang sekira tak benar. Dan sama-sama belajar untuk memahami, akan dibawa kemana hubungan ini.

Demi Cinta yang Tetap Terjaga, Kita Pun Butuh Waktu yang Baik untuk Berdua

Memupuk rasa cinta dan kasih sayang, bukan hanya tentang ikatan. Bagi perempuan, perlu untuk bepergian bersama pasangan walau si lelaki mungkin merasa enggan. Hidupkan semua rasa dan cinta dengan cara yang istimewa, agar tak pernah ada kata bosan untuk bersama.

Tak harus sering, asal bisa memanfaatkan waktu dengan baik dan berguna. Belajar memasak berdua kala akhir pekan, atau berkebun bersama untuk suasana yang lebih kekeluargaan. Dengan begitu kalian akan terlatih, jadi pasangan yang tak hanya saling mencintai tapi juga bisa jadi rekan kerja yang baik untuk segala hal yang akan dilakukan nanti.

Hingga Akhirnya Kalian Akan Sadar, Menjalin Hubungan Bukan Soal Cinta Semata

Membuat perhitungan dalam hubungan, bukan berarti sedang ingin menancapkan sebuah standar besar. Ini lebih kepada sebuah kesadaran, tentang hal-hal nyata lain yang memang akan dirasakan setiap pasangan. Kita butuh pergi berkencan, kita butuh makan malam berdua yang berkesan, kita butuh menghadiahi pasangan, dan berbagai hal lain yang memang membutuhkan perhitungan dan jelas jadi pengeluaran.

Maka dengan demikian, walau katamu jatuh cinta itu mudah, menjaganya jelas saja susah. Karena selain biaya, kau pun perlu untuk mau terbuka. Mempelajari bagaimana sebenarnya sikap aslinya dan seberapa besar kemungkinan bisa berdua selamanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top